GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
48- LEVI VS DIODORA ASTAROTH


__ADS_3

Setelah pertandingan pertama selesai, semua para penonton memberikan tepuk tangan meriah kepada pemenang, dan pemenang itu adalah Levi.


Levi kembali ke ruangan VVIP, dan teman-temanya ada disana dan memberikan ucapan selamat.


Dia segera duduk kekursinya dan menyaksikan pertandingan kedua, yaitu Sairaorg Bael Vs Raiser Phoenix.


Banyak para penonton yang mendukung Sairaorg karena dia adalah kandidat yang diklaim akan memenangkan turnamen ini.


Levi sekarang sedang menonton sambil meminum secangkir wine dikursi.


Rokoknya habis karena dia terus menghisapnya saat bertanding, dia cukup kesal dengan itu.


...LEVI*POV*...


Aku sekarang sedang duduk dikursi VVIP bersama lainnya, sekarang aku sedang menonton pertandingan kedua, yaitu Sairaorg melawan Raiser.


Mereka berdua sudah turun kearena, bahkan sekarang sudah bertarung.


Sebenarnya tadi aku mampir dulu kedepan untuk membeli snack , dan jadi aku telat melihat pertarungan mereka.


Pertama Raiser terbang ke udara menggunakan sayap api phoenixnya, itu adalah cara yang sama saat dia dulu melawanku.


Raiser yang terbang ke udara melepaskan sihir apinya kepada Sairaorg yang ada dibawah.


Tapi aku cukup penasaran kenapa Sairaorg belum melakukan sedikit penyerangan?


Apa dia memiliki suatu rencana, sepertinya dia sulit untuk ditebak.


Sebelum Raiser mengeluarkan sihirnya, tiba-tiba Sairaorg melompat kearah Raiser sambil mengepalkan tangannya, apa dia bermaksud untuk memukulnya?


Aku tahu kalau Sairaorg memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, bisa di katakan dia lebih unggul dalam fisik jika dibandingkan aku.


Tapi aku cukup tertarik jika akan beradu fisik dengannya, kuharap nanti aku bisa bertanding dengannya.


Sairaorg mengepalkan tangannya, dan Raiser juga spontan ingin menahan serangannya dari Sairoarg.


Tapi dia telat melakukannya, dan hasilnya dia terpukul dan jatuh kembali ke arena.


Sudah aku duga kalau Sairaorg pasti akan menggunakan serangan fisik, dia masih belum mengeluarkan senjata rahasianya yaitu Singa Regulus, salah satu dari tiga belas Longinus.


Dia memang mendapatkannya pada saat Singa Regulus sedang tidak bertuan, dan kemudian Sairaorg yang menjadi tuannya, aku cukup penasaran bagaimana dia menjinakkan Singa Regulus itu.


Ngomong-ngomong Raiser sekarang juga berhubungan baik denganku, aku tidak tahu dia tobat apa gimana.


Intinya saat aku berada didepan beberapa waktu lalu dia menyapa aku dengan cukup sopan, semoga saja perilaku buruknya itu hilang.


Sairaorg sekarang kembali ke permukaan tanah, dan Raiser kembali bangkit setelah dipukul oleh Sairaorg.


Mereka saling menatap, Sairoarg menghela nafas, lalu berlari untuk menyerang Raiser.


Raiser sekarang malah sedang meregernasi luka-lukanya, aku tahu memang Keluarga Phoenix sangat terkenal karena sihir penyembuhannya.


Tapi kalau dalam keadaan seperti ini, Raiser tidak akan sempat meregernasi lukanya.


Sairaorg segera memukul kepala Raiser dengan sangat kuat, hasilnya muka Raiser babak belur, lagi pula siapa suruh dia malah menyembuhkan lukanya pada saat lawan menyerang, dia memang cukup bodoh.


Tapi Sairaorg masih belum selesai, dia terus menerus memukul Raiser, dan Raiser juga menyerang balik, mereka saling bertukar tinju, wajah mereka berdua babak belur.


Apa itu berlebihan ya? aku kasihan melihat Raiser dipukuli sampai wajahnya berdarah cukup parah.


