
Setelah bertarung di hutan, Levi segera pulang kerumahnya bersama dengan anggota barunya Panglima Tempur 'Oda Nobunaga'.
Sesampainya didepan rumah Levi, tampaknya Oda sedikit gugup bertemu dengan keluarga Levi, Levi sudah menebak hal ini terjadi.
"Le-Levi apa aku benar-benar bisa tinggal disini? " (Oda Nobunaga)
"Memangnya kau mau tinggal dimana selain dirumahku? Kau sangat gugup Oda, Aku cukup terkejut seorang Panglima Tempur gugup dengan hal seperti ini." (Levi)
"Semua manusia juga pernah gugup kali..." (Oda Nobunaga)
Levi mengabaikan perkataan Oda, dan langsung masuk kerumah.
"Aku pulang." (Levi)
"Selamat datang Levi, Siapa dibelakangmu itu?" (Ibu Levi)
Setelah Ibu Levi berkata seperti itu, semuanya yang ada dirumah menghampiri Levi, kecuali ayah Levi yang lagi sedang nonton TV.
"Ah ini namanya Oda Nobunaga, dia adalah temanku dulu diluar kota ,untuk beberapa alasan dia akan tinggal bersama kita." (Levi)
"Ara,sepertinya keluarga kita akan bertambah fufufu." (Ibu Levi)
Ibuku sepertinya senang dengan bertambahnya jumlah keluarga, mungkin karena kami dulu cuman tinggal bertiga dan cukup kesepian.
"Oda cepat kenalkan dirimu pada yang lain." (Levi)
"Namaku Oda Nobunaga, salam kenal semuanya." (Oda Nobunaga)
Sepertinya perkenalannya berjalan dengan lancar...
Eh tunggu-tunggu kenapa aku merasakan aura membunuh yang kuat?
Saat aku menoleh ke Rias dan Akeno, kenapa mereka sangat marah saat Oda memperkenalkan diri?
Mereka berdua melihat kearah tanganku, emang ada apa dengan kedua tanganku?
Saat aku melihat ketanganku, nampaknya aku tahu jawaban kenapa mereka berdua marah.
Saat Oda memperkenalkan diri dia sambil memegang tanganku...
Etto....sepertinya kedua Onee-san ini cemburu dengan ini.
"Hei Oda benarkan? Cepat lepaskan tangan Levi..." (Rias)
"Ara...Ara... Sepertinya aku mendapatkan saingan baru untuk merebut Levi-kun." (Akeno)
"Eh ada apa emangnya kalau aku memegang tangan Levi, apa kalian berdua cemburu?" (Oda Nobunaga)
Oh tidak suasana memanas.
"Hei-hei kalian sudah hentikan, dan Oda cepat lepaskan tanganmu, juga tolong akrabkan dirimu dengan yang lainnya, Diablo tolong antarkan dia ke kamarnya." (Levi)
"Baik Levi-sama." (Diablo)
Setelah itu Oda dibawa dengan Diablo ke kamarnya.
"Eh Levi, kenapa aku merasakan aura yang kuat dari tubuhnya?" (Rias)
__ADS_1
"Aku juga merasakannya Levi-senpai, dia sebenarnya siapa?" (Koneko-chan)
"Yah dia sebenarnya adalah Paarageku, tepatnya knightku yang baru." (Levi)
"Begitu ya, pantas saja dia bukan orang biasa." (Xenovia)
"Aku bosan sekali hari ini, apa kalian punya rencana untuk menghilangkan kebosanan?" (Levi)
"Sebenarnya aku ingin pergi ke Dunia bawah dengan para bawahanku." (Rias)
"Dunia bawah? Apa kau akan pergi kerumahmu?" (Levi)
"Benar, kalau kau mau ikut boleh saja, apa lagi orang tuaku ingin sekali bertemu denganmu Levi." (Rias)
Dunia bawah ya, dan juga bertemu calon mertua, Sepertinya menarik dari pada aku kebosanan dirumah.
"Baiklah aku ikut dengan para bawahanku yang baru." (Levi)
"Baiklah, besok kita akan kumpul jam 6 pagi." (Rias)
Sebelum meninggalkan ruangan, Levi dipanggil Akeno untuk membicarakan sesuatu kepadanya dan sangat-sangat penting.
*Sudut Pandang "Levi Ozora"
Aku Levi Ozora, Sekarang berada dikamarku bersama Akeno-san, Aku tidak tahu kenapa, Tapi kata Akeno-san dia ingin berbicara padaku.
"Umm,Akeno-san apa yang ingin kau bicarakan denganku?" (Levi)
"Sebenarnya Aku adalah Setengah Malaikat jatuh dan Setengah Iblis." (Akeno)
Bang!!
