GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
47- TURNAMEN ANTARA IBLIS MUDA


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para Iblis di dunia bawah, yaitu Turnamen Para Iblis muda.


Semuanya bersemangat menunggu hari ini datang, benar semua semangat kecuali Levi.


Rias sekarang sedang latihan sebelum datang ke tempat turnamen diadakan, untuk Levi dia masih tidur dikamarnya.


Levi benar-benar tidak punya niat untuk mengikuti turnamen, tapi karena hadiahnya uang dia terpaksa untuk ikut.


Turnamen berlokasi di Ibu Kota Dunia Bawah Lilith, juga para keempat Maou akan menonton yaitu Sirzech Lucifer, Serafall Leviathan, Ajuka Beelzebub, dan Falbium Asmodeus.


Iblis muda yang mendaftar pada turnamen adalah Rias Gremory, Sairaorg Bael, Sona Sitri, Seekvera Agares, Diodora Astaroth, Raiser Phoenix dan manusia Levi Ozora.


Sekarang Levi sudah membuka matanya karena dipukul pakai bantal oleh Rias.


...LEVI *POV*...


Prok. Prok. Prok.


"Levi bangunlah, sudah mau siang kita harus segera berangkat sekarang dan kamu malah tidur terus." (Rias)


Pagi-Pagi aku dipukul pakai bantal dan bangun, walaupun ini sebenarnya sudah mau siang.


"Baiklah-Baiklah, sakit tahu." (Levi)


"Habisnya kamu dari tadi tidak bangun, aku sudah berkali-kali membangunkan mu tahu." (Rias)


"Sudah jangan ngoceh pagi-pagi." (Levi)


"Ini sudah siang bodoh." (Rias)


Aku melihat kearah jendela, dan benar kalau ini sudah siang, sepertinya kita akan terlambat datang ke turnamen.


Aku segera mandi kebawah selama beberapa menit, lalu kembali kekamar untuk memakai pakaian.


Aku memakai jaket berbulu warna abu-abu dengan memakai sarung tangan hitam, tubuhku kedinginan jadi aku memakai pakaian saat musim dingin.



Setelah selesai memakai pakaian, aku segera turun kebawah dan bergabung dengan yang lain.


Kami kedunia bawah akan memakai kereta pribadi Keluarga Gremory seperti biasa.


Kami semua sudah tiba distasiun, dan kereta sudah ada didepan kami, tentunya kami segera masuk kedalam.


Kereta mulai berjalan dengan sangat cepat, aku melanjutkan tidurku dikereta.



(CONTOH LEVI DIKERETA)


Setelah beberapa jam naik kereta, akhirnya kami sudah tiba di Ibu Kota Lilith.


Kami keluar dari kereta, aku menghirup udara disekitar sini, ahh damai sekali.


Pada saat yang sama, ada mobil hitam datang kedepan kami, seorang pria berbaju hitam segera keluar dari mobil itu, lalu membungkuk.


"Selamat Datang Rias ojou-sama, saya akan mengantar anda ketempat tujuan."


Jadi dia adalah supir kami, pria yang sangat sopan, aku suka sikapnya.


Kami segera masuk kedalam mobil hitam itu, mobil ini adalah mobil limosin, kalian tahukan mobil limosin ituloh mobil yang sangat panjang dan bisa muat lebih dari lima orang.


Setelah masuk kemobil, aku melihat pemandangan di Ibu Kota Lilith, dunia bawah dan dunia manusia tidak ada bedanya, bahkan pemandangannya hampir sama.


Kurang lebih dari tiga puluh menit kemudian kami sudah sampai tujuan.


Aku sudah melihat arena turnamen, itu kurang lebih berukuran seluas stadion sepak bola, serius aku akan cape bertarung nanti, lebih baik aku bermain bola dari pada bertarung.


Banyak para Iblis yang sudah datang ke acara ini, dan itu adalah hal yang paling aku benci, karena aku tidak menyukai keramaian.


Aku segera masuk ke arena pertandingan, dan banyak para Iblis yang sudah masuk kedalam.


Tiba-Tiba ada suara pengumuman bergema diseluruh arena.


[ Harap Para Peserta Segera Memasuki Arena Pertarungan Untuk Melakukan Pembukaan Acara, Terima Kasih.]


Pembukaan acara? itu adalah hal yang paling aku benci dari pada keramaian.


Oh tidak aku harus menghindari itu, karena aku tidak ingin orang-orang menatapku, itu sangat menjengkelkan.


"Levi ayo kita kesana." (Rias)


"Aku mau ketoilet dulu." (Levi)


"Acaranya sudah mau dimulai, jangan banyak alasan." (Rias)


"Aku sudah diujung." (Levi)


"Kamu menjijikan, cepat sana dan jangan lupa untuk datang." (Rias)


Aku segera pergi kearah asal, sebenarnya aku tidak tahu toilet dimana, jadi aku hanya ingin merokok diluar arena turnamen.


