
(Kring.Kring.Kring)
Suara bel tandanya pulang sekolah telah berbunyi,aku dan para klub penelitian gaib pergi kebangunan sekolah lama atau bisa dibilang itu adalah ruangan klub penelitian gaib,Diablo tidak ikut karena seperti biasa mau main game.
Belakangan ini aku sering kesini untuk berkunjung,ya dengan alasan aku hanya ingin sering-sering bertemu Rias.
Setelah masuk keruangan gaib Issei membuka pembicaraan dengan kalau teman masa kecilnya yang seorang pendekar gereja datang kemarin namanya Shidou Irina.
Shidou Irina katanya dia mengunjunginya bersama temannya bernama Xenovia Quarta,aku mengenal mereka karena waktu itu sudah membaca High School DxD sebelum bereinkarnasi.
Issei bilang kalau mereka akan berkunjung kesini hari ini.
Jujur saja didunia ini Tuhan sudah mati karena menyegel Trixea 666,aku bingung apa tuhan benar-benar mati? Apa dia berpura-pura saja? Eh siapa yang peduli dengan tuhan dunia ini,lagi pula aku sudah bertemu dengan Dewa Pencipta tepat didepanku.
(Tok.Tok.Tok)
Suara ketukan bergema diseluruh ruangan penelitian gaib.
Jadi Rias segara membukakan pintu untuk mereka.
Shidou Iran memiliki penampilan rambut kuning dan diikat Twin Tail.
Xenovia Quarta memiliki penampilan Rambut biru pendek.
Setelah mereka duduk disofa,Akeno segera membuatkan teh untuk mereka.
Mereka membukakan pembicaraan tentang Pedang Excalibur,dan terus membicarakan tentang kepercayaannya dengan tuhan,aku yang mendengarkan mereka hanya tersenyum-senyum sendiri maksudku Tuhan yang mereka telah sembah sudah mati Woi!!
Setelah banyak membicarakan hal yang tidak aku mengerti,mereka berdua segera pamit untuk pulang,tapi Kemudian keduanya melihat ke arah yang sama,Yaitu Asia.
“Saat aku melihatmu di rumah Hyodou Issei aku berpikir kalau itu mungkin kamu. Apa kamu si “Penyihir” Asia Argento? Tak pernah kuduga akan bertemu denganmu di tempat ini.”
Ujar Xenovia,Tubuh Asia bergetar setelah ia dipanggil “Penyihir”.
Kata kata itu nampaknya menyakitkan bagi Asia.
Irina sepertinya menyadari itu dan juga menatap Asia.
“Apa kamu si “Penyihir” dalam rumor itu? Mantan Holy Maiden? Katanya kamu punya kekuatan untuk menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh, kan? Kudengar kamu dikirim entah kemana setelah dikeluarkan, tapi tak pernah kusangka kamu akan menjadi Iblis.”
“...........Ummm...........aku............aku........”
Asia tak tahu bagaimana harus bereaksi pada Irina dan Xenovia.
“Tak apa apa. Takkan kami ceritakan pada atasan kami, jadi tenang saja. Orang orang yang percaya pada “Holy Maiden” Asia bisa shock semuanya.”
“...............”
Asia membuat ekspresi ketakutan oleh ucapan Irina.
“Tapi sampai menjadi Iblis. Seorang yang disebut “Holy Maiden”. Kamu sudah jatuh ke tempat terendah. Apa kamu masih percaya pada Tuhan?”
“Xenovia, tak mungkin dia yang sudah menjadi Iblis, masih percaya pada Tuhan.”
Shidou Irina mengatakannya dengan tatapan tak percaya.
“Tidak, aku masih bisa mengendus “keyakinan” darinya. Ucapanku mungkin abstrak, tapi aku sensitif dengan hal semacam itu. Ada orang orang yang mengkhianati ajaran dan masih merasa bersalah karena mereka tak bisa melupakan ajaran. Aku bisa merasakan hal yang sama darinya.”
Xenovia mengatakannya dengan mata tajam dan Irina bahkan menatap Asia dengan wajah tertarik.
“Apa itu benar? Asia-san, kamu masih percaya pada Tuhan meskipun sudah menjadi Iblis?”
Asia menjawab pertanyaan itu dengan ekspresi sedih.
“........Aku tetap tak bisa melupakannya. Aku percaya padanya seumur hidupku......”
Mendengar itu, Xenovia mencabut pedangnya dari kain pembungkusnya dan mengacungkannya pada Asia.
“Begitukah? Maka aku harus menebasmu saat ini juga. Kalau sekarang, aku bisa membunuhmu dengan nama Tuhan. Biarpun kamu memiliki dosa, Tuhan kami akan mengampunimu.”
Issei tak bisa menghentikan sesuatu yang terbakar dalam dirinya.
