
Setelah Levi berteman dengan Ophis, dia sudah kembali ke rumahnya dan la memiliki sebuah rencana.
Hari minggu Levi rencananya akan pergi Kyoto, dia bertujuan untuk bertemu dengan Kunou dan Yasaka.
Yasaka sendiri adalah pemimpin para yokai di Kyoto, sedangkan Kunou adalah putrinya.
Levi ingin bertemu mereka agar jika dia berpergian ke Kyoto dengan teman-temannya, Yasaka atau Kunou bisa mendampingi berkeliling Kyoto.
Levi ingin pergi ke Kyoto dengan secara manual menggunakan kereta, dengan alasan dia ingin melihat pemandangan dunia luar jika menaiki kereta.
Juga dia pergi kesana hanya sendiri, dia malas jika bersama dengan teman temannya dia tidak bisa merasakan pemandangan Kyoto lebih dalam.
...LEVI*POV*...
Sekarang aku sedang bersiap-siap untuk pergi Kyoto, tentunya aku sudah mendapatkan izin oleh orang tuaku.
Tapi aku tidak memberitahukan tentang ini kepada teman-temanku, aku hanya ingin pergi kesana sendiri.
Mungkin bulan depan atau lebih, aku bisa kesana dengan teman-temanku.
Seperti yang kalian tahu aku kesana bertujuan untuk bertemu dengan Pemimpin para Yokai Yasaka dan putrinya Kunou.
Pada karya aslinya Yasaka adalah rubah berekor sembilan semacam kyubi, dia sepertinya juga bisa menggunakan Senjutsu seperti Nekomata.
Populasi Yokai disana juga cukup banyak, akan tetapi banyak rumor kalau mereka sekarang ini sering sekali bertarung dengan Iblis liar.
Aku tidak tahu mengapa Iblis liar bisa menyerang para Yokai.
Sekarang aku berada stasiun Kota Kuoh, menunggu kereta yang berangkat menuju Kyoto.
Aku bernampilan berbaju serba hitam, memakai kacamata hitam dan memakai ransel dipunggungku.
Diranselku aku membawa beberapa makanan ringan juga beberapa peralatan medis untuk berjaga-jaga.
Tun. Tun. Tun.
Selang beberapa menit kereta yang menuju Kyoto akhirnya tiba, aku masuk kedalam kereta dan duduk dipaling pojok kiri kereta.
Setelah aku masuk kedalam kereta banyak para gadis yang terus menatap kearahku dengan wajah memerah, aku cukup mengabaikan itu saja dan aku bermain game diHP-ku.
Karena aku mendapatkan uang tunai ketika turnamen beberapa waktu lalu, aku membeli handphone edisi terbaru.
Aku pikir jika membeli sebuah handphone bisa menghilangkan sebuah kebosanan.
Selang beberapa jam dikereta, aku sudah bisa melihat pemandangan Kyoto dari dalam kereta.
Di Kyoto terdapat beberapa situs bersejarah peninggalan masa lalu yang memiliki suasana tenang namun misterius.
Para wisatawan yang datang dapat merasakan ketenangan di tempat ini.
Beberapa situs bersejarah yang ada di sini termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia.
Di antaranya adalah Kuil Toji dengan pagoda 5 tingkatnya, Kuil Kinkakuji, Kuil Ginkakuji, Kuil Kiyomizudera, Kuil Kamigamo, dan Kuil Shimogamo.
__ADS_1
Selain itu, kalian juga bisa melihat keindahan taman khas Jepang yang ada di Kuil Tenryuji dan Kuil Ryoanji.
Area Kyoto berbentuk persegi yang membentang dari utara ke selatan dan barat ke timur.
Maka dari itu, menemukan alamat di Kyoto sangatlah mudah.
Juga banyak para wisatawan yang ke Kyoto menggunakan bus pariwisata, karena aku kesana secara individual jadi aku menggunakan kereta, dengan kereta juga bisa menyaksikan pemandangan dari Kyoto walaupun tidak sedekat bus pariwisata.
Beberapa menit telah berlalu, sekarang kereta sudah tiba di Stasiun Kyoto, setelah keluar dari kereta aku segera memesan taxi untuk pergi ke Nishiki Market.
Nishiki Market atau bisa dikatakan dalam jepang Nishiki Ichiba adalah makanan musiman khas Kyoto atau yang biasa disebut dengan "dapur" Kyoto.
Karena aku mulai lapar, aku berpikir untuk mencoba merasakan makanan khas Kyoto.
Aku sekarang sudah turun dari taxi dan sudah tiba di Nishiki Market, Nishiki Market sendiri sangat mirip seperti pasar tradisional pada umumnya.
Perbedaannya disini banyak sekali yang menjual makanan cepat saji, dan banyak warga lokal atau wisatawan yang berkunjung kesini.
Saat berkeliling di Nishiki Market, akhirnya aku memberi keputusan untuk memakan Hamo No Otoshi.
