GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
CHAPTER 05 - EMPEROR DRAGON VS MALAIKAT JATUH.


__ADS_3

Setelah saya dan Diablo masuk ke kamarku, saya dapat merasakan aura orang yang sedang bertarung diluar.


"Diablo,apa kau merasakan aura ini?"


"Saya juga merasakannya,Levi-sama."


Raphael-san,dimana tempat orang yang bertarung itu berada?


«Jawab. Pertarungan terjadi di Akademi Kuoh, para bawahan Rias Gremory dan Sona Sitri sedang melawan salah satu bawahan pemimpin malaikat jatuh,jika Levi-sama ingin melihat keadaanya,silahkan anda mengaktifkan Eyes of Diectericion skill Gojo Satoru milik anda,Levi-sama.»


Bertarung dengan salah satu bawahan pemimpin malaikat jatuh?kalau begitu dia adalah bawahan dari Azazel.


«Anda benar Levi-sama.»


Begitukah,tapi apa tujuannya?kalau begitu aku akan mengaktifkan skill Eyes Of Dictericion milikku.


[Eyes Of Dictericion : Perluasan Ruang]


Setelah aku mengaktifkan skill eyes of diectericion milikku, aku melihat Sona Sitri dan Bawahannya sedang didepan Akademi Kuoh.


Kenapa Sona dan para bawahannya tidak masuk kedalam?apa dia sedang membuat barrier didepan Akademi Kuoh?dan itu juga ada Saji! Aku mengerti sepertinya dia sedang menahan lawan agar dia tidak bisa kabur.


Setelah melihat Sona dan bawahannya aku segera mengecek bagian dalam Akademi Kuoh.


Disana aku melihat Rias,Akeno,Koneko,Issei,dan kiba sedang melawan malaikat jatuh itu.


Aku melihat Issei sedang melawannya dengan Balance Breakernya,Rias dengan Sihir Tower Dictericionnya,Akeno dengan petir kuningnya,Koneko dengan tangan kosong meninjunya(Op bener dah koneko-chan),Kiba menyerang dengan pedangnya.


Oalah sekarang aku ingat, malaikat jatuh itu namanya Kokabiel, malaikat jatuh yang memberontak Azazel karena Azazel menyuruhnya untuk tidak berbuat kekacauan.


Setelah melihat mereka bertarung,pada akhirnya mereka semua terpojok melawan Kokabiel.


Gawat..!! kekuatan mereka berbeda jauh sekali,aku harus lekas kesana kalau tidak semua bangunan sekolah akan hancur...!!!


"Diablo, yang bertarung adalah teman-temanku,mereka sedang melawan salah satu bawahan pemimpin malaikat jatuh."


"Jadi sekarang apa yang kita lakukan Levi-sama?apa kita akan membantu mereka?."


"Benar,kita akan membantunya karena aku takut jika mereka tidak berhenti bangunan sekolahku akan hancur,jadi aku akan memakai sihir ruang dan waktu milikku dan langsung masuk ketempat kejadian."


"Kenapa kita langsung ketempat kejadian,Levi-sama."


"Didepan gerbang Akademi,ada temanku yang sedang membuat barrier."


"Seperti yang diharapkan dari Levi-sama,anda langsung tau kejadian tersebut."


"Kalau begitu aku ingin Mengaktifkan Sacred Gearku dulu,Diablo."


"Baiklah Levi-sama."


[Emperor Gear: Aktifkan]


Dengan cepat sarung tangan keemasan muncul ditangan kananku,dan terdengar suara dari sarung tangan ini.


"Jadi partner,apa kita akan beraksi?"


"Azure,tolong pinjamkan aku kekuatanmu."


"Serahkan padaku,partner."


[Balance Breaker : Aktifkan]


Setelah aku mengatakan itu,suara dari sarung tangan ini terdengar lagi.


[Emperor Dragon : Balance Breaker]


Dengan cepat kilat,armor naga emas menyelimuti tubuhku,dan si Diablo melihatku dengan mata berbinar-binar.


"Ayo Diablo,kita maju kemedan pertempuran."


"Anda benar-benar hebat, Levi-sama."


Setelah itu aku mengaktifkan Sihir Ruang Dan Waktu.


[Sihir Ruang Dan Waktu : Koordinat Ke Akademi Kuoh]


Lalu aku dan Diablo segera masuk ke portal bundar yang ada didepanku.

__ADS_1


*Di Akademi Kuoh.


[Brakk]


Suara orang terjatuh terkena serangan dari Kokabiel sang malaikat jatuh,Orang itu adalah Hyodou Issei Sang Sekiryuteii.


(Sekiryutei \= Naga langit merah)


"Hahaha..kalian semua sangat lemah,padahal ada Sekiryutei disisi kalian tapi masih saja sangat lemah."


Yang mengatakan itu adalah Kokabiel.


"Issei kau tidak apa-apa?ku akui kalau kau sangat kuat Kokabiel Sang pemberontak dari malaikat jatuh."


"Jangan bilang seperti itu Rias Gremory,Sihir Tower Dictericionmu saja tidak melukaiku sedikit pun."


"Cih..orang yang menyebalkan,Issei apa kau tidak apa-apa?"


"Tenang saja Rias-buchou,aku tidak apa-apa aku akan terus bertarung agar bisa memegang oppaimu."


(Buchou\=ketua)


"Hahaha,lihatlah Sekiryuteimu itu sangat tidak berguna dia sampai sekarang hanya memikirkan buah dada milikmu."


"Issei-kun lebih baik kau tidak memaksakan dirimu lebih jauh."


Yang berbicara ini Kiba.


"Benar Issei-kun,serahkan pada kami saja sisanya." ini akeno.


"Senpai,lebih baik kau tidur dan mimpi basah saja." dan ini koneko.