Xenovia mendekati Asia,Issei berdiri di depan Asia untuk melindunginya.
“Jangan sentuh dia.” Kata Issei.
“Kalau kau mendekati Asia, takkan kuberi ampun,Kau sudah memanggil Asia “Penyihir” kan?” kata Issei.
“Ya begitulah. Saat ini dia setidaknya sangat cocok disebut sebagai “Penyihir”.” Kata Xenovia.
Oalah!!Wanita ini bar-bar banget serius dah!!
“Jangan melucu! Tak seorangpun menolongnya ketika dia membutuhkan bantuan! Mereka yang tak bisa memahami kebaikan hati Asia adalah sekumpulan idiot! Juga sangat salah karena tak satupun dari mereka mau menjadi temannya!” Kata Issei.
__ADS_1
“Apa menurutmu sang “Holy Maiden” memerlukan teman? Yang penting adalah memberi kebaikan pada orang lain. “Holy Maiden” tak ada artinya kalau mereka mencari cinta dan persahabatan dari orang lain. Dia bisa saja terus hidup dengan cinta dari Tuhan. Jadi sejak awal Asia Argento tak memiliki hak untuk menjadi “Holy Maiden”.” Kata Xenovia.
(Holy Maiden \= pendekar gereja.)
“Jadi kalian seenaknya membuat dia jadi “Holy Maiden” dan mengabaikannya karena dia berbeda dari mereka yang mencarinya? Itu sangat keliru..........sangat sangat keliru!” Kata Issei.
"Houh lebih baik kita membicarakannya diluar ruangan ini!" Kata Xenovia
*Diluar Ruangan
Hmmmm. Jadi kenapa situasinya menjadi seperti ini?
Aku tengah berdiri di tempat dimana kami berlatih untuk Turnamen Bola,Kiba dan Issei berdiri agak jauh dariku.
Dan Shidou Irina dan Xenovia tengah berdiri di depan kami. Mengelilingi kami dan sekitar kami adalah perisai dari aura emas. Anggota yang lain tengah menonton kami dari luar perisai.
"Mari Kita Mulai"
*Sudut pandang Hyodou Issei
Aku Hyodou Issei melihat Irina dan Xenovia melepas jubah mereka dan mengenakan pakaian tipe tempur.
Mereka tak menunjukkan kulit mereka namun kelihatan.......erotis......kalian bisa melihat semua lekuk tubuh mereka.
Ummm, mereka berdua memiliki payudara dan bokong bagus!
Xenovia melepas kain di senjatanya dan memperlihatkan Excaliburnya.
Excalibur yang Shidou Irina bawa juga berubah menjadi bentuk katana.
Akan kujelaskan kenapa situasinya menjadi runyam begini.
Selagi aku bertengkar dengan para pengguna Pedang Suci itu, Kiba ikut campur dan situasi memburuk.
Buchou juga nampaknya kerepotan mengendalikan situasi karena kamilah, budaknya yang memulai pertarungan.
Kemudian Xenovia memberi saran.
“Mungkin menarik untuk menguji kekuatan para budak Rias Gremory. Juga, aku tertarik pada kekuatan pria senpai itu.”
Xenovia menerima tantangan Kiba.
Dia juga menambahkan kalau pertarungan ini takkan dilaporkan pada Gereja.
Mungkin mereka sedikit memahami posisi kami, jadi mereka tak mempermasalahkannya asal bukan pertarungan mempertaruhkan nyawa.
Untuk menghindari kerusakan tak perlu dan dipergoki manusia, Levi-senpai memasang perisai untuk kami.
Dengan ini kami bisa bebas bertarung. Dan aku juga ikut serta dalam pertarungan ini.........kenapa? apa ini pertarungan untuk membunuh waktu setelah pertengkaran? Itu absurd........aku memang kesal karena mereka terus menjelek jelekkan Asia. Tapi tak pernah kusangka akan jadi pertarungan seperti ini. Aku sebenarnya akan berhenti ketika Buchou menghentikanku........ujung ujungnya jadi begini karena Kiba seenaknya ikut campur dalam argumen......
*Kembali Kesudut Pandang Levi Ozora
Aku Levi Ozora,sekarang melihat Issei dan Kiba melawan Irina dan Xenovia.
Serius ini membosankan,maksudku kenapa aku tidak dia ajak bertarung.
Seorang Protargonis di cerita ini hanya menonton pertarungan? Protargonis macam apa aku ini.
Brukk..
Suara Kiba dan Issei jatuh bersamaan,sepertinya mereka sudah kalah,ya dari tadi jujur saja aku tidak melihat pertarungan mereka karena aku sedih tidak diajak!!
"Kalian berdua terlalu lemah untuk seukuran Iblis." Kata Xenovia.
