
Kebesokan harinya, semenjak Levi di Kyoto, dia tinggal bersama dengan Yasaka dan Kunou dirumah mereka.
Hubungan mereka sekarang bisa dikatakan sangat dekat, Yasaka bahkan sering sekali menggoda Levi, tapi Kunou memberhentikan tindakan Ibunya dengan alasan cemburu.
Yasakan dan Kunou sangat mencintai Levi, akan tetapi Levi tidak menyadari hal itu, dan berpikir kalau hubungan mereka adalah teman baik.
Levi sekarang sedang berkeliling Kyoto dan didampingi oleh Yasaka dan Kunou.
Tempat pertama Levi kunjungi adalah Kuil Kinkaku-ji.
Banyak informasi sejarah yang didapatkan Levi ketika berada di Kuil Kinkaku-ji.
Dibanding kuil yang lain, Kinkaku-ji Temple yang berlokasi di Kyoto ini terbilang agak unik.
Dari segi fisik, bangunan ini memang terlihat amat terawat.
Namun dibalik gedung yang masih terlihat cantik itu, ternyata tersimpan sejarah yang cukup panjang dibalik keunikan bangunan kuilnya.
Tercatat, kuil indah ini didirikan pada 1397 oleh Shogun ketiga era Zaman Muromachi, Asahikaga Yoshimitsu, Kala itu kuil ini diberi nama sebagai kuil Zen.
Objek wisata yang satu ini adalah sebuah bangunan kuil 3 lantai, yang berdiri megah di pinggir danau.
Meskipun masih cukup terpelihara dan kokoh berdiri, para wisatawan tidak diperbolehkan untuk memasuki bangunan kuil, dan hanya boleh mengamati keindahan kuil ini dari sebrang sisi danau.
Banyak para wisatawan yang berfoto di Kuil ini, selain indah Kuil ini juga memiliki kesan yang unik.
Selesai berkunjung di Kuil Kinkaku-ji, aku melanjutkan pergi ke Heian Shrine.
Heian Shrine atau dikenal juga dengan “Heian Jingū” merupakan suatu kuil Shinto yang berada di Sakyō-ku, Kyoto.
Kuil ini dibangun pada tahun 1895 pada hari ulang tahun Kyoto yang ke 1100.
Kuil ini sangat menarik karena para pengunjung akan melihat akan pesona dari gerbang Torri merah raksasa di jalan utama pintu dari kuil.
Para pengunjung tentunya bisa berfoto dengan latar belakang gerbang Torri yang sangat luar biasa ini.
Selain itu di belakang bangunan utama terdapat taman dengan banyak jenis, kolam yang indah, dan bangunan tradisional.
Levi *POV*
Selesai berkunjung di Heian Shrene, Aku, Yasaka, dan Kunou memutuskan untuk beristirahat.
Kami beristirahat disuatu tempat yang banyak sekali pohon bambu, ada para yokai yang menjaga kami dan jumlahnya adalah lima yokai.
Aku memakan makanan yang dibuat oleh Yasaka, sebelum berkeliling Kyoto, dia menyempatkan diri untuk memasak, dan masakannya juga sangat lezat, mungkin ini adalah skill masak dari ibu rumah tangga.
"Bagaimana rasanya masakan yang aku buat Levi?" (Yasaka)
"Tidak buruk, ini lezat." (Levi)
Mendengar jawabanku, Yasaka segera memasang wajah senyum, mungkin dia senang karena dipuji oleh aku.
__ADS_1
"Masakan ibu terbaik!" (Kunou)
Kunou mengatakan itu sambil mengangkat jari jempolnya, dia memang sangat menyukai masakan ibunya, aku jadi ingat ibuku dirumah, semoga saja dia baik-baik saja.
"Kunou kamu kalau makan harus pelan-pelan." (Yasaka)
"Baik bu!" (Kunou)
Kedua Ibu dan anak ini sangat akur semenjak aku berkunjung di Kyoto, kata Yasaka sebelum aku kesini, Kunou katanya tidak pernah akur denganya dan terus meminta untuk mencari seorang ayah.
Aku cukup tersentuh karena Yasaka bilang kalau suaminya telah meninggal dunia, tapi rasa tersentuh hilang ketika dia bilang kalau ingin menjadikan aku suaminya, dan itu merepotkan.
Mengingat Yasaka sebagai pemimpin para Yokai, mungkin benar jika dia membutuhkan seorang suami, kalau dia mempunyai suami mungkin dia bisa membagi tugas sebagai pemimpin dan bisa menghabiskan waktunya dengan anaknya Kunou.
