GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
52- "JUGGERNAUT DRIVE"


__ADS_3

Rias dan para bawahannya tak paham apa yang sebenarnya terjadi disini!


Saat Asia berdoa, tiba-tiba sinar cahaya putih muncul diatas kepalanya dan pada saat yang sama Asia menghilang.


"Sebuah objek yang terbuat dari Longinus lenyap dari serangan Longinus, huh, Pemakai-Kabut sialan, dia sengaja menahan dirinya, Lebih baik kita susun ulang rencana ini." (???)


Suara tak familiar, saat Rias dan bawahannya menoleh ke arah datangnya suara.


Seorang pria yang tak kenal tengah mengapung di langit.


Dia mengenakan armor ringan yang terpasang jubah padanya.


Dia memiliki jumlah aura yang sangat besar, bahkan Kiba, Akeno, dan Koneko tidak bisa bergerak karenanya.


Rias kemudian bertanya pada pria itu.


".......Siapa kau?" (Rias)


"Ini pertamakali aku menemuimu, adik perempuan dari Maou palsu yang sangat menyebalkan, Namaku adalah Shalba Beelzebub, penerus sejati dari Maou Beelzebub Agung sejati." (Shalba)


"Aku berbeda dari kerabat Maou palsu yang tadi kalian lawan, Diodora Astaroth, aku meminjamkan kekuatanku padamu dan lihat situasimu saat ini, Dalam pertandingan melawan Levi Ozora, kau memakai ular Ophis tanpa izin dariku dan musuh jadi memprediksi rencana kita. Dasar Bodoh." (Shalba)


Kemudian Diodora Astaroth mulai memohon pada keturunan Beelzebub lama.......Shalba Beelzebub.


"Shalba! Mohon bantu aku! Kalau aku bersamamu, kita bisa membunuh Sekiryuutei! Tidak bahkan Levi Ozora kita bisa bunuh! Kalau Maou-lama dan Maou saat ini menggabungkan kekuatan.........." (Diodora)


STAB!


Serangan cahaya yang ditembakkan dari tangan Shalba merobek dada Diodora.


"Tidak berguna, aku bahkan memberitahu kamu kekuatan dari Sacred Gear gadis itu namun kau tak bisa melakukan apa-apa, Itu menjelaskan betapa tak bergunanya dirimu." (Shalba)


Shalba mengatakan itu sambil tertawa mengakak.


Diodora lenyap tak tersisa karena serangan dari Shalba, singkatnya dia telah menjadi abu.


"Sekarang, adik perempuan Sirzechs. Ini mungkin mendadak, tapi aku ingin kau mati disini, alasannya sederhana. Yakni menghancurkan setiap kerabat darah dari Maou saat ini." (Shalba)


Shalba mengatakannya dengan suara dingin, Matanya juga terisi oleh kebencian.


Dia memiliki kebencian besar terhadap Maou saat ini.


Kekuasaan dan Kebangsawanan, dan kursi Maou telah dirampas darinya, dan mereka didesak sampai ke ujung Dunia Bawah sehingga kebencian mereka pasti sangat dalam.


"Jadi kau bermaksud membunuh Glasya Labolas, Astaroth, dan kami, Gremory, apa kau akan melakukannya?" (Rias)


Shalba menyipitkan matanya oleh ucapan Rias.


"Itu benar, hal itu sangat menyebalkan. Kami, penerus sejati, disebut “lama” oleh orang orang macam kalian, kerabat para Maou saat ini, dan itu sesuatu yang sama sekali tak bisa kuterima." (Shalba)


"Kau tak menantang Maou saat ini secara langsung, namun membunuh kerabat mereka, sungguh pengecut! Benar pengecut alami!" (Rias)


"Itu juga tak apa apa. Aku akan bunuh keluarga dari Maou saat ini terlebih dulu. Tak akan ada artinya kalau kami tak membuat mereka merasakan keputusasaan." (Shalba)


"-Pecundang! Selain itu, kejahatan karena sudah membunuh Asia! Aku pasti takkan mengampunimu!" (Rias)


Rias mengamuk, dan dia meningkatkan aura merah di tubuhnya hingga batas.


