
Seminggu telah berlalu semenjak Levi menyelamatkan Mikasa dari khasus penculikan dan sekaligus khasus pembunuhan orang tuanya.
Pada akhir-akhir ini Levi dekat sekali dengan Trio Shiganshina yaitu Eren, Armin, dan Mikasa.
Setiap Levi selesai bekerja dari kafe, dia pasti akan bermain dengan mereka bertiga, dan juga Levi sangat dekat dengan keluarganya Eren.
Keluarga Eren sudah menganggap Levi sebagai anak angkatnya, bahkan Levi disuruh untuk tinggal dengan mereka ketika Keluarga Eren tahu Levi tidak memiliki orang tua, ya padahal dia mempunyai orang tua tapi itu di berbeda dunia.
Terlebih lagi Mikasa yang terlalu mencintai Levi, dia bahkan sering berkunjung dan membantu Levi saat bekerja di kafe.
Levi sekarang sedang berada disuatu sungai di Distrik Shiganshina bersama dengan Eren, Mikasa, dan Armin.
Mereka sedang membicarakan tentang sesuatu diluar dinding.
Apa ada manusia yang hidup diluar dinding? Kenapa kita bisa terkurung di dinding ini seperti hewan? Kenapa kita keluar dari tembok dibilang aneh?
Semua itulah hal yang mereka bicarakan.
"Lalu, setelah memberitahu kalau umat manusia suatu saat harus keluar dinding, mereka menghajarku, memanggilku kafir." (Armin)
Armin berbicara sambil menundukkan kepalanya, Eren mendengar itu terlihat emosi lalu menggenggam sebuah batu dan dia lempar kesungai.
"Sial! Padahal kita cuma ingin keluar, kenapa mereka membenci kita hanya karena itu?" (Eren)
Mendengar perkataan Eren, Levi mengkerut alisnya.
Levi berpikir kalau Eren benar-benar ingin keluar dari dinding, tapi diluar dinding Levi tahu kalau disana ada Titan, dan juga dia tahu kalau musuh umat manusia bukanlah Titan tapi diri mereka sendiri.
Disebrang lautan, para Negara Pahlawan Marley sangat membenci para penduduk Pulau Paradise, itu karena Raja Dinding telah membuat dunia diambang kekacauan, dan saat dia kalah dalam peperangan, Raja Dinding kabur kedalam Pulau Terpencil dan mengancam dunia jika kedamaiannya terganggu, dia akan menghancurkan dunia dengan 100.000 ribu Titan didalam dinding.
Tapi jika Levi berpikir kalau dunia akan dihancurkan dengan 100.000 ribu Titan, Levi bisa melindungi dunia dengan 100.000 ribu Shadow Armynya, itu adalah cara mengatasi kekacauan yang terjadi dimasa depan.
"Hei apa kalian bertiga tidak bingung kenapa kita dilarang keluar?" (Eren)
"Itu karena kita telah hidup dengan damai dibalik dinding ini selama 100 tahun, Para Titan bisa masuk kalau orang-orang keluar dari dinding, jadi pemerintahan raja melarang orang-orang untuk tertarik pada dunia luar dinding." (Armin)
Armin berbicara dengan sangat serius.
"Apa benar begitu?" (Levi)
Levi mangatakan hal itu, spontan Eren, Mikasa dan Armin memandang wajah Levi.
"Hei apa kalian percaya jika ada manusia yang hidup diluar sana?" (Levi)
Levi berkata sambil menunjuk kearah dinding, Armin segera menjawab dengan ringkas.
"Itu tidak mungkin, didalam buku sejarah, umat manusia yang diluar dinding telah mati karena para Titan, dan hanya kita yang tersisa." (Armin)
__ADS_1
Levi mengkerut alisnya, tentunya dia tahu kalau itu adalah sejarah palsu yang dibikin oleh Raja Dinding, mereka hanya ingin menyembunyikan identitas aslinya.
"Aku rasa tidak! aku percaya diluar sana ada manusia yang hidup." (Levi)
"Hei Lutfy apa kamu juga tertarik pada dunia luar?" (Eren)
[ Catatan: Lutfy adalah nama samaran dari Levi ]
"Aku tertarik karena ingin melihat kebenaran dari dunia ini." (Levi)
Armin, Eren dan Mikasa tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Levi, mereka tahu kalau Levi adalah yang tercedas dari mereka bertiga, jadi dia hanya diam untuk menanggapinya.