Sebelum pergi kesini, aku menyempatkan waktu untuk membeli rokok disupermarket terdekat.


Aku merokok ditempat asing yang tidak aku kenal, dan ini adalah pilihan yang cocok untuk melarikan diri dari upacara pembukaan.


Aku mengeluarkan kacamata hitam sambil berjalan lurus kedepan, lalu aku memakai kacamata hitam itu.


Aku mengeluarkan rokok dari saku, membakarnya lalu menghisapnya dan menghembuskannya.



FUSHH!!


Asap rokok berputar-putar diudara walaupun terik matahari menghalangi putarannya, ini benar-benar menyenangkan dari pada aku menghabiskan waktu mengikuti upacara pembukaan.


Saat aku sedang asik merokok, ada seorang pemuda laki-laki berambut pirang sedikit kecoklatan datang kearahku.


Aku kenal siapa dia, dia adalah salah satu dari empat Maou saat ini, Ajuka Beelzebub.



"Halo, kamu salah satu peserta bukan? kenapa kamu ada disini? apa kamu kabur untuk tidak jadi ikut?" (Ajuka)


Aku segera berdiri dan menjawab pertanyaan dengan sangat sopan.


"Aku hanya tidak tertarik pada upacara pembukaan, karena buang-buang waktu, lagi pula itu tidak wajib." (Levi)


"Sepertinya Sirzech benar kalau kamu orang yang menarik." (Ajuka)


Ajuka-sama berbicara seperti itu sambil tersenyum, Sirzech-sama apa yang kamu bicarakan dengan beliau.


"Ajuka-sama sendiri kenapa bisa anda kesini?." (Levi)

__ADS_1


"Aku juga tidak tertarik dengan upacara pembukaan, dan itu serahkan pada Sirzech, nanti saat acaranya dimulai aku baru kembali kesana." (Ajuka)


Sepertinya aku dan Ajuka-sama, memiliki pendapat yang sama tentang upacara pembukaan.


"Namamu Levi Ozora bukan?" (Ajuka)


"Benar, Ajuka-sama." (Levi)


Fushh


Aku mengeluarkan asap dari mulutku, merokok memang sangat damai.


"Apa kamu pemegang Naga? seperti Sirzech bicarakan." (Ajuka)


"Itu benar Ajuka-sama." (Levi)


"Kamu memang orang yang menarik, bahkan kamu memiliki Sacred Gear seperti Boosted Gear atau Divine Dividing, pejuang muda memang melampaui pendahulunya." (Ajuka)


"Aku harap juga begitu." (Levi)


"Aneh sekali, kenapa kamu tidak gugup saat bertemu denganku? kebanyakan orang gugup tapi kamu malah sangat santai." (Ajuka)


"Karena gugup bukan sikapku, lagi pula kenapa juga aku harus gugup jika bertemu dengan seseorang yang ingin berbicara denganku." (Levi)


Sebenarnya aku terlalu malas untuk gugup, tapi aku tahu cara paling ampuh untuk menghilangkan gugup yaitu merokok, merokok bisa membuat tubuhmu menjadi reliks, dan bahkan bisa menambahkan inspirasi pada otak.


Aku berbicara dengan Ajuka-sama sampai upacara pembukaan berakhir, aku juga memberikan satu batang rokok kepadanya, dan dia menghisapnya dengan penuh kenikmatan.


[Pemberitahuan, Bagan Pertandingan akan segera diumumkan, harap para pemain segera lihat bagan tersebut.]


Suara pengumuman terdengar disekitar arena pertandingan.


"Levi-kun, sepertinya kita akan berpisah disini, semoga berhasil." (Ajuka)


"Terima kasih, Ajuka-sama." (Levi)


Ajuka-sama pergi kearah arena, dan aku juga akan berkumpul kembali dengan teman-temanku, mungkin mereka sedang mencari aku.


Aku berjalan kedalam arena sambil merokok dan akhirnya aku tiba ke arena pertandingan, dan banyak sekali kursi penonton disini, aku melihat Rias dan yang lainnya ada dikursi VVIP.


Aku malu sekali datang kesana, mau tidak mau sepertinya aku harus kesana.


Aku sekarang telah memasuki ruangan VVIP dan yang lainnya segera menatap tajam kearahku, ha.... menyebalkan, aku kembali menghisap rokok.


"Levi habis dari mana saja kamu?." (Tia)


"Kamu malah tidak ikut upacara pembukaan, akukan tadi sudah bilang kalau kamu harus ikut." (Rias)


"Fufufu, Levi-kun memang suka pergi diam-diam." (Akeno)


"Dasar kamu ini Levi, suka menghilang tiba-tiba." (Oda)


Aku mengabaikan mereka dan kembali menghisap rokok, tentunya aku duduk dikursi, masa aku berdiri.