"Kalian semua jangan banyak bicara seperti itu,lebih baik makan seranganku ini...."


Segera kokabiel melepas sihirnya kepada mereka berlima,tapi saat itu Issei bangkit kembali dan membuat pelindung.


"Semuanya menunduk.."


[Duar...]


(Cought,Cought)


Issei batuk berdarah terkena serangan itu,dan berbicara pada Ddraig yang ada didalamnya.


"Ddraig,segera cepat perbaiki armorku."


"Serahkan padaku,partner."


Sebelum Issei memperbaiki armornya,semua orang yang ada ditempat kejadian melihat portal berbentuk lingkaran muncul ditengah-tengah pertarungan.


Ddraig yang didalam Sacred Gear Issei berbicara..


"Partner,aura naga yang waktu itu muncul kembali,dan dia segera menuju kesini..!!!"


"Apa kau sedang bercanda Ddraig?"


Setelah portal itu muncul, tampak dua sosok orang keluar dari portal itu pada saat yang bersamaan.


Semua orang yang ditempat kejadiaan merasakan aura naga dan aura iblis yang kuat dari kedua pemuda itu.


Rias dan para bawahannya kaget melihat sosok orang yang memiliki armor naga emas seperti milik Issei.


Setelah kedua pemuda itu keluar,Kokabiel bertanya identitas kedua pemuda tersebut dengan wajah ketakutan.


"Si-Siapa kau?,ke-kenapa kalian kemari?."


Kedua pemuda itu segera menjawab pertanyaan Kokabiel.


"Namaku adalah Azure,Sang Golden Emperor Dragon dan yang disampingku adalah bawahanku Diablo."


Setelah Rias dan para bawahannya melihat kedua pemuda itu,mereka semua sedikit waspada kepada sosok pemuda tersebut.


"Azure dan Diablo?,aku tidak pernah mendengar nama itu didunia bawah."yang mengatakan ini adalah Kokabiel.


"Kau mungkin saja belum pernah mendengar nama kami,tapi setelah kau mati kau akan selalu mengingat nama kami."


"Jadi kalian juga ingin membunuhku?apa kalian ingin jadi pahlawan,tapi maaf saja seorang pahlawan tidak akan mampu melawan Kokabiel-sama ini,contohnya kau bisa melihat sekiryutei."

__ADS_1


"Pahlawan?kenapa juga aku harus menjadi pahlawan?"


"Jika kau menjadi pahlawan kau bisa menjadi populer,kekeke.."Kokabiel berkata sambil tertawa jahat.


"Pahlawan itu apa? seseorang yang mendapat gelar?kehormatankah?kekuatankah? atau seseorang yang hanya pamer saja?."


"Benar,jika kau jadi pahlawan kau mendapatkan semuanya."


"Tidak,aku tidak butuh itu,aku hanya ingin menjadi diriku,seseorang yang selalu mempercayai dirinya sendiri,bukan seorang pahlawan."


"Sepertinya kau sedikit sombong,pria yang mengaku bernama Azure,kalau begitu kapan kita akan bertarung?."


Raphael-san, segera summon Pedang Venudzhonor milik Anos Voldigoad.


«Permintaan diterima,mensummon berhasil.»



Setelah itu pedang berwarna hitam pekat muncul ditangannya,lalu Kokabiel bertanya.


"Pedang macam itu?"


Lalu pria Azure menjawab.


"Pedang ini adalah Pedang Sihir Kehancuran, Venudzhonor. Pedang yang menebas semua hukum yang didunia dan semua orang yang melihat pedang ini akan lenyap seketika."


"Lenyap?apa kau bercanda?kalau begitu aku akan menyerangmu duluan."


[Helf Fire]


api merah keluar dari tangan Kokabiel dan segera menuju kepria Azure.


[Barrier Lord Of Venue : Aktifkan]


api merah itu menabrak barrier itu dan lenyap tanpa tersisa.


"Ke-Kenapa sihir penghancurku tidak bekerja?Barrier macam apa itu?"


"Apa kau sudah selesai menyerang?kalau begitu izinkan aku menyerangmu."


Pria Azure membentang sayap naganya,sayap naga emas itu bersinar sangat terang mewarnai tempat kejadian.


Semua orang yang melihat sayap itu bisa merasakan keindahan yang tak tertandingi di dunia ini.


Setelah pria Azure membentang kedua sayapnya, dia segera menuju ketempat Kokabiel berada bersama pedang ditangannya.


Namun Kokabiel dengan cepat segera membuat lima lapisan barrier sihir didepannya.


"Aku tidak akan pernah dibunuh olehmu,rasakan barrier yang tidak akan hancur dari yang maha agung ini."


Pria Azure tetap terbang kearah Kokabiel.


"Barrier ini sangat lemah, Satu Hancur."


Barrier lapisan pertama hancur oleh pedang hitam pekatnya.


"Kenapa kau bisa menghancurkannya?SIALAN."


"Kedua..!!!"


Barrier lapisan kedua hancur.


"A-apa?"


"Ketiga,Keempat."


ketiga dan juga keempat juga telah hancur.


"NANI???Kenapa kau sangat kuat?padahal ini adalah Barrier Tingkat Tinggi dari Ras Malaikat Jatuh..!!"


"Bukannya aku yang kuat,namun kau saja yang terlalu lemah,KELIMA sekarang kau akan mati KOKABIEL."


"A-A-Apa? Tidak....!!!"


Segera pedang Venudzhonor menusuk kepala Kokabiel dan Kokabiel lenyap tak tersisa.


Demikianlah pertarungan Emperor Dragon dengan Malaikat Jatuh dan Diablo jadi hiasan sampai akhir.

__ADS_1


__ADS_2