
Setelah lulus kuliah, aku tidak langsung melamar pekerjaan, aku ingin mempunyai waktu sendiri sebelum memulai suatu hal. Menenangkan diri, bersiap diri, pokoknya sampai aku benar-benar siap untuk memutuskan bekerja.
Saat aku mendapatkan waktu kosongku, aku bertemu dengan kepala sekolah SMP ku, dan beliau menyuruhku untuk mengajar di SMP ku. Ingin sekali menolak permintaannya, tapi aku merasa tidak enak, mungkin itu rezekiku.
Keesokan harinya aku datang ke sekolahku untuk melamar pekerjaan. Belum juga aku menyodorkan surat serta berkas lamaranku, aku langsung diterima. Esok hari aku sudah boleh bekerja di sini.
Dahulunya statusku menjadi murid, sekarang aku menjadi guru. Aku mengajari generasi bangsa yang nantinya akan menjadi orang-orang sukses, bisa jadi anak muridku itu calon guru, dokter, dosen, pejabat, dan lain-lain.
Melihat perbedaan pasti sangat berbeda sekali. Dulu aku yang menerima tugas-tugas sekolah, sekarang aku yang memberikan tugas-tugas sekolah, dulu aku yang duduk di bangku siswa, sekarang aku duduk di bangku guru. Menjadi guru sangat berat sekali, seorang guru itu digugu dan ditiru, jadinya seorang guru harus mencerminkan kepribadian yang baik serta santun.
Saat umurku yang kesekian ini, para temanku satu-persatu telah memberikan undangannya kepadaku. Rasanya ingin sekali bisa memberikan undanganku ke yang lain juga, tapi ya bagaimana, aku tidak mempunyai kekasih, cuma ada Kaki, seorang yang ku kasihi waktu itu. Waktu itu loh ya, sekarang aku juga tidak tahu hatiku seperti apa jika bertemu dengannya, untungnya aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Namanya juga hati, pasti tidak ada yang tahukan.
Bertahun-tahun lamanya aku menjalani hari sendiri, lama-kelamaan lelah sendiri. Bosan sekali dengan pertanyaan-pertanyaan yang terus dilontarkan untukku.
__ADS_1
"Kapan nikah?"
"Kapan mau ngenalin doi?"
"Kapan mau bawain seorang laki-laki ke sini?"
Lagipula kalau belum bertemu jodohnya mau bilang apa? Pernikahan itu bukan ajang perlombaan kali, kalau sudah bertemu jodoh pasti akan nikah kok, yang sudah nikah saja belum tentu jodoh. Jadi, tidak ada yang tahu kedepannya.
Kesal sekali dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, ditambah lagi, ibu yang terus-menerus mengungkapkan di depan publik kalau ia ingin punya menantu ustad, halahhh, boro-boro dapet ustad, cowok yang mendekat saja tidak ada wkwk.
Pokoknya kalau kalian merasakan hal yang aku rasakan saat ini, kalian diamkan saja orang-orang yang banyak tanya, kalau tidak bisa diam, ya jawab saja, "kalau nikah sih diantara hari sabtu atau ahad", pasti mereka diam. Kalau mereka masih jawab, tinggalin mereka lalu cepat-cepat pulang ke rumah dan merenung di dalam kamar, buang jauh-jauh rasa kesal, marah, apalagi hari semakin panas. Buang jauh-jauh hal negatif, terus jalani hidupmu, positif thinking kalau Allah sedang merencanakan sesuatu yang besar.
Aku tahu kalau aku masih ada harapan sedikit ke Kaki, tapi cinta itu tidak harus berakhir indah seperti di ftv-ftv. Harus kamu ketahui, skenario produser film dengan skenario Allah itu beda banget jauhnya. Kalau skenario produser, pasti orang-orang di dalam skenario itu terbatas, musuhnya pasti cuma satu atau dua, sedangkan skenario Allah itu tidak terbatas, semua hal bisa terjadi kalau Allah mengatakan terjadilah. Maka dari itu, banyak-banyak berdoa kepada-Nya, kita tidak akan rugi jika berdoa dan meminta kepada-Nya. Sudah terjamin pokoknya.
