
LEVI*POV*
Seusai mengalahkan para Iblis aku dan para Yokai memutuskan untuk pulang.
Area disekitar bekas pertarungan menjadi sangat hancur karena Pedang Venudzhonor, dan para Yokai yang melihatnya segera gemetar dan memasang wajah bodoh.
Yasaka yang melihatnya hanya bisa tertegun, dan Kunou sampai sekarang masih menutup matanya karena masih ketakutan.
Aku juga menjelaskan kepada Yasaka dan Kunou tentang kekuatan, tentunya ceritanya aku rubah sedikit.
Sepertinya para Yokai sangat terkejut kalau aku memiliki kekuatan supernatural, mereka memang menganggap aku manusai normal.
Disisi lain Kunou sangat kagum padaku, ketika dia melihat aku bertarung, dia berkata kalau aku keren, Aku pikir sikap seperti itu memang pantas untuk anak seusianya.
Yasaka dan Yokai lainnya memang merasakan kekuatan yang abnormal datang dariku, mereka mengorek semua informasi tentang aku, aku sampai dibuat pusing oleh mereka semua.
Mereka memang sangat tidak menyangka kalau aku memiliki kekuatan yang besar, apa lagi tentang Pedang Venudzhonor.
Aku menjelaskan pada mereka, kalau Pedang Venudzhonor adalah Pedang yang bisa menebas semua hukum dunia, dan ketika seseorang melihat pedang ini, dia akan lenyap tak tersisa.
Mendengar penjelasan tentang Pedang Venudzhonor, mereka sangat ketakutan dan kagum, mereka menggunakan ekspresi yang seperti itu.
Juga aku tidak lupa untuk menceritakan tentang Sarung Tangan Emasku, ketika mendengar kalau ada Naga yang bersemayam didalam tubuhku, mereka tambah syok lagi, tentunya aku tahu itu, mereka hanya tahu kalau Welsh Dragon dan Vanishing Dragon yang ada berada didalam Sacred Gear, aku menjelaskan pada mereka kalau Naga yang bersemayam didalamku adalah Naga Tipe Baru, dan Azure yang mendengarnya tidak terima karena dia dibilang Naga Tipe Baru.
Butuh beberapa waktu untuk menjelaskan pada mereka tentang kekuatan aku.
Beberapa menit kemudian, aku sudah sampai dirumah Kunou, aku segera masuk ke kamar mandi dan berendam di air panas, aku mandi karena tubuhku dipenuhi oleh darah bekas pertarungan tadi.
Saat mandi aku sangat terganggu karena Yasaka mengintip aku mandi, apa dia ingin mencoba melihat Excalibur aku? aku tidak peduli dengan itu.
Dia mengintip dengan cara yang sangat tidak ahli, dia memang masih pemula dalam mengintip orang mandi.
"Oi Yasaka jangan mengintip aku, itu memalukan." (Levi)
"Ara... Aku ketahuan toh, fufu kalau begitu selamat berendam lagi." (Yasaka)
Yasaka berkata sambil pergi, akhirnya aku bisa berendam dengan tenang.
Sebenarnya hari adalah hari terakhir aku di Kyoto, dua hari lagi aku masuk sekolah karena itu aku pulang.
LEVI *POV* END
Beberapa hari kemudian, sekarang adalah hari pemberangkatan Levi kembali kerumah.
Levi sedang mengemasi semua barang-barangnya dengan dibantu oleh Kunou dan Yasaka, Yasaka juga memasak bekal untuk Levi selama perjalanan pulang ke Kota Kuoh.
Levi tidak enak menolaknya, dan menerima bekal yang dibuat oleh Yasaka.
__ADS_1
Levi kembali menggunakan kereta dari Kyoto sampai kembali ke Kota Kuoh, Yasaka bahkan memesankan tiket kereta yang mahal, itu adalah tiket Kereta Shinkansen.
Shinkansen , juga sering dipanggil (kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railywash.
Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam.
Karena tidak punya pilihan selain menerima tiket kereta Shinkansen, Levi hanya bisa mendesah ketika menerima tiket kereta Shinkansen.
Yasaka dan Kunou juga mengantar Levi sampai ke stasiun, Kunou tidak membiarkan Levi pulang karena dia akan menjadi kesepian lagi, akan tetapi hal itu bisa diatasi Yasaka dengan mudah.
Kunou datang mendekat kearah Levi dan mencium pipinya.