Akeno juga memasang ekspresi kemarahan, dan dia mulai memancarkan [Holy-Lightning] di sekujur tubuhnya.


Yang lainnya juga segera memasang kuda-kuda bertarung, akan tetapi.....!


"Asia? Asia?" (Issei)


--!


Issei memanggil Asia sambil berjalan terseok-seok di atas kakinya.


"Asia? Kemana kamu pergi? Hei, ayo pergi. Kita akan pulang. Ayah dan Ibu sedang menanti. Levi-senpai juga menunggumu loh! K-Kalau kamu bersembunyi, maka kita tak akan bisa pulang. Hahaha, Asia memang suka bermain main ya" (Issei)


Issie........mulai melihat kesana kemari untuk mencari Asia.


Sambil berjalan dengan lesu di atas kakinya.......


Melihat itu, Koneko, Kiba dan Gasper mulai menangis.


Akeno juga membuang wajahnya, dan air mata mengalir di pipinya. Rias mencoba menenangkannya dengan erat.


"Buchou, aku tak bisa menemukan Asia. Padahal kita sudah bisa pulang ke rumah. Kita masih harus bersembunyi di bawah basemen yang Sensei beritahu pada kita. Tapi kalau Asia tak ada disini......A-Ayah dan Ibu berkata kalau Asia adalah putri mereka. Levi-senpai juga kalau dia menganggap Asia seperti adiknya, Asia juga berkata kalau Ayah, Ibu dan Levi-senpai adalah keluarganya......dia adalah........dia adalah keluarga penting kami...." (Issei)


Issesi mengatakannya dengan wajah tanpa emosi, dan Rias dengan lembut membelai pipi Issei.


"......Aku takkan mengampunimu! Aku takkan memaafkanmu! Aku akan menebasmu! Aku akan memotongmu dan membunuhmu!" (Xenovia)


Xenovia maju menyerbu Shalba dengan Durandal dan Ascalon sambil berteriak!


"Sia-sia saja." (Shalba)


GUUN!


Shalba menangkis kedua Pedang Suci dengan perisai pertahanan, dan menembakkan peluru kekuatan Iblis ke perutnya!


DON!


Xenovia jatuh ke tanah. Pedang Sucinya juga terlempar dan menusuk lantai.


"......Kembalikan Asia........dia adalah.......temanku......!......Dia adalah teman baikku......dia lebih baik daripada siapapun....! Kenapa....!" (Xenovia)

__ADS_1


Biarpun Xenovia terbanting keras ke tanah, dia mencoba mengambil kembali Pedang Suci yang terlempar darinya, dan kemudian menggenggamnya.


Shalba kemudian mengatakannya pada Issei.


"Iblis tereinkarnasi vulgar dan Naga yang sama saja dengan sampah. Tuan Putri Gremory sungguh memiliki selera yang payah. Gadis itu lenyap diluar dimensi ini. Tubuhnya pasti sudah hancur lebur sekarang.—Itu artinya, dia mati." (Shalba)


Tatapan Issei kemudian terkunci pada Shalba, yang mengapung di udara.


Seperti itu, ia terus menatapnya.


Dia terlihat kaku.


Dia terus melihat Shalba dengan tanpa emosi.


[Rias Gremory, segera tinggalkan tempat ini. Kalau kau tak mau mati, maka lebih baik segera tinggalkan tempat ini.]


Suara Ddraig, Dia memancarkan suara, Rias memasang wajah bingung.


Ddraig kemudian mengarahkan suaranya pada Shalba.


[Iblis yang disana. Shalba adalah namamu, kan?]


Issei menjauh dari tubuh Buchou, dan berdiri.


