
Aku Levi Ozora,setelah meningggalkan Rias dan para bawahannya digereja segera pulang kerumah dan dengan cepat tidur dikasurku.
Dan untuk Diablo yang habis menggila tadi,sekarang dia berkata kalau melanjutkan bermain Ps4 seperti biasa.
Satu hari telah berlalu semenjak aku dan Diablo mengalahkan Malaikat Jatuh itu,kami menjalani hubungan baik pada anggota klub penelitian gaib.
Tapi pada beberapa hari kedepan,untuk beberapa alasan Rias perlahan-lahan menjauhiku.
Aku tidak tahu kenapa dia tampak menjauhiku, jadi rencananya aku ingin mengunjungi klub penelitian gaib sehabis pulang sekolah.
Dan untuk Diablo katanya dia tidak ikut karena ingin melanjutkan bermain game baru yang aku beli beberapa waktu lalu.
Tapi kalau ada suatu keadaan darurat aku bisa memanggilnya dengan sihir telepati,dan Diablo akan segera muncul disaat keadaan itu.
Sesampainya didepan pintu ruangan klub penelitian gaib aku segera mengetuk pintu...
(Tok.Tok.Tok)
"Ini aku Levi,bolehkah aku masuk keruangan?" Kata aku yang saat ini berada diluar pintu.
"Silahkan masuk,Levi-kun." Kata Akeno yang didalam ruangan.
Aku kira yang menyembut kedatanganku adalah Rias,jadi aku berpikir ada suatu yang tidak beres terjadi didalam.
"Aku masuk.." Kata aku yang segera masuk keruangan klub penelitian gaib.
Ketika aku masuk,aku melihat disana ada Issei,Akeno,Kiba,Koneko,Asia,dan juga Rias dengan pria disampingnya duduk bersamanya,dibelakang pria itu ada dua belas wanita dan aku merasakan aura iblis para wanita itu.
Asia sekarang pindah ke Akademi Kuoh dan berpacaran sama Issei,juga dia tinggal satu rumah dengan Issei.
Aku melihat pria berambut kuning itu sedang duduk disamping Rias dan membelai-belai rambut crimson milik Rias,aku tahu pria itu adalah Raiser Phoenix.
Raiser Phoenix adalah Tunangan Rias dalam politik iblis walaupun Rias tidak menyukainya, dia adalah anak kedua dari Keluarga Phoenix,yaitu salah satu keluarga dari 72 pilar iblis.
"Jadi siapa kau?dan apa hubunganmu dengan Rias?" Kata Raiser dengan menunjukkan wajah tajam kepadaku.
"Namaku adalah Levi Ozora,anak tunggal dari keluarga Ozora,aku adalah temannya Rias,tidak kurang dan tidak lebih." Kata aku sambil tersenyum kepada Raiser.
"Jadi kau temennya Rias ya? aku kira kau menjalin semacam hubungan padanya,kalau itu benar terjadi aku akan segera menghabisimu." Kata Raiser sambil mengeluarkan sihir Api Phoenix miliknya.
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan dia.
"Jadi Rias aku disini membahas pertunangan kita minggu depan, kau ingin melaksanakan pertunangan kita dimana?" Kata Raiser.
"Hmph!!,Seterah kau saja." Kata Rias dengan wajah yang tidak menyenangkan.
"Kau tidak boleh seperti itu dengan calon tunanganmu Rias."Kata Raiser sambil membelai rambut crimson milik Rias.
Semua orang yang disini tampaknya tidak senang dengan perbuatan Raiser,dengan jelas tertara pada wajah mereka semua,jelas saja karena ketuanya diperlakukan dengan tindakan tidak senonoh ini.
__ADS_1
Jadi aku hanya tersenyum diluar,dan kesal dibelakang.
"Hei!!,kau jangan melakukan Rias-buchou seperti itu,Sialan!!." Kata Issei dengan nada kesal.
"Rias apa kau tidak mengajarkan sopan santun kepada bawahanmu jika melihat seorang atasan." Kata Raiser dengan meloloti Issei.
"Issei kau jangan seperti itu,lebih baik kau diam saja." Kata Rias.
"Ta-Tapi Rias-buchou." Kata Issei setelah diperingati oleh Rias.
"Kau sebagai bawahan harus diam jika melihat atasan,kau tidak boleh seperti itu lagi,jika kau melakukannya aku akan segera membunuhmu!!" Kata Raiser dengan nada mengancam.
"Cih.." Desahan suara Issei.
"Jadi Rias aku telah memutuskan tempat yang cocok untuk kita merayakan pertunangan,bagaimana jika dikediaman Phoenix?apa kau mau?" Kata Raiser.
"Hmph!" kata Rias sambil memasang wajah cemas.
"Kalau begitu,baguslah aku jadi semakin sayang kepadamu (Ummah)." Kata Raiser sambil mencium Rias.
Semua orang yang disini tampak sangat-sangat kesal dengan perbuatan Raiser.
