GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
43- KUCING DAN NAGA


__ADS_3

...LEVI*POV*...


Aku sekarang sedang mengejar Rias dan Issei yang didepan untuk bergabung membuntuti Koneko-chan.


Aku bertanya-tanya apa Koneko-chan bisa merakan kekuatan senjutsu dari Kuroka? sepertinya Koneko-chan sudah sedikit menguasai tentang senjutsu.


Senjutsu sendiri merupakan kemampuan Nekomata untuk menggunakan teknik alam sebagai dasar kemampuan mereka.


Memang tidak mudah untuk bisa menguasai teknik senjutsu, karena dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi dan juga tekad yang kuat.


Karena hal inilah wajar jika kemudian tidak bisa sembarangan orang memiliki teknik senjutsu ini.


Selain senjutsu, teknik yang aku pelajari beberapa waktu lalu lebih jauh lebih tinggi karena teknikku menggunakan kekuatan alam semesta sebagai dasar kemampuannya.


Memang terlalu banyak cara untuk menjadi lebih kuat, tapi jika kalian mengambil metode kekuatan yang lebih tinggi pasti memiliki resiko yang lebih tinggi, itu adalah fakta dari semua kemampuan.


Aku sekarang sudah dekat dengan Issie dan Rias, mereka benar-benar berlari dengan sangat cepat, jangan suka membuang-buang tenaga kenapa.


"Oi Rias, Issei tunggu aku." (Levi)


Rias dan Issei segera berhenti, lalu menghampiri aku.


"Kalian berdua berlari sangat cepat tahu, dan itu sangat merepotkan jika mengejarnya." (Levi)


"Kami sedang mengejar Koneko." (Rias)


"Benar dia tadi berlari dengan cepat meninggalkan pesta." (Issei)


"Aku tahu itu, ayo kejar dia." (Levi)


"Tapi kita sudah ketinggalan sangat jauh, dia mungkin sudah sampai tujuannya." (Issei)


"Aku akan mengirim Familiarku untuk melacaknya." (Rias)


"Tidak perlu, kita pergi kehutan disana Koneko-chan berada." (Levi)


Aku segera berlari kearah hutan dan meninggalkan Issei dan Rias yang bingung kenapa aku tahu keberadaan Koneko-chan.


Saat dekat dengan hutan, aku bisa merasakan aura senjutsu milik Kuroka.


Sepertinya Koneko-chan benar-benar ingin menemuinya, ini akan menjadi sesuatu yang merepotkan.


Setelah kami terus bergerak sepanjang hutan selama beberapa menit, Rias menarik lenganku dan menyembunyikan kami dibayang suatu pohon, wanita memang suka sekali suatu yang gelap.


Saat aku menoleh sedikit dari pohon, aku melihat Koneko-chan disana, dasar gadis kucing kecil yang suka pergi kehutan diam-diam, aku mengejarmu sampai kecapean tahu, dan sekarang aku malah disuruh bersembunyi, memang menjadi pria menyulitkan.


Rias dan Issei serius memata-matai gerak-gerik dari Koneko-chan, untuk aku hanya mengeluarkan satu batang rokok dari sakuku, lalu membakarnya dan menghisapnya.


FUSHHH


Asap rokok keluar dari mulutku, aku benar-benar menjadi lebih rileks.


"Hei Levi kenapa kamu malah mengisap rokok?." (Rias)


"Levi-senpai benar-benar bar-bar." (Issei)


"Dari pada aku memata-matai seperti kalian, lebih baik aku merokok." (Levi)


"Levi-senpai apa umurmu cukup untuk mengisap rokok?." (Issie)


"Hei Issei umurku sudah delapan belas tahun kau tahu." (Levi)


"Kalian berdua jangan berisik, nanti kita akan ketahuan." (Rias)


"Aku tidak peduli, nanti kita juga akan keluar dari persembunyian." (Levi)


Rias dan Issei kembali memata-matai, dan aku kembali menghisap rokok, ah ini menyenangkan.


Aku berpikir sudah seperti seorang Mafia sungguhan.


