GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
CHAPTER 16- PHOENIX VS NAGA.


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak pernyataan duel dari Raiser Phoenix.


Sekarang aku berada diruangan penelitian gaib bersama Rias dan lainnya,tentunya juga dengan Diablo.


"Levi apa kau benar-benar yakin melawan Raiser,tapi diakan salah satu iblis tinggkat atas?" Kata Rias sambil merasa cemas.


"Tenang saja Rias,aku pasti akan menang dan memintanya untuk membatalkan pertunangan, aku tidak mau kalau kamu memiliki tunangan seperti pria ayam bakar itu" Kata aku sambil tersenyum.


"Ta-pi..."


Kata-Kata Rias terpotong karena aku memegang kepalanya dan menguarai rambut crimson dan bilang


"Tenang Saja,hari ini akan segera berakhir,selanjutnya kau bisa bebas menentukan pasanganmu." Kata aku sambil melihat Rias merona kemerahan.


"Ara...ara...romantis sekali kedua pasangan muda ini,onee-san ini jadi iri loh!!" Kata Akeno menggoda aku dan Rias.


"Oh tidak Rias-buchou akan diambil Levi-senpai,tapi kalau kau ingin mengambil Rias-buchou,Levi-senpai harus memenangkan pertandingan duel ini.!!" Kata Issei yang menangis karena mengira Rias akan diambil olehku.


Karena perkataan mereka berdua,aku dan Rias wajahnya memerah seketika.


"Su-Sudahkan bercandanya,lebih baik kita sekarang arena pertandingannya." Kata Rias.


"Tapi bagaimana kita kesana?" Kata Issei yang kebingungan.


"Kalau kalian kecuali Levi akan menggunakan Sihir teleportasi milikku,Dan Levi kamu bisa memegang kertas ini!"


Kata Rias sambil menyerahkan sebuah kertas.


"Kertas macam apa ini?" Kata aku.


"Itu adalah alat teleportasi kertas milik keluarga Gremory,kau tinggal menyobeknya." Kata Rias.


"Aku mengerti." Kata aku.


"Kalau begitu kalian semua kecuali Levi,segera berkumpul disampingku." Kata Rias sambil mengaktifkan Sihir Teleportasi miliknya.


"Haikk!!" Kata mereka semua kecuali aku.


Setelah mereka berkumpul didekat Rias,sinar crimson segera mewarnai ruangan klub penelitian gaib.


"Kalau begitu semoga beruntung,Levi aku akan mendukungmu." Kata Rias sambil menghilang.


Setelah mereka berteloportasi aku bicara sebentar dengan Raphael.


Raphael-san,nanti tolong bantuannya.


«Serahkan padaku,Levi-sama»


Setelah Raphael berkata begitu aku segera menyobek kertas alat teleportasi,lalu sinar crimson keluar dari kertas itu.


[SHINNNNNNNNNE]


............


Aku dibawa ke tempat yang asing dengan lingkaran sihir pemberian Rias.


Mungkin ini lingkaran sihir khusus? Aku melihat sekeliling di mana aku dipindahkan.


koridor sangat luas,Di dinding terdapat deretan lilin yang terus ada sampai akhir,Ada potret besar dari seorang laki-laki dengan rambut merah.


Apakah seseorang yang berhubungan dengan Rias? Oh, aku tidak punya waktu banyak.


Aku berjalan menuju ke arah mana aku bisa mendengar suara-suara.


Kemudian ada pintu raksasa terbuka.


Ada ukiran besar di pintu.


Apa itu model dari beberapa binatang mistis ......? Nah siapa peduli.


Ketika aku melihat ke dalam pintu, ada banyak iblis yang berpakaian rapi dan bersenang-senang.


Hal-hal semacam ini mirip dengan pihak sosial manusia dari latar belakang orang kaya.


Nah, aku belum pernah melihat itu sekalipun.


aku pikir itu seperti itu oleh imajinasiku.


Aku melihat iblis dan mencoba untuk menemukan wajah-wajah yang ku kenal.


Tapi itu sebuah aula yang luas. Bukankah lebih besar dari lapangan sekolah?


Langit-langit benar-benar tinggi.


Ada juga chandelier mewah dan raksasa.

__ADS_1


Jadi ini adalah orang-orang dari keluarga Rias. Man, orang-orang kaya yang menakjubkan.


Aku ingin mendapatkan gelar kebangsawananku dengan cepat dan menjadi orang penting.


Ketika aku sedang memikirkan sesuatu seperti itu, aku melihat warna merah.