Selang beberapa menit kami makan, aku bisa merasakan aura Iblis disekitar sini, dan jumlahnya ada banyak.
Raphael-san, berapa banyak Iblis yang kesini?
« Jawab. Jumlah Iblis terdapat sepuluh Iblis, dikonfirmasi mereka adalah Iblis liar, pemimpin mereka ada ditingkatan Iblis kelas tinggi. »
Begitu, lumayan juga pemimpin mereka adalah Iblis kelas tinggi, sayangnya mereka melawan lawan yang salah.
Setelah berkata dengan Raphael, para yokai segera merasakan aura Iblis datang kesini.
"Yasaka-sama, ada sekumpulan Iblis datang kemari." (Yokai1)
"Aku juga merasakannya, Levi tolong kamu jaga Kunou." (Yasaka)
Aku mengangguk dengan perkataan Yasaka, dan Kunou merasa cemas akan hal itu.
"Ibu akan baik-baik saja." (Yasaka)
Yasaka berkata sambil tersenyum, dan segera dia mengeluarkan ekor kyubinya.
Beberapa saat kemudian, para Iblis datang ke tempat kami dengan dipimpin oleh seorang wanita berambut pirang.
"Halo para yokai! Aku kemari ingin membawa pemimpinmu loh!" (Iblis)
"Kalian Iblis kenapa ingin menculik aku ha?" (Yasaka)
"Kami hanya menjalankan tugas oleh atasan, itu saja." (Iblis)
Yasaka mendengar hal itu menjadi emosi, dan segera menyerang Iblis itu, begitu juga para yokai lainnya yang menyerang bawahan Iblis.
Mereka bertarung dengan secara brutal, pohon bambu disekitar sini satu per satu tumbang, banyak burung yang berterbangan karena pertarungan, Warna langit berubah karena masing-masing pihak mengeluarkan sihirnya.
Kunou ketakutan melihat pertarungan ini, dia memasang wajah pucat, dia takut ibunya akan terluka atau lebih parah lagi mencapai kematian.
Aku segera memberi ketenangan kepadanya dengan menghelus kepalanya.
Beberapa menit kemudian, para Yokai menjadi terpojok oleh para Iblis, Yasaka sekarang mulai melemah, dan para Iblis memanfaatkan momen ini untuk menculik Yasaka.
__ADS_1
BRUK!!
Yasaka jatuh ketanah karena melawan Pemimpin Iblis itu.
"Hahaha!! Kamu sudah terpojok pemimpin yokai." (Iblis)
"Sial! Levi tolong bawa pergi Kunou aku mohon." (Yasaka)
Yasaka berteriak, aku hanya mengabaikan hal itu, dan berjalan menuju kearah para Iblis.
"Eh! apa manusia ini ingin melawanku? kamu lihatkan kalau pemimpin yokai saja aku kalahkan." (Iblis)
"Diamlah Iblis lacur, kamu berbicara terlalu keras, menyebalkan." (Levi)
"Levi kenapa kamu malah kesini? itu celaka bodoh!" (Yasaka)
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Yasaka, dan memandang Iblis itu.
"Ini menyebalkan, sepertinya aku harus membuka identitasku." (Levi)
[Emperor Gear ]
Sarung tangan emas muncul ditanganku, Iblis itu segera memasang wajah pucat melihat ini.
"Ka-Kamu jangan-jangan adalah Levi Ozora?" (Iblis)
"Eh kamu kenal aku?" (Levi)
"Tentu saja, kamu adalah orang yang mengalahkan Hakuryukou dan memenangkan turnamen para Iblis muda." (Iblis)
Yasaka terkejut mendengar perkataan dari Iblis itu, dia mengira kalau aku adalah manusia normal.
"Le-Levi kamu harus memberitahu aku tentang ini." (Yasaka)
Aku mengangguk pada perkataan Yasaka dan berjalan menuju Iblis.
"Hei Iblis, karena kamu mengganggu aku kamu haru mati." (Levi)
Aku berkata seperti itu, sambil mengeluarkan bola sihir emas ditanganku dan itu segera menuju Iblis itu.
DUAR!
Ledakan terjadi, Iblis itu lenyap tak tersisa, dan aku juga segera menyelesaikan para bawahan Iblis yang tersisa.
[ Summon Pedang Venudzhonor ]
Pedang hitam pekat muncul, dan aku segera memegangnya, dan menebas semua iblis yang tersisa.
__ADS_1
SLASH! SLASH!
Pedang Venudzhonor menebas semua Iblis yang tersisa dan karena tebasan itu area disekitar menjadi hancur seperti terjadi pengeboman.