GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
CHAPTER 25- ROMANSA KUNJUNGAN ORANG TUA MURID.


__ADS_3

“Levi, Diablo. Ibu akan datang bersama dengan ayah nanti!”


Ibuku sangat bersemangat sejak pagi hari Karena hari ini adalah kunjungan kelas diAkademi.


Tak apa-apa meski ibu tak mengatakan hal seperti ini di depan pintu masuk tapi lebih dariku sepertinya ia ingin melihat kondisi Diablo. Ibu bilang kalau ayah akan mengambil cuti kerja hari ini.


Yaa, karena orang tuaku sangat menyayangi Diablo seperti putra mereka sendiri, mereka ingin menengoknya sesekali.


Orang yang dibicarakan, Diablo menjawab dengan “Ya!” dan senyuman di wajahnya.


“Keluarga” yang tinggal denganmu akan datang sehingga Diablo sangat senang dan sudah menunggu hari ini.


Dan seperti itulah, hari kunjungan dimulai.


Mereka menyebutnya Kunjungan Ruang Kelas tapi sebetulnya lebih mirip acara Open House. Wajar kalau orang tua siswa turut datang, tapi juga tak apa-apa bagi siswa di bagian SMP untuk berkunjung dan melihat lihat acara kunjungan. Mungkin juga kalau wali murid siswa SMP akan datang berkunjung sehingga menjadi acara yang besar.


Bukan hanya orang tua kami, tapi juga karena kouhai dari divisi SMP Akademi Kuou akan datang berkunjung, kami dari divisi SMA menjadi sangat gugup, karena kami tak ingin mengecewakan harapan para kouhai kami.


“...........Aku tak tertarik.”


Sambil mendesah Rias mengucapkan itu. Ia entah kenapa tak suka Kunjungan Kelas. Meski ayahnya dan Sirzechs-sama berkunjung, sepertinya Rias tak suka kalau keluarganya melihat seperti apa kelasnya. Kalau dua pria berambut merah mengunjungi kelas, sudah pasti akan jadi topik panas.


Aku bersimpati padamu dari lubuk hatiku.


Kali ini untuk orang tuaku, disamping itu Diablo juga akan mengikuti kelas seperti biasanya.


Kami menuju ke ruang kelas setelah berpisah dengan Rias di pintu gerbang Akademi.


Tak lama kemudian kelas dimulai, dan dari pintu belakang yang terbuka, para orang tua dari siswa kelasku terus berdatangan.


Kelasnya adalah Bahasa Inggris. Guru laki-laki yang lebih bersemangat dari biasanya, entah kenapa membagikan objek persegi yang dibungkus dalam kantong kepada para siswa. Hah! Apa ini? Apa ini ada hubungannya dengan Bahasa Inggris?


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


Istirahat makan siang telah tiba.


“Ngomong-ngomong, Rias, apa Sirzechs-sama akan datang?”


Karena pertanyaanku, Rias meletakkan jarinya di dahinya dan mendesah pelan.


“Iya. Dia akan datang bersama ayahku.”


Jadi ayahnya akan datang juga. Kunjungan kelas seperti apa itu, aku penasaran.


“Ah Rias, sepertinya yang lain juga akan datang.”


Issei juga muncul. Hm? Apa dia juga mau membeli minuman?


“Ara, Issei. Teh?”


Oleh pertanyaan Rias, Issei mengacungkan telunjuknya ke arah koridor depan.


“Bukan, sepertinya aku dengar ada Penyihir sedang melakukan event fotografi jadi aku bermaksud untuk melihat-lihat.”


Menanggapi Issei, aku dan Rias saling bertukar pandang sambil memiringkan kepala kami.


[Kaccha! Kaccha!]


Kilat terus menyala-nyala, para lelaki yang memegang kamera tengah memotret sesuatu di sudut koridor.


Karena ada kerumunan, aku tak tahu apa yang sedang mereka potret. Menurut cerita Issie ada ‘Penyihir’ tapi......aku entah kenapa masuk kedalam kerumunan dan terus berjalan ke depan.


Iya, aku bisa melihatnya sedikit. Semakin berjalan ke depan, penampilan yang menyolok mulai tertangkap pandanganku.


Bishojo-chan yang imut sedang mengenakan kostum karakter anime. Kalau kuingat baik-baik itu adalah “Magical Girl, Mil Kiss Viral 7 Alternative’. Hati seorang gadis, tubuh seorang lelaki, ’Miru-tan’ spesial yang menjadi ciri khas anime ini.


Ah, saat kulihat dari dekat dia mirip sekali dengan Mil-Kiss. Ia tengah memutar-mutar tongkatnya atau apalah itu secara terus-menerus. Para kameramen yang mengambil foto itu nampak bersuka cita seperti anak kecil. Aku juga ingin ambil fotonya. Roknya begitu pendek sehingga celana dalamnya beberapa kali terekspos...........


