Gejolak Darah Muda

Gejolak Darah Muda
20


__ADS_3

Susan lalu mendekati Rio dan memperkenalkan dirinya pada Rio. Rio yang melihat susan mendekat dan memperkenalkan diri di balas Rio dengan tatapan dingin sambil berkata


"iya, aku tau. aktifkanlah selalu hpmu, biar mudah bagiku menghubungimu" kata Rio pada Susan dengan Nada yang datar dan dingin


"iya kak" sahut Susan sedikit gerogi mendengar jawaban dingin Rio


"kamu tinggalnya di daerah mana ?" tanya Rio pada Susan yang lagi berdiri di sampingnya


"maksud kaka ?" tanya Susan sedikit kaget


"biar aku bisa menjemputmu, jika kita sedang ingin mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi kita" sahut Rio sambil menatap Ke arah Susan


"ohhh... iiiiiya ka" sahut Susan terbata - bata karena gerogi melihat Rio yang menatap matanya. pipinya langsung merah melihat tatapan Rio tersebut


"di daerah mana, Susan" sahut Rio yang menyadari jika Susan sedikit gerogi


"di daera x ka" sahut susan tiba - tiba karena kaget dengan pertanyaan Rio


"sama orang Tua apa sendiri ?" tanya Rio lagi pada Rio


"sama papa - mamaku" sahut Susan dengan polosnya


"ya sudah. nanti sebelum menjemputmu, pasti aku akan ijin pada kedua orang tuamu" Jawab Rio lalu pergi menemui Riko ketua organisasi mereka guna menanyakan Apa tugas pertamanya di susul oleh Susan yang sejak tadi terus memikirkan Rio yang menatap wajahnya tadi di tambah lagi dengan Rio yang ingin meminta ijin kepada kedua orang tuanya jika ingin membawanya pergi.


Karena Hal itu akan membuat dirinya semakin mudah untuk keluar mengingat selama ini Susan di jaga begitu ketat oleh kedu orang Tuanya. Dia bahkan tidak di perbolehkan untuk pergi sendrian, kecuali ke kampus. selain dari itu, Dia harus di temani oleh kedua orang tuanya sehingga mendengar ucapan Rio yang akan meminta ijin kepada kedua orang tuanya membuat Susan sangat senang bahkan ingin Rasanya Dia melompat sambil berjoget - joget karena dengan itu, Dia akan bebas untuk keluar nantinya bersama Rio.


Susan sangat yakin, Jika Rio yang meminta ijin pada kedua orang tuanya, pasti orang tua susan tidak akan menolak permintaan Rio. Apalagi minta ijinnya buat urusan kampus bukan untuk bersenang - senang di tambah lagi organisasi Mereka ada Riko sepupunya sehingga sudah pasti ayah dan ibunya akan mengijinkannya.


***


Susan adalah anak yang Manja dan penurut. Dia merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakanya sudah lulus kedokteran dan kini sudah bekerja. tertinggal Susan yang masih duduk di bangku kuliah.


Ayah Susan bernama Pak Beny dan ibunya Bernama Bu Marlin. Sedangkan kakanya bernama Vallen. Vallen kini tidak tinggal di rumah mereka karena Dia bertugas di Rumah sakit yang jauh dari Rumahnya sehingga dengan terpaksa Dia harus tinggal di Lokasi tempat Dia bekerja.


Karena mereka cuma dua Bersaudara, orang tua mereka sangat memanjakan Susan dan Vallen kakanya. Terutama Susan, Kedua orang tuanya sangat memanjakannya karena Dia adalah putri bungsu mereka. kedua orang tuanya masih menganggap Susan sebagai putri kecil mereka meskipun Susan sudah gedeh sehingga kemanapun Susan pergi, selalu di temani mereka berdua.


Mereka tidak pernah membiarkan Susan pergi sendirian, kecuali ke sekolah. Orang tua Susan juga tidak sembarang membiarkan Susan pergi sendirian, meskipun belajar kelompok. Bahkan dulu waktu masih SMA, orang tua Susan rela mengundang teman - temannya belajar di rumah Susan agar Dia tidak boleh bepergian.