"Ara...sepertinya sudah selesai ya?" Kata Irina.
"Kaliannn!!" Kata Issei.
Setelah mereka selesai bertanding,Issei dan Kiba segera dibawa keruangan untuk diberi pengobatan.
Tapi sebelum aku mau masuk keruangan,aku dipanggil oleh Xenovia.
"Hei kau yang rambut putih keperakan aku ingin bicara denganmu,Irina kamu duluan saja." Kata Xenovia.
"Baiklah Aku tunggu didepan ya Xenovia" Kata Irina sambil pergi.
Jadi aku segera menghampiri Xenovia,apasi yang ingin wanita bar-bar ini bicarakan?
"Apa yang ada yang kamu butuhkan denganku." Kata aku sambil tersenyum.
"Aku hanya ingin bertanya padamu." Kata Xenovia
"Oh apa itu?"
__ADS_1
"Kenapa kau saat kami membicarakan soal tuhan ,kamu malah tersenyum-senyum sendiri?" Kata Xenovia.
Oh tidak-tidak apa dia melihatku?
"Apa kau benar-benar ingin tahu? Nanti kalau aku beritahu kamu malah tidak percaya lagi."
"Sudah bicaralah Iblis sialan" kata Xenovia sambil mengacungkan pedang Excaliburnya.
"Eh aku bukan Iblis loh!!"
"Jangan banyak bicara,cepat apa alasanmu?" Kata Xenovia.
"Ya aku tersenyum karena tuhan yang kau sembah-sembah itu mati."
Setelah aku bicara seperti itu Xenovia terdiam dalam keheningan dan tidak percaya akan perkataanku.
"A-Apa yang kau bicarakan?" Kata Xenovia sambil gemetar.
"Hufft menyebalkan,aku bilang tuhan didunia ini sudah mati."
"Jangan asal bicara SIALAN!" Kata Xenovia sambil ingin memotong kepalaku dengan Pedang Excalibur.
Tapi sebelum itu,kami berdua mendengar suara dari atas langit.
"Yang dibicarakan Levi-kun benar"
Itu adalah Azazel,pemimpin malaikat jatuh.
"Sudah lama Levi-kun.
"Sudah beberapa bulan ya Azazel."
"Ka-kamu Azazel? Kenapa tuhan didunia ini bisa mati?dan kenapa aku harus percaya padamu." Kata Xenovia.
"Yah seterah kamu kalau mau percaya atau tidak." Kata Azazel.
"Te-terus doa kami pada tuhan?" Kata Xenovia sambil mengeluarkan air mata.
"Itu si sudah diatur oleh Michael, sepertinya dia sudah melakukan tugasnya dengan baik." Kata Azazel.
Brukk...
Xenovia terjatuh sambil mengulangi kata 'Tidak',dan air matanya mengalir dipipinya.
"Kalian sedang bercandakan?oh iya kenapa aku harus mempercayai malaikat jatuh sepertimu Azazel." Kata Xenovia.
"Yah walaupun aku Malaikat jatuh,aku juga berhubungan baik dengan malaikat." Kata Azazel.
Setalah itu Xenovia berdiri lagi mengambil pedangnya dan ingin melawan kami..
"Kalian akan kubunuh!!" Kata Xenovia.
"Eh??" Kata Azazel.
"Azazel,bisakah serahkan dia padaku?"
"Oh tentu Levi-kun." Kata Azazel.
"Jadi kau yang ingin melawanku rambut perak? Apa kau melihat aku mengalahkan temanmu." Kata Xenovia.
Aku hanya diam dan berbicara
"Vajra"
Vajra segera keluar dari bayangan,dan berdiri tepat dibelakangku.
Azazel dan Xenovia tercengang melihat Aura dari Vajra.
"I-ini bukan apa-apa dibandingkan fitnah kalian pada tuhan." Kata Xenovia sambil gemetaran.
"Jadi kau belum menyerah ya?"
"Knightku keluarlah"
Para knightku keluar dengan dipimpin oleh Igris.
Xenovia tambah pucat wajahnya,Azazel sampai gemetar hal ini.
"Sejujurnya aku tidak ingin melakukan hal ini,tapi kamu malah memaksa aku melakukan hal ini." Kata Aku berbalik untuk masuk keruangan.
__ADS_1
"Dan satu hal lagi,aku benar-benar tidak peduli kau percaya tuhan mati atau tidak, jika aku jadi kau lebih baik aku berjalan dijalan yang kupercayai!! walaupun tuhan akan menentang,Iblis membangkang,Malaikat Menyerang,aku akan tetap berjalan dijalan yang aku percayai....Azazel aku serahkan dia padamu."
Aku segera masuk keruangan penelitian gaib dan meninggalkan Xenovia dan Azazel.