Setelah itu mereka berempat memandangi dinding dengan serius, lalu tiba-tiba...
STRSSSSSS!!!!
Kilat kuning muncul dari langit, tanah bergetar, mereka berempat terguncang, dan Levi membuat satu kesimpulan.
'Dia sudah datang'
"Ada apa?" (Armin)
"Ledakan?" (Mikasa)
"Kurasa juga ledakan." (Eren)
TAP. TAP. TAP.
Levi segera berlari meninggalkan Mikasa, Eren dan Armin.
"Hei, Lutfy! mau kemana?" (Eren)
Levi hanya terus berlari ke depan, dan yang lainnya segera berlari menyusul Levi.
Levi terus berhenti dan memandang ke arah dinding dengan wajah yang dingin.
"Hei ada apa Lutfy? apa yang kalian lihat sebenarnya?" (Eren)
Levi hanya menanggapi perkataan Eren dengan menunjuk kearah Dinding.
Terlihat di Dinding keluar asap putih yang sangat tebal, pada saat yang sama muncul sebuah tangan raksasa dari atas dinding dan memunculkan sebuah kepala Titan.
'Colosal Titan' (Pikir Levi)
Mereka semua panik karena melihat Titan yang lebih tinggi dari Dinding.
"Mustahil...! Dinding itu tingginya 50 meter, kan?" (Armin)
__ADS_1
Armin berkata sambil gemetar, Eren dan Mikasa memasang wajah bodoh, sedangkan Levi hanya menyipitkan matanya.
'Aku tidak mengira jika dia sebesar ini, Colosal Titan.' (Pikir Levi)
Tak lama kemudian Colosal Titan menghancurkan pintu gerbang dari dinding.
DUAR!!
Setelah dia menedang, Puing-puing bangunan terbang di udara, banyak para warga yang terhempas karena insiden itu, para warga panik, dan keempat bocah itu hanya tertegun melihatnya.
"Di-Dia... melubangi dinding?" (Armin)
Armin berkata sambil ketakutan.
Tak lama kemudian para Titan dengan ukuran 20 meter sampai kebawah muncul dari dinding yang dijebol itu.
HUAH!!!!
Para warga berteriak ketakutan, bahkan sudah ada yang dimakan oleh para Titan.
Eren setelah itu berlari secara lawan arah dengan para warga.
"Rumahku ada disana...ibu..." (Eren)
Levi dan Mikasa segera menghampiri Eren, akan tetapi pada selanjutnya mereka melihat sebuah Titan Berzirah yang berlari kearah dinding lainnya.
TAP. TAP. TAP.
Titan Zirah itu berlari kerah dinding sambil mencondongkan badannya lalu...
DUAR!!
Titan Zirah itu berhasil menghancurkan dinding bagian dalam Tembok Maria.
Mereka bertiga mengabaikan hal itu dan terus berlanjut kearah rumah Eren.
*Beberapa Jam Kemudian.
Banyak hal terjadi ketika insiden penjebolan Tembok Maria, Ibu Eren dimakan oleh Smileling Titan seperti dianimenya.
Levi sengaja tidak menyelamatkan itu karena takut akan merusak alur cerita dimasa depan, sesudah Ibu Eren dimakan oleh Smileling Titan, Eren, Mikasa dan Levi digendong oleh Hannes untuk menjauh dari sana, dan Levi juga dalam hatinya menyimpan dendam dengan Titan, dia merasakan kebersalahan karena tidak menyelamatkan Ibu Eren, akan tetapi itu semua telah terlambat, dan dia hanya mengakui rasa kesalahannya, Keluarga Eren pada dasarnya sangat baik hati menerima Levi, itu adalah sumber dari kebersalahannya.
Setelah itu, Levi, Armin, Eren dan Mikasa naik ke sebuah kapal untuk mengungsi di dalam Dinding Rose.
Eren bersumpah didalam kapal untuk menghancurkan semua Titan yang ada didunia, sedangkan Levi mendengar itu hanya tersenyum kecut dan mendukung Eren untuk melenyapkan para Titan, walaupun dia juga ikut-ikutan untuk bersenang-senang melawan titan nanti.
Eren juga telah membulatkan tekad untuk masuk sebagai militer di pulau paradise, dan juga ketiga teman lainnya juga mengikuti Eren lalu mendaftar di militer pada usia 15 Tahun.
__ADS_1