Mereka sangat protektif terhadap Susan, karena kedua orang tuanya tidak ingin putri kecil mereka kenapa - kenapa. apalagi Susan merupakan seorang gadis sehingga membuat ayahnya semakin tidak ingin Susan salah dalam pergaulan sehingga menimbulkan aib dalam keluarga mereka.


Karena itulah, ketika Mendengar Rio akan meminta ijin pada kedua orang tuanya jika mengajaknya pergi membuatnya merasa senang karena Dia akan bebas pergi tanpa harus membuat orang tuanya merasa cemas dan kwatir tentang Susan.


Meskipun sangat memanjakan mereka, Namun ayahnya bisa sangat jahat ketika mereka melakukan kesalah. apalagi melakukan sesuatu yang sudah pernah di larang oleh ayahnya, itu akan membuat ayahnya tidak segan - segan menghukum mereka dengan berat.


Susan sangat ingat, sewaktu SMA dia pernah pergi merayakan acara ulang tahun dengan teman - temannya sampai sore hari baru pulang tanpa meminta ijin terlebih dulu kepada orang tuanya hingga membuat orang tuanya sangat panik dan cemas dan mencarinya kemana - mana.


Ketika Dia pulang, Ayahnya sangat marah padanya bahkan mengurungnya dalam kamar dan tidak pernah membiarkannya keluar. Ke sekolah juga di antar oleh orang tuanya, uang jajan juga tidak berikan padanya.


Mengingat Hal itu membuat Susan sangat takut sehingga mulai dari hari itu, Susan sudah tidak pernah lagi pergi tanpa seijin dari orang tuanya. Dia juga jarang keluyuran karena di larang oleh ayahnya sehingga Susan menjadi anak rumahan.


***


Tujuan Susan mengikuti organisasi ini agar Dia dapat menyibukan diri dan bisa keluar dari rumah untuk bersosialisasi dengan teman - temannya. karena selama ini, Susan sangat jarang bersosialisasi dengan teman - temannya sebab ketatnya pengawasan kedua orang tuanya.


Susan memilih untuk satu organisasi dengan sepupunya Riko sehingga ketika Dia meminta ijin untuk mengikuti kegiatan organisasi, Dia bisa di ijinkan oleh ayahnya karena ada Riko disana yang dapat memperhatikan dan mengawasi Susan.

__ADS_1


Tiba - tiba Susan di kagetkan oleh Rio dari Lamunannya


"Susan.... harusnya kamu tulis apa yang di tugaskan kak Riko buat kita" kata Rio mengagetkan Susan dari lamunannya


"ohh iya.... hampir lupa. tadi kak Riko bilang apa ?" sahut susan yang sejak tadi asik melamun sehingga tidak mendengarkan percakapan antara Rio dan Riko


"astaga.... susan" keluh Rio


"Wah... kalau wakilmu kayak gini, kamu butuh suplemen penambah daya ingat Rio" sahut Riko sedikit bercanda dengan Rio dan Susan


"ah... kak Riko bisa aja, ngengodanya" sahut Susan tersipu malu


"ini.... jangan lupa ingatin Rio untuk waktunya biar gk telat" sahut Riko sambil menyodorkan secarik surat buat Susan.


"iya kak. Terima kasih" sahut Susan aambil menerim kertas tersebut dari Riko


"ayo... silakan kalian berkenalan untuk menambah kedekatan kalian. kerja sama kita masih sangat panjang" sahut Riko berusaha mendekatkan Susan dengan Rio


"iya kak" sahut Susan tanpa mempedulikan Rio


Mereka lalu bergabung lagi dengan anggota baru lainnya untuk membahas tugas mereka. Rio membagi anggota organisasi tersebut menjadi 4 Tim lagi sehingga Dia dapat mengawasi dan mengkoordinir mereka dengan baik.


