
Setela berteleportasi Levi dan rekan-rekannya telah tiba di kastil Maou lama.
Kastil disana sangat besar dan tampak tua, banyak sekali puing-puing yang rapuh disekitaran kastil.
Setelah beberapa menit mereka tiba disana, ada sebuah gambaran hologram yang menyambut mereka, itu sangat besar dan mengeluarkan gambaran situasi didalam kastil.
"Halo, aku tidak menyangka kalian akan datang kesini dengan cepat." (???)
Hologram itu menampilkan gambaran pria muda dengan rambut hitam sedang duduk dikursi seperti Raja.
"Diodora Astaroth!!." (Rias)
Rias mengatakan nama pemuda itu dengan penuh emosi dikepalanya.
"Diodora keparat!! Dimana Asia berada Sialan!!" (Issei)
Issei juga nampak sangat emosi kepadanya, begitu juga dengan Levi dan lainnya.
"Jangan marah seperti itu Sekiryutei, dia ada dibelakang aku sekarang." (Diodora)
Setelah itu hologram menyorot Asia yang sedang berada dibelakangnya Diodora.
Asia di ikat dengan perangkat sihir, itu adalah bagian dari ritual pengambilan Sacred Gear.
"Asiaa!!!." (Issei)
Issei berteriak dengan penuh emosi, kemarahannya sudah tidak bisa dia sembunyikan lagi, begitu juga Levi.
"Hei butayarou, lepaskan dia dasar pengecut." (Levi)
(Butayarou\= babi dalam bahasa jepang)
Diodora segera melihat seseorang yang memanggilnya itu, dan dia segera memasang wajah pucat melihat seseorang itu.
"Le-Levi Ozora, kamu benar-benar datang kesini? Sialll, Rias Gremory jika kamu mengajak Levi Ozora bergabung denganmu, aku tidak segan-segan akan membunuh Asia sekarang juga!! aku tidak bercanda!!" (Diodora)
Rias yang mendengar itu segera menggigit bibirnya dengan ekspersi emosi.
"Cih, Levi ingat apa rencana kita." (Rias)
"Menyebalkan." (Levi)
Setelah itu Hologram sihir menghilang dari pandangan Levi dan lainnya.
"Buchou, ayo kita selamatkan Asia sekarang." (Issei)
"Kamu benar, Levi dan juga bawahannya, kalian jangan sampai masuk kedalam, itu akan memperburuk keadaan, ingat rencana kita." (Rias)
Levi menyipitkan matanya lalu mengangguk.
Setelah itu Rias dan bawahannya segera memasuki kastil.
"Levi, apa mereka akan baik-baik saja?aku cukup ragu." (Tia)
"Aku juga berpikiran sama dengan Tia, bagaimana kalau mereka gagal?" (Oda)
"Apa sebaiknya kita mengikuti mereka diam-diam Levi-sama?" (Diablo)
"Kita percayakan ini semua kepada mereka, untuk sekarang lebih baik kita mengawasinya saja." (Levi)
Para bawahan Levi mengangguk, dan setelah itu mereka juga bersiap-siap untuk bertarung.
Levi juga bisa menampilkan sebuah hologram sihir, jadi dia bisa melihat keadaan Rias dan lainnya.
Tempat dimana Rias dan lainnya tiba adalah........kuil yang terletak di ujung terdalam.
Saat mereka masuk kedalam, terdapat sesuatu yang nampak seperti perangkat raksasa.
Itu adalah perangkat melingkar yang terukir di dinding, terdapat banyak berlian di beberapa bagiannya, itu juga memiliki tulisan dan simbol simbol padanya.
Kemudian Issei berteriak setelah melihat pusat dari perangkat itu.
"Asiaaaaaaaaaaa!" (Issei)
Asia tengah terikat di bagian tengah perangkat!
Menilai dari kondisinya, nampaknya dia tidak terluka!
Pakaiannya juga sepertinya tak ada yang sobek!
Issei tenang karena Asia tidak terluka sedikitpun.
"Kalian akhirnya datang." (???)
Seorang yang muncul dari balik perangkat adalah Diodora Astaroth.
