
Seminggu telah berlalu semenjak Levi tiba di dunia Attack On Titan, Levi sekarang memiliki nama samaran yaitu Lutfy Ozora, dia memiliki nama itu agar namanya tidak sama dengan Kapten Pasukan Pengintai Levi Ackerman.
Dalam kehidupannya di dunia Attack On Titan, selama seminggu ini dia telah bekerja sebagai pelayan disebuah kafe, pekerjaan ini ditawarkan oleh Hannes.
Karena tidak ada jalan lain untuk menghasilkan uang, dengan senang hati dia menerima tawaran Hannes.
Walaupun di kafe ini sangat berbeda dengan kafe pada dunia Levi tinggal, memang begitulah dunia Attack On Titan, ketinggalan perkembangan dunia.
Sekarang Levi sedang bekerja di kafe itu, kafe ditempat Levi bekerja banyak sekali pelanggan, ada berbagai orang yang mengobrol satu sama lain, militer yang meminum arak, dan Levi melayani mereka dengan ramah.
Selesai bekerja di kafe, Levi segera pergi kepinganapan, dan duduk di ranjang kasurnya.
...LEVI *POV*...
Aku sekarang sedang duduk diranjang, sambil membaca beberapa novel yang aku bawa dari dunia asalku.
"Beru."
Semut Hitam keluar dari bayangan dan bersujud didepanku.
" Beru, apa kamu sudah mengambil Manuver 3D?" (Levi)
...(Manuver 3D)...
Kemarin aku menyuruh Beru untuk mencuri alat Manuver 3D beserta gas dan pedangnya, Beru aku suruh mengambilnya di gudang perlengkapan Polisi Militer, aku menyuruhnya karena aku ingin melawan titan diluar dinding dan juga ingin mencoba Skill Levi Ackerman saat bertarung menggunakan Manuver 3D.
"Saya sudah membawa apa yang anda minta, tuanku." (Beru)
Beru berkata sambil mengeluarkan alat Manuver 3D, beserta lima tabung gas dan enam buah pedang.
Aku mengambil alat Manuver 3D itu, dan ini sangat cocok padaku, oh iya aku juga menyuruh Beru untuk mengambil alat yang seukuran denganku, dia benar-benar melakukan tugasnya dengan baik.
"Kamu kembali." (Levi)
"Baik, tuanku." (Beru)
Beru kembali kedalam bayangan, dan aku segera memakai perlengkapan alat Manuver 3D.
Raphael-san, tolong aktifkan Sihir Ruang Dan Waktu dengan Koordinat di luar dinding.
« Permintaan Dikonfirmasi »
« Sihir Ruang Dan Waktu : Koordinat Luar Dinding Pulau Paradise »
Portal bundar muncul didepanku, aku segara masuk sambil memakai semua perlengkapan alat Manuver 3D.
Saat aku keluar dari portal, aku berada disebuh padang rumput yang luas dan banyak pepohonan yang tumbuh disini, ini adalah hal yang bagus untuk mencoba skillku dalam memakai alat Manuver 3D.
STRSS!!
Aku menekan sebuah pedal yang ada di alat Manuver 3D, lalu keluar sebuah tali yang panjang dengan seperti jangkar diujungnya dari pedal itu, tali itu tersangkut disebuah pohon dan aku segera terbang seperti Spider-Man ke arah pohon itu, aku langsung bisa memakai alat Manuver 3D karena skill dari Levi Ackerman.
STRSS! STRSSS! STRSS!
Aku menekan pedal itu berkali-kali, lalu mengarahkannya pada dari satu pohon ke pohon lain, ini sangat menyenangkan, aku terbang sambil tersenyum.
"Apa para militer menggunakan Manuver 3D seperti ini?" (Levi)
Tentunya tidak, tidak semua para militer memakai Manuver 3D seahli aku, aku seahli ini karena Skill Levi Ackerman.
STRSS!!
Aku berhenti disebuah pohon, lalu melihat dua titan ukuran 15 meter.
"Musuh Datang." (Levi)
KATCH!!
Aku mengeluarkan dua buah pedang dari tempat penyimpananku, lalu fokus kepada kedua titan itu.
STRSS!! STRSS!!
__ADS_1
Aku mengeluarkan tali dari pedal, lalu tali itu menuju kearah titan dan menancap disebuah tengkuk titan itu.
"Sempurna."
SLASH! SLASH!
Aku menebas tengkuk salah satu titan dan segera mengukur pedal ke tengkuk titan satunya.
STRSS!!
Aku menekan pedal itu, lalu tali muncul dan menancap di tengkuk titan, aku dengan cepat menuju kearab titan itu sambil memegang dua buah pedang.
SLASH!!