[-Kau......]


Issei bergerak menuju Shalba, sambil berjalan seperti mayat hidup.


Kemudian dia berjalan ke arah bawah Shalba.


Suara Ddraig keluar dari mulut Issei!


Suaranya tak berisi sedikitpun emosi sampai membuat seluruh tubuhku merinding.


[Membuat pilihan salah.]


DOOOONNNNN!!


Kuil berguncang dengan sangat keras, dan Issei mulai memancarkan aura seperti darah!


Aura itu semakin menebal, dan menjadi semakin besar. Aura itu mulai mewarnai seluruh area di dalam kuil menjadi merah.


Dari mulut Issie, mantra seperti kutukan tengah dilafalkan.


Suara itu bukan hanya suara Issei, Muda. Tua. Pria. Wanita. Suara mengerikan yang merupakan campuran semua jenis suara.


[Aku, seorang yang akan bangkit......]






[Aku tertawa pada “Ketidakbatasan”, dan berduka pada “Impian”.......]




[Aku akan menjadi Naga Merah Dominasi.......]




<>


Armor Issei mulai berubah.......


bentuknya menjadi lebih tajam, dan menumbuhkan sayap raksasa.


Dari kedua tangan dan kakinya, benda seperti cakar bermunculan.


Di helmnya, banyak benda seperti tanduk bermunculan.


-Penampilan itu seperti Naga itu sendiri!


Dan kemudian, dari semua berlian di tubuhnya, campuran suara dari orang tua, muda, pria, dan wanita dipancarkan!


“ “ “ “ “ “ “ “ “ “Dan aku akan menenggelamkanmu ke dalam pengampunan Crimson!” “ “ “ “ “ “ “ “ “


[Juggernaut Drive!]


GOOOOOOOOOOOOOON.................


Sekeliling Issei hancur berkeping keping! Lantai! Dinding! Atap! Semuanya musnah tanpa sisa! Aura mengerikan seperti darah memancar dari armor Issei!


"Gugyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"


Issei membuat auman seperti hewan buas dan berdiri dengan empat kakinya di tempatnya sambil membentangkan sayapnya!


CUT!


Suara angin! Cepat sekali! semua tak bisa mengikutinya dengan matanya......

__ADS_1


"Ngggggggggh!"


Teriakan Shalba bergema! Issei yang berubah menjadi miniatur Naga tengah menggigit bahu Shalba.


Benda seperti mulut muncul di helmnya, jadi dia pasti menggigit menggunakan taring itu.


Nyam Nyam Nyam Nyam...........


Suara daging yang dikunyah sampai robek robek.........


"Sialan kau!"


Shalba menciptakan cahaya dengan tangan kanannya dan mencoba melepaskannya ke arah Issei.


-Namun dari salah satu berlian, lengan Naga yang tertutupi sisik merah muncul, dan menghentikan tangan kanan Shalba.


Kemudian dari berlian yang lain, Pedang muncul dan memotong tangan kanan Shalba.


“Guu....!”


Shalba menampakkan ekspresi kesakitan! Darahnya muncrat ke sepanjang lantai di kuil!


GUNCH!


Sambil membuat suara mengerikan, Issei menggigit lengan Shalba, dan turun ke lantai.


Saat dia turun di atas kakinya, dia memuntahkan daging dari bahu Shalba.


Armor merah yang bercampur dengan darah merah Shalba, dan hal itu memberikan kombinasi yang mengerikan.


"Gegogyuuga-gyhugohaa!"


Guooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!


Dia......sudah kehilangan suara manusianya.......di semua berlian yang bersinar, entah lengan Naga atau pedang yang muncul darinya, dan ia mulai berubah menjadi bentuk yang telah kehilangan wujud manusia.


"Jangan main main denganku!"


Shalba yang mengamuk yang turun ke tanah melepaskan serangan cahaya dengan tangan kirinya yang tersisa!


