Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 4


__ADS_3

Malam ini aku tidak bisa tidur karena hatiku terus berdebar, apalagi saat bayangan dia hadir dalam pikiranku. Aku juga bingung kenapa seperti ini, otakku berisi tentang dirinya. Matanya yang indah, tinggi semampai, putih berseri, dan mukanya imut banget, cobaan apa lagi ini. Semua tentangnya terekam semua dibenakku. Kakak itu jahat banget, merusak waktu istirahat ku dan mengambil alih pikiranku. Seakan pikiranku ingin mencari tuan baru lalu aku dilupakan dengan pikiranku sendiri. Ia lebih memilih kakak itu daripada aku. Sulitnya mengontrol pikiran, kalau boleh pilih aku tidak mau merasakan hal seperti ini. Secara tidak sadar perasaan seperti ini bisa merusak pikiran dan hati.


Aku mencoba membuka buku pelajaran yang besoknya akan diuji. Mencoba memahami kata demi kata agar aku bisa mengerjakan soal ujian. Dengan perasaanku yang seperti ini, apalagi saat otakku hanya berisi tentang si rese itu betapa susahnya aku untuk memahami materi-materi yang sudah terpampang jelas di depan mataku. Mencoba memahami kata tapi aku sendiri tidak bisa memahami apa yang terjadi. Sial.


Jam menunjukan pukul 2, sampai saat ini pun aku belum juga tertidur. Betapa malangnya aku dikerjai oleh pikiranku sendiri. Aku harus tidur, jangan sampai aku tertidur saat mengerjakan ujian, bisa malu aku, apalagi kalau sampingku tau. Akhirnya aku tertidur pulas.


****


Kukuruyukkk.... kukukunyukkk.....


Begitulah bunyi alarmku, selalu heboh pada saatnya tetapi tidak pernah sekali pun telat atau kecepatan untuk berbunyi, selalu tepat waktu karena dikendalikan pada pengaturannya. Tidak sepertiku yang bisa lepas kendali saat berdebar itu muncul. Miris sekali bukan?


Udara pagi yang segar ini mengajakku untuk bersemangat tapi sayangnya aku tidak bisa bersemangat seperti kemarin. Kurangnya waktu tidur dan banyaknya pikiran membuat ku terhanyut dalam lautan.


Dengan berat hati aku berjalan ke kamar mandi, bersiap diri untuk bertempur kembali dengan soal ujian dan soal pikiran. Aku datang sendiri dengan kakiku ini menghampiri penjara yang merusak pikiranku. Mau enggak mau aku harus melakukan itu, bukankah bodohnya aku dengan sendirinya masuk ke penjara itu?


"Aprill, Aprill..." panggilan dari Zena yang sudah datang ke rumahku.


"Iya masuk aja, Zen. Tunggu dulu ya, aku belum rapi nih." ucapku


Zena langsung masuk ke rumahku, aku dan teman-temanku memang tidak malu-malu lagi masuk ke rumah, kita sudah seperti keluarga.


Aku terbirit-birit masuk ke kamar dan merapikan peralatan sekolahku, kalau aku kelamaan kasihan si Zena sendirian di basecamp. Basecamp tempat kumpul kita ada di depan rumahku. Kebetulan di situ ada bale yang bisa digunakan untuk berbagi keluh kesah. Namun pada pagi hari ini sangat berbeda sekali, sepertinya hari ini adalah hari telat sedunia.


***


"Zena sudah sedari tadi menunggu, tetapi Naren dan Iren tak kunjung datang.


"Biasanya yang lain sudah datang kok tumben belum pada datang." ucapku dalam hati.


"Assalamua'laikum." ucap Naren

__ADS_1


"Eh, wa'alaikumsalam, kemana aja? Kok baru datang? Aku sendirian dari tadi hiks hiks." ucap Zena.


"Maaf ya, tadi ada insiden. Aku lupa menggosok baju seragam ku hehe. Jadi aku gosok dulu deh, tuh lihat aja, baju ku masih kusut efek buru-buru ya begini." ucap Naren


"Tumben bisa lupa begitu, biasanya kamu yang ingatannya paling tajam." ucap Zena


"Maklumlah faktor U". ucap Naren


"Heiiii, lagi bahas apa nih, Iren kemana? Masih belum datang?" ucapku


"Iya belum datang, macet kali ya di jalan." jawab Zena


"Tadi di jembatan emang macet banget. Pasti Iren kejebak macet disitu deh."