Sairaorg merendahkan tubuhnya, dan segera memusatkan semua kekuatan nya pada tangannya.


Otot-ototnya tiba-tiba menguat, dan dia segera memukul Raiser dengan cepat.


BRUKKK!!!


Raiser terhempas lalu membentur tembok, wajah berdarah-darah, dan segera tak sadarkan diri.


Wasit memberikan pengumuman kemenangan...


[Pemenang Sairaorg Bael]


Para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Sairaorg, pertandingan yang cukup baik.


"Lumayan menyenangkan." (Levi)


Setelah pertandingan selesai, para panitia penyelenggara segera memperbaiki kerusakan pada arena.


Setelah beberapa menit, pertandingan ketiga akan dimulai yaitu Rias Vs Sona.


[Pertandingan Ketiga Akan Segera Dimulai Harap Kedua Peserta Segera Memasuki Arena.]


Setelah pembawa acara berkata seperti itu, Rias segera berdiri dari tempat duduknya.


"Sepertinya giliranku." (Rias)


Kami semua memberi semangat kepada Rias dan dia segera meninggalkan ruangan, aku harap dia bisa memenangkan pertandingan.


Rias dan Sona telah memasuki arena, kedua sahabat akan bertarung segera.


"Rias mari kita bertarung dengan adil, jangan ragu-ragu melawanku." (Sona)


"Untukmu juga Sona." (Rias)


Mereka berdua memasang wajah tersenyum, sepertinya mereka akan bertarung dengan serius.


Walaupun Sona tidak memiliki sihir yang kuat, tapi dia adalah ahli strategi yang berbahaya, mari kita lihat saja bagaimana pertarungan mereka nanti.


[Sona Sitri VS Rias Gremory]


[MULAI!!!]


Kemudian, pertarungan diantara dua teman baik dimulai—

__ADS_1


Aura air berkumpul di sekitar Sona, dan perlahan membentuk sesuatu, ini bukan jumlah air yang wajar.


Melihat lebih cermat, air sepertinya terkumpul dari mana mana di dalam arena pertarungan.


Benar benar Keluarga Sitri yang spesialisasinya adalah sihir air, Aku pernah mendengar kalau spesialitas kakaknya adalah es, dimana adiknya adalah air.


Kakaknya Sona, Serafall memberikan semangat kepadanya, dan suara dia yang paling berisik diarena.


Dalam sihirnya, Rias mengaktifkan [Power Of Destruction].


Serangan yang menghancurkan lawan, tanpa ragu ragu, Rias menembakkan peluru peluru sihir ke arah temannya Sona!


Jumlah pelurunya nyaris tanpa akhir seperti senapan mesin!


Peluru peluru itu hanya seukuran softball, namun aku bisa merasakan sihir dengan kemurnian tinggi di setiap tembakannya.


Sepertinya itu latihan Rias juga menampakkan hasil.


Alasan dia tak menembak secara menyolok adalah karena aturan.


Zabun.


Zabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaan!


Sona memanipulasi air dan membentuknya menjadi dinding, menghentikan serangan Rias.


Dalam sekejap sihir Rias kena, air juga lenyap di saat yang sama, namun karena dia mengumpulkannya dari seluruh bangunan, jumlahnya tak terbatas.


"Baiklah, Rias. Akan kutunjukkan teknik airku secara baik baik padamu." (Sona)


Sona mentransformasi sejumlah besar air dengan sihir, mengubahnya menjadi banyak elang yang terbang di udara, ular yang melata di tanah, singa ganas, para serigala yang berkumpul bersama, dan beberapa naga raksasa juga.


Jadi dia bisa membuat banyak hal berbeda ini sekaligus! Keahlian sihirnya bahkan melampaui Rias.


"Itulah yang kuharapkan, Sona!" (Rias)


Tersenyum dengan berani, Rias melakukan kompresi demi kompresi pada [Power of Destruction] nya dan membuat peluru peluru sihir tak terhitung banyaknya di udara.


Mereka yang tak punya kekuatan akan lenyap seketika oleh satu dari tembakan itu.