Senyum lembutnya meningkatkan kemarahan Issei!
Issei memulai penghitungan Balance Breakernya!
Saat penghitungan berakhir, Issei akan menghajar Diodora! Dalam kecepatan penuh! Issei akan menembus wajah orang itu!
".........Ise-san?" (Asia)
Asia memandang kedepan setelah mendengar suara Issei.
Matanya bengkak, dia tengah menangis, dan matanya begitu merah sampai memberitahu Issei kalau dia sudah meneteskan banyak air mata.
Saat Issei melihat itu, Issei memikirkan sebuah kesimpulan.
"Diodora kau!, apa kau ingin mengambil Sacred Gear Asia? Apa itu benar? jawab aku keparat!!" (Issei)
"Tapi kupikir itu saja masih kurang, Asia masih menyimpan harapan di dalamnya, Ya, aku berbicara soal kalian, khususnya Sekiryuutei menjijikkan disana. Karena kau menolong Asia, rencanaku menjadi gagal." (Diodora)
"Wanita Malaikat Jatuh itu........Reynalle. Aku seharusnya muncul dan membunuh Reynalle, setelah dia membunuh Asia dan aku berencana mereinkarnasi dia menjadi budakku." (Diodora)
"Kupikir kau takkan menang, biarpun kau ikut campur, kemudian aku menyadari kalau kau adalah Sekiryuutei. Itu kebetulan yang sangat menarik, berkat itu rencanaku tertunda, namun dia akhirnya kembali padaku, Sekarang aku bisa menikmati Asia." (Diodora)
"Diam!" (Issei)
"Asia masih perawan, kan? Aku suka melatih mereka dari perawan, dan aku benci kalau dia sudah “digunakan” oleh Sekiryuutei." (Diodora)
Issei terdiam, Levi yang berada diluar meluapkan emosinya.
"AH, tapi mungkin akan menyenangkan untuk NTR dari Sekiryuutei." (Diodora)
__ADS_1
Issei tak bisa menenangkan dirinya kecuali Issei menghajar orang ini habis habisan........
"Mungkin akan bagus untuk berhubungan seks secara paksa dengannya selagi dia meneriak namamu..." (Diodora)
"Diaaaaaaaaaaaaam!" (Issei)
[Welsh Dragon Balance Breaker!]
Sesuatu meledak di dalam diri Issei.
"Diodoraaaaaaaaa! Kau! Kau satu satunya yang tak bisa kuampuni!" (Issei)
Issei terselimuti dalam aura merah, dan sekarang Issei terbungkus oleh pelat armor yang memiliki kekuatan Sekiryuutei di dalamnya.
Mungkin Sacred Gear merespon perasaannya, Issei berubah ke Balance Breaker sebelum penghitungan dua menit.
"Buchou, semuanya, tolong jangan ikut campur!" (Issei)
"Ise. Kita akan mengalahkannya bersama.—Itulah yang ingin kukatakan, tapi sepertinya kami tak bisa menghentikanmu.—Jangan menahan dirimu, oke?" (Rias)
Issei mendengar Rias memberikan jawaban terbaik, dia sudah memutuskan untuk membunuh Diodora.
"Ddraig, bisakah kau mendengarku? cepat jawab." (Issei)
[Ada apa partner]
"Biarkan aku berbuat sesukaku untuk hari ini saja!" (Issei)
[......Baiklah]
Melihat Issei, Diodora tertawa kegirangan.
Seluruh tubuhnya terselimuti dalam aura merah gelap.
"Ahahahaha! Hebat! Jadi inikah Sekiryuutei! Tapi aku juga bertambah kuat! Dengan ular yang Ophis berikan padaku! Aku bisa membunuhmu dalam sekejap!" (Diodora)
GOOOOOOOOOOOON!
Issei menyalakan api dari booster dipunggungnya, dan menutup jarak mereka dalam serbuan seketika.
BANG!
Issei memukul keras ke perut Diodora sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya.
".........Gaa!" (Diodora)
Tubuh Diodora terhuyung, wajahnya terdistorsi seolah menerima rasa sakit ekstrim.
