GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE

GOLDEN EMPEROR DRAGON DxD UNIVERSE
CHAPTER 17 - PERTUNANGAN!!


__ADS_3

Aku Levi Ozora,sekarang berada dikediaman Keluarga Gremory,dan memenangkan pertandingan duel dengan Raiser Phoenix.


Aku yang selesai bertanding duel dengan Raiser,segera menghampiri teman-temanku.


"Selamat Levi-sama,anda telah memenangkan pertandingan ini dengan cara yang cantik." Kata Diablo sambil tersenyum.


"Selamat Levi-senpai,atas kemenanganmu!" Kata Issei.


"Selamat Levi-kun,kau tadi sangat keren loh!!" kata Akeno.


"Selamat Levi-oniesan" Kata Asia.


"Selamat Levi-senpai." Kata Kiba.


"Selamat Levi-senpai." Kata Koneko.


"Hahaha!!terima kasih juga kembali,hufft sepertinya pertandingan ini sudah selesai,aku cukup lelah tadi." Kata aku sambil mengehela nafas sebentar.


Dibelakangku ada seorang pria paru baya yang mirip sekali dengan Raiser,yang hendak menghampiri kami berada.


"Selamat atas kemenanganmu,Levi-kun benarkan?" Kata Lord Phoenix.


"Ah,iya benar terima kasih telah memberiku ucapan selamat,Lord Phoenix." Kata Aku sambil membukuk hormat terhadapnya.


"Levi-kun kau tidak boleh begitu sopan denganku." Kata Lord Phoenix tersenyum dengan ramah.


"Jadi ada keperluaan apa anda kesini Lord Phoenix?." Kata aku.


"Tidak ada apa-apa,aku hanya memintamu untuk menggantikan posisi Raiser saja kok nak!." Kata Lord Phoenix


"eh?maksud anda?!?!" Tanya Levi yang sedang mulai paham.


" Ya karena kau membatalkan pertunangan ini,jadi aku memintamu untuk menggantikan posisi Raiser sebagai tunangannya Rias." Kata Lord Phoenix sambil tersenyum.


"Apaaa!!" Kata Levi yang sangat terkejut.


"Aku menyetujui hal itu,jadi Levi-kun mulai sekarang kau dan Rias akan bertunangan." Kata Sirzech yang menghampiri Levi bersama Rias yang disampingnya.


" Kenapa tiba-tiba onii-sama?" Tanya Rias sambil memasang wajah kagetnya.


"Ara...Ara buchou tidak usah berpura-pura terkejut seperti itu fufufu." Goda Akeno.


"Diamlah kau Akeno." Balas Rias.


"Hiks Hiks Hua, keperawanan Rias-buchou akan diambil Levi-senpai." Ucap Issei disela tangis alaynya dan membuat semua orang disana swet drop.


'Menjijikan' pikir semua orang yang melihat tingkah laku Issei.


"Issei-senpai kau menjijikan." Kata Koneko yang kesal melihat Issei.


"Tenanglah Issei-san,kau pasti mendapatkan kebahagianmu kok." Kata Asia sambil memasang wajah kemerahan.


"Asia-chan,kau yang terbaik." Kata Issei dengan mata berbinar.


'Dengan cepat emosinya berubah' pikir semua orang yang berada ditempat.


Kembali ketokoh utama,Levi dari tadi hanya diam dan kebingungan.


Dirinya sedang berpikir apa yang akan terjadi dimasa depan jika dia bertunangan dengan Rias.

__ADS_1


Terkadang rasa takut kehilangan muncul dalam hati Levi.


Dia tidak mau kehilangan teman-temannya,terlebih lagi kehilangan cinta sejatinya. Namun tingkah laku Levi ini dari tadi diperhatikan oleh Sirzech dan Diablo.


"Kamu kenapa Levi-kun?" Tanya Sirzech.


"Ntahlah,Siarzech-sama aku bingung dengan semua ini." Balas Levi dengan lirih.


"Apa kamu tidak mau bertunangan dengan adikku?" Tanya Sirzech dan semua orang yang mendengarnya langsung menatap kearah Levi,termasuk Rias yang sudah siap menumpahkan air matanya.


"Bu-bukan seperti itu,aku takut jika Rias akan terkena masalah dimasa depan jika bersamaku." Ucap Levi.


Rias yang masih bingung dan belum tahu kenapa Levi berbicara seperti itu hanya diam dan menggenggam tangan Levi memberikan rasa ketenangan untuk Levi.


"Tenanglah Levi,aku akan berjanji akan selalu berada disisimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun maut memisahkan kita." Ucap Rias dengan lembut.


"Rias....?" Kata Levi sambil melihat mata Rias yang memancarkan ketenangan.


"Rias-sama benar Levi-sama,bukan hanya Rias-sama. Kamu masih memiliki kami semua sebagai teman baikmu." Ucap Diablo dan berhasil membuat Levi senyum.


"Arigatou Diablo,kau benar-benar seperti adikku." Balas Levi sambil tersenyum.


"Bukan masalah besar,Levi-sama." Ucap Diablo.


"Jadi apa kau menerima pertunangan ini Levi-kun?" Tanya Sirzech.


"Lalu untuk waliku?orang tuaku sekarang masih berada dirumah."Ucap Levi.


"Tenang saja nanti aku akan memberi tahu orang tuamu,dan berbicara terbuka dengan mereka." Ucap Sirzech.


Tapi Lord Phoenix segera menyela pembicaraan mereka.


"Yah tidak masalah,aku juga minta maaf kerena sudah membuat putra anda terluka cukup parah." Ucap Levi dengan nada hormat dan dibalas oleh senyuman tulus oleh Lord Phoenix.