"Sekarang Levi-kun, Bagaimana kamu melihat sayap malaikat jatuh ini? Kamu merasa jijik-kan? Jujur saja aku sangat benci darah malaikat jatuh didalam diriku." (Akeno)
"Kenapa ada darah malaikat jatuh didalam tubuhmu?" (Levi)
"Karena ayahku adalah Malaikat Jatuh, tidak... Aku benci dia bahkan sampai aku tidak ingin menyebut dia ayahku.." (Akeno)
"Ayahmu?" (Levi)
"Iya dia dulu sedang terluka Di Kuil Klan Hijamane, dan Ibuku menyelamatkannya, Aku berpikir kenapa ibuku mau menolong seorang Malaikat Jatuh brengsek seperti dia." (Akeno)
Aku mengerti perasaan Akeno-san, Sejujurnya aku juga tidak terlalu benci dengan Malaikat Jatuh, Tapi....
"Terus kenapa kamu membenci ayahmu?" (Levi)
"Ka-karena dia ibuku mati, dia menyelamatkanku sebelum dia mati dengan para *******, karena aku memiliki darah ini." (Akeno)
Begitu ya, Aku mengerti... Seorang gadis kecil yang dulu melihat ibunya menyelamatkan nyawanya, Dan kenapa dia membenci ayahnya karena dia tidak ada disaat kejadian itu.
"Apa kau benci Malaikat Jatuh Levi-kun?" (Akeno)
"Terus terang aku juga benci malaikat jatuh kalau dia berbuat jahat." (Levi)
"Sudah kuduga" (Akeno)
"Tapi Akeno-san kau berbeda." (Levi)
__ADS_1
"Hmph?" (Akeno Terkejut)
"Kau bukanlah Malaikat Jatuh, dan kau juga bukan Iblis, kau adalah kau, Akeno adalah Akeno, Seorang gadis teman kelasku, tidak kurang dan tidak lebih." (Levi)
"L-Levi-kun??" (Akeno)
"Ma-Maksudku tidak peduli apa rasmu, kau adalah kau, Seperti diriku aku banyak sekali garis keturunan contohnya Iblis, dan Naga yang bersemayam ditubuhku, Tapi aku tetap meyakinkan bahwa aku adalah manusia, Benar seorang manusia yang dilahirkan oleh ibuku, bernama Levi Ozora." (Levi)
Akeno hanya terdiam mendengarnya dan tiba-tiba...
Brakkk...
Ehhhh Akeno-san? Kenapa kau mendorongku?
"Sudah kuputuskan." (Akeno)
Eh apa maksudnya dengan itu?, Aku benar-benar tidak mengerti...
"Sudah kuputuskan kalau aku ingin menjadi pacarmu Levi-kun, Aku juga tidak apa-apa menjadi simpananmu kok." (Akeno)
Ehhhhhh!?!? Apaaaa yang kau bicarakan Akeno-san???
"A-ake-" (Levi)
Oh tidak mulut terblokir,apa ini?ini ini ini adalah mulutnya Akeno-san???? Eh dia menciumku??? Kenapa sangat tiba-tiba, Maksudku otakku sudah tidak bekerja....
Umaaa....
"A-Akeno-san kenapa tiba-tiba?" (Levi)
"Ara...Ara.. Levi-kun kenapa kamu terkejut seperti itu,fufufu." (Akeno)
"Ma-maksudmu?" (Levi)
"Aku sudah bilang kalau aku ingin jadi pacarmu." (Akeno)
"A-Ah baiklah kalau begitu, aku terima." (Levi)
"Ara...Ara... Benarkah? aku sangat berterima kasih Danna-sama."
(Danna-sama \= Suamiku)
Oh tidak kenapa dia menggoyangkan Oppainya?!?!? A-Aku kenapa Aku ingin menyentuhnya, tidak otakku sudah benar-benar tidak berfungsi.
"A-Akeno-san bagaimana jika Rias melihatnya." (Levi)
Braak..
Suara pintu terbuka itu adalah Rias, Oh tidak aku akan mati disini.
"Bagaimana Jika Rias melihatnyakan Levi?" (Rias)
Ah mati saja aku!!
"Sepertinya kau sudah bersenang-senang dengan Onee-san Akeno ini" (Rias)
Ohhh tidak kuping ku mau lepas sakit sekali,dia sambil menjewer kupingku...
__ADS_1
Levi segera Dibawa keluar dan menceramahi Levi sampai berjam-jam, dan Diablo hanya menertawakan Levi dari jauh.
Wah liat Kau Diablo jika aku sudah bebas.