
Sekarang aku sedang menatap diluar jendela menyaksikan keindahan bintang saat pesta berlangsung, aku meminum secangkir wine dan mengambil rokok disaku.
HUFFF....
Aku menghebuskan asap rokok diluar jendela, asap itu berhembus menjulang kelangit.
"Damainya." (Levi)
Tap. Tap. Tap.
Aku mendengar suara langkah kaki mencapai telingaku, saat aku menoleh kearah sumber suara aku melihat seorang pria kekar dengan rambut hitam kecoklatan dan wanita cantik berambut pirang.
Aku hanya melihat mereka sekilas dan kembali melihat langit lalu mengisap rokok dengan menikmati sensasinya.
Pria dan wanita itu berdiri didepanku, aku kenal dengan mereka, dia adalah Sairaorg Bael Kepala Keluarga selanjutnya dari Keluarga Bael dan Queennya Kuisha Abaddon.
"Kenapa kamu berada disini, Levi Ozora benarkan?." (Sairaorg)
"Jadi kamu mengenalku, aku tidak terlalu tertarik dengan pesta." (Levi)
"Sepertinya kamu memiliki sifat yang sama denganku, aku juga tidak terlalu suka dengan pesta." (Sairaorg)
Aku kembali menghisap rokok dan meminum secangkir wine.
"Oh iya namaku Sairaorg Bael kepala keluarga selanjutnya dari Keluarga Bael, dan yang disampingku adalah Queenku namanya Kuisha Abaddon." (Sairaorg)
"Salam kenal." (Kuisha)
Aku kembali menghisap rokok lalu membuang asap nya kemudian berbicara kepada mereka.
"Namaku Levi Ozora, walaupun kalian sudah mengenalku." (Levi)
"Levi Ozora, aku ingin kamu jaga baik-baik sepupuku Rias Gremory." (Sairaorg)
Aku sudah tahu kalau Sairaorg adalah sepupunya Rias, karena ibunya Rias dulunya adalah Keluarga Bael.
Aku memberi senyuman kepada Sairaorg dan berbicara dengan nada yang sopan.
"Aku akan menjaga Rias dengan baik-baik." (Levi)
"Aku menunggu kata-katamu itu menjadi kenyataan, oh iya apa kau benar-benar pemegang Sacred Gear Naga seperti Boosted Gear atau Divine Dividing?." (Sairaorg)
"Itu mungkin benar." (Levi)
"Sepertinya aku sangat tertarik denganmu Levi Ozora, aku menantikan pertandingan kita suatu saat nanti." (Sairaorg)
Aku hanya menanggapi perkataan Sairaorg dengan senyum lalu kembali meminum secangkir wine, tapi ada apa dengan Queennya Sairaorg? mukanya nampak memerah ketika dia melihat wajahku.
Aku berbincang-bincang dengan Sairaorg tentang Rating Game, walaupun aku sedikit tahu tentang Rating Game, tapi Sairaorg adalah seorang yang maniak bertarung, berbanding terbalik denganku yang malas sekali bertarung jika alasannya tidak jelas, bertarung tanpa tujuan yang jelas hanya buang-buang waktu, itu adalah motto pentingku.
Seperti yang kalian tahu aku pada kehidupan sebelumnya adalah orang yang sangat pemalas, aku dulu berpikir kalau dunia seperti bumi memang benar-benar membosankan, tapi sesudah bereinkarnasi aku bisa merasakan kerinduan pada bumi, sifat manusia memang bisa berubah-rubah, itu adalah fakta tentang makhluk mortal bernama manusia.
Tapi sesudah reinkarnasi aku banyak mendapatkan hal baru bagiku contohnya adalah keluarga yang sangat menyayangiku apa adanya, teman yang selalu bertukar cerita, dan bawahan yang selalu merangkul aku saat kesepian, aku sangat bersyukur telah bereinkarnasi.
Tanpa aku sadari saat memikirkan hal itu aku memasang wajah tersenyum, Sairaorg bingung kenapa aku tiba-tiba tersenyum, tapi Kuisha dia malah menatapku lebih tajam sambil memasang wajah kemerahan.
"Levi-sama jadi anda disini, aku sudah mencari anda dimana-mana tadi saat anda menghilang tiba-tiba." (Diablo)
Diablo segera menghampiriku dan bersikap layaknya bodyguard, hentikan sikap pura-puramu itu dan keluarkan sikap aslimu Diablo.