"Jadi apa jawabanmu Levi-kun?" Tanya Sirzech.


"Yah,untuk itu tergantung dari Rias." Ucap Levi sambil menatap Rias.


"Baiklah aku akan menerimanya,Onii-sama." Ucap Rias sambil wajahnya merona seperti rambut crimsonnya.


"Kya...aku harus segera menyiapkan nama laki-laki dan perempuan untuk keponakanku nanti." Ucap Sirzech dan membuat semua orang Swetdrop kecuali Levi dan Rias yang hanya bisa bulshing dan membanyangkan punya anak kembar.


'Kuharap Levi-sama bertahan dengan kakak ipar seperti itu' pikir Diablo.


'Aku tidak bisa membayangkan diriku dimasa depan nanti.' Pikir Levi dengan fantasi liarnya.


"Onii-sama jangan berbicara seperti itu!!." Ucap Rias kesal dengan wajah memerahnya.


"Baiklah kalau begitu kalian akan setelah ini resmi bertunangan!! Nanti aku juga akan memberitahu Okaa-sama dan Otou-sama tentang hal ini,Rias." Ucap Sirzech.


Mereka semua pun berpisah dan aku Levi Ozora,sedang berada didepan halaman kediaman Gremory.


Aku mengambil tangan Rias. Aku mengeluarkan lingkaran sihir yang Rias berikan padaku.


Aku pikir dia mengatakan kepadaku untuk menggunakan lingkaran sihir di sisi lain setelah aku membawa Rias......


Ketika Aku membalik kertas itu, bersinar.


FLASH!

__ADS_1


Apa yang muncul dari lingkaran sihir adalah binatang berkaki empat yang belum pernah Aku lihat sebelumnya. Aku tidak tahu apakah itu singa atau elang dan memiliki sayap.


"Griffon ....."


Aku mendengar seseorang di aula mengatakan itu. Aaah, jadi ini disebut Griffon. Jadi Rias menyuruhku jalan dengan naik ini?


ROAR


Griffon membuat gemuruh dan kemudian mulai bergerak menuju lubang yang aku buat sebelumnya. Aku bilang ke Diablo dan yang lain sebelum aku pergi,


"Aku akan menunggu di ruang klub!"


Dengan kata-kataku, semua orang tersenyum padaku dan melambaikan tangan mereka. Dan Griffon terbang ke langit dunia bawah sambil membawaku dan Rias.


Tidak seperti dunia manusia, warna di dunia bawah itu ungu. Terlihat aneh, tapi memberikan rasa keamanan secara misterius.


TOUCH


Tangan Rias menyentuh pipiku ketika aku sedang melihat ke langit.


"Kau bodoh."


Dia mengatakannya dengan senyuman pahit. Rias sepertinya merasa lega. Dia terlihat seperti akhirnya terlepas dari sesuatu yang menyakitkan.


“....!”


terengah ketika dia melihat lengan kiriku. Dia menyentuh lengan kiriku dengan wajah sedih. Yah apa boleh buat. 


"......Kau mungkin sudah merusak pertunangan ini. Tapi para iblis lainnya pasti tidak akan diam, Kalau kau tetap melakukan ini......."


"Kalau begitu akan kuberikan lengan kananku sebagai tumbal. Lalu mataku. Aku akan tetap menyelamatkan Rias. Itu yang hanya bisa kulakukan. Tapi aku pasti akan datang dan menyelamatkanmu. Itu karena aku adalah "Tunangan" Rias Gremory."


......! Setelah kukatakan itu bibirku diblokir. Sesuatu yang memblokir bibirku adalah........ Rias meletakkan tangannya di sekitar leherku dan menaruh bibirnya tepat di bibirku. Itu bukan sesuatu yang berlangsung sekejap.


Cium.


Itu bukan ciuman prancis tapi aku bisa merasakan perasaannya dari ciuman lembut ini. Bibir lembut dan wangi dari rambut merah tuanya membekukan otakku. Setelah beberapa menit, Bibir Riad adalah milikku. Lalu Rias tertawa. ...................


Ci........ciuman!!? Aku.....Aku ciuman dengan Rias! Ciuman! Ciumannnnnnnnn!! Ini terasa seperti otakku meledak dan terbuka! Waah....Wo.........Woooooowwwwww!!


"Ciuman pertamaku. Itu sesuatu yang berharga untuk perempuan Jepang kan?"


"Eh......? I......iya! Hah!? Ciuman pertama!?


Aku benar-benar terkejut! Maksudku ciuman pertama!? Bukankah itu sesuatu yang penting untuk perempuan!?


"Ummmm....apa kau yakin!? Kalau itu untukku?"


"Kau melakukan sesuatu yang pantas untuk ciuman. Itu hadiahnya karena menjadi tunanganku."


Dia mengatakannya sambil tersenyum kearahku. Aaaaaah, aku merasa seperti sesuatu akan terjadi padaku! Ini sebanding dengan usaha hanya dengan ciuman ini!?


"Berbicara tentang ciuman pertama. Kau segitu inginnya dengan keperawananku?"


"Aku mau! Aaaah!"


Aku menjawabnya dengan cepat. Man, Aku terlalu jujur dengan keserakahanku..... Tapi itu adalah perasaanku yang sesungguhnya. Tentu saja aku mau! Aku bahkan mengatakannya dikeramaian!


"........Kau benar-benar jujur untuk sesuatu seperti ini."

__ADS_1


Rias tampak bermasalah tapi ia tersenyum. Aaaah, Maaf untuk terlalu jujur untuk sesuatu seperti ini. Ketika aku meminta maaf didalam hatiku. Rias mulai mengelus pipiku. Rias hanya tertawa senang. Itu bagus. Aku sangat senang Rias tersenyum lagi.


__ADS_2