
Kebesokan harinya, setelah Levi bertarung dengan Diodora Astaroth akhirnya dia sekarang telah memasuki babak final.
Kemarin setelah Levi menang dalam bertanding, Rias kemudian melawan Sairaorg, tentunya Sairaorg yang menang.
Mereka bertarung dengan sangat sengit selama beberapa menit.
Pada saat mereka bertanding banyak sekali kejadian yang membuat menegangkan.
Sairaorg melawan dengan kekuatan fisiknya, sedangkan Rias dia mengaktifkan Power Of Dictericion.
Power Of Dictericion Rias bisa melakukan beberapa perlawanan kepada Sairaorg.
Tapi karena kurangnya pengalaman bertarung, Rias jadi masih belum bisa mengalahkannya.
Tapi Levi menyemangati Rias untuk berlatih lebih giat lagi dan menjadi yang tak terkalahkan dimasa depan.
Rias kembali bersemangat mendengar ucapan Levi, dan mimpinya untuk tak terkalahkan harus menjadi kenyataan.
Disisi lain Levi sedang sedikit tertarik akan melawan Sairaorg, dia bahkan tidak sabar menunggu hari ini.
Pada karya aslinya dikatakan kalau Sairaorg adalah seseorang yang memiliki fisik yang luar biasa kuat, tapi dia lemah disihir.
Levi tertarik karena ingin beradu fisik dengannya, dan mengharapkan kalau Sairaorg akan memakai senjata pamungkasnya yaitu Singa Regulus.
Bisa dikatakan kalau ini akan menjadi pertarungan yang paling ditunggu-tunggu oleh para Iblis di dunia bawah.
Para Iblis kelas rendah, menengah, maupun tinggi semua menonton pertandingan hari ini.
Bahkan para keempat Maou bersemangat menunggu hari ini tiba.
Mereka tidak sabar menantikan pertarungan Singa Emas Vs Naga Emas, kedua pria beramor emas akan bertarung hari ini.
Levi menjadi sangat terkenal di dunia bawah karena pencapaiannya saat turnamen, terlebih lagi dia adalah tunangan Keluarga Gremory.
Banyak sekali orang yang membicarakan namanya, dan dia cukup terganggu akan hal itu, karena dia tidak ingin terlalu mencolok perhatian.
Karena sudah terlanjur terkenal, mau tidak mau dia harus menerima fakta ini.
Bahkan Dewa di dunia DxD sudah memperhatikan gerak-gerik dari Levi, tapi Levi sudah menyadari hal itu.
Jika para Dewa tidak mengganggu kehidupannya, dia juga tidak akan mengganggunya.
Levi sekarang sudah tiba diarena turnamen dengan teman-temannya, penonton lebih banyak dari kemarin, mereka sangat antusias untuk melihat pertandingan final ini.
Saat Levi ingin memasuki arena turnamen, dia disambut dengan sorakan para penonton, Levi sekarang banyak sekali pendukungnya, dia membalas sorakan itu dengan senyuman.
Sekilas para penonton sangat tergila- gila dengan senyuman Levi terutama para wanita.
Beberapa menit kemudian, suara pemberitahuan bergema di seluruh area.
[Pertandingan Akan Segera Dimulai, Harap Para Pemain Segera Bersiap-siap.]
Setelah pembawa acara mengatakan hal itu, seluruh arena bergetar karena sorakan para penonton.
Mereka semua tidak sabar untuk menonton pertandingan ini.
Levi sampai sekarang belum bertemu dengan Sairaorg, tapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu, mungkin dia juga akan bertemunya saat bertanding.
[Sekarang! Pertarungan akhir bagi Iblis muda diantara Bael dan Ozora sudah menuju panggung terakhir! Pertarungan terakhir yang berubah menjadi pertarungan kelompok, pertarungan ini akan dilangsungkan kedua peserta memilih satu partnernya, ini akan menjadi pertandingan 2 vs 2]
Pembawa acara mengatakan seperti itu, sistem pertandingan diubah yang tadinya duel menjadi 2 vs 2, masing masing peserta akan memilih partnernya.
...LEVI*POV*...
Sekarang aku berada diluar arena bersama dengan lainnya.
Seperti yang kalian tahu bahwa sistem pertandingan akan dirubah, aku tidak tahu apa tujuan dari perubahannya, mungkin para penyelenggara ingin membuat pertandingan menjadi lebih menyenangkan.
Aku sudah memikirkan partner terbaik untuk bertarung bersamaku nanti.
