
Permainan truth or dare kembali dilanjutkan, kali ini giliran Zena yang harus memilih diantara truth atau dare. Karena Zena tidak ingin mendapatkan tantangan seperti ku, makanya Zena lebih memilih truth. Kalau memilih kejujuran, maka akan mendapatkan pertanyaan sesuai dengan banyaknya anggota yang ikut dalam bermain. Masing-masing memberi satu pertanyaan. Pertanyaan pertama dari Naren, lalu dilanjutkan oleh pertanyaan dari Iren, dan yang terakhir pertanyaan dariku.
Pertanyaan-pertanyaan dari Naren dan Iren sudah dijawab dengan mudah. Sekarang giliran pertanyaan dari ku. Aku melontarkan pertanyaan yang sudah ku pikirkan sedari tadi, aku ingin tahu apakah ada suatu hal yang dia umpati, aku melihat dengan jelas ada kesedihan dimukanya saat membicarakan liburan sekolah ataupun membicarakan tentang kelas 8.
"Zen, hal apa yang masih dirahasiakan oleh dirimu ke kita?" ucapku
Setelah pertanyaan sudah ku lontarkan, Zena tak kunjung menjawab, justru ia semakin sedih. Ia masih saja tidak menjawab, hening sekali basecamp ini. Tidak ada yang memecahkan keheningan, semua tertuju kepada Zena yang matanya sudah berkaca-kaca. Tidak ada satupun kawan yang tahu menahu arti diamnya Zena.
Zena pun mengeluarkan air matanya, ia nangis sesegukan tanpa ada penjelasan apa-apa. Kami langsung menenangkan Zena. Benar ya, seorang Zena yang periang justru menyimpan banyak sekali kesedihan di dalam dirinya. Kami pun membujuk Zena agar menceritakan disaat hatinya sudah siap atau tenang. Tetapi Zena malah menceritakan di detik ini juga.
Maaf ya kawan-kawan, bukannya aku tidak mau bilang ke kalian, tetapi aku akan bilang jika waktunya sudah tepat. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat. Maaf banget, di kelas 8 nanti aku tidak bisa bersama kalian lagi, aku tidak akan bertemu kalian setiap hari. Tidak bisa datang ke basecamp ini lagi. Tidak bisa makan nasi goreng dua ribuan lagi. Maaf banget, tapi aku ingin kalian tetap menjadi sahabat terbaikku. Aku akan mengunjungi kalian jika liburan nanti. Aku pindah ke pesantren, aku tidak di sekolah ini lagi. Maaf ya, ini keputusan terberat ku, karena aku ingin sekali ke pesantren.
Mendengar jawaban Zena itu, basecamp langsung menjadi bendungan laut. Genangan itu sampai tak terlihat daratan karena tetesan air mata para sahabat yang tidak ingin kehilangan sahabatnya, kejadian ini sangat tiba-tiba. Kenapa justru saat nyaman-nyamannya malah menghilang. Kami tidak boleh egois, karena itu pilihan dari Zena, harus ikhlas merelakan kepergian Zena ke pesantren.
__ADS_1
"Jadi, selama liburan ini kamu sibuk mengurusi perpindahan sekolah, Zen? Kenapa kamu tidak bilang dulu kalau kamu memutuskan untuk pindah ke pesantren? Apakah kamu tega berpisah dengan kami?"
"Sebenarnya ini berat sekali buat ku, aku juga masih mempertimbangkannya, tapi kedua orang tua ku sudah sangat yakin atas keputusan ku, makanya beliau langsung mengurusi perpindahan ku. Maaf yaa, kawan."
Mungkin itulah pilihannya, sebagai teman atau sahabatnya, kita harus menerima keputusannya, dia tau yang terbaik untuk dirinya dan jangan sampai kita justru menjadi penyebab kegagalan atas mimpinya. Jangan seperti itu ya, percaya pada pilihan sahabatmu, dia yang menjalankan, kita hanya bisa berdoa dan memberikan dorongan untuknya. Menghiburnya.
Kesedihan akan segera berakhir dan berubah menjadi senyuman, masa depan tidak ada yang tahu. Jalani kehidupan dengan semestinya. Jangan berlarut dalam kesedihan dan jangan tertawa yang berlebihan. Sudah ku bilang kan. Semestinya saja.