Koneko-chan tengah gelisah menolehkan wajahnya ke depan dan belakang di tengah tengah hutan seolah sedang mencari sesuatu.


Kemudian, dia menyadari sesuatu dan mengalihkan tatapannya ke arah Kuroka. 


"Lama tak jumpa, ya?." (Kuroka)


Muncul tanpa membuat suara adalah wanita berbusana kimono hitam.


Apa Kuroka tidak pernah mandi? dia selalu memakai pakaian seperti itu, kucing memang takut air.


"!....Kamu." (Koneko)


Seluruh tubuh Koneko-chan berguncang dengan kekagetan luar biasa.


"Hallo, Shirone. Ini aku, Onee-chanmu." (Kuroka)


"Kuroka-neesama........" (Koneko)


Koneko-chan dengan serak mengucapkan nama itu.


Issei sepertinya dia tidak mengenal Kuroka, jadi dia sangat terkejut kalau Koneko-chan punya kakak.

__ADS_1


Rias menjelaskan ke Issei tentang Kuroka, dia menjelaskan kalau Kuroka adalah iblis buangan yang membunuh majikannya, walaupun kisah aslinya bukan seperti itu.


"Onee-chan sangat terkesan kamu datang sejauh ini dengan mengikuti kucing hitam yang menyelinap ke dalam pesta ini." (Kuroka)


".....Nee-sama. Apa apaan ini?" (Koneko)


Ada kemarahan di suara Koneko-chan. Tapi, Kuroka hanya tersenyum.


“Jangan buat wajah seram begitu. Aku hanya punya sedikit keperluan untuk diurus. Kudengar para Iblis sedang mengadakan pesta disini, karena itu aku jadi sedikit tertarik." (Kuroka)


Apa benar begitu niat kucing hitam ini dasar dia tidak pernah jujur pada dirinya sendiri, aku tahu kalau Kuroka ingin melihat adiknya.


"Mungkinkah kamu adalah anggota dari kelompok Gremory?" (Bikou)


Suara yang belum pernah kudengar tiba tiba muncul.


Kemudian seorang pria tampan yang mengenakan armor China kuno datang


Itu adalah Son Goku Bikou! Rekan Vali! 


Yang ketahuan disini hanya Rias dan Issei, aku masih bisa menyembunyikan keberadaanku, karena aku malas bertemu dengan Kuroka.


"Biarpun kalian berdua menghapus hawa keberadaan kalian, itu sia sia saja. Dengan orang sepertiku dan Kuroka yang menguasai senjutsu, kami bisa dengan teliti mendeteksi kalian dengan hanya sedikit perubahan pada aliran jiwa kalian." (Bikou)


Dasar monyet bodoh, kamu saja tidak menyadari keberadaanku, aku menyuruh Rias dan Issei untuk diam, dan terus keluar dari persembunyian tanpa aku.


"......Ise-senpai, Buchou." (Koneko)


Koneko-chan terkejut karena dia melihat Rias dan Issei membuntutinya.


"Ngomong ngomong Buchou, apa itu senjutsu? Apa itu berbeda dengan sihir dan mantra yang biasa dipakai para Penyihir?" (Issei)


"Ya, senjutsu itu berbeda dari sihir dan mantra." (Rias)


Rias benar senjutsu itu berbeda dari sihir, Perbedaan terbesarnya adalah senjutsu menekankan betapa pentingnya sesuatu bernama chakra.


Aura yang merupakan kekuatan orisinil yang mengalir dalam jiwa seseorang, dengan kata lain energi kehidupan seseorang, dan mengubahnya menjadi aliran konstan.


Itu adalah kekuatan yang mirip namun berbeda dengan sihir pada Iblis dan kekuatan cahaya pada Malaikat.


Kekuatan destrktifnya memang tak bisa menandingi sihir atau kekuatan cahaya, namun senjutsu bisa memanfaatkan bagian tersembunyi dalam tanaman, hewan, dan orang orang.


