GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
38- RAJA NAGA TIAMAT


__ADS_3

Kebesokan harinya, Levi sekarang masih pingsan ditempat tidurnya karena semua tenaganya dikuras.


Bangunan Akademi Kuoh sudah diperbaiki oleh para pekerja didunia bawah menjadi seperti semula.


Beberapa menit kemudian, Levi sekarang sudah kembali membuka matanya.


...LEVI*POV*...


"Aku ada dimana?." (Levi)


Sepertinya aku berada dirumah dan pingsan saat bertarung dengan Vali.


Kalau tidak salah Vali kabur dengan rekan satu timnya Arthur.


Armor Evolusi memang sangat menguras energiku, saat aku mengaktifkannya saja sudah menguras setengah energi, mungkin aku pingsan karena kehabisan energi, itu adalah kekurangan dari Armor Evolusi.


Tapi dia memiliki kelebihan yang sangat berlebihan, Azure bilang kalau aku serius menggunakan kekuatanku pada tahap rendah itu bisa menghancurkan sebuah kota, pada tahap menengah bisa menghancurkan pulau, pada tahap puncak mungkin bisa menghancurkan sebuah negara kesatuan.


Jadi saat aku melawan Vali aku bertarung dengan tidak serius sama sekali karena takut Kota Kuoh hancur karena bocah yang ingin mencoba kekuatan barunya.


Jujur saja sulit sekali mengendalikan aura dari Armor Evolusi, Azure bilang jika aku tidak bisa mengendalikan aura itu bisa menyebabkan kematian, itu memang terdengar sangat extream tapi begitulah kenyataanya, mungkin aku pingsan juga karena tidak bisa mengendalikan aura Armor Evolusi, mungkin aku minta Azure mengajariku nanti atau kapan-kapan.


Sekarang aku sedang dalam berjalan menuju kemeja makan, perut sekarang kosong sekali karena tidak makan selama seharian.


Aku melihat Akeno yang sedang masak didapur, tapi kenapa disini sangat sepi sekali? aku lebih suka sepi seperti ini dari pada banyak sekali yang berbicara omong kosong padaku.


Akeno yang melihatku turun dari tangga segera berlari lalu memeluk aku.


"Levi-kun aku senang sekali kamu sudah bangun, aku kira kamu tidak akan pernah bangun lagi." (Akeno)


Wanita memang suka berlebihan, itu hal yang sangat menyebalkan.


"Aku baik-baik saja, kamu lihat kalau aku sehatkan? aku lapar sekali, bisakah aku memakan masakanmu?." (Levi)


Akeno segera bersemangat mendengar Levi ingin memakan masakannya.


"Aku akan menghidangkan masakan yang enak untukmu, dan jadi istri yang baik untukmu dimasa depan." (Akeno)


Aku membalas perkataan Akeno dengan senyuman, Lalu dia segera kembali memasak dengan bersemangat.


"Akeno dimana yang lainnya?." (Akeno)


"Yang lain sedang pergi diajak oleh okaa-sama dan otou-sama kesuatu tempat, jadi hanya aku yang tinggal sendirian disini, aku berfirasat kalau kamu akan bangun hari ini, aku tidak menyangka kalau firasatku menjadi kenyataan." (Akeno)


"Sepertinya Ayah dan Ibuku melupakan anak aslinya." (Levi)


"Ayolah jangan mengeluh seperti itu, ini makan." (Akeno)


Akeno menaruh semangkuk sup didepan meja makanku, baunya harum sekali seperti masakan okaa-san, mungkin dia benar-benar akan menjadi istriku yang baik dimasa depan.


"Itadakimasu" (Levi)


Aku memakan masakan Akeno dengan wajah tersenyum dan Akeno segera memasang wajah kemerahan ketika melihat aku tersenyum.


Rasanya benar lezat masakan dari Akeno, mungkin selain okaa-san dia yang paling handal dalam memasak.


"Oh iya Akeno, bagaimana keadaan dari Akademi kemarinkan hancur karena aku bertarung dengan Vali." (Levi)


"Tenang saja tentang itu sudah ditanggung oleh pihak dunia bawah, mereka sudah memperbaiki Akademi seperti semula." (Akeno)


"Aku terbantu dengan itu." (Levi)


"Ngomong-ngomong tentang dunia bawah, dalam seminggu lagi akan diadakan pertemuan antara para Iblis muda di ibu kota dunia bawah." (Akeno)


"Houh, lalu apa hubungannya dengan aku?." (Levi)


"Rias mengajakmu kesana sebagai tunangannya, mungkin dia ingin memperkenalkan kamu pada Iblis muda lainnya." (Akeno)

__ADS_1


"Itu akan membosankan." (Levi)


"Ayolah semangat sedikit." (Akeno)


"Apa disana banyak makanan yang enak?." (Levi)


"Tentu saja ada." (Akeno)


"Baiklah aku ikut." (Levi)


Setelah itu aku segera menghabiskan semua makanan yang Akeno buat.


Sebelum meninggalkan ruangan makan, aku pergi ke Akeno lalu...


Umma...


Aku mencium kening Akeno, lalu Akeno sangat terkejut karena itu sangat tiba-tiba lalu dia memasang wajah merona.


"Hadiah karena sudah memasak." (Levi)


Aku segera meninggalkan Akeno yang sangat bahagia karena dicium olehku, Walaupun dia masih pacarku mungkin aku berpikir untuk bertunangan dengannya secepatnya.


Aku keluar dari rumah karena ingin mengunjungi ketempat sesuatu, aku mengenakan masker dan pakaian hitam.