"Aku tadi bosan dan aku ingin melihat langit, jadi aku kesini." (Levi)
"Anda benar-benar pecinta malam hari Levi-sama." (Diablo)
"Levi Ozora siapa dia?." (Sairaorg)
"Dia adalah Queenku, Diablo perkenalkan dirimu dan jangan banyak mengoceh seperti itu." (Levi)
"Namaku Diablo Ozora, Queennya Levi-sama, salam kenal." (Diablo)
Diablo memperkenalkan diri dengan sangat anggun, Sairaorg terdiam sementara karena merasakan aura mengerikan dari Diablo begitu juga Queennya Kuisha.
Ah sepertinya rokokku sudah mau habis, jadi aku membuangnya lalu menggantinya dengan yang baru, dan kembali melihat Sairaorg dan yang lainnya.
"Namaku Sairaorg Bael dan yang disampingku adalah Queenku Kaisha Abaddon,salam kenal Diablo." (Sairaorg)
__ADS_1
"Salam kenal Diablo-sama." (Kuisha)
"Ara, anda tidak perlu sesopan itu kepadaku Sairaorg-sama dan Kuisha-sama." (Diablo)
Setelah itu Diablo, Sairaorg dan Kuisha terus mengobrol, aku hanya kembali menikmati suasana malam hari dengan meminum secangkir wine dan ditambah mengisap rokok, ini adalah cara terbaik untuk menikmati malam hari.
"Ara Levi kamu rupanya disini, dan kamu Diablo kamu malah meninggalkan kami berdua." (Oda)
"Apa kamu menikmati suasana malam hari lagi Levi?." (Tia)
Oda dan Tia menghampiriku, kenapa jadi banyak sekali orang yang kemari? aku ingin menikmati malam hari dengan sendiri, dasar merepotkan.
Tidak bisa satu hari saja aku sendirian? nasibku memang digantungi oleh orang selalu, dan itu menyebalkan.
"Aku disini saja dari tadi, oh iya Sairaorg, Kuisha mereka adalah Knightku dan Pionku, hei kalian berdua cepat perkenalkan dirimu." (Levi)
Oda dan Tia mengangguk dan memperkenalkan diri mereka.
"Namaku Oda Nobunaga, Knight dari Levi sekaligus kekasihnya." (Oda)
"Namaku Tiamat, kalian bisa memanggilku Tia, aku Pionnya Levi sekaligus juga kekasihnya." (Tia)
Sairaorg dan Kuisha terkejut karena aku memiliki kekasih lain selain Rias.
"Levi Ozora kamu memiliki kekasih lain? apa Rias tahu tentang ini?." (Sairaorg)
"Dia menyetujuinya, jadi dia tidak akan marah tentang ini." (Levi)
Aku kembali menghisap rokok dan lalu mengeluarkan asapnya.
"Benda apa yang kamu isap Levi-sama?." (Diablo)
Diablo sepertinya kuno sekali, bahkan dia tidak tahu rokok, ah lebih baik kamu bermain game saja sana.
"Ini namanya Rokok, kamu mau?." (Levi)
Aku memberikan satu batang rokok kepada Diablo lalu dia segera mengisapnya, aku melihatnya wajahnya tampak rileks setelah itu, sepertinya dia ketagihan merokok.
"Levi Ozora kalau begitu kami mohon undur diri dulu karena aku belum menjumpai Rias dari tadi." (Sairaorg)
"Jumpa lagi, Levi-sama." (Kuisha)
Tapi tiba-tiba Sirzech-sama meminta para Iblis muda berkumpul, tapi apa aku juga ikut kesana? akukan manusia buka Iblis, tapi Rias dari jauh melambaikan tangannya, ah aku terpaksa kesana.
Aku mematikan rokok lalu menaruh cangkir wineku dijendela.
Aku dan para bawahanku segera bergabung dengan Rias dan para bawahannya, sepertinya Sona dan para bawahannya ada disini.
Sirzech-sama kembali memulai pembicaraan, semoga saja ini cepat berakhir.
"Terima kasih karena sudah datang kepesta hari ini para Iblis muda, aku minta maaf sudah menahan kalian dalam pembicaraan panjang ini. Baik, kami semua akan melihat mimpi dan harapan kami pada kalian para pemuda. Aku ingin kalian setidaknya memahami itu. kalian adalah harta karun dari Dunia Bawah." (Sirzech)
Semua orang setuju pada ucapan Maou-sama.
Aku paham kalau tak ada kebohongan pada kata kata Maou-sama yang kudengar.
Sudah diduga dari Onii-san Rias, dia pada dasarnya memang orang baik hati.
Dia adalah orang menarik dan menyenangkan secara alami.
"Untuk menyelesaikan ini, bisakah kalian ceritakan tujuan masa depan kalian masing masing?"