Dia tidak bisa merasakan kecepatan Issei.
Issei menekan maju tinjunya, dan mencoba menghancurkan organ dalamnya!
GOUGH.......
Diodora memuntahkan benda di dalam perutnya disertai darah.
Issei bertanya sambil menarik mundur tinjuku.
"Inikah pembunuhan seketika yang kau bicarakan?" (Issei)
Ekspresinya tak membawa kepercayaan diri seperti sebelumnya.
"Ku! Hanya begini saja! Aku adalah Iblis Kelas Tinggi! Kerabat darah dari Maou Beelzebub saat ini!" (Diodora)
Diodora mengacungkan tangannya ke depan, dan membuat banyak peluru kekuatan Iblis.
"Tak mungkin darah ningrat sepertiku akan kalah pada Iblis tereinkarnasi rendahan, vulgar, dan menjijikkan sepertimu Sekiryuteii!" (Diodora
Tak terhitung jumlah peluru kekuatan Iblis Diodora menghujani Issei seperti hujan deras.
Issei hanya berjalan ke arahnya tanpa mengelak sama sekali.
Issei memantulkan peluru dengan tangannya, dan Issei menutup jarak dengannya.
Biarpun peluru menghantam armornya, Issei terus bergerak maju tanpa peduli.
"Terima kasih, Levi-senpai siksaan yang sudah kau berikan ternyata sangat berguna, musuhku seharusnya lebih kuat dari Rias-Buchou, tapi semua serangannya sama sekali tak menakutkan, sangat berbeda dengan Levi-senpai." (Issei)
[Itu benar. Latihan dengan Emperor Dragon sudah melatih tubuhmu dengan baik.] (Ddraig)
[Dari segi pertarungan kekuatan sederhana, kau sudah jadi lawan yang sulit saat ini.] (Ddraig)
Saat Issei tiba tepat di hadapannya, Diodora berhenti menyerang dan mencoba mengambil jarak.
GON!
Issei menyalakan booster di punggungnya dan segera mengejar Diodora.
Kemudian dia menciptakan banyak perisai pelindung.
"Kelihatan lebih tipis dari perisai pelindung Vali." (Issei)
BREAK!
Tinjunya menghancurkan semua perisai pertahanan Diodora dengan mudah.
HIT!
Kemudian Issei meninju wajahnya!
Karena dampak pukulannya, Diodora terbanting ke tanah.
Wajahnya berdarah, dan dia matanya nampak berair.
“......Itu sakit. Itu sakit. Itu sakit! Kenapa! Kekuatan Iblisku mengenaimu! Aku seharusnya sudah meningkatkan kekuatanku secara drastis dengan kekuatan Ophis! Kenapa kau sangat kuat seperti Levi Ozora?!?!." (Diodora)
Issei mengejar tubuh Diodora.......dan memukulnya dengan tinjunya yang terselimuti aura tebal!
Pukulan telak ke perutnya!
“Guha! Gaha!”
Kemudian memukul wajahnya! Belum selesai!
Issei mengumpulkan aura di tangan kanannya, dan Issei mencoba memukulnya dengan aura sangat padat!
__ADS_1
"Aku takkan dikalahkan oleh naga busuk sialan sepertimu!"
Diodora mengacungkan tangan kirinya ke depan, dan menciptakan dinding aura tebal.
BANG! BREAK! BREAK!
Tinju Issei menghantam dinding, dan serangan Issei terhenti.
"Ahahahahahaha! Apa kau lihat!? Aku punya kekuatan Iblis lebih tinggi dari kau! Tak mungkin idiot kekuatan Sekiryuutei sepertimu bisa mengalahkanku! hahaha bodoh bodoh....ini adalah suatu kebohongan, benar kebohongan." (Diodora)
Issei kemudian menggunakan kekuatan Sekiryuutei di depan Diodora yang tersenyum.
"-Kalau begitu bagaimana kalau kutunjukkan kekuatan seorang idiot kekuatan?" (Issei)
[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]
GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOON
Aura dalam jumlah besar meledak dari booster, dan dampak serangan Issei meningkat.
BANG!