Aku memakai masker karena untuk menutupi wajahku agar para gadis tidak terus mengoceh tentang ketampananku.



Aku sekarang ingin bertemu dengan Raja Naga Tiamat, aku ingin dia menjadi paarageku.


Aku tidak tahu dia ada dimana sekarang, jadi aku menanyakan tentang itu kepada Raphael-san.


Raphael-san, apa kau tahu dimana tempat dari Raja Naga Tiamat?


« Jawab. Raja Naga Tiamat berada disekitar gunung didunia bawah. »


Digunung? Astral sekali tempat persembunyian dia, jadi Raphael-san tolong aktifkan sihir ruang dan waktu dengan koordinat Persembunyian Raja Naga Tiamat.


« Sihir Ruang Dan Waktu : Koordinat Persembunyian Raja Naga Tiamat. »


Portal bundar muncul didepanku seperti biasa, lalu aku masuk kedalamnya.


Setelah aku keluar, aku berada ditempat yang asing dimataku, tempat ini sangat sejuk dan banyak sekali burung kecil berkicau dan berterbangan, mungkin kalau aku kebosanan aku bisa kesini.


Raphael-san, dimana tempat dari Raja Naga Tiamat berada?


« Jawab. Levi-sama bisa terus maju kedepan sampai bertemu air terjun, itu adalah tempat dia sekarang berada. »


Aku segera berjalan lurus kedepan dengan Raphael-san sebagai penunjuk jalannya.


Crash. Crash. Crash.


Suara air terjun sudah menyampai ditelingaku, lalu aku segera bergegas kesana.


Sesampainya disana aku melihat ada seorang gadis cantik berambut hitam duduk diatas pohon yang ada didekat air terjun, burung-burung mendekati wanita cantik itu.



Aku segera menghampiri gadis itu tapi sepertinya gadis itu sudah tahu keberadaanku.


"Apa yang ingin kamu lakukan disini manusia? bukan didalammu sepertinya ada sebuah naga." (Tiamat)


"Mungkin seperti itu, Raja Naga Terkuat Tiamat, benarkan?." (Levi)


"Jadi kamu sudah tau tentang aku, apa yang ingin kamu lakukan." (Tiamat)


"Sederhana, aku ingin kamu menjadi paarageku." (Levi)

__ADS_1


"He'eh, jarang sekali manusia berkata seperti itu, apa kau punya kemampuan untuk melebihiku?." (Tiamat)


"Mungkin aku punya kekuatan yang melebihimu." (Levi)


"Aku akan menjadi paaragemu dengan syarat kau bisa menghancurkan batu itu." (Tiamat)



Tiamat menunjuk kesebuah batu besar berwarna emas.


"Kenapa batu itu dihancurkan?." (Levi)


"Kata kamu memiliki kekuatan yang lebih kuat dariku, jadi aku memintamu untuk menghancurkan batu yang tidak bisa aku hancurkan." (Tiamat)


"Itu akan membosankan." (Levi)


Setelah itu Levi segera maju kedepan batu itu berada.


'Batu itu tidak bisa dihancurkan bahkan pada setingkat naga langit, aku penasaran pada tingkat apa naga yang dia miliki.' Pikir Tiamat.


[Emperor Gear : Evolution]



Sarung Tangan Emas muncul ditangan kananku lalu aku segera meninju batu emas itu.


Setelah meninju batu itu aku melepaskan kepalan tanganku lalu menuju ke tempat Tiamat.


"Ada apa? bukannya batu emas itu tidak hancurkan?." (Tiamat)


"Apa benar begitu? coba kau lihat dengan baik-baik." (Levi)


Crak.Crak.Crak.


Batu emas itu segera hancur karena pukulan dari Levi.


"Mustahil, batu itu bahkan tidak hancur oleh pemegang Sacred Gear Boosted Gear dan Divine Dividing." (Tiamat)


"Sebenarnya naga yang bersemayam didalam tubuhku adalah seorang Dewa Naga." (Levi)


"APA!! pantas saja kamu begitu sangat kuat sampai bisa menghancurkan batu itu." (Tiamat)


"Jadi apa kau bisa menjadi Paarageku?." (Levi)


"Tentu aku akan menepati janjiku, Etto.... Siapa namamu?." (Tiamat)


"Levi Ozora." (Levi)


Setelah itu aku memulai ritual memasukan Evil Pieces, pada awalnya aku bermaksud menjadikan Tiamat sebagai Rook, Tapi Evil Pieces Rook hancur karena tidak bisa menampung kekuatannya, lalu aku memasukan kedelapan pion kepada Tiamat.


"Sekarang kamu telah resmi menjadi paarageku, apa aku boleh memanggil namamu menjadi Tia?." (Levi)


"Tentu saja, Levi aku punya satu permintaan kepadamu." (Tiamat)


"Apa itu?." (Levi)


Tiamat segera memasang wajah memerah dan berbicara.


"Apa aku bisa menjadi kekasihmu?." (Tiamat)


"Kekasihku sudah ada tiga, tapi apa kau yakin dengan itu Tia?." (Levi)


Tiamat diam sebentar dan belum memberikan jawaban apapun.


"Apa kau tidak mau?." (Levi)


"A-Aku mau jadi kekasihmu." (Tiamat)

__ADS_1


Aku segera tersenyum kepada Tia, lalu menghelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.


Setelah itu aku segera kembali kerumah dengan Tiamat sebagai anggota bawahanku yang baru, dan sekaligus kekasih aku yang baru.


__ADS_2