Untuk contoh, kalau seseorang mempelajari senjutsu, dikatakan kalau mereka akan handal dalam membaca aliran jiwa seseorang, dari aura mereka, dan mereka juga bisa membaca pergerakan target yang jauh sampai derajat tertentu.


"Kami juga bisa mengendalikan aliran jiwa dan bisa memperkuat baik interior atau eksterior tubuh kami, atau mengontrol jiwa dari pepohonan di sekeliling, membuat mereka mekar, atau membuat mereka gugur, nyan♪. Senjutsu adalah kemampuan yang memanipulasi aliran kehidupan. Kami bisa merusak jiwa lawan kami, dan memicu kerusakan pada energi kehidupan mereka dengan memotongnya. Karena metode memperbaiki energi kehidupan seseorang itu terbatas untuk sihir Iblis dan sihir pada Penyihir sebagai perbandingan, metode serangan ini hampir selalu berdampak pada kematian—nyan♪." (Kuroka)


Hentikan pembicaraan tentang Senjutsu, sampai sekarang saja kalian belum menyadari keberadaanku, dasar kucing dan monyet bodoh.


"Kalian terus mengoceh tentang Senjutsu, itu sangat menyebalkan kau tahu, kalian saja belum menyadari aku dari tadi." (Levi)


Kuroka dan Bikou terkejut karena mereka tidak bisa merasakan hawa keberadaanku, begitupun Koneko-chan dia mengira kalau Rias dan Issei saja yang mengikutinya.


".....! Levi-senpai." (Koneko)


"Halo Koneko-chan, hei kucing bau kita bertemu lagi bukan?." (Levi)


"....Levi kenapa kamu disini?." (Kuroka)


"Bukannya aku yang bertanya, kenapa kamu ada disini Kuroka?." (Levi)


"Siapa pria ini Kuroka?." (Bikou)


"Dia adalah Levi Ozora, yang pernah mengalahkan Vali." (Kuroka)


"Hei-Hei, jadi dia adalah Emperor Dragon yang sering dirumorkan itu? aku cukup terkejut bisa bertemumu." (Bikou)


Aku tadinya juga tidak ingin bertemu dengan kalian kucing dan monyet bau.


"Hei, Kucing bau kenapa kamu ada berada disini?." (Levi)


"Sebenarnya kami sedang bebas dari tugas hari ini, jadi aku pergi kesini untuk bertemu dengan Shirone,dan membawa Shirone bersamaku." (Kuroka)


"Anak ini adalah budakku. Takkan kubiarkan kalian menyentuh bahkan satu jari padanya!" (Rias)


"Ara ara ara ara, apa yang kamu bicarakan, nya? Dia adalah adik perempuanku. Aku punya hak menyayanginya. Iblis Kelas Tinggi sepertimu tak memiliki hak seperti itu." (Kuroka)


Ah situasinya menjadi sangat merepotkan, tolong jangan berdebat aku pusing mendengarnya.


"Kalau kamu ingin membawanya kamu harus melawanku." (Levi)


"....Levi-senpai jangan melawan Nee sama, karena dia kuat." (Koneko)


Aku tersenyum mendengar perkataan dari Koneko-chan, dan menghelus kepalanya lalu berbicara.


"Tenang saja, aku kuat kok, aku tidak akan membiarkan kamu dibawa oleh kucing dan monyet ini." (Levi)


Koneko-chan memasang wajah kemerahan dan mengangguk.


"Aku juga ingin melihat bagaimana kekuatan dari Levi." (Kuroka)


"Hahaha, ini akan seru." (Bikou)

__ADS_1


"Yareyare, ini akan sedikit membosankan, Issei dan Rias kalian berdua serahkan dia padaku." (Levi)


Mereka berdua mengangguk, dan aku bersiap untuk bertarung.


Pertama Kuroka melepaskan sihirnya, tiba-tiba keadaan disekitar berubah dengan sangat drastis.