Sepanjang Dia berbicara, Susan selalu mencatatnya di kertas yang tadi di berikan Riko padanya. Rio hanya sekilas melihat susan menulis lalu kembali menjelaskan tugas tim mereka masing - masing pada semua anggota baru.


Riko hanya mengawasi Rio dari jauh bersama ke tiga teman lainnya. Mereka sangat berharap, Rio mampu melunakan Hati para Dosen dan juga Staf di kampus mereka sehingga dapat membuka lagi organisasi di kampus mereka. Jika mereka memberi ijin lagi, maka semuanya akan lebih mudah bagi mereka untuk menjalankan organisasi mereka lagi.


Setelah selesai menjelaskan semuanya dan tampak semua sudah paham dengan tugas Tim masing - masing, mereka lalu bersantai dan bercanda bersama anggota lainnya. Susan belum mempunyai teman di organisasi mereka itu sehingga dia hanya mengekor di belakang Rio kemanapun Rio pergi.


Rio tidak keberatan dengan, Dia juga tidak merasa risih dengan itu. Hanya saja di sangat dingin pada Susan dan juga tidak banyak berbicara pada Susan sehingga membuat Susan menjadi patung hidup di sisi Rio.


Susan tidak ingin kerja sama mereka saat ini akan berantakan dan bisa terancam berakir karena ayahnya memarahi Rio. Namun Rio sedikit memaksa sehingga Susan terpaksa mengijinkannya.


Namun sebelum mereka pulang, Susan sudah memperingatkan Rio bahwa ayahnya galak sehingga Rio harus bisa menerima jika ayahnya akan memarahi mereka berdua nantinya dan tidak boleh memutuskan kerja sama mereka ini secara sepihak karena amarah ayahnya nanti.


Mendengar itu,Rio Hanya mengangguk dan langsung berjalan menuju mobilnya di susul oleh Susan. Pikirnya, Kalau bukan sekarang, lantas kapan Dia harus bertemu dengan orang tuanya Susan sementara mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama dalam waktu yang lama nantinya.


Sebelum ke Rumah mereka mampir ke toko buku terdekat sehingga membuat Susan bingung. Soalnya Arah jalan mereka yang berlawanan dengan arah ke rumahnya sehingga membuat Susan mulai memberitahu pada Rio


"kak.... kita ke arah yang salah dengan rumahku" Kata Susan menghentikan keheningan di dalam mobil Rio sekaligus heran dengan jalan yang di ambil Rio


"kamu ikut aja. Gk usah bawel" jawab Rio Singkat sambil terus melihat ke depan karena jalanan yang mereka lalui cukup ramai


"tapi aku gk akan di apa - apain kan ?" sahut Susan yang mulai cemas dan panik


"iya,,, gk lah. emang kamu pikir aku cowok apaan" sahut Rio sambil melihat ke arah Susan karena kaget dengan yang di ucapkan Susan tadi


"oh iya ka" sahut Susan sedikit cemas dan takut Rio akan memarahinya


"bersikan otakmu itu dari pikiran negative terhadapku" Lanjut Rio yang sudah kembali memperhatikan jalan


"iya Kak. aku akan mengusahkannya" sahut susan dengan tersenyum karena lelucon garing dari Rio tersebut


"kamu sedang menertawiku ?" tanya Rio pada Susan Karena Dia sekilas melihat Susan lagi sumringan


"gk ko kak. aku gk menertawakan kamu kak Rio. aku cuma merasa lucu aja sama kata kak Rio tadi" sahut Susan yang mulai Panik

__ADS_1


"oh... itu. Awas aja kalau menertawaiku. aku akan reseh di depan orang tuamu biar kamu di marahin habis - habisan oleh ayahmu" sahut Rio yang bercanda dengan Susan biar suasana di dalam mobil tidak tegang


"jangan kak"teriak susan karena kaget dan juga takut


Rio tertawa melihat ekpresi Susan tersebut, Dia seakan tidak percaya bahwa Susan akan sekaget dan setakut itu mendengar gurauan Rio. Hal itu membuat Susan tersipu malu.