Iren tiba saat bel sekolah berbunyi


"Weii, lama amat datangnya." ucap Zena


Sesampainya di kelas, aku dan temanku datang berbarengan dengan pengawas.


"Yahh, pengawasnya guru killer lagi." ucapku sambil berbisik ke Iren.


"Iyaa, mana belum sempat baca-baca, gara-gara telat. Maaf ya kawan." ucap Iren


"Eh, ayo percepat langkah kalian, lama banget si kalo jalan." ucap Zena dengan nada kesal.


Sesampainya di kelas, aku dan temanku merapikan tas kami di depan kelas, memang budayanya seperti itu, dan kami mengambil alat tulis dan papan jalar.


Aku berjalan dengan jantung berdegup, detaknya meningkat saat aku tiba di depan kakak itu, mataku dan matanya bertemu. Aku bisa K. O jika terus memandang matanya, akhirnya aku berpaling darinya, dan dia akhirnya memberiku lewat.


"Pril, kok telat?" tanya Ezri

__ADS_1


"Iya nih telat, eh eh jangan banyak tanya, pengawasnya galak." ucapku


"Sok tau nih, pengawas belum juga datang." ucap Ezri dengan nada ngeyel


"Liat aja nanti, tadi aku kebetulan jalan bareng pengawas, untungnya pengawas itu jalannya lama, jadi bisa buru-buru biar cepat masuk kelas."ucap April dengan sungguh-sungguh.


"Ciee jalan berduaan dengan pengawas." ucap Ezri.


"Ihh." aku langsung menyubitnya


"Eh lepasin, ampun ampun. Gitu aja kok nyubit" ucap Ezri


"makanya jangan bercanda, gak lucu!" jawabku ketus.


"emang gak lucu, enggak ada yang ketawa kan?" canda Ezri


Aku menyubit Ezri lagi sampai tidak bisa tertawa lagi. Pengawas pun masuk, kelas langsung sepi sekali, karena pengawas itu sangat tenar killernya daripada kena masalah dengan pengawas itu, lebih baik diam aja.


Tidak biasanya yang lain sudah mengumpulkan ujian dengan cepat seperti ini, entah karena terlalu mudah soal ujian atau karena sudah menyerah dengan soal-soal ini. Ezri pun jadi diam tidak berisik seperti tadi pagi.


Akhirnya aku sudah kelar, tinggal menunggu kakak itu selesai. Tanpa sadar aku melihat kakak itu terus-menerus, memandangnya dengan jarak sedekat ini. Kesempatan ini tidak akan ku buang walau sedetik, kapan lagi aku bisa memandangnya. Apalagi setelah ulangan selesai, aku pasti tidak bisa memandangi wajahnya dengan jarak seperti ini, bertemu saja sudah alhamdulillah bagiku. Aku juga belum pernah melihat kakak ini sebelumnya, kakak kalem yang mencuri hatiku. Mulai lagi kan gilanya.


Bel berbunyi dua kali pertanda untuk istirahat. Aku dan teman-temanku biasanya jajan di warung ku, enak sekali bukan massa SMP ku bisa tinggal ambil jajanan di warung sendiri tanpa harus membayar.


Waktu istirahat hanya 15 menit saja, setelah ke warung, aku dan temanku langsung kembali ke kelas biar bisa belajar sambil makan. Kebetulan sekali pelajaran hari ini adalah Al-Qur'an dan Hadist mata pelajaran dan guru favoritku. Dengan semangat aku belajar agar bisa mengerjakan soal-soal.


Ketika itu ada teman kelasku yang membawa kutek ke kelas dan ditinggalkan begitu saja di atas meja kakak rese itu, saat aku balik ke kelas, kakak rese itu melambaikan tangannya di tempat duduknya itu. Seketika aku bingung ia melambai ke siapa, dan disitu hanya ada aku dan Zena saja. Kakak itu terus melambaikan tangan sampai aku benar-benar melihat ke arahnya, dan ia menunjuk beberapa kutek yang tergeletak itu, aku bingung. Tanpa memikir panjang aku langsung mengambil kutek itu. Ternyata kutek itu punya teman bangku belakanganku.


Seharian itu aku tersenyum lebarrr mengingat kakak itu melambaikan tangannya kepadaku. Hanya dengan melambaikan tangan saja sudah membuatku bahagia.


Aku harus berterima kasih kepada teman bangku belakanganku.

__ADS_1


__ADS_2