"Levi apa kamu sudah mendapatkan partnermu?" (Rias)
"Saya bisa menjadi partner anda Levi-sama." (Diablo)
"Apa-apaan kamu Diablo? Aku yang akan menjadi partner dari Levi." (Oda)
"Ara...Ara, kalian memperbutkan posisi partner Levi-kun, sepertinya aku juga harus ikutan." (Akeno)
"Levi-senpai, aku juga bisa menjadi partnermu, dan aku bisa melihat oppai para wanita saat bertanding." (Issei)
Mereka benar-benar ribut sekali, ini sedikit merepotkan.
"Tenang saja, aku sudah mendapatkan partner yang cocok nanti." (Levi)
"Benarkah? Siapa itu?" (Rias)
"Lihat saja nanti." (Levi)
"Tidak menyenangkan, kasih tahu kami sekarang." (Tia)
Ha'ah, memang merepotkan...
Aku segera meninggalkan mereka semua dan berjalan keluar untuk pemanasan.
Aku melakukan pemanasan dengan joging jarak pendek, push-up, dan beberapa peregangan otot.
Aku harus melakukan hal itu karena nanti pasti aku akan beradu fisik dengan Sairaorg.
[Harap para peserta segera memasuki arena pertarungan]
Aku mendengar suara pemberitahuan bergema diseluruh area.
Aku segera berjalan ke arena pertandingan, saat aku memasuki arena banyak sorakan penonton yang bergema diseluruh arena pertarungan.
Aku juga melihat Sairaorg sudah tiba duluan di arena pertarungan.
Di sampingnya ada pria bertopeng sebagai partnernya.
Aku tahu siapa pria bertopeng itu, itu adalah Singa Regulus dalam bentuk manusianya, jadi dia sudah memutuskan mengeluarkan Regulus.
Aku saling bertukar tatap dengan Sairaorg, aku memberikan senyuman kepadanya.
[Huah... Kedua peserta sudah memasuki arena pertarungan, saya akan memberi tahu tentang peraturan pertandingan, pertama para peserta bebas menggunakan sihir, kedua jangan menyerang lawan jika dia sudah menyerah, ketiga jika lawan kalah maka dia akan diteleportasi langsung ke area penyembuhan untuk memberikan perawatan.]
Pembawa acara menjelaskan peraturan pada pertandingan, aku cukup mengerti tentang hal itu.
"Levi Ozora, aku sudah menunggu hari ini." (Sairaorg)
"Aku juga Sairaorg." (Levi)
"Aku akan memperkenalkan partnerku, namanya adalah Regulus, tapi dimana partnermu?" (Sairaorg)
"Ah tenang saja." (Levi)
"Bellion"
Setelah memanggil nama 'Bellion', makhluk hitam keluar dari bayangan dan berdiri disampingku.
Para penonton terkejut melihat rupa Bellion, dan teman-temanku sudah mengenal Bellion karena beberapa waktu lalu Diablo melawannya.
[Apa yang berdiri disamping peserta Levi Ozora? Apa itu adalah rekan pertandingannya? Sosok makhluk hitam yang gagah sekarang berdiri disampingnya.]
Pembawa acara berkata sambil mengeluarkan suara yang keras....
"Seperti yang diharapkan darimu Levi Ozora, kamu selalu membuat kejutan." (Sairaorg)
Aku membalas perkataan Sairaorg dengan senyuman.
[Karena kedua peserta sudah bersiap-siap, mari kita mulai pertandingannya dalam hitungan mundur]
1..
2..
3..
[MULAI!!]
Sairaorg segera mengambil posisi bertarung, begitu juga dengan partnernya pria bertopeng.
"Bellion, kamu lawan pria bertopeng itu." (Levi)
"Baik, Levi-sama." (Billion)
__ADS_1
Setelah Bellion berkata seperti itu, dia segera mengeluarkan pedang lengkung warna hitam miliknya.
Aku saling bertukar tatap dengan Sairaorg...
Aku sekarang sedang menganalis pergerakannya, ini adalah hal yang paling tepat untuk membantalkan momentum lawan menyerang.
GOOOON!
Aku menyerbu maju dengan kecepatan max, dan langsung menyerang ke arah tubuh Sairaorg.
Sairaorg juga menutupi tubuhnya dengan touki ,dan melompat ke arahku dengan menendang tanah!
Tinjuku dan tinju Sairaorg saling bersilangan!
Tinju kita saling mendarat di wajah masing masing seperti serangan silang!
BUKKK!