Kemudian sayap Sekiryuutei...........bersinar dengan cahaya! Itu nampak seperti sayap Hakuryuukou! Momen ketika tembakan cahaya Shalba hampir kena........


[Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide!]


Suara itu menggema, dan tembakan cahayanya dibagi dua........dan dibagi dua lagi! ia tak tahu kapan harus berhenti membagi dua dan serangan Shalba menjadi begitu lemah sampai nampak seperti cahaya senter.


Ini........kekuatan Hakuryuukou yang Issei curi sebelumnya! Dia bahkan bisa memakainya pada level setinggi ini!


"Kekuatan Vali! Sialan kau! Berapa kali kau harus terus menghalangiku! Valiiiii!"


Shalba berteriak keras, namun bukannya melepaskan cahaya, kali ini adalah tembakan kekuatan Iblis! Besar! Aura dalam jumlah besar meluncur ke arah Issei!


SLIDE!


Issei memindahkan arahnya hanya dengan mengepakkan sayapnya.--!


Mulut di helm Sekiryuutei terbuka lebar! Benda seperti Meriam laser muncul dari dalamnya. Kemudian sebuah laser tertembakkan!


PIIIIIIIIIIIIIIIIIIII


Laser itu meluncur dari helm dan menuju ke arah Shalba, memusnahkan seluruh lengan kirinya! Kekuatan laser itu tak berhenti, dan ia menyisakan garis lurus di dinding, lantai, dan atap dari kuil. Kemudian............


DOOOOOOOOOOOOOON!


Ledakan terjadi di tempat yang sangat jauh! Asap mengepul dan menyebarkan debu kemana mana!


"Nuaaaaaaaaaaaaaaa!"


Issei mengaum keras, dan ketika dia menutupi dirinya dengan aura berjumlah besar, sebuah lubang tercipta di lantai dan berubah menjadi kawah raksasa. Hanya dengan mengeluarkan auranya nampaknya bisa memusnahkan apa saja di sekelilingnya!


"M-Monster! Apa kau mau bilang kalau ini adalah [Juggernaut Drive]!? Ini bukan bercanda! K-Kekuatanku seharusnya sudah meningkat seperti Maou zaman dulu karena kekuatan Ophis! Dia sudah melampaui kemampuan Boosted Gear yang terekam dalam data!" (Shalba)


Ekspresi Shalba akhirnya berubah menjadi ketakutan.


Matanya terisi oleh ketakutan, dan nampaknya Issei adalah seseorang yang dia harus takuti.


Rias dan lainya hanya bisa berdiri di sini dan melihat dengan tatapan tak percaya.


Mata Rias terbuka sangat lebar dan seluruh tubuhnya berguncang hebat. Akeno-san, Kiba, Xenovia, Koneko-chan, dan Gasper-kun tengah melihat Issei dengan rasa takut. Tubuhnya juga tak bisa berhenti berguncang.


-Itu adalah monster. Itu bukan Issei lagi. 


"Buchou, kita harus segera mundur! Kita harus lari dari kuil ini!" (Kiba)


"Ise.........aku..........." (Rias)


Rias berjalan ke arah Issei untuk menghentikannya, namun Kiba segera menyetopnya.


"Maafkan aku!"


Kiba memegang Rias di tangannya dan segera berlari.


Akeno meminjamkan bahunya pada Xenovia, dan Koneko-chan dan Gasper-kun mengikuti di belakang Kiba!


BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM!


"Mu-Mustahil........! Aku, penerus sejati, dari Maou sejati..........! Aku masih belum mengalahkan Vali! Beelzebub lebih hebat dari Lucifer! Terkutuk! Naga biasa! Naga merah! Naga putiiiiiiiih!" (Shalba)

__ADS_1


Shalba terselimuti oleh aura merah yang ditembakkan, dan dia lenyap ke dalam cahaya bersama dengan seluruh kuil.........


__ADS_2