Selesai menangis berjamaah, aku dan temanku segera memulihkan keadaan. Tidak boleh sedih berlarut-larut. Nikmati hari ini, mumpung masih bisa komplit, mungkin suatu saat nanti bakal susah atau justru tidak akan bisa komplit lagi. Gembiralah hari ini duhai sahabat.
Memiliki mimpi ingin mempunyai rumah persahabatan. Rumah yang mewah dan nyaman yang bisa dimanfaatkan untuk melepas keluh kesah kehidupan. Rumah jika mendatanginya akan mencharger semangat hidup. Menutup telinga atas omongan-omongan yang menyakiti hati. Maka dari itu, rumah ini di desain agar memberikan ketenangan bagi siapapun yang datang. Keinginan begitu mulus untuk anak seusia SMP.
Berbicara tentang rumah, aku memikirkan memiliki rumah idaman dengan kaki. Setiap hari bisa bertemu kaki, dia menjadi imam di dalam rumah, jantung selalu berdegup. Dia sudah menjadi milikku, tapi sayang semua hanya pikiranku.
__ADS_1
Rasa rindu ku muncul, aku bingung bagaimana meredupkan kerinduan ini? Sungguh sangat menyiksa. Kaki, seandainya aku tahu rumahmu. Aku akan menjadi cctv yang selalu memperhatikanmu. Kamu saja cukup untukku.
Kamu tahu tidak, bagaimana jantungku berdegup saat melihatmu. Secepat apa jantungku berdetak saat menatap matamu. Seberapa dinginnya tanganku jika tak sengaja bertemu. Betapa oh betapa, banyak sekali hal-hal betapa yang lainnya. Jika ku ulas, tak cukup satu buku untuk mengulasnya.
Kamu tahu, jika jauh rindunya bukan main, sangat rindu. Tapi jika dekat, aku tak sanggup menanggung detakan jantung yang semakin lama semakin cepat. Aku takut jantungku lelah, semua hal pasti bisa lelah bukan? Makanya aku takut jantungku lelah. Kalau lelah, aku tidak bisa melihat mu lebih lama. Tidak bisa memantaumu sampai nanti. Tidak bisa.
Aku harap, kamu memang lelaki yang baik sesuai dengan tulisan di wajahmu, wajahmu telah berbicara kepadaku jika kamu adalah orang yang baik. Aku mengagumimu ka, biarlah aku melihatmu dari kejauhan. Dari kejauhan saja sudah membuatku berdebar, apalagi bisa duduk sampingan denganmu.
Kadang aku bingung dengan anak kelasanku yang sudah berpacaran. Bagaimana ia bisa menahan debaran jantungnya? Bagaimana ia biasa saja bersikap di dekat orang yang disukainya? Entahlah aku bingung.
Aku suka kaki tapi tidak mau berpacaran. Aku sangat menyukai diriku yang seperti ini, yang mengamati orang lain dengan diam-diam. Tapi percayalah, aku akan menjadi pengamat yang setia. Terlebih lagi jika mengamatimu ka. Aku ingin menjaga diriku, makanya kenapa aku tidak sanggup jika dekat denganmu. Apalagi jantungku.
Istirahat yang cukup, nikmati hari libur. Aku di sini mendoakan mu ka agar kamu terus baik-baik saja biar aku yang tersakiti oleh rinduku ini. Aku juga mendoakanmu semoga aku bisa mengamatimu, doaku menyertaimu ka. Karena aku sayang kamu.
__ADS_1
Seorang yang jatuh cinta itu tidak bisa dipisahkan dari ke-lebay-an. Bahkan orang itu tidak sadar jika dirinya lebay. Memang ya cinta itu bisa menghipnotis. Orang yang dingin pun bisa berubah menjadi kompor. Cinta bisa mengubah identik dari seseorang yang tadinya tidak percaya bahwa dirinya bisa gila karena cinta. Tapi saat ia merasakan jatuh cinta. Justru hal itu yang pertama kali dirasakan, membuatnya berubah. Dari yang sangat logis sampai hilang akal di dekatnya.
Itulah kekuatan dari jatuh cinta. Nanti kamu juga merasakan bagaimana jatuh cinta yang sesungguhnya. Bagaimana debaran jantung yang sangat cepat. Tangan seperti es batu. Mata yang hanya ingin melihatnya saja bahkan tidak sanggup memalingkan muka barang sedetik pun. Itulah hakikatnya cinta.