"Kau SIALAN!!APA YANG KAU LAKUKAN?!?" Kata Issei dengan emosi.
"Kau sudah lebih baik diam,apa kau benar-benar ingin dibunuh." Kata Raiser.
"Issei kau tidak boleh seperti itu segera meminta maaf kepadanya." Kata Rias.
"Issei!!" Kata Rias terharu dengan perkataan Issei.
"Lebih baik kau terima hukumanmu,karena telah menentang Raiser-sama ini." Kata Raiser sambil mengeluarkan Sihir Api miliknya.
Sihir itu segera menuju kearah Issei,dan menyebabkan dia terpental jauh sekali didalam ruangan.
[COUGHT,COUGHT]
Issei yang terkena sihir api milik Raiser segera batuk berdarah.
"Issei!! kau sangat keterlaluan Raiser." Kata Rias memesang wajah kesal.
"Issei-kun apa kau baik-baik saja?" kata Akeno.
"Issei-san mulutmu mengeluarkan darah,tidak-tidak" Kata Asia dengan cemas.
"Issei-kun" Kata Kiba.
"Issei-senpai." Kata Koneko.
Tentu saja aku melihat Issei diserang dengan brutal seperti itu tidak diam saja,aku segera mengaktifkan Sihir Ruang Dan Waktu milikku,lalu dengan secepat kilat aku berdiri didepan Raiser dan mencekiknya dengan keras.
__ADS_1
"A-Apa yang kau lakukan,SIALAN!!" Kata Raiser sambil mengerang kesakitan karena dicekik olehku.
"Oioi!!harusnya yang aku bertanya seperti itu,kenapa kau menyerang temanku,Sialann!!" Kata aku sambil menambah cengkeramanku.
"Levi berhenti dia adalah anak kedua dari Keluarga Phoenix,salah satu keluarga dari 72 pilar iblis." Kata Rias menyuruhku untuk berhenti.
"Benar kata Rias!aku ini adalah dari keluarga Phoenix loh!!Phoenix...!!!" Kata Raiser sambil mengancam.
"Phoenix? kau sekarang hanya seekor anak ayam didepanku,dan kau menyebut dirimu seekor burung Phoenix yang abadi?." Kata aku sambil terus mencengkram lehernya.
"Akhhh!!sialan kau!! kenapa kalian diam saja?serang dia bodoh!" Kata Raiser sambil melihat kearah bawahannya.
"He'eh,memanggil bawahan ya?bukannya itu sedikit curang ya,kalau begitu Diablo keluar kau." Aku berkata sambil mengaktifkan sihir telepati untuk memanggil Diablo.
Asap hitam muncul dibelakangku, dan Diablo segera muncul dari asap hitam itu.
"Ada apa Levi-sama?" Kata Diablo.
"Kau lawan para bawahan Ayam Bakar ini." Kata aku.
"Panggil aku Phoenix,SIALANN!!" Kata Raiser sambil berteriak.
"Jadi kalian yang sudah berani ingin melawan tuanku dan mengangguku sedang bermain game,sepertinya ini saat yang cocok untuk memperlihatkan Skill bertarung yang kutiru dalam game,kekeke." Kata Diablo sambil tertawa.
Diablo dengan cepat menyingkirkan para bawahan Raiser dengan skill bertarung yang dia tiru dalam game.
"Semua sudah beres Levi-sama." Kata Diablo sambil tersenyum.
"Nah sekarang apa yang akan aku lakukan pada Ayam Bakar ini." Kata aku.
"Kau jangan membunuhnya Levi,nama kamu akan tercemar didaerah iblis." Kata Rias memperingatiku.
"Cih,menyebalkan padahal aku sudah muak dengan tingkah lakunya." Aku berbicara lalu melepaskan cengkramanku.
"AkhAkh!! sialan kau, karena kau telah melakukan aku seperti ini,aku tantang duel denganku pada satu minggu kedepan." Kata Raiser.
"Ho'uh sepertinya menarik Ayam Bakar-kun,kalau begitu sampai jumpa disatu minggu yang akan datang!" Kata aku.
"Panggil aku Phoenix sialan!!Lihat saja dalam satu minggu aku akan segera menghabisimu." Kata Raiser lalu pergi dengan sihir teleportasi miliknya.
"Hufft!!akhirnya si pengacau itu hilang." kata aku sambil menghela nafas.
"Apa kau tidak apa-apa mengajaknya berduel?" Kata Rias dengan wajah cemas.
"Tenang saja Rias,aku akan segera menghabisi si ayam bakar itu dengan cepat!" kata aku sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan percaya padamu,dan juga maafkan aku beberapa hari yang lalu aku sempat menghindarimu Levi." Kata Rias.
"Ah tentang itu ya, tidak masalah bagiku." Kata aku sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah berbicara selama berjam-jam dengan anggota klub penelitian gaib,aku dan Diablo segera pulang kerumah karena hari mulai gelap.