Rias sampai di sampingku usai menembus kerumunan orang; tak lama usai dia melihat si Magical Girl Mil-Kiss, ia menjadi panik.


“Ap--!”


Karena kepanikannya aku jadi ikut bingung. Rias sampai terkejut seperti ini..........


“Hei, hei! Kalian, yang melakukan pemotretan di tempat umum!”


Sambil melakukan itu, temanku dari OSIS, Saji datang masuk kedalam kerumunan.

__ADS_1


Gadis-gadis yang terlihat seperti para pengurus OSIS juga mulai berdatangan mengikuti Saji menuju tempat pemotretan.


“Hei, hei, bubar, bubar! Hari ini acara menampilkan sekolah pada publik! Jangan membuat kekacauan di tempat semacam ini!”


Saji, dia melakukan tugasnya dengan benar. Kerumunan sebesar itu segera bubar seperti anak-anak laba-laba yang menyebar. Para pria muda dengan kamera yang masih memotret juga perlahan pergi dengan terpaksa karena teriakan Saji.


Orang-orang yang tersisa tinggal kelompok kami dan kelompok Saji, serta si Magical Girl.


“Anda juga, tolong jangan mengenakan kostum seperti itu. Tunggu, apa anda wali murid? Biar begitupun, anda harus paham kode berpakaian di tempat ini. Nanti bisa timbul masalah.”


“Eh, tapi ini kan seragamku☆.”


Saji terus menasehatinya tapi si Mil Kiss sambil terus berpose imut sama sekali tak peduli.


Saji tampak agak emosi namun segera setelah menyadari Rias ia merendahkan kepalanya.


“Oh, ternyata Rias-senpai. Kamu datang di saat yang tepat. Aku sedang memandu Maou-sama dan ayahnya Senpai.”


Usai Saji menolehkan kepalanya ke belakang, dibawah panduan Sona, seorang pria berambut merah datang.


“Apa ini? Saji, aku selalu menyuruhmu menyelesaikan masalah dengan cepat—“


Sona yang tegas mengucapkan itu, namun setelah melihat si Mil Kiss, ia berhenti berbicara.


“Sona-chan! Ketemu kamu.”


Usai menemukan Sona, Mil Kiss dengan bahagia bergelayut pada sona.


Ooh. Kenalannya Sona? Sudah diduga, bahkan Saji memasang ekspresi seolah ia sangat kerepotan menangani semua ini.


.......Hm? Aku baru menyadari ini tapi, huhuh? Eh? Entah kenapa, aku merasa kalau Sona dan gadis Cosplay itu agak mirip.........aku berpikir dengan ragu-ragu. Tanpa berpikir panjang, Sirzechs-sama memanggil si Gadis Cosplay.


“Aah, ternyata anda, Serafall. Anda datang kesini juga rupanya.”


.........Serafall--.........? A-aku sepertinya pernah mendengar nama itu sebelumnya—


“Dia adalah Leviathan-sama.”


............Untuk sesaat, aku tak bisa memahami ucapan Rias. Rias mengucapkannya sekali lagi pada aku yang masih bingung ini.


“Orang itu adalah satu dari empat Dai-Maou, Serafall Leviathan-sama. Dan juga, kakak perempuan Sona.”


...Teriakanku menggema di koridor! Sudah pasti! Seriuskah! Pasti bohong kan!? Maou-sama super cantik yang sering kubayangkan dalam mimpiku adalah orang seperti ini?!...


...Tidak, dia memang super-cantik! Biarpun dia adalah kakak Sona, kecantikannya jelas tak akan kalah dari Sona! Namun, aku membayangkan Onee-sama yang seksi, menggairahkan, dengan penuh hormon seks! Dan glamor! Payudara juga besar! Sambil memperlihatkan pahanya yang mulus! Aku membayangkan Maou-sama perempuan yang akan mengucapkan kata-kata sensual dari bibirnya!...


..........Aku tak menyangka kalau dia adalah gadis mungil mengenakan kostum Cosplay dan berbicara dengan nada imut..........walaupun benar kalau dia memang cantik............


“Serafall-sama, lama tak jumpa.”


“Ara, Rias-chan☆. Apa kabar☆ kamu sehat-sehat saja kan?”


Nadanya imut sekali! Rias juga kelihatan kacau!


“I-iya, terimakasih, apa anda datang untuk mengunjungi Sona hari ini?”


“Iya, Sona-chan☆ memang jahat. Dia nggak bilang apa-apa soal hari ini! Aduuuh! Karena kaget, Onee-sama hampir bermaksud menyerang surga☆.”


Hanya karena itu dia mau menyerang surga!? Aku tak paham dia sedang bercanda atau serius!


“Levi, kenalkanlah dirimu.”


Seperti yang Rias katakan, aku merendahkan kepalaku dan menyapanya.


“Senang bertemu anda, saya Levi Ozora. Saya Tunangan dari Rias Gremory,. salam kenal.”