"Hei Kunou! Apa yang kamu lakukan? itu tiba-tiba." (Levi)
"Habisan Levi Onii-chan sudah mau pergi, jadi itu ciuman untuk selamat tinggal." (Kunou)
Kunou mengatakan sambil memerah, Levi hanya bisa menyipitkan matanya ketika mendengar hal itu.
"Tenang saja Kunou, aku akan kembali ke Kyoto, saat liburan sekolah tiba." (Levi)
Mendengar perkataan Levi, Kunou segera memasang wajah berbinar.
"Benarkah? kalau seperti itu, aku akan menjadi pendamping kamu keliling Kyoto lagi." (Kunou)
"Aku dengan senang hati menerima kamu menjadi pendamping kami nanti." (Levi)
"Itu benar, mungkin aku berkunjung dengan temanku dilain waktu, kamu juga bisa berteman baik dengan mereka." (Levi)
Kunou tersenyum mendengar perkataan Levi, dan tiba-tiba datang ke arah Levi lalu memberi Levi ciuman lewat bibirnya, wajah Levi sangat memerah karena ini sangat tiba-tiba.
Levi segera melepas bibirnya dari Yasaka, dan wajahnya semakin memerah.
"Yasaka! apa yang kamu lakukan? ini di stasiun loh!" (Levi)
Mendengar perkataan dari Levi, Yasaka hanya bisa tersenyum, sedangkan Kunou cemburu melihat tingkah laku Yasaka.
"Fufufu, kamu memang tidak peka Levi, aku mungkin sudah memutuskan untuk Levi menjadi ayahnya Kunou yang baru." (Yasaka)
"Ibu apa yang kamu katakan? Levi Onii-chan milikku." (Kunou)
"Tidakkah kamu berpikir untuk memiliki adik laki-laki atau perempuan Kunao?" (Yasaka)
"Tapi jangan dengan orang yang aku sukai!" (Kunou)
Levi yang melihat mereka memperebutkan dirinya hanya bisa mendesah dan berharap kereta datang dengan cepat.
Tun! Tun! Tun!
__ADS_1
Butuh beberapa waktu Levi mendengar keributan kecil ini, dan akhirnya Kereta Shinkansen telah tiba.
Kereta ini berbeda sekali dengan kereta pada umumnya, perbedaannya adalah bentuknya, bentuk dari Kereta Shinkansen adalah condong kedepan seperti pesawat, ini memang lebih mirip pesawat dari pada Kereta.
"Jumpa lagi, Yasaka dan Kunou." (Levi)
"Jumpa lagi, aku akan menunggumu di bulan depan." (Kunou)
"Ara, semoga Levi tidak akan melupakan kami." (Yasaka)
Mendengar perkataan mereka, Levi segera tersenyum manis, dan mereka berdua segera memasang wajah kemerahan.
Levi segera memasuki Kereta Shinkansen, dia duduk di paling pojok kanan, dan duduk sambil mendengarkan musik yang disetel di Kereta Shinkansen.
Kereta Shinkansen hanya butuh waktu tiga puluh menit tiba ke Kota Kuoh, berbeda dengan kereta lainnya yang membutuhkan beberapa jam.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya Levi sudah tiba di Kota Kuoh.
Ketika keluar dari Kereta Shinkansen, dia segera mengambil nafas di udara lalu menghembuskannya, dia sangat rindu dengan hawa di Kota Kuoh ini.
Dia segera memesan Taxi untuk pergi ke rumahnya kembali.
Beberapa menit kemudian, Levi sekarang sudah tiba di rumahnya, dan mencium aroma masakan Ibunya.
Sejujurnya Levi tadi sudah makan bekal yang Yasaka buat dikereta, tapi ketika mencium aroma masakan Ibunya, dia menjadi lapar lagi.
Tok. Tok. Tok.
Levi mengetuk pintu rumah dan seseorang membukakan pintu untuknya.
Nguek!!
Pintu terbuka dan seorang wanita rambut hitam panjang seperti ekor kuda yang menyambutnya.
"Selamat data-" (Akeno)
Ketika Akeno melihat wajah yang datang ketempatnya adalah seseorang yang dicintai, dia segera memeluknya.
"Kamu pergi tidak bilang-bilang, aku sangat rindu." (Akeno)
Levi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengelus kepala Akeno lalu berbicara....
"Aku pulang." (Levi)
Mendengar suara Levi, semua orang segera menghampirinya, lalu Levi segera diomeli karena pergi ke Kyoto tanpa bilang ke teman-temannya dan hanya orang tuanya yang tahu.
Levi duduk dilantai sambil mendengarkan omelan para gadis dan berharap situasi menyebalkan ini menghilang.
__ADS_1