Satu tebasan tengkuk titan terpotong, ini sangat mudah.
"Hahaha! ini seru." (Levi)
Setelah aku teriak seperti itu, sebuah suara muncul dikepalaku.
"Hei Levi sialan, kamu sepertinya bersenang-senang." (Azure)
"Irikah?" (Levi)
"Cih... Kamu tidak memberitahu aku kalau kamu sudah sampai di dunia lain, dasar menyebalkan." (Azure)
STRSS!!
Aku menekan pedal berkali-kali sambil berbicara dengan Azure.
"Lagi pula kamu tidur mulu." (Levi)
"Ya aku tahu itu, tapi bukannya kamu bisa membangunkan aku?" (Azure)
STRSS!
Aku menekan pedal lagi.
"Kamu kalau aku bangunkan biasanya ngamuk." (Levi)
STRSS!
Aku menekan pedal dan tali menyakut disebuah pohon, lalu aku berhenti sebentar dipohon itu.
"Dunia ini adalah dunia yang terdapat Titan memakan manusia." (Levi)
"Titan memakan manusia? bukannya itu terlalu horor?" (Azure)
"Begitulah!" (Levi)
Setelah berbicara dengan Azure selama beberapa menit, aku melihat lima belas Titan dengan ukuran yang sama semua, yaitu 12 meter.
"Santapan baru."
Aku mengeluarkan pedangku, dan memencet pedal.
STRSH! STRSH!
Dengan kecepatan gila, aku menuju kearah titan, tiga titan berdiri ditempat yang sama.
SLASH! SLASH! SLASH!
Tiga titan tumbang dengan cepat, lalu aku menekan kembali pedalku, dan menuju ke titan lainnya.
SLASH! SLASH! SLASH!
Tiga titan telah tumbang, sekarang aku sedang berdiri disalah satu titan yang aku tumbangkan, lalu aku membuat titan itu sebagai tumpuan untuk terbang ke titan lainnya.
HUSH!!
Aku terbang dengan kecepatan gila, salah satu titan ingin menangkap aku dengan tangannya, aku segera berputar seperti gangsing sambil menebas tangannya.
SLASH!
Tangan titan terpotong, lalu aku segera mengarahkan pedalku ditengkuk titan itu.
__ADS_1
SLASH!
Tengkuk titan itu tertebas, aku berhenti sejenak dan membersihkan pakaianku yang ternodai dengan darah para titan.
"Tinggal 5."
Aku memfokuskan pandanganku ke para titan.
STRSS!
Aku menekan pedalku kembali, dan menuju dua titan yang berdiri ditempat yang sama, lalu aku memutar tubuhku dengan sangat cepat.
SLASH! SLASH!
Dua titan itu tumbang dengan cepat, lalu ketiga titan yang tersisa berlari kearahku dengan cepat, mereka ingin memakanku.
STRRS!
Aku menekan pedalku, lalu mengarahkan tali di kepala titan.
Tup!
Aku tiba dikepala titan, lalu aku segera mengarahkan pedalku di satu titan yang ada didekatku, sambil mengangkat pedang.
SLASH!
Satu tengkuk titan tertebas, lalu aku segera menuju kearah titan yang aku tumpangi kepalanya tadi.
SLASH!
Tengkuk titan tertebas, tinggal satu titan, aku turun kepermukaan tanah.
CLACK! CLACK!
Aku mengganti tabung gas yang sudah habis dan mengganti pedang yang sudah tumbul dengan yang masih tajam.
Titan tinggal satu, titan itu terdiam, aku menatap tajam kearahnya.
STRSS!!
Aku menekan pedal sambil mengarahkan tali ke bagian kaki kiri titan itu.
SLASH!
Kaki kiri titan itu, lalu aku mengarahkan taliku kearah kaki kanan titan itu.
SLASH! BRUK!
Kaki kanan itu tertebas, dia terjatuh, dua kakinya hilang, lalu tangannya membentang kearahku.
STRSH! STRSH!
Dengan cepat aku mengarahkan pedal kearah tangan itu, dan berputar seperti gangsing diudara.
SLASHHHH!
Kedua tangan titan itu tertebas, dan sekarang hanya menyisakan kepala dan anggota badan dari titan.
TUP!
Aku turun ke badan titan itu, dan berjalan kearah leher/tengkuk dari titan.
"Penyelesaian."
Aku berkata sambil mengarahkan pedangku ke tengkuk titan.
SLASH!
Tengkuk titan itu segera tertebas, dan semua titan telah lenyap.
Aku duduk diatas badan titan itu, dan menatap kelangit.
"Sepertinya dunia ini menyenangkan."
Setelah berkata seperti itu, aku segera kembali menekan pedal dan kembali berburu para titan sampai pagi tiba.
__ADS_1