Aku membeli Hamo No Otoshi sebanyak lima buah, Kuliner ini biasanya sangat populer ketika musim panas tiba di Kyoto.
Terdiri dari olahan ikan yang tulangnya sudah dipisahkan dari dagingnya.
Ikan yang dipilih pun ikan berkualitas, menjadi menu makanan ini terlihat mewah.
Yang memasaknya pun biasanya adalah chef yang sudah ahli.
Setelah berkunjung di Nishiki Market, hari sudah sore hari aku memutuskan untuk berkunjung ke Kuil Fushimi Inari Taisha.
Aku sekarang sudah menaiki taxi untuk berkunjung kesana, selang beberapa menit menuju kesana, akhirnya aku sudah tiba di Kuil Fushimi Inari.
Kuil ini berlokasi di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang.
Keunikan dari wisata Fushimi Inari Taisha adalah terdapat deretan gerbang warna merah di pinggir jalan masuk dari kuil ini.
Sore hari sebelum matahari terbenam menjadi waktu yang paling tepat untuk berkunjung dan berfoto ke salah satu kuil terindah ini.
Selain itu, para pengunjung bisa beristirahat dan menikmati makanan khas dari restoran yang ada di sekitar sini.
Aku juga beristirahat disini sambil memfoto pemandangan disini.
Aku mengeluarkan makanan ringan yang ada diranselku dan memakannya sambil melihat pemandangan dari Kuil Fushimi Inari Taisha.
"Aduh...!!" (???)
Suara gadis kecil terjatuh tepat didepanku selagi waktu aku istirahat.
Gadis kecil itu memakai yukata putih, berambut pirang dan tentunya sangat imut.
Dia terjatuh karena berlari disekitar Kuil, kakinya terluka, dan aku segera menghampirinya.
Aku tahu dia adalah Kunao, putri dari pemimpin para yokai, dan juga aku merasakan aura yokai darinya.
__ADS_1
Disini aku menyembunyikan semua auraku, tentunya para yokai maupun makhluk supernatural lainnya hanya tahu kalau aku adalah manusia biasa.
"Apa kamu baik-baik saja, kakimu terluka ya?" (Levi)
Aku segera menghampiri gadis kecil itu, dan dia segera melihat wajahku sambil memerah.
"A-Aku tadi terjatuh." (Kunao)
Aku hanya memasang wajah tersenyum kepadanya, lalu mengeluarkan peralatan medis dari ranselku.
Aku mengobati lukanya menggunakan obat seperti betadine, dan menutup lukanya menggunakan hansaplast.
"Kamu sekarang sudah baik-baik saja, aku sudah menutup lukamu, dan menghentikan pendarahannya." (Levi)
"Terima kasih, Onii-chan." (Kunou)
Kunou memberikan senyuman tulus kepadaku, dan aku juga membalasnya dengan senyuman.
"Bukan masalah, kalau begitu aku ingin pergi dulu." (Levi)
"Tunggu Onii-chan, apa kamu disini sebagai wisatawan?" (Kunou)
"Benar, aku disini ingin melihat pemandangan dari Kyoto." (Levi)
"Sebanarnya aku adalah warga lokal disini, aku juga tahu semua tempat di Kyoto, jadi aku bisa menemani Onii-chan berkeliling." (Kunou)
"Benarkah begitu? kalau seperti itu aku tidak bisa menolaknya, tapi lebih baik kita berkeliling Kyoto besok karena matahari sedikit lagi mau terbenam, dan aku harus mencari penginapan." (Levi)
Mendengarkan perkataan aku, Kunou berpikir sejenak lalu berbicara.
"Ano, kalau Onii-chan mau, kamu bisa menginap dirumahku." (Kunou)
Aku menyipitkan kedua mataku dan berbicara.
"Bukannya nanti aku akan merepotkan keluargamu?" (Levi)
"Tidak, sebenarnya aku hanya tinggal dengan ibuku dan kami berdua kadang-kadang kesepian." (Kunou)
Mendengar perkataan Kunou yang sepertinya sedih, aku memberikan senyuman kepadanya.
"Baiklah kalau begitu aku menerimanya, dan juga sepertinya aku belum memperkenalkan diri, Namaku Levi Ozora, salam kenal." (Levi)
"Benarkah? Yeay!! Namaku Kunou, Levi Onii-chan bisa memanggilku sesuka hatinya." (Kunou)
"Baiklah Kunou-chan, kamu pimpin jalannya." (Levi)
Kunou dan aku berjalan kerumahnya Kunou, tapi dia berjalan dengan kaki yang tampak masih sakit, itu mungkin efek dari lukanya.
Aku segera merendahkan postur tubuhku bertujuan untuk menggendong Kunou.
"Naik kepunggung aku, kaki kamu masih terluka." (Levi)
"Tapi Levi Onii-chan-" (Kunou)
__ADS_1
Sebelum menyelesaikan kata-katanya Levi memberikan wajah senyuman tulus kepada Kunou.
Kunou segera menaiki punggung aku sambil memerah, aku menggendong Kunou sampai ketujuan.