__ADS_1
Kalau ku pikir-pikir, aku ini dekat dengan cowok saat SMP saja, selebihnya aku menjaga jarak dengannya, hmm mungkin ada orang yang suka denganku dalam perjalanan hidupku yang lalu, tapi karena sikapku cuek, dingin, pendiam, ia tidak berani mendekatiku. Aku juga tidak tahu kenapa, aku tidak pernah merasakan yang sama, aku tidak pernah jatuh cinta lagi dengan orang lain. Apakah aku sudah sakit? Sakit karena cintaku hilang di dalam diriku? Jadi aku tidak pernah merasakan sebuah rasa yang sama saat aku bertemu dengan Kaki. Berarti Kaki orang yang mungkin sangat mengenang. Sayangnya, orang itu sudah bersama dengan yang lain, dia tidak suka dengan ku, cinta tidak boleh memaksakan kehendak walaupun cintaku mungkin masih membara. Bara yang tidak terasa lagi tapi akan membesar saat ku melihatnya lagi.
Aku ingin melihat diriku, apakah aku masih ada rasa dengannya, semoga aku diberikan kesempatan untuk melihatnya lagi dan semoga rasaku telah hilang 100% serta tidak ada yang tertinggal lagi.
Sebenarnya lelah sekali saat diri belum bisa merelakan seutuhnya, walaupun bertahun-tahun lamanya, terkadang aku masih saja bermimpi tentangnya. Saat aku ingin melupakannya dan tidak memikirkannya, dia pasti datang di dalam mimpiku. Saat aku bermimpi tentang dia, aku merasa nyaman. Apalagi saat bangun tidur, kenyamanan itu menyebar sampai aku sadar dari tidurku.
Sering sekali dia datang ke mimpiku, dalam mimpiku, entah itu aku ataupun dia yang selalu memperhatikan dari jauh, mungkin aku dan dia pernah berdekatan di dalam mimpi, tapi tak ada satu kata pun yang dilontarkan oleh aku dan dia.
Di mimpiku, dia masih saja seperti dulu, tidak ada yang berbeda sama sekali dari yang aku lihat terakhir kali saat tidak sengaja bertemu di mall. Aku selalu bertanya-tanya, apakah saat dia datang ke mimpiku, apakah dia juga memimpikanku? Atau mungkin, mimpi ini hanya terjadi padaku? Lagi-lagi sepihak saja.
Padahal aku sudah jarang sekali memantau akun-akun media sosialnya, dan yang terakhir kali ku lihat, saat dia masih sering aktif di tuit. Entah dia sudah menikah atau belum, tapi aku akan berharap agar dia mendapatkan perempuan yang cocok dengannya. Aku tidak ingin memilikinya, kesempatan memilikinya itu hanya sebesar 0,0000001% untukku, sangat kecil sekali.
Andaikan semua orang tahu, kalau aku belum bisa melupakan seseorang itu dengan murni, pasti aku akan jadi bahan ledekan. Apalagi saat aku bilang ke teman-temanku, pasti aku dikatai orang gila yang masih saja menunggu dia. Kan sudah ku bilang, aku masih mempunyai keyakinan dengan dia, bahwa aku mempunyai ikatan dengannya.
__ADS_1
Tiap tengah malam aku selalu sholat tahajud, berdoa untuk meminta semua kebaikan untukku, serta dilancarkan rezeki ku. Rezeki itu tidak hanya harta saja ya, tapi rezeki itu meliputi harta, jodoh, teman, itu semua rezeki.
Setiap hari aku meminta untuk cepat dapat jodoh yang terbaik, tidak ada putus-putusnya dalam berdoa. Sebenarnya aku juga masih takut untuk melangkah ke jenjang pernikahan, apalagi dengan sikapku yang kaku, karena aku jarang bergaul, aku takut dengan sikapku ini, calon suamiku akan bosan dan meninggalkanku.