Retakan kecil tercipta di dinding. Dan kemudian........
BREAK!
Dinding itu musnah dengan tinjunya yang sudah diperkuat.
"Maaf. Aku ini idiot kekuatan, jadi aku hanya bisa memakai kekuatanku seperti ini. Tapi kalau kau adalah lawanku, maka ini saja sudah cukup." (Issei)
"Hee."
Diodora mengubah ekspresinya dengan cepat.
"Jangan buat Asia kami menangis keparat batu!" (Issei)
Issei melepaskan tinjunya padanya sambil berteriak!
CRUSH!
Issei meremukkan dan membengkokkan tangan kiri Diodora yang diacungkan ke depan, dan dari sana Issei mengarahkan tinjunya ke arah wajahnya!
HIT!
Tinjunya menghantam wajahnya! Dengan serangannya, Diodora melayang dan menghantam salah satu pilar.
Diodora yang jatuh ke tanah bangkit dan kemudian berteriak.
"Ini pasti bohong! Tak mungkin aku bisa dikalahkan! Aku menang dari Agares! Aku juga berniat menang dari Levi Ozora! Aku tidak mungkin kalah oleh naga busuk ini." (Diodora)
[Partner. Hatinya sudah hancur.—Matanya seperti orang orang yang sudah dikuasai oleh rasa takut terhadap Naga.]
"Ise, kenapa kamu tak menghabisinya saja? Kalau ada Levi-senpai mungkin dia tidak ragu-ragu melakukannya."
Xenovia menanyai Issei sambil mengacungkan Ascalon pada Diodora.
Matanya nampak sangat berbahaya, Hasrat membunuhnya mencapai MAX.
"Dia mungkin mendekati Asia lagi, Bukankah lebih baik demi masa depan kalau kita potong kepalanya disini?" (Xenovia)
".......Orang ini juga kerabat dari Maou saat ini. Biarpun dia berpihak pada *******, nanti akan membuat masalah bagi Buchou dan Sirzechs-sama kalau kita membunuhnya. Aku sudah puas menghajarnya tadi." (Iseei)
".......Aku paham. Kalau Ise mengatakan itu maka aku akan berhenti.—Namun." (Xenovia)
"Ya, itu benar." (Issei)
Xenovia dan Issei mengacungkan pedang dan tinju kami ke arah Diodora.
“”Jangan coba mendekat atau berbicara dengan Asia lagi!””
Setelah itu Issei dan lainnya membebaskan Asia.
"Ise-san!" (Asia)
"Asia!" (Issei)
Asia yang mengenakan busana sister baru segera memeluk Issei!
"Aku mempercayaimu.....kalau Ise-san akan datang menyelamatkanku." (Asia)
"Tentu saja. Tapi maafkan aku, Kamu melihat hal menyakitkan kan?" (Issei)
"Aku tak apa apa. Aku memang terkejut, tapi aku memiliki Ise-san disisiku dan juga lainnya." (Asia)
"Asia! Aku senang! Kalau kamu sampai lenyap, aku.." (Xenovia)
Asia tersenyum sambil menyeka air mata Xenovia.
"Aku takkan pergi lagi. karena Ise-san dan Xenovia-san akan menyelamatkanku aku percaya itu dalam lubuk hatiku." (Asia)
"Ya! Aku akan melindungimu! Pasti! aku tidak pernah melupakan itu!" (Xenovia)
"Sekarang. Asia, mari kita pulang kerumah, Levi-senpai dan lainnya sudah menunggu diluar." (Issei)
"Ya! Tapi sebelum itu, aku harus berdoa." (Asia)
Asia seperti sedang berdoa ke arah angkasa.
"Asia, apa yang kamu doakan?"
Asia lalu mengatakannya dengan malu malu.
"Itu rahasia."
Asia berlari ke arah Issei sambil tersenyum.
FLASH!
Kemudian sesuatu yang sangat menyilaukan muncul.
Saat Issei melihat, Asia tengah dikelilingi pilar cahaya.
Saat pilar cahaya lenyap.......
".........Asia?" (Issei)
__ADS_1
Tak ada siapapun disana.