Jadi kami ditarik kesini hanya untuk membicarakan tujuan masa depan? hanya buang-buang waktu serius.
"Impianku adalah menjadi Maou!"
Orang pertama yang merespon permintaan Sirzechs-sama adalah Sairaorg.
Ambisi yang lumayan besar, aku ingin tahu bagaimana masa depannya nanti, dia orang yang lumayan menarik.
[Hoh....]
Para atasan juga menghembuskan nafas bertanya tanya pada cita cita Sairaorg, yang dia nyatakan secara tegas tanpa keragu raguan.
"Sangat wajar bagi Iblis dari keluarga Great King untuk mengincar posisi itu."
__ADS_1
Seorang Iblis lelaki atasan mengatakan itu.
"Saat orang orang dari Dunia Bawah merasa kalau tak ada pilihan selain aku menjadi Maou, maka akan kuambil posisi itu." (Sairaorg)
Rias selanjutnya berbicara.
"Tujuanku di masa depan adalah hidup sebagai kepala Gremory berikutnya, dan memenangkan semua pertandingan Rating Game." (Rias)
Cita-cita yang tidak kurang dan tidak lebih, itu sempurna, kamu memilik cita-cita yang hebat Rias.
Setelah itu orang orang muda yang lain mulai mengucapkan impian dan tujuan mereka, sampai orang yang terakhir yakni Sona.
Kemudian, Sona berbicara.
“Aku ingin membangun sekolah untuk Rating Game di Dunia Bawah.”
Sekolah! Heh, jadi Sona ingin membangun sekolah, memang benar dinovelnya dia benar-benar berhasil membuat sekolah, semoga alur cerita dinovel bisa menjadi kenyataan disini.
Setelah itu Sirzech-sama menatapku, apa dia ingin aku menjawab cita-citaku.
"Levi-kun sekarang giliranmu loh." (Sirzech)
Semua orang melihat kearahku, hentikan tatapan membosankan kalian itu, aku terganggu serius.
"Apa aku benar-benar harus menjawab itu? akukan manusia." (Levi)
"Walaupun kamu manusia tapi kamu adalah adik iparku, jadi kamu adalah bagian dari Keluarga Gremory." (Sirzech)
Seperti yang diharapkan dari seorang Maou dia pasti tahu bagaimana cara mengatasi seseorang yang pemalas.
"Aku belum punya cita-cita, tapi aku mempunyai suatu ambisi." (Levi)
"Oh apa ambisimu itu?." (Sirzech)
"Sederhana, mendamaikan dunia." (Levi)
Semua orang terdiam mendengar ambisiku, aku tidak peduli dengan hal itu dan tolong berhenti menatapku, itu menjijikkan.
[Hahahahahahahahahahahaha]
Suara tawa para atasan menggema sepanjang aula pertemuan.
"Itu mustahil!"
"Itu hanya berangan angan."
"Begitu! Jadi kau pria kecil yang suka bermimpi!"
He'eh, jadi para bajingan ini menertawakan ambisiku.
"Oi, Jangan meremehkan ambisiku."
Aku berkata sambil memasang wajah membunuh berdarah dingin dan aura hitam alam semesta keluar dariku, mata biruku kembali menyala, rambut perakku seakan-akan menunjukkan keunggulannya.
GGGRRRR!!
Suara guncangan terdengar dari pesta, tembok disekitar hancur karena auraku, para Iblis yang meremehkan ambisiku segera pingsan ditempat dan teman-temanku menenangkan diriku.
"Hei Iblis biadab, jangan pernah meremehkan hal yang ingin dilakukan seseorang." (Levi)
Para Iblis muda gemetar dan ketakutan, bahkan Sairaorg juga ikut gemetaran.
"Levi-kun tenangkan dirimu." (Sirzech)
Aku segera meninggalkan tempat perkumpulan dan kembali kejendela.
Beberapa jam telah berlalu semenjak kejadian tadi terjadi.
Aku yang sedang melihat keluar jendela, melihat Koneko-chan keluar dari pesta, lalu ada Issei dan Rias yang mengikutinya diam-diam, aneh kenapa mereka membuntuti Koneko-chan?
Tunggu aku juga merasakan senjutsu dari Kuroka, apa Koneko-chan juga merasakannya? pantas saja dia segera keluar karena ada kakaknya.
Tapi aku juga merasakan aura monyet disamping Kuroka.
__ADS_1
Apa dia Bikou dari Tim Vali? Bikou adalah keturunan dari Sung Wukong, tapi dia adalah monyet yang bodoh, sudah intinya itu saja.
Aku segera turun kebawah dan bergabung bersama Rias dan Issei untuk membuntuti Koneko-chan dari belakang.