“Salam kenal☆! Aku sang Maou Serafall Leviathan☆. ”


Sambil berputar-putar, dia membuat tanda ’peace’, si gadis cosplay ini—Bukan, Maou Leviathan-sama.


............A-apa ini? Perkembangan super ringan ini?


“Hei, Sirzechs-chan, apa pria ini si Naga-kun yang dirumorkan itu?”


Dia memanggil Sirzechs-sama dengan ‘chan’?! Bisakah anda memaafkannya? Tidak, karena mereka berdua adalah Maou-sama, jadi tidak apa-apa........?


“Iya, dialah orang dimana sang Empror Dragon bersemayam, Levi Ozora-kun,walaupun aku diberi tahu Rias soal itu.”

__ADS_1


Mereka pasti mendapat kesulitan yang sama, baik Rias atau Sona, dan juga keluarga Maou-sama. Dan, di sana—


“Oh, Levi.”


“A-ayah?”


Mungkin mereka sedang berkeliling sekolah, ayah dan ibu muncul sambil melambaikan tangan mereka.


“Levi Ozora-kun, apakah mereka adalah orangtuamu?”


“I-iya. Mereka adalah orang tuaku.”


“Begitu, ya.”


Ayah Rias berdiri di depan ayah dan ibuku.....?


“Senang bertemu anda, saya ayahnya Rias.”


Karena hendak berjabat tangan, ayah Rias mengulurkan tangannya ke arah ayahku.


Mengetahui kalau laki-laki dengan rambut merah itu adalah ayahnya Rias, ekspresi ayah dan ibuku berubah drastis dari ekspresi sukaria menjadi ekspresi suram. Itu memang wajar. Kalau mereka tiba-tiba menemui ayahnya Rias, reaksi mereka akan seperti itu.


“I-i-i-i-i-i-ini, terima kasih! Ah, um, saya ayahnya Levi Ozora! Kami sudah diurus baik-baik oleh Rias-san, um, anu........”


“Sama-sama. Terima kasih juga sudah mengurus Rias. Saya sebenarnya bermaksud mengunjungi anda, namun, saya dan Sirzechs sangat sibuk bekerja sehingga belum mendapat kesempatan. Sepertinya pertemuan ini diberkahi oleh keberuntungan. Suatu kehormatan bertemu anda hari ini.”


“Ti-tidak mungkin! Saya juga bermaksud mengunjungi anda sesekali—tidak, tidak, saya sudah berbicara dengan suami soal itu.”


Ibu! Kata katamu begitu aneh! Karena ibu biasanya tidak terbiasa dengan ucapan itu, jadinya aneh seperti tadi! Uwah, aku benar-benar merasa malu!


Wajah Rias juga memerah! Dia sama denganku! Pertemuan antar orang tua memang terasa sangat memalukan!


“Iya, saya ingin berbicara di tempat yang lebih tenang. Tempat ini terlalu ramai. Disamping itu, sepertinya anak-anak kita sedang malu, bukan?”


Ooh, sungguh ayahnya Riass! Dia bisa membaca suasana! Dibandingkan dia, ayahku cuma bisa gugup! Ayahnya Riass mengulurkan tangannya ke arah Kiba.


“Kiba-kun.”


“Iya?”


“Maaf, tapi bisakah tolong bawa kami ke tempat yang lebih tenang?”


“Ya. Kalau begitu silahkan ikuti saya.”


Kiba membungkuk pada ayah dan ibuku kemudian mulai berjalan sepanjang koridor.


“Sampai nanti, Rias, Levi Ozora-kun. Aku akan kembali setelah mengobrol sebentar. Sirzechs, bisakah kuserahkan sisanya padamu?”


“Baik, ayah.”


Sirzechs-sama akan tetap berada di sini ya. Mereka baru saja bertukar sapa. Kali ini diantara orang tua.


“Levi, aku dan ibumu akan kembali setelah mengobrol sebentar, oke?”


“Serahkan padaku.”


Aku ragu apa dia memang paham, dengan panduan Kiba, ayah, ibu, dan ayahnya Rias meninggalkan tempat ini.


“Rias.”


“Ada apa, Onii-sama?”


“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu sebentar. Maaf, Levi-kun, aku ingin meminjam adik perempuanku sebentar. Akeno-san, maukah kamu ikut bersama kami?”


Ujar Sirzechs-sama.


“Ya.”


Akeno-san mengangguk. Apa yang mereka akan bicarakan? Yaa, kurasa itu sesuatu yang penting tentang dunia Iblis kan? Mereka jelas tak akan memanggil Iblis kelas rendah sepertiku.


“iya, silahkan saja......”


Sirzechs-sama membawa Rias dan Akeno-san, lalu pergi menjauh.


Hanya tinggal aku dan Diablo. Diablo dan aku saling bertukar tatap.


“Yaa, bagaimana kalau kita kembali ke kelas?”

__ADS_1


“Baik Levi-sama."


Seperti ini, aku dan Diablo kembali ke kelas bersama.


__ADS_2