
*SUDUT PANDANG HYODOU ISSEI.
Aku Hyodou Issei,sekarang membawa Asia dan berusaha melawan Raynalle [Malaikat Jatuh].
Tapi aku sekarang mendengar suara familiar yang menghampiriku.
"Issei,kau ini sangat ceroboh sekali!!"
"Ara...Ara... Issei-kun kau kalau mau beraksi ajak kami dulu."
Itu adalah Rias-buchou dan Akeno-san?kenapa mereka kemari?
"Ho'oh,sepertinya musuh telah bertambah." Kata Raynalle [Malaikat Jatuh]
"Issei, berikan Asia kepadaku,aku bisa menghidupkannya kembali tapi dengan syarat dia harus jadi iblis dan menjadi pelayanku." Kata Rias yang menawarkan bantuan.
"Asia jadi iblis?...tapi...baiklah kalau dia bisa hidup kembali,tolong selamatkan dia Rias-buchou." Kata Issei.
Setalah itu Rias segara menghampiri Issei dan Asia berada dan mengeluarkan evil piaces crimson miliknya.
Evil piaces crimson itu segera memasuki tubuh Asia dan dengan secara resmi Asia telah menjadi iblis.
Asia mulai membuka matanya...
"Issei-san...kenapa aku masih...hidup?" Tanya Asia dengan wajah kebingungan.
"Ah...Asia syukurlah kau masih hidup tapi kau berubah menjadi iblis dan menjadi bawahannya Rias-buchou." Kata Issei dengan wajah sedih (nangis gembira)
"Aku Iblis?tapikan aku seorang suster gereja?" Kata Asia.
"Tidak apa-apa Asia,sekarang kau punya aku dan teman teman lainnya." Kata Issei menenangkan Asia.
"Kalau aku bisa bersama Issei-san aku rela menjadi iblis,Issei-san." Kata Asia dengan wajah tersenyum.
"Hei kalian, sudahkan reuni sedih seperti itu, kemari dan lawanlah aku." Kata Raynalle [Malaikat Jatuh]
"Raynallle, kau akan mati secepatnya!!" Kata Rias dengan mangancam.
"Tenang saja Rias Gremory,sekarang aku sudah lebih kuat karena memiliki [Sacred Gear Healing] milik suster gereja itu."Kata Raynalle [Malaikat Jatuh]
Dengan sigap,semua orang yang ada diruangan itu segera bersiap-siap untuk melawan Malaikat Jatuh itu.
Tapi....
Setelah mereka bersiap-siap untuk bertarung, tiba-tiba portal bundar muncul ditempat itu.
Dan kedua sosok pemuda muncul dari portal bundar itu.
*Sudut Pandang Levi Ozora.
Aku Levi Ozora, setelah selesai berkunjung ke klub penelitian gaib,segera dengan cepat-cepat pulang kerumah untuk membantu Issei menyelamatkan Suster Gereja yang bernama Asia Argento.
Sesampainya dirumah aku dan Diablo menyiapkan semua semua kebutuhan untuk pertarunganku melawan Malaikat Jatuh.
"Diablo ayo kita menuju ke gereja tempat mereka semua berada." Kata aku berbicara kepada Diablo.
"Seperti yang anda minta,Levi-sama." Kata Diablo.
Raphael-san segera aktifkan sihir Ruang Dan Waktu milikku dengan koordinat gereja di Kota Kuoh.
«Permintaan Dikonfirmasi»
«Sihir Ruang Dan Waktu berhasil aktif.»
Dengan cepat portal bundar muncul dihadapanku dan Diablo.
__ADS_1
"Diablo sepertinya kita akan memburu Malaikat Jatuh lagi." Kata aku.
"Anda benar Levi-sama." Kata Diablo.
Kami berdua segera masuk keportal bundar dan keluar langsung ditempat gereja Kota Kuoh.
Setelah keluar dari portal bundar,aku dan Diablo melihat Rias,Akeno,dan Issei sedang siap-siap bertarung dan juga aku melihat suster gereja itu berada disamping Issei nampaknya dia berhasil diselamatkan.
"Yo!! Kalian semua apa baik-baik saja?" Kata aku sambil bertanya tentang keadaan mereka.