Seorang wanita yang memiliki rambut merah. Dia mengenakan gaun merah. Aku tahu itu dengan sekejap. Tentu saja. Karena itu seorang temanku ......


"Rias dan yang lainnya dimana kalian!!"


Ketika aku menyadari hal itu, aku memanggilnya Rias dan yang lainnya,suara teriakan menggema di seluruh aula.


Iblis di sekitar menatapku, dan Rias juga memandang ke arahku.


Aku tidak melewatkannya Rias membuka matanya lebar .


Aku juga tahu dia menggerakan bibirnya, mengatakan "Levi". Raiser ayam bakar bajingan, yang ada di sebelah , juga melihatku. Man, brengsek yang pamer dengan mengenakan tuksedo mewah!


"Hey kau! Apakah kau tahu di mana ini,dasar Ayam Bakar ........... "


Setelah berbicara dengan Raiser,Kemudian seorang pria dengan rambut merah-yang berada di jauh belakang berjalan ke arah kami. Itu adalah orang yang ada dalam potret tadi. Dia tampak menyerupai Rias ......


"Oni-sama."


Rias memanggilnya itu. Tunggu, Oni-samaaaaaaaaa!? ma ...... maka orang ini ....... Maou Sirzechs Lucifer!?


"Aku ingin melihat kekuatan Levi-kun, apakah boleh Levi-kun."


Tung-Tunggu dulu seorang Maou berbicara kepadaku?bagaimana aku tidak gugup?Maksudku coba bayangkan saja seorang Maou ingin melihat kekuatanku?


"Lalu, Sirzechs. Apa yang kau ingin lakukan? "


Seorang pria setengah baya dengan rambut merah bertanya pada Maou-sama. Rambut merah ........ Apa itu ayah Rias!?


"Ayah. Aku ingin membuat pesta adik kecilku yang lucu menjadi salah satu yang mencolok. Naga vs Phoenix. Apakah kau pikir ini acara utama? Untuk membangkitkan kelompok yang memiliki pertempuran diantara makhluk legendaris. Tidak ada yang bisa mengalahkan hiburan ini. "


Semua orang di aula menjadi diam dengan kata-kata Maou-sama. Sirzechs-sama kemudian menatapku.


"Dia naga, jadi kita perlu memberinya sesuatu yang besar ketika dia melakukan sesuatu yang besar. Sekarang Levi-kun. Aku akan memberikan apa pun. Gelar kebangsawanan? Atau wanita paling cantik? "


Maou-sama bertanya padaku sementara mengabaikan suara-suara orang lain di sekitarnya. Itu adalah tawaran terbaik yang aku bisa minta. Impianku berada di dalamnya. Sebuah gelar kebangsawanan. Dan wanita paling cantik. Dengan satu kata aku bisa memiliki salah satu dari itu. Tapi aku sudah memutuskan apa yang akan aku inginkan.


"Aku meminta Anda untuk memberikanku Rias Gremory kembali."


"Baiklah. Jika Kau menang, Kau dapat membawa Rias denganmu. "


Dengan ini, pertempuran antara Raiser dan aku hendak dimulai di aula ini.


"Terima kasih banyak."


Aku menundukkan kepalaku kepada Maou-sama yang kembali ke ujung lorong.


Bagian tengah aula dibersihkan terburu-buru.


Para iblis di aula sedang melihat ruang dengan mata tertarik. Para anggota klub dan Diablo duduk di tempat yang sama dengan Rias. Maou-sama juga hadir di samping Rias.


Pada sisi Phoenix, kerabat, bidak dan adik Raiser sedang duduk. aku dan Raiser yang saling berhadapan. Ini harus menjadi sebuah komplotan iblis. Aku sudah siap di . Raiser memiliki wajah percaya diri.


"Silakan mulai!"


Orang yang bertanggung jawab atas pertempuran memberikan panggilan untuk memulai pertandingan.


Pertempuran dimulai! tidak ada kata kembali! Ya, Aku hanya harus menang! Tapi sebelum itu, Raiser membiarkan sayap api keluar.


"Aku akan membalaskan dendam yang kau perbuat waktu itu,Terima ini!!"


Sihir Api keluar dari tangan Raiser,dia mengeluarkannya sambil terbang dilangit, Tapi....


Fiuh..


Aku meniup sihir api Raiser,api itu segela menjulang keatas.


"A-Apa? Ke-kenapa sihir apiku tidak mengenaimu." Kata Raiser memasang wajah keterkejutan.


"OiOi,Ada apa denga sihir apimu? Raiser Ayam Bakar-kun." Kata aku mengejek Raiser.


"Panggil Aku Phoenix,SIALAN!!" Kata Raiser.


