
Beberapa jam telah berlalu semenjak Levi memenangkan pertandingan.
Sekarang dia sedang berjalan menuju arena pertarungan untuk mendapatkan penghargaan.
Para Maou yang memberikan penghargaan kepada Levi.
Levi mendapatkan sebuah uang tunai sebesar 300.000,00 yen, dan beberapa penghargaan.
Para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Levi, Levi membalas mereka dengan senyuman.
Levi sekarang berjalan menuju ke ruangan perawatan, tepatnya keruangan Sairaorg dirawat.
Tok. Tok. Tok.
"Ini aku Levi Ozora, bolehkah aku izin masuk?" (Levi)
Levi mengetuk pintu ruangan dengan sangat sopan, dan seseorang menjawab dari dalam ruangan.
"Silahkan masuk." (Sairaorg)
Setelah mendengar suara dari dalam, Levi segera membuka pintu ruangan.
"Yo, apa kau baik-baik saja?" (Levi)
Levi berjalan kearah kursi diruangan, dan duduk dengan sopan.
"Aku baik-baik saja, tadi aku diobati dengan Air Mata Phoenix." (Sairaorg)
Levi cukup lega mendengar keadaan Sairaorg yang baik-baik saja.
Dia tahu kalau saat bertarung Sairaorg mendapatkan luka yang cukup parah.
"Begitu ya, syukurlah." (Levi)
Sairaorg segera bangkit dari tempat tidurnya, dan mengulurkan tangannya ke Levi, Levi tidak tahu apa yang ingin Sairaor lakukan.
"Selamat atas kemenanganmu, aku tidak akan mengalah dimasa depan jika melawanmu lagi." (Sairaorg)
Sairaorg berkata sambil memasang wajah tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Levi membalas Sairaorg dengan senyuman dan setelah itu mereka berjabat tangan.
"Hei Levi Ozora, apa kau sudah melawan aku dengan kekuatan penuh atau tidak?" (Sairaorg)
Levi menyipitkan matanya mendengar pertanyaan Sairaorg.
"Kenapa kau berpikir begitu?" (Levi)
Sairaorg secara naluri mengetahui kalau Levi masih belum mengeluarkan kekuatannya sepenuhnya, dia cukup merasa kesal dengan itu.
Dia mengira kalau dia dikalahkan oleh Levi yang masih menggunakan sedikit kekuatannya.
"Aku bisa melihat ekspresimu di pertarungan sebelumnya, kau bahkan ingin beradu fisik denganku, pada pertandingan yang sebelumnya kau sering menggunakan sihir tetapi berbeda ketika kau melawanku, aku cukup berpikir keras disitu." (Sairaorg)
Levi kembali menyipitkan matanya, dan berkata.
"Kamu benar-benar orang yang cukup jelih kalau dalam pertarungan, maafkan aku karena belum mengeluarkan seluruh kekuatan untuk melawanmu Sairaorg." (Levi)
Mendengar ucapan Levi, Sairaorg kembali tersenyum kepadanya.
"Tak apa, aku akan berjuang untuk bisa melawanmu dengan kekuatan penuhmu." (Sairaorg)
__ADS_1
Levi membalas perkataan Sairaorg dengan senyuman kepadanya.
"Kalau begitu aku akan menunggu hari itu tiba Sairaorg, juga aku ingin undur diri dulu." (Levi)
"Hati-Hati dijalan." (Sairaorg)
Levi berdiri dan berbalik kearah pintu.
Setelah itu Levi pergi kedepan area turnamen diselenggarakan.
Dia duduk disebuah tempat seperti pagar yang asing dimatanya, setelah duduk dia melihat pemandangan langit.
Levi mendapatkan sebuah ketenangan ketika melihat langit, namun ada seseorang yang berjalan kearahnya.
Tap. Tap. Tap
Suara langkah kaki mendekat kearah Levi.
"Apa yang tuan juara lakukan disekitar sini?" (???)
Ada seorang laki-laki menggunakan pakaian hitam kearahnya.
"Azazel." (Levi)
Benar orang itu adalah Azazel, seorang Gubernur Malaikat Jatuh.