"Levi-senpai,kamu benar-benar datang ya,aku berterima kasih kepadamu." Kata Issei.
"Levi,kami semua baik-baik saja!!" Kata Rias.
"Ara...ara... Levi-kun juga kemari toh!!" Kata Akeno.
Untuk Asia hanya terdiam,mungkin karena dia belum pernah bertemu denganku.
"S-Siapa kau?apa kau juga bagian dari mereka semua?" Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"Aku ya, yang jelas aku adalah teman mereka,dan untuk namaku hm...kau bisa memanggilku Azure,mungkin." Kata aku.
"Azure?jadi kau bajingan yang membunuh Kokabiel-sama,sepertinya waktu yang tepat untuk membalaskan dendam untuk Kokabiel-sama." Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"Jadi kau kenal Kokabiel ya,sayangnya kau tidak akan melawanku,Diablo aku serahkan dia kepadamu waktu itu kau tidak mendapatkan bagian saat melawan Kokabiel." Kata aku.
"Terima kasih atas kebijakan Levi-sama,Diablo ini akan memberikan yang terbaik untuk anda,Levi-sama." Kata Diablo sambil memasang wajah senang.
"Ho'uh jadi kau yang akan melawanku Iblis jelek? Tapi tenang saja aku akan membunuh secara perlahan-lahan dan aku bisa menikmati sensasi kematianmu."Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"KeKeKeKe,menerima kehormatan sebesar ini membuat darahku menjadi mendidih,oh iya dan satu hal lagi aku tak akan berhenti menyakitimu meski kau memohon ampun,Jadi tolong serap baik-baik peringatan aku ini." Kata Diablo sambil memasang wajah menyeramkan.
"Jangan Sombong kau IBLIS JELEK."Kata Raynelle [Malaikat Jatuh],sambil kesal.
[NUCLEAR CANNON]
[Fuh....]
Diablo meniup sihir hitam itu dan menyebabkan menjulang ke atas gereja.
"Sihir yang cukup mengesankan."Kata Diablo sambil bertepuk tangan.
"A-Apa? Seranganku meleset? Bisa-bisanya aku "meleset" disaat-saat seperti ini." Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"Apa sudah selesai?" Kata Diablo
"Jelas saja Tidak!!" Kata Raynelle [Malaikat Jatuh] sambil menaruh tangannya ditanah.
[War Gnome]
Sihir tanah muncul keluar digereja dan Raynelle [Malaikat Jatuh],mengucapkan mantra sihir.
"Wahai Roh Malaikat Jatuh,Musnahkanlah Iblis Dihadapanmu!" Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"Begitu,ya.OH begitu, memang benar, iblis kuat melawan malaikat, malaikat kuat melawan malaikat jatuh,malaikat jatuh kuat melawan iblis, bila kau menggunakan prinsip segitiga untuk menentukan pilihan,memang benar keputusanmu untuk memanggil Roh Malaikat Jatuh Tingkat Atas,akan tetapi..."
Setelah Diablo menjeda kata-katanya dia langsung menyerang Roh Malaikat Jatuh itu dengan satu tangannya dan Roh Itu hancur seketika.
"Terlalu Main-Stream." Diablo melanjutkan kata-katanya yang dijeda.
"Lihatkan?" Kata Diablo sambil menggigit Inti Roh Malaikat Jatuh.
"Mustahil! itu kan Roh Malaikat Jatuh Tingkat Atas!? Tentu saja wajar kalau dia misalkan dia kesulitan melawan Iblis Tingkat Raja Iblis, Tapi bagaiman mungkin dia dikalahkan dengan sekali serang oleh Iblis Jelek ini!"Kata Raynelle [Malaikat Jatuh] sambil gemetar.
"Baiklah, aku ingin sedikit mengetes kemampuan tubuh ini yang diberikan oleh Levi-sama,selanjutnya mari kita ubah sedikit aturannya. (Clack)" Kata Diablo sambil menjentikan jarinya.
__ADS_1
Setelah Diablo menjentikan jarinya, tampak digereja dikelilingi bundaran putih,dan itu hanya diwilayah pertarungan Diablo dan Malaikat Jatuh.