Raiser segera menyelimuti api ditubuhnya,lalu terbang kearahku.


"Oii Lihatlah dirimu sekarang,kau makin mirip sekali dengan Ayam bakar!!" Kata aku sambil mengepal tinjuku.


setelah dia sampai tepat didepanku,aku segera meninju perutnya.


Bugh...

__ADS_1


Suara perut berbunyi,dia segera terlempar jauh dari arena dan membentur tembok.


Bruk...


[Cought.Cought]


Raiser batuk berdarah dan tidak berdaya.


"Ke-kenapa kau sangat kuat,Sialan!." Kata Raiser yang duduk didepan tembok yang hancur.


"Oyah...oyah..,apa kau menyerah Raiser Ayam Bakar-kun?." Kata aku.


"Tidak!tentu saja tidak!!." Kata Raiser sambil mengambil sesuatu disakunya.


Lalu ada sebuah tempat minum berwarna putih yang dikeluarkan Raiser dari sakunya,aku tahu itu adalah Air Mata Phoenix.


Air Mata Phoenix adalah obat penyembuh semua penyakit,obat ini sudah diwariskan dari zaman kuno oleh Keluarga Phoenix.


Jadi si ayam bakar itu melakukan kecurangan ya?haha lucu sekali.


"Lihatlah ini! Semua kekuatan pulih kembali,aku sekarang memiliki empat botol Air Mata Phoenix melawanmu." Kata Raiser setelah meminum Air Mata Phoenix.


"Hahaha! Kau sangat lucu Raiser ayam bakar-kun, baiklah-baiklah kalau begitu aku akan sedikit serius."


Raphael-san, tolong beralih ke mode Transformasi,Tyrany:Mode.


«Mengaktifkan Tyrany: Mode Sukses»


«Tyrany:Mode»



(ilustrasi mode tyrany)


Dengan cepat tubuhku mengeluarkan dua tanduk,dan dua belas pasang sayap iblis,lalu memancarkan aura Raja Iblis Tyrany milikku.


Semua orang yang menonton hal ini bisa merasakan aura menyeramkan keluar dari tubuhku,begitu juga Raiser.


"A-Apa?Ke-kenapa kau punya aura Raja Iblis?" Kata Raiser ketakutan.


"He'eh,memangnya tidak boleh ya aku mengeluarkan kekuatanku,kalau kau sudah selesai menyerang,izinkan aku menyerangmu."


Setelah berkata begitu,aku mengeluarkan sihir skill milik Anos Voldigoad.


[Geo Greas.]


Api Merah Hitam keluar dari telunjukku,dan segera menuju Raiser.


Ketika sampai disana api hitam itu segera meledak didepan muka Raiser.


Duar...


Gemuruh terdengar disekitar arena,tembok telah hancur,lantai retak bersamaan,dan Raiser terbakar hangus.


[Zora Edipto]


Aku mengeluarkan sihir pengikat untuk mengikat Raiser.


Setelah mengucapkan mantra sihir,rantai api merah hitam keluar dan segera mengikat Raiser yang terbakar.


Tap.Tap.Tap


Aku berjalan kearah Raiser yang terbakar seperti ayam bakar sungguhan.


"OiOi bocah!! lihatlah dirimu sekarang,kau semakin mirip sekali dengan ayam bakar,aku beri kau kesempatan untuk menyerah." Kata aku sambil mencengkram leher Raiser keatas.


Akhhh...


Raiser kesakitan karena cengkramanku,lalu dia berbicara dengan sedikit terputus-putus.


"Aku...me-menyerah,dan juga tolong panggil aku...Phoenix!!" Kata Raiser lalu pingsan.


Setelah Raiser menyerah,aku langsung melepas cengkraman dilehernya dan berbicara.


"Kau benar-benar Phoenix sejati,Raiser Phoenix-kun" Kata aku sambil tersenyum kearahnya.


Segera dengan cepat wasit pertandingan memberi pengumuman kemenangan.


"Pertandingan Selesai!! Pemenangnya adalah Levi Ozora."


Setelah wasit mengumumkan kemenanganku suara berisik dari kursi penonton,aku hanya mengabaikannya dan melihat kearah Rias berada lalu tersenyum.


Aku tidak melewatkannya Rias membuka matanya lebar dan menumpahkan satu tetes air mata. Aku juga tahu dia menggerakan bibirnya, mengatakan "Levi,terima kasih". 


Setelah itu aku pergi kearah ke klub penelitian gaib berada dan Diablo memberikan aku ucapan selamat.

__ADS_1


__ADS_2