Seperti yang diharapkan dari Sairaorg, ini pertama kalinya aku terluka dalam pertarungan, ini sangat menyenangkan, dia bisa memukul wajahku dengan kedua tangannya.
Kekuatan yang digandakan terpusat pada tinjuku, dan meningkatkan kecepatannya saat menghantam wajah Sairaorg!
BAAAANNN!!
Aku mampu mendaratkan tinju super keras yang menggetarkan area sekelilingku.
TES!
Darah mengucur dari hidung Sairaorg dan darah menetes dari sudut mulutnya.
Tubuhnya juga sedikit gemetaran.
“Tinju yang kuat sekali........! rasanya semangatmu mengalir langsung ke tubuhku. Dalam waktu singkat kau menjadi Iblis, berapa banyak latihan keras yang kau bebani ke tubuhmu? Itu kekuatan yang tak bisa dicapai secara normal!" (Sairaorg)
Usai mengatakan itu, perang tinju antara aku dan Sairaorg dimulai.
Kami melakukan pukulan dan tendangan dari jarak dekat.
Sebenarnya keahlian bela dirinya lebih baik dariku!
Jadi ada batasan yang bisa kulakukan dengan seni bela diri yang kupelajari di pertarungan sungguhan!
Ada jarak pengalaman yang lebar diantara kami!
Tapi berkat fakta kalau aku sudah menjalani banyak pertarungan sengit dalam duel sungguhan, aku bisa cukup mengimbangi Sairaorg!
"Serangan yang diasah melalui pertarungan sungguhan, begitu! Kau mampu memukulku tanpa berpikir panjang karena hal itu!" (Sairaorg)
Dia sedang tertawa! Di sisi lain aku tersenyum kepadanya!
Aku mengambil jarak dan melihat pria bertopeng yang dilawan Bellion.
Dia terpojok oleh Bellion sampai topengnya hancur sebelah.
Pria bertopeng yang melawan Bellion melepas topengnya.
Wajahnya terlihat seperti pria yang mungkin sebaya denganku.
Namun hal itu berubah dalam sekejap.
BOKO! BEKI!
Tubuh pria itu mulai berubah sambil membuat kebisingan tinggi!
Tubuhnya perlahan membesar dan berubah menjadi makhluk aneh.
Bulu emas mulai bermunculan di sekujur tubuhnya dan anggota geraknya menjadi lebih tebal.
Mulutnya menganga menampakkan taring tajam.
Ekor muncul dan bulu emas panjang bermunculan di lehernya.
ROOOOOOOAR!
Itu adalah Singa Regulus, Ia memiliki tubuh besar sekitar empat atau lima meter tingginya!
Ia memiliki semacam berlian di dahinya.
Ia berdiri di depan Bellion sambil menggetarkan bulu bulunya.
Sepertinya komentator juga kaget.
[Tunggu! Apa itu Singa Nemean? Tidak,berlian itu kan......]
Sepertinya Ajuka-sama yang juga menjadi komentator menyadari sesuatu dan menjadi kaget.
Komentator lalu bertanya padanya.
[Apa maksud anda?]
[........Pada dasarnya itu adalah lawan yang pernah Hercules asli hadapi dalam satu dari kedua belas jenisnya..........Tuhan dalam Injil menangkap satu dari mereka dan menyegelnya kedalam Sacred Gear. Ia menjadi sesuatu yang terdaftar sebagai satu dari ketigabelas Longinus. Kalau kau menguasainya, kau bisa membelah bumi dalam sekali serangan, dan ia bisa bertransformasi menjadi Singa raksasa. Sang “Regulus Nemea”! aku ingat kalau dia punya kemampuan melindungi pemiliknya dari senjata proyektil. Namun aku menerima informasi kalau pemiliknya menghilang selama beberapa tahun belakangan. Tak pernah kusangka kalau dia akan menjadi Tim Bael.....]
"Tidak. Sayangnya pemilik aslinya sudah tewas. Saat aku menemukan pemilik asli "Regulus Nemea", dia sudah dibunuh oleh kelompok misterius. Sacred Gear yang berwujud kapak itu adalah satu satunya yang selamat. Kapak Perang yang seharusnya lenyap karena pemiliknya tewas justru berubah menjadi Singa raksasa atas kemauannya sendiri, dan melenyapkan kelompok yang membunuh pemiliknya." (Sairaorg)
"Disaat itulah aku menjadikannya budakku. Kupikir pertemuan itu sudah ditakdirkan karena garis darah Ibuku adalah penguasa para Singa." (Sairaorg)
Ibu Sairaorg pada dasarnya berasal dari keluarga Vapula yang menguasai Singa.