'huhh.... aku pikir Dia orang pendiam dan cuek, ternyata Dia suka djail juga walaupun garing' Gerutu Susan dalam Hati pada Rio


"hmmm.... ngomong aja langsung, kalau mau protes sama aku. Aku bukan dewa yang bisa membaca pikiranmu" sela Rio di tengan Keheningan mereka sehingga membuat Susan Kaget


"gk ko, kak. aku cuma takut aja. papaku benar - benar jahat kak. aku takut bakalan di hukum kayak waktu SMA dulu" sahut Susan sedikit Heran karena Rio bisa tau jika Dia sedang menggerutuinya


"oh... itu. kamu gk usah mencemaskannya. Aku cuma bercanda ko. Ayo Turun, kita sudah sampai" perintah Rio pada Susan


'


"ko di toko buku, kak ?" tanya Susan sedikit kaget


"ikut aja Susan. gk usah bawel" ajak Rio sambil menarik tangannya


mereka langsung menuju ke Rak tempat penyimpanan buku Agenda. Melihat susan menulis di kertas tadi membuat Rio ingin membelikan sebuah buku agenda buatnya sehingga jadwal mereka tidak hilang atau salah Simpan oleh Susan.


"ayo di pilih... mana yang kamu suka. asalkan jangan warna pink ya" Kata Rio pada Susan setelah mereka sampai Di Rak buku Agenda


"kok gitu kak" sahut Susan sedikit heran dengan permintaan Rio


"aku malu untuk membawanya, jika kamu gk ada" sahut Rio jujur pada Susan karena melihat ekpresi Susan tersebut


"oh... gitu. ya sudah, aku beli yang putih ya kak. soalnya aku menyukai Warna Putih" jawab Susan sambil menuju Rak buku Agenda yang bersampul putih


"ya sudah.... terserah kamu. asalkan jangan yang warna pink" Sahut Rio sambil melihat - lihat buku pertanian di toko buku tersebut


"kak, aku mau yang ini" Panggil Susan pada Rio sambil menunjukan buku agenda bersampul putih yang sedang di pegangnya


"iya boleh" jawab Rio sambil melihat buku agenda yang di pilih Susan tadi dan berjalan bersama - sama menuju kasir


"Nanti jangan lupa menyalin yang kamu tulis tadi ke dalam buku ini" Sahut Rio sambil memberikan buku itu pada Susan setelah Dia membayarnya di kasir


"kaka pake uang Pribadi ?" tanya Susan sedikit kaget ketika melihat Rio mwngeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar buku Agenda tersebut


"gk apa - apa kan, Sedikit berkorban buat kampus kita. Lagian, semua ini kan bagian dari proses belajar, iya kan ?" jawab Rio sambil berjalan menujuh arah dimana Dia memarkirkan mobil miliknya


"iya juga kak. Lagian kita kan belum bisa mendapat dana dari kampus" sahut Susan yang setuju dengan yang di katakan Rio tadi


"pulang yuk kak. aku takut di cariin orang tuaku" Ajak susan yang sudah mulai panik dan takut di marahin kedua orang tuanya


"Emang Rumahmu senyaman itu ya, sampai kamu cepat bangat mau pulang ke Rumahmu ?" Sindir Rio pada Susan karena Dia ingin mengajak Susan buat nongkrong sebentar barulah mengantar pulang Susan


"bukannya gitu kak, Aku takut kita bakalan di marahin papaku kalau kita telat pulangnya kak" sahut Susan sedikit cemas dan juga takur


"ya sudah.... ayo pulang. sudah hampir magrib juga, sekarang" ajak Rio sambil menuju mobilnya


Mereka berdua langsung menuju ke Arah rumah Susan. Rio mengenal betul jalan menuju rumah Susan karena Dia sering melaluinya sehingga Susan tidak perlu menuntunnya. Rio hanya bertanya mengenai letak rumahnya sehingga Dia tidak salah berhenti di rumah orang.


Hallo Readers..... jangan lupa like dan vote'nya ya 🙂🙂😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2