Sampai bisa mengkompresi semua itu, sepertinya Rias telah membangun kekuatan sihirnya dengan baik sepanjang latihannya, aku cukup senang melihatnya.


Keduanya handal dari segi kualitas sihir mereka, namun melihatnya lebih seksama, Rias unggul dalam kekuatan dimana Sona unggul dalam teknik.


Mereka berdua berdiri dengan siap dan fokus memandang kedepan.


Kemudian, mereka berdua melepaskan serangan mereka satu sama lain di saat yang sama.


DUAR!!!


Suara ledakan bergema di seluruh arena, bangunan disekitar bergetar, Power Of Dictericion membentur serangan air dari Sona.


Arena tertutupi asap hitam yang tebal, dan itu berputar diudara, semua penonton tidak tahu apa yang terjadi.


Disaat menghilang terlihat Rias yang masih berdiri diarena dan terluka, apa dia terkena dampak dari ledakan itu?


Disisi lain Sona terhempas ke ujung arena dan tidak sadarkan diri.


Pembawa acara memberi pengumuman kemenangan.


[Pemenang Pertandingan Rias Gremory]


Setelah itu para penonton memberi tepuk tangan yang sangat meriah, dan banyak yang memberikan sorakan kepada Rias maupun itu perempuan atau laki-laki, mereka bilang aku mencintaimu Rias Ojou-sama? Hei dia tunanganku sialan.


Setelah itu Rias kembali ke ruangan VVIP, oh benar pertandingan akan masih berlanjut sampai semi-final, dan finalnya akan diadakan besok.


Jadi setelah Rias bertarung, selanjutnya aku yang akan bertarung melawan Diodora Astaroth.


[Harap Perserta Pertandingan Segera Memasuki Arena.]


Aku segera turun kearena, saat aku berjalan dilorong aku bertemu dengan Rias yang mau naik kekursi penonton.


Dia tersenyum kepadaku, serius itu adalah senjata ampuh untuk menaklukkan hati para pria.


Aku mendekati Rias dan mencium keningnya, dan dia sangat terkejut karena itu sangat tiba-tiba.


"Ciuman Kemenangan." (Levi)


Aku pergi melewati Rias yang memasang wajah memerah bercampur bahagia dan menuju kearah arena.


"L-Levi, berjuang." (Rias)


Rias mengatakan itu dengan wajah yang memberikan aku semangat, aku berbalik kearahnya dan tersenyum.


Rias segera kembali ke ruangan VVIP sambil memasang wajah kemerahan.


Aku sekarang sudah memasuki arena, dan Diodora juga memasuki arena.


Dia tersenyum kearahku dan aku hanya memasang wajah dingin kepadanya.


"Apa kamu adalah tunangan dari Rias Gremory?" (Diodora)


"Sepertinya benar." (Levi)


"Kamu seperti yang dirumorkan kalau kamu benar-benar orang yang sangat dingin, bolehkah aku bertanya satu hal kepadamu?" (Diodora)


"Apa?" (Levi)


"Apakah kamu mengenali gadis yang bernama Asia Argento?" (Diodora)


"Kenapa kau mengenalnya?" (Levi)


"Dia dulu pernah menyembuhkan diriku saat terluka, aku ingin berterima kasih kepadanya." (Diodora)

__ADS_1


Jadi dia adalah Iblis yang diselamatkan Asia dahulu sampai-sampai dia dibuang oleh gereja karena hal itu.


Tapi aku mengingat satu hal, bukannya Diodora orang yang menculik Asia pada novelnya? sepertinya aku harus berhati-hati dengannya.


Setelah itu pembawa acara memberikan pengumuman pertandingan mulai.


[Levi Ozora VS Diodora Astaroth]


[MULAI!!]


Diodora memunculkan sayap iblisnya, dan aku memasang wajah tenang sambil menganalis serangannya.


Diodora mengeluarkan sihir petir dari tangannya dan itu menuju kearahku.


Karena aku sudah menganalisis perhitungan serangannya jadi aku bisa menghindarinya dengan mudah.