[Selamat Datang Tuan Dan Nyonya, Kami Akan Menampilkan Bagan Pertarungan Sekarang.]


Pembawa acara segera menyambut para penonton, dan semua orang segera tepuk tangan, itu sangat mengganggu.


Bagan Pertandingan muncul dilayar kaca yang sangat besar, TV dirumahku saja kalah besarnya.


Bagan Pertandingan :


Pertandingan Pertama :


Pertandingan Kedua :


Sairaorg Bael VS Raiser Phoenix


Pertandingan Ketiga :


Rias Gremory VS Sona Sitri


NgeBY: Diodora Astaroth.


Aku bertanding pertama kali, kenapa aku harus yang bertanding pertama? itu sangat merepotkan.


Oh iya karena orangnya cuman tujuh orang maka salah satu peserta akan ngeby.


Teman-Temanku menyemangati aku yang akan segera bertanding, hei kalian lebih baik gantiin aku saja.


"Levi ingat jangan sampai kamu malah mengalah." (Rias)


"Itu benar." (Tia)


Para wanita memang pintar membaca isi otak para laki-laki, aku memang harus lebih waspada.


[Mohon Peserta Yang Akan Bertanding Segera Turun Ke Arena.]


Karena di suruh turun ke arena, aku segera turun kebawah, sambil menghisap rokok, dan banyak sorakan penonton bergemuruh, hentikan kuping aku pengang gara-gara kalian.


Seekvera juga sudah turun kearena, dan dia menyapaku.


"Halo Levi-kun, aku tidak menyangka kalau yang akan melawanku pertama kali adalah kamu." (Seekvera)


Aku menghisap rokok lalu berbicara kepadanya.


Fuhhhh...Hembusan Asap Rokok.


"Aku juga tidak menyangka." (Levi)


"Fufufu, seperti biasa kamu memang orang yang dingin, aku tidak akan mengalah loh..." (Seekvera)


Seekvera memasang kuda-kuda siap bertarung, dan aku hanya menghisap rokok, hidup memang harus dibawah dengan santuy.


[Levi Ozora Vs Seekvera Agares]


[MULAI!!!]


Wasit mengumumkan pertandingan dimulai, suara gemuruh penonton terdengar diseluruh arena, dasar berisik sekali, ini adalah hal yang aku benci.


Aku mendengar para kekasihku dan teman-temanku menyemangati aku.


OiOi ini adalah hal yang paling membosankan tahu.


Kalian meminta aku bersemangat? itu sangat memaksa.


...MAOU *POV*...


Para Maou sekarang berada diruangan VVIP paling atas, dan diantara para Maou adalah Sirzech Lucifer, Ajuka Beelzebub, Serafalll Leviathan, dan Falbium Asmodeus.


"Sirzech tadi aku bertemu dengan Levi Ozora saat berada diluar, seperti yang kamu katakan kalau dia orang yang sangat menarik, bahkan dia memberiku satu batang rokok." (Ajuka)


"Hahaha!!, sudah aku bilang kalau dia orang yang sangat menarik, lagi pula dia adalah adik iparku." (Sirzech)

__ADS_1


"Seperti yang kamu katakan, dia benar benar orang yang mempunyai naga didalamnya, aku jadi tidak sabar melihat pertandingan dia." (Ajuka)


"Aku juga begitu, aku pikir dialah salah satu kandidat yang akan memenangkan acara ini." (Sirzech)


"Apa yang kamu bicarakan Sirzech- chan? sudah pasti Sona-chan yang memenangi turnamen ini." (Serafall)


"Kamu memang sangat menyayangi adikmu, Serafall." (Sirzech)


"Tentu saja, aku sangat menyayanginya sampai-sampai aku berpikir untuk menikah dengannya nanti." (Serafall)


"Kamu terlalu berlebihan." (Ajuka)


"Hei kalian bertiga berisik sekali, lebih baik kalian melihat pertandingannya, bukan bicara mulu." (Falbium)


Mereka bertiga mengangguk dan melihat kembali pertandingan Levi.


Sirzech melihat Levi yang tidak semangat bertanding dan malah merokok ditengah pertandingan.


Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia berpikir kalau Levi tidak punya niat menang.


...LEVI*POV*...


Beberapa detik yang lalu wasit mengumumkan pertandingan dimulai, sekarang rokokku habis.


Aku mengambil satu batang rokok lagi disaku, lalu aku membakarnya dan menghisapnya.



FUHHH


Aku menghembuskan asap rokok diarena, para penonton bingung kenapa aku tidak menyerang Seekvera, tentunya jawabannya adalah malas.


Seekvera datang kepadaku menggunakan pedang Iblis miliknya.