"Kau selalu memandangi langit seperti biasa." (Azazel)
"Kenapa kau ada disini Azazel? bukannya nanti kau akan ditangkap oleh para Iblis?" (Levi)
"Apa kau tidak tahu tentang keputusan dari rapat ketiga ras waktu itu?" (Azazel)
"Apa keputusannya?" (Levi)
"Ya kami semua memutuskan berdamai sementara, karena hal itu aku bisa bebas berkeliaran disini." (Azazel)
"Begitu, kamu memang orang yang kurang kerjaan Azazel." (Levi)
"Memang seperti itulah sifatku, kita abaikan tentang itu, tadi kau bertarung dengan cukup baik." (Azazel)
"Terima kasih." (Levi)
"Ayolah jangan menjawab perkataanku dengan singkat." (Azazel)
"Langsung keintinya, apa yang kau butuhkan dariku Azazel?" (Levi)
"Tidak ada, aku hanya ingin mengobrol denganmu." (Azazel)
"Begitu, Azazel apa yang kau umpeti dibelakang bajumu." (Levi)
Levi melihat seperti buku majalah di belakang Azazel, lalu dia membaca tulisan itu, bacaannya adalah "Ero Sex".
Levi berpikir kalau Gubernur Malaikat Jatuh memang bodoh.
"Dasar Mesum." (Levi)
"Hei jangan komentar dengan kehidupan ku, ini adalah cara terbaik untuk melepaskan hawa nafsu selain onani." (Azazel)
"Mungkin karena sifatmu itu kau bisa diusir dari surga, aku tahu alasanmu diusir, mengintip malaikat wanita mandi bukan?" (Levi)
__ADS_1
"Cihh kenapa itu bisa tersebar sampai ke kamu Levi." (Azazel)
Levi hanya mengangkat bahunya dan kembali memandangi langit.
Tapi setelah itu ada suara langkah kaki orang berlari ke arah Levi dan Azazel.
Tap. Tap. Tap.
"Levi ternyata kamu disini, aku sudah mencarimu kemana-mana." (???)
Seorang wanita berambut crimson berlari kearah Levi.
"Ada apa Rias?" (Levi)
"Ini gawat!! Asia diculik oleh Diodora Astaroth." (Rias)
Levi menyipitkan matanya dan dia sudah mengira kalau hal seperti ini akan terjadi, terlebih lagi sikap aneh Diodora yang menanyakan Asia saat bertanding beberapa waktu lalu.
"Jelaskan apa yang terjadi?" (Levi)
"Tadi Issei dan Asia sedang berjalan kearah supermarket di sekitar arena, lalu Diodora dengan Paaragenya muncul dan menyulik Asia, Issie tidak bisa mengalahkannya karena mereka semua diberi ular Ophis." (Rias)
"Sudah aku duga kalau mereka adalah anggota Chaos Brigade, tapi kenapa mereka menculik Asia?" (Levi)
"Mereka pasti bertujuan untuk mengambil Sacred Gear 'Twilight Healing', kalian harus cepat-cepat untuk mencegahnya, kalau tidak dia bisa mati karena dikeluarkan dengan paksa Sacred Gearnya." (Azazel)
Levi berpikir kalau ucapan Azazel masuk akal.
"Kalau begitu kita kesana." (Levi)
"Ta-Tapi Levi, kalau kamu ikut bertarung kata Diodora, dia akan membunuh Asia dengan sangat cepat, juga bawahannmu juga tidak boleh ikut serta." (Rias)
Levi menyipitkan matanya, dan cukup kesal karena hal itu.
"Terus bagaimana cara menyelamatkan asia?" (Levi)
Rias berpikir sejenak, dan akhirnya dia mendapatkan suatu rencana.
"Awalnya aku akan menyerang mereka dengan para bawahanku, lalu saat masa kritis kamu bisa menggunakan sihir ruangan dan waktu." (Rias)
"Itu sepertinya akan berhasil, Azazel aku ingin menyelamatkan temanku dulu, sampai bertemu lagi." (Levi)
"Semoga Berhasil, Levi-kun." (Azazel)
Levi dan Rias segera meninggalkan Azazel, dan berkumpul dengan lainnya.
Sesampainya disana Levi melihat Issei yang marah karena Asia diculik.
"Semuanya ayo kita selamatkan Asia." (Rias)
Setelah Rias berkata seperti itu, mereka semua segera melihat kemari.
"Tapi bagaimana mencari lokasi dia berada?" (Akeno)
"Aku setuju." (Tia)
"Aku sudah melacak sihirnya dengan familiarku, dia sekarang sedang berada dikastil Maou Lama tepatnya Kastil Maou Lama Beelzebub." (Rias)
"Persembunyian yang cukup mengesankan." (Diablo)
"Levi ingat kalau kamu dan para bawahanmu jangan sampai ikut bertarung duluan, kita pakai rencana yang tadi aku sebutkan." (Rias)
__ADS_1
Aku mengangguk perkataan Rias dan Rias menjelaskan rencana kepada yang lainnya.
Setelah itu kami semua berteleportasi ke kastil Maou Lama Beelzebub.