Jadi pertemuan itu memang sudah ditakdirkan.
"Kekuatannya tak stabil mungkin karena dia tak punya pemilik. Ia bukan sesuatu yang bisa aku kirim sampai akhir Game. Bukan soal pertarungan lagi kalau dia sampai lepas kendali dan menyerang baik kawan atau lawan. Kalau aku bisa mengirimnya bertarung, itu hanya di saat dia bisa benar benar patuh padaku. Seperti sekarang ini, kalau sesuatu terjadi, hanya aku yang bisa menghentikannya."
Sairaorg-san menjelaskan.
“Yang jelas, lawanku adalah “Singa” itu kan?” (Bellion)
Bellion memasang kuda kuda melawan Singa itu.
Bellion, kuserahkan dia padamu! Kalau begitu aku akan mengurus Sairaorg!
Baik Bellion dan aku menyerbu ke arah lawan kami.
Dia bangkit kemudian maju, Aku juga bangkit kemudian maju, Aku terus menyerangnya tanpa jeda.
Aku mengaku kalah dalam pertarungan fisik dengannya, tapi kenapa aku merasa senang sekali? Ini perasaan yang benar-benar menyenangkan.
Aku menyadari lebih efektif melawannya dengan tinjuku seperti yang biasa kulakukan.
Selama bertarung, aku juga menyadari pergerakan tidak normal Sairaorg.
Pukulan dari tangan kanannya sedikit lebih lemah dari tangan kirinya.
Sepertinya dampak serangannya juga lebih kecil.
Tinju kanan Sairaorg menyerbu ke arahku!
Aku meluncurkan tinju ke tangan kanannya, ketika kedua lengannya menjadi lurus!
Tinju tergandaku menghancurkan serangan tinju kanannya.
Juga membuat tubuhnya agak sempoyongan.
Aku mengeluarkan api biru dari tanganku, lalu meninjunya dengan keras...
BRUKK!!
Sairaorg terhempas ke kejauhan, pakaiannya terbakar oleh api biru, dari perutnya mengeluarkan banyak sekali darah...
Sambil tertutupi asap tebal di udara, Sairaorg mendarat di tanah dengan perlahan.
Sairaorg-san yang mendarat di tanah tubuhnya penuh luka.
"Kuat. Kau sampai bisa menjadi sekuat ini." (Sairaorg)
Dia sepertinya puas oleh seranganku.
Sekarang, bagaimana aku harus menyerangnya setelah ini? Saat memikirkan strategi selanjutnya aku mendengar suara gemuruh...
BRUKK!!
Saat aku menoleh, aku melihat Bellion yang mengalahkan Singa Regulus itu, tubuh Singa terhempas ke tanah.
Seperti yang diharapkan dari komandan tertinggi Shadow Army.
__ADS_1
"Sairaorg-sama! Pakailah saya! Mohon ‘kenakan’ saya! Dengan Balance Breaker, anda akan mampu mengungguli dia! Apa anda mencoba menyia-nyiakan pertandingan yang bisa anda menangkan—" (Regulus)
"Tutup mulutmu! Itu.......itu adalah kekuatan yang hanya akan kupakai di saat darurat di Dunia Bawah! Apa artinya kalau aku menggunakannya untuk melawan pria ini!? Aku akan menghadapi pria ini, hanya dengan tubuhku!" (Sairaorg)
"Tolong gunakan kekuatan Singa itu, sepertinya akan seru." (Levi)
Aku mengatakan dengan santai, dan sambil meregenerasi luka-luka ditubuhku.
"Hari ini aku akan mengklaim kemenangan dengan mengalahkanmu, yang menjadi serius! Kita bertarung demi impian kita! Apa yang bisa kita dapatkan dengan mengalahkan lawan yang tidak dalam kondisi terbaiknya!?" (Levi)
"............Maaf. Entah dimana dalam hatiku aku masih menganggap ini hanya ‘Game’. Bahwa tak ada kesempatan kedua. Sepertinya sejak tadi pikiranku sangat naif. Sungguh pemikiran bodoh yang kumiliki.......!" (Sairaorg)
DON!
Tubuh Sairaorg terisi penuh oleh semangat tinggi!
"Aku marah pada diriku karena tak menyadari kalau aku takkan merasakan pertarungan ini lagi. Regulus!" (Sairaorg)
[Baik Tuan!]
Majikan memanggil Singanya.
Singa yang menjawab panggilan Majikannya!
Singa raksasa itu memancarkan cahaya emas.