".....Kuroka, jadi kamu tidak hanya mempelajari senjutsu, youjutsu, dan sihir Iblis, namun juga kemampuan untuk mengendalikan ruang?" (Rias)


"Aku tak berlebihan seperti berlatih mengontrol waktu, tapi aku cukup memahami cara mengontrol ruang. Kalau aku memakai teknik perisai yang diperlukan, itu akan jadi sangat mudah. Aku menutupi seluruh hutan ini dengan perisai dan mengisolirnya dari dunia luar. Karena itu biarpun kita melakukan hal hal menghebohkan disini, tak akan bocor keluar dan para Iblis diluar takkan tahu apa apa." (Kuroka)


Begitu jadi dia bisa mengontrol ruang, ah ini akan sedikit merepotkan.


Aku segera melepaskan semua aura alam semestaku dan mata biruku menyala dengan hebat.



CRAKK!!!


Setelah mengeluarkan aura hitam alam semesta sihir perisai Kuroka hancur tak tersisa, Bikou yang melihat ini hanya bengong seperti orang bodoh.


"Le-Levi kamu juga memiliki Senjutsu itu mustahil." (Kuroka)


"Ini bukan Senjutsu yang hanya menyerap energi alam dibumi, tapi ini adalah energi yang telah menyerap seluruh alam semesta." (Levi)


Kuroka gemetaran dan ketakutan setelah Levi mengatakan itu, dan Bikou tidak mengerti apa yang Levi katakan.


"Sekarang mari kita bertarung." (Levi)


Mata biru Levi kembali menyala dan segera melompat kearah Bikou dan Kuroka berada.


Bikou memulai menyerang Levi dengan tongkat Sun Wokong miliknya, tapi Levi dengan mudah menahan tongkat itu dan segera melepas sihir hitam ke Bikou.


[Geo Greas]


Sihir hitam menuju kearah Bikou, Bikou berusah menghindari itu, akan tetapi...


DUARR!!!


Sihir millik Levi meledak didepan mata Bikou, Bikou jatuh dengan tubuh yang sangat hancur.


Tapi Levi belum selesai dia segera mengeluarkan api warna biru miliknya, api ini adalah api yang dia serap dari kekuatan alam semesta.



[Fire Blue Sarphir]


Api Biru itu segera kearah Bikou yang sedang terluka.


DUAR!!


Sihir Api Biru itu meledak, area dihutan hancur dengan lebur, Bikou segera kehilangan kesadaranya.


Lalu Levi segera kearah Kuroka dengan dilapisi aura hitam alam semesta dan mata biru yang menyala.



Kuroka segera bersiap-siap bertarung walaupun dia sedang ketakutan.


Tapi Levi dia segera datang ke depan Kuroka dengan sangat cepat lalu...


"Dasar gadis bodoh." (Levi)


Levi bukan menyerang Kuroka tapi dia segera mengelus kepala Kuroka.


"......Eh?...." (Kuroka)


"Kalau kamu ingin menemui Koneko chan, kamu bisa datang kerumahku, kamu juga bilang akan bergabung denganku dimasa depankan?." (Levi)


"Tapi apakah aku benar-benar boleh bertemu dengan Shirone?." (Kuroka)


"Tentu saja." (Levi)


Levi memberikan senyumannya kepada Kuroka dan Kuroka memasang wajah kemerahan.


"Sekarang kamu bisa kembali dulu ke Tim Vali, dan bawa monyet itu." (Levi)


Kuroka mengangguk dan membawa Bikou dengan sihir teleportasi.


"Levi sampai nanti." (Kuroka)


Kuroka memasang wajah tersenyum lalu menghilang.


Rias dan lainnya segera berlari kearahku.


"Levi apa baik-baik saja jika dia akan sering berkunjung kerumah kita?." (Rias)


Levi segera menjelaskan kenapa dia memperbolehkan Kuroka kerumahnya dan memberitahu kebenaran tentang Kuroka.


Lalu yang lainnya segera menyetujuinya dan merasa kasihan kepada Kuroka.


Koneko-chan yang mendengar kebenaran tentang kakaknya, segera menangis, lalu Levi segera menenangkannya.

__ADS_1


Mereka semua segera kembali kepesta diadakan.


__ADS_2