Apa itu benar-benar pedang Iblis? aku juga kurang tahu, sebenarnya aku mendengar para penonton bilang kalau pedang yang digunakan Seekvera adalah pedang Iblis.


Pedang Iblis Seekvera membentang kearah bagian tubuhku, secara spontan aku mengangkat tangan kiriku dan menahan pedang Iblis itu dengan satu jari.


Seekvera terkejut aku bisa menahannya hanya dengan satu jari, bukan hanya Seekvera saja, para penonton bahkan tak bisa berkata-kata.


Seekvera segera menjaga jarak denganku, kemudian aku membali menghisap rokok, lalu menghembus asapnya.


"A-Aku tidak percaya kalau kamu begitu sangat kuat." (Seekvera)


"Aku juga tidak percaya." (Levi)


Seekvera kembali melawanku dengan pedang Iblisnya tapi dia menambahkan sihir pada pedangnya.


Dia ingin menebasku, aku dengan mudah menghindari serangannya, dia kembali menyerangku tapi lagi-lagi aku bisa menghindarinya dengan mudah.


Dia melakukannya berkali-kali, dan aku juga menghindarinya dengan mudah berkali-kali.


"Hufft...HaHa, kamu benar-benar bukan manusia biasa." (Seekvera)


Dia mengatakan hal itu sambil mengatur nafasnya karena kelelahan.


"Aku manusia." (Levi)


Seekvera kembali menyerangku dengan pedang Iblisnya juga ditambahkan sihir olehnya, aku segera menghindari itu dan meninju perutnya.


BRUKK!!


Seekvera terhempas dan menabrak tembok ujung arena karena pukulanku.


Aku kembali menghisap rokok dengan wajah dingin.


Seekvera kembali berdiri setelah aku memukulnya sampai terhempas, sekujur tubuhnya bergetar hanya karena satu pukulan.


Para penonton tidak percaya bahwa seorang Iblis pewaris Keluarga Agares bisa kesakitan hanya dipukul satu kali.


Seekvera memfokuskan kekuatannya pada pedang Iblis, semua aura berkumpul di pedangnya, dan atmosfir disekitar arena berubah menjadi aura merah, itu adalah aura dari Seekvera.


Dia segera berlari menuju aku dengan menggenggam pedangnya.


Seekvera menebas pedangnya sedikit lebih jauh jaraknya dariku, tebasan pedang itu berwarna merah, dan itu menuju kesini.


Tapi aku segera mengaktifkan Eyes Of Dictericion, mata biruku menyala dengan sangat indah, para penonton terpesona melihat mataku, dan tebasan pedang Seekvera menghilang tanpa tersisa sedikitpun.



Eyes Of Dictericion bisa menghapus semua sihir, maupun sihir itu adalah tingkat tinggi atau sihir yang bisa membunuh Dewa.


Semua yang melihat ini sangat terkejut melihat tebasan pedang Seekvera menghilang karena kekuatan mataku.


"A-Apa? mustahil!! itu adalah sihir pedang tingkat tinggi dari Keluarga Agares, dan kamu bisa dengan mudah menghapusnya hanya dengan kekuatan mata?." (Seekvera)


Aku hanya diam menanggapinya dan kembali menghisap rokokku.


"Sepertinya giliran aku untuk menyerang, aku sudah cukup bosan dengan situasi ini." (Levi)


Aku segera mengeluarkan Api Biru sebesar Bola pingpong dari tanganku.



Aku mengarahkan Api Biruku kearah Seekvera, dan dia segera membuat barrier disekitarnya.


DUAR!!!


Sihir Api Biru membentur barrier Seekvera dan menyebabkan ledakan hebat, arena terguncang karena ledakan itu, bahkan sampai hancur.


BRUKK!!


Seekvera terhempas dan membentur tembok, barriernya hancur tak tersisa.


Seekvera tidak sadarkan diri dan terluka sangat parah.


Para penonton terdiam seperti orang bodoh, para Maou yang melihat ini seakan-akan tidak percaya, apa ada sihir didunia ini yang sehebat itu.


Pembawa acara yang tadinya terdiam seperti orang bodoh segera memberikan pengumuman kemenangan untuk aku.


[Pemenang Pertandingan Levi Ozora]


Penonton yang tadinya terdiam segera memberikan aku tepuk tangan yang meriah, para gadis dikursi penonton terpesona olehku dan para pria ketakutan melihatku.


Aku menatap para kekasihku dikursi VVIP dengan wajah yang tersenyum dan mereka semua segera memasang wajah kemerahan.



(CONTOH LEVI SENYUM)


"Akhirnya selesai." (Levi)


Aku segera kembali ke tempat teman temanku, aku melihat sekilas para Maou memberikan aku tepuk tangan.

__ADS_1


Aku tidak peduli dengan itu dan kembali menghisap rokok.


__ADS_2