Ia berubah menjadi partikel cahaya dan bergerak ke arah Sairaorg.
"Kalau begitu, mari kita lakukan. Sudah kutentukan kalau panggung ini akan jadi pertarungan sampai mati! Jangan dendam padaku meski aku membunuhmu, Levi Ozora!" (Sairaorg)
Sairaorg yang terlapisi oleh aura keemasan mengatakan itu dengan keras!
“Singaku! Raja Nemea! Kau, yang sudah dijuluki sebagai Shishiou! Jawablah raunganku dan berubahlah menjadi armorku!”
DOOOOOON!
[Balance-Break!]
Cahaya menyilaukan menyebar sepanjang daratan.
Karena cahaya silau itu, Bellion dan aku menutupi wajah kami dengan lengan kami.
...........Saat cahaya lenyap, yang muncul di hadapanku adalah lempengan armor berwarna emas dengan motif Singa.
Helm di kepalanya memiliki rambut emas yang terlihat seperti Singa.
Ada wajah yang sepertinya adalah kepala Singa di dadanya, dan matanya bersinar seolah masih memiliki kesadarannya.
Sairaorg yang hanya beberapa inchi dariku berkata.
"Sekarang. Tunjukkan semua yang kau punya."
Aku segara menoleh kearah Bellion dan berkata.
"Bellion serahkan dia padaku, kau segera kembali sekarang." (Levi)
"Baik tuanku." (Bellion)
Setelah itu Bellion menghilang kedalam bayangan.
Azure kita sepertinya harus menggunakan 'itu' lagi.
"Mari kita tunjukan kekuatan Naga yang sesungguhnya partner." (Azure)
Aku segera merapalkan suatu mantra.
'Datanglah, Naga Keemasan yang berpesta dengan darah para dewa, Koyaklah awan putih disurga dengan api penyucian keemasan.'
Gambaran naga menyinari arena...
'Azure Dragon'
Gambaran naga berubah menjadi armor...
Setelah itu tubuhku diselimuti Armor Naga Emas Kebiruan, dan itu sangat terang...
Raphael-san, tolong batasi kekuatan Armor Evolusi menjadi 2%.
« Permintaan Dikonfirmasi »
« Membatasi kekuatan dari Armor Evolusi sebanyak 2% »
Aura emas kebiruan meledak disekitaran arena, aku hanya mengeluarkan kekuatan Armor Evolusi sebesar 2%.
"Kita lakukan, Azure." (Levi)
"Maju partner." (Azure)
Aku dan Sairaorg segera bertatap muka, setelah itu aku segera membentangkan sayap emasku.
Dengan cepat aku berdiri didepan Sairaorg, Sairaorg terkejut karena aku tiba didepannya...
BRUKK!!
Aku meninju perutnya yang dilapisi armor singa, setelah itu aku memukul kepalanya ke arah bawah.
DUAKK!!
Kepalanya menyentuh tanah, wajahnya mengeluarkan darah..
"Sangat kuat." (Sairaorg)
Aku mengabaikan perkataan dari Sairaorg, dan langsung mengeluarkan api biru dari tanganku.
Api biru menyinari lapangan arena, dan aku langsung meninju dengan tangan yang dilapisi Api Biru.
DUAR!!
Ledakan terjadi, sekitar arena hancur dengan sangat parah...
Aku segera mengeluarkan aura membunuh kepada Sairaorg...
'Apa ini adalah aura dari seseorang yang akan memberikan kematian?' (Dalam hati Sairaorg)
Aku segera mengeluarkan canon dipunggungku...
Dan bola sihir emas muncul dicanon..
Tash..
Bola keemasan menuju ke Sairaorg...
DUAR!!!
Ledakan terjadi lagi tapi ini lebih besar, semua arena terhapus karena serangan itu, dan aku berdiri sambil melihat Sairaorg yang diselimuti cahaya putih.
Cahaya putih itu segera menteleportasi Sairaorg ke ruangan perawatan.
Dia meninggalkan arena pertarungan dengan wajah yang tersenyum.
Komentator segera memberikan pengumuman kemenangan.
[Huah... Pemenang dari Turnamen Antara Iblis Muda adalah Levi Ozora]
Setelah itu sorakan para penonton menyirangi arena.
Aku segera mengangkat tangan kananku keatas sambil mengepalnya.
"Akhirnya selesai, aku bisa mendapatkan hadiah nanti." (Levi)
Setelah itu aku segera memberi ucapan terima kasih para penonton dan kembali ke tempat teman-temanku.
__ADS_1