"Wilayah anti-sihir,mustahil!!" Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
"Persiapannya sudah selesai,berikutnya mari kita adu fisik silahkan keluarkan serangan terbaikmu." Kata Diablo.
'Seharusnya sihir merupakan senjata pamungkas bagi iblis,apa yang sebenarnya makhluk ini siasatkan' Kata Raynalle dalam hati.
"Baiklah,iblis jelek aku akan menyerangmu"Kata Raynelle [Malaikat Jatuh].
Malaikat Jatuh itu segera terbang menuju Diablo, lalu ingin meninjunya tapi tangannya diberhentikan oleh Diablo dengan tangan kanannya, Setelah Diablo menangkap tangan Malaikat Jatuh dengan cepat dia segera membantingnya ke tanah.
[BRAKKK]
Malaikat Jatuh itu terjatuh tapi dia berhasil bangkit kembali dan menyerang Diablo,tapi Diablo dapat menghindar dengan mudah sambil menutup mata, Malaikat Jatuh itu segera mundur kebelakang lalu lari ketempat Diablo lalu memukulnya tapi lagi-lagi Diablo bisa menghindar dengan sangat mudah.
Jadi Malaikat Jatuh itu segera mengambil pose menendang kepala Diablo tapi kakinya diberhentikan dengan satu jari oleh Diablo.
Malaikat Jatuh itu ketakutan,sampai-sampai dia tidak berkata-kata.
'Oh pria Azure,apa kau sudah sadar telah merekrut bawahan apa? Betapa mengerikannya Iblis yang telah kau rekrut,kau telah memanggil Iblis paling mengerikan di muka bumi ini tahu?' Kata Raynalle dalam hati sambil ketakutan.
"Apa kau sudah kelelahan? Baiklah,sepertinya giliranku,ya?"
Kata Diablo sambil tersenyum.
Setelah Diablo berbicara seperti itu, dia mengeluarkan cakar iblis miliknya.
Dengan cepat dia menuju kedepan malaikat jatuh itu dan mencengkram kepalanya sampai hancur tak tersisa.
Lalu Diablo menuju ketempat kami berada,semua orang yang menyaksikan ini ketakutan,Issei sampai sekarang memasang wajah bodohnya,Rias gemetaran,dan Akeno menutup matanya.
"Levi-sama,Diablo ini sudah memenuhi permintaan anda,aku merasa terhormat bisa membantu anda!!" Kata Diablo sambil tangannya terkena darah Malaikat Jatuh itu.
"Ah iya Diablo,kau lebih baik membersihkan tanganmu itu." Kata aku.
"Seperti yang anda minta." Kata Diablo sambil membersihkan tangannya.
"Huffft,sepertinya sudah selesai ya?kalau begitu apa yang ingin kau lakukan selanjutnya Rias?" Kata aku.
"Ah iya,aku dan para bawahanku sepertinya akan cepat-cepat pulang." Kata Rias.
"Rias-buchou,tapi Kiba dan Koneko-chan masih didalam." Kata Issei.
"Ho'uh kalau begitu sepertinya kita akan berpisah hari ini, sampai jumpa disekolah Rias dan para bawahannya." Kata aku.
"Sampai jumpa,Levi" kata Rias
"Sampai jumpa,Levi-senpai" kata Issei.
"Sampai jumpa,Levi-kun" kata Akeno.
Tapi saat sebelum aku pulang ada seseorang yang memanggilku.
"Ano...terima kasih telah menyelamatkan aku,nama aku Asia Argento,kalau boleh tahu siapa nama anda?" Kata Asia
"Tidak apa-apa Asia-chan, namaku Levi,kau bisa memanggilku sesuka hatimu." Kata aku.
"Benerkah? Bagaimana kalau Levi oniie-san? Apakah boleh?" Kata Asia.
"Aku sudah bilang tadi kalau kau bisa memanggilku sesuka hatimu" kata aku sambil tersenyum.
"Sampai jumpa,Levi Oniie-san" kata Asia sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Setelah itu aku dan Diablo segera lekas pulang kerumah.
Dan kebesokan harinya aku mendapatkan kabar kalau Asia Dan Issei berpacaran.