Diodora turun kebawah dan menyerang aku dengan tangan kosong, dia ingin memukul wajahku, aku segera mencoba skill bertarung dari Levi Ackerman.


Tangan kanan dari Diodora mengarah kewajahku, aku bisa menahannya dengan tangan kiriku.


Setelah dia berhenti sejenak, aku segera mengangkat kaki kananku ke arah bawah dagunya.


AKHH!!


Suara itu berasal dari Diodora, aku menendang dagunya keatas, dan mulutnya mengeluarkan darah.


Aku masih belum selesai...!!!


Aku segera mengambil kerah baju Diodora, lalu menendang perutnya, setelah itu aku memukul wajahnya, terus aku menendang mukanya.


Setelah aku menendang mukanya Diodora, terlihat giginya tercopot dan tergeletak diarena.


Aku terus menerus menyerang dengan tangan kosong.


Diodora ingin menyerang balik tapi itu tidak bisa karena seranganku terlalu cepat.


Para penonton melihat Levi memukul Diodora secara seperti itu tidak bisa berkata apa-apa, mereka berpikir akan satu hal yaitu 'Mengerikan'.


Setelah aku memukuli Diodora berkali kali, aku melempar dia kearah tembok arena.


BRUKK!!


Dia berbenturan dengan tembok arena, wajahnya tampak sangat kacau berdarah.


Akan tetapi dia berhasil bangkit kembali dan mengeluarkan sihir petir kuning.


Sihir petir dilepas oleh Diodora dan menuju ke-


Itu menuju-


Sihir itu menuju kearah ruangan VVIP, tempat para teman-temanku berada, apa dia sengaja melakukannya?


DUAR!!


Sihir Petir itu segera meledak didepan ruangan VVIP, emosiku memuncak dengan sangat gila.


"Hei apa kau sengaja mengarahkan itu kesana?." (Levi)



Aku mengatakan itu sambil memasang wajah yang sangat dingin.


Diodora hanya membalas pertanyaanku dengan senyuman.


"Kamu akan mati." (Levi)


Aku menunjuk kearahnya, mata biruku menyala, dan aura hitamku segera keluar dari tubuhku.



Diodora yang tadi tersenyum menjadi sangat ketakutan dan gemetaran.


'Apa ini? Apa ini adalah aura dari orang yang memberi kematian?.' (Dalam Hati Diodora)



(AURA MEMBUNUH LEVI YANG DILIHAT DIODORA)


Setelah itu Diodora segera tidak sadarkan diri, tapi emosiku sudah memuncak, aku mengeluarkan api biru dari tanganku.


Pada saat yang sama pembawa acara mengumumkan kemenangan untuk aku, tapi aku tidak mendengarkannya, dan melepaskan Api Biru.



Aku sudah siap untuk melepaskan api biruku, tapi pada saat aku ingin melepaskannya ada dua orang yang menahan tanganku.


Saat aku berbalik, aku melihat Sirzech- sama yang memegang tangan kananku, dan Ajuka-sama memegang tangan kiriku.


"Hentikan Levi Ozora." (Ajuka)


"Levi-kun pertandingan sudah selesai, apa kamu tidak mendengarnya tadi?cepat hapus sihirmu." (Sirzech)


Sepertinya aku terlalu terbawa emosi, aku kembali keadaan tenang.


"Maafkan aku, Ajuka-sama, Sirzech-sama, aku terlalu emosi tadi." (Levi)


Setelah itu kedua Maou melepaskan kedua tanganku dan mereka berdua segera menghela nafas.


Aku terburu-buru mengecek bagaiman keadaan teman-temanku yang tadi terkena serangan Diodora.


Saat sudah tiba aku melihat mereka semua baik-baik saja, kata mereka pada saat serangan Diodora menuju ke ruangan VVIP, Diablo dengan cepat mengeluarkan barriernya, dan hasilnya tidak ada yang terluka.


Aku segera mengambil nafas kelegaan, aku kira mereka semua akan terluka.

__ADS_1


Setelah itu aku segera kembali duduk, dan kembali meminum wine yang tadi belum aku sempat minum.


__ADS_2