Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 40 (The End)


__ADS_3

Semua hal jika kita sabar dalam menghadapinya pasti akan mendapatkan hal yang luar biasa, yang jauh dari ekspektasi kita. Lihat saja, waktu aku ketar-ketir mengejar langkah Kaki, dia selalu saja lari sekencang mungkin saat aku telah hampir dekat dengannya.


Aku selalu mencari topik-topik pembicaraan yang sangat basi, selalu membuang waktuku untuk memikirkan dan mencemaskannya lalu bodohnya lagi, aku selalu menunggu dia sampai datang kepadaku. Bertahun-tahun lamanya tak kunjung datang, aku bertemu dengannya saat aku telah menjadi guru, ternyata dia sudah menikah dan memiliki anak yang cantik sekali.


Aku bertubi-tubi menghadapi itu semua, sampai akhirnya aku telah mengikhlaskan, dan membuang Kaki jauh dari pikiranku lalu dia pun datang. Dia yang sangat menghargaiku, yang sangat mengistimewakanku, dan sangat berjuang demiku. Akhirnya aku mendapatkan lelaki yang sempurna, bahkan Kaki tidak ada apa-apanya dibandingkan dia.


Semuanya pasti terbalaskan, rasa yang selama ini tak tertuju, sekarang aku menemukan tujuannya. Orang yang paling menawan, yang hadir dengan keberanian seperti pahlawan, ia berani sekali datang ke rumah dan langsung melamarku.


Dia yang diam-diam mencintaiku, sama seperti aku diam-diam memperhatikan Kaki, bahkan caranya dia mengorek informasi lebih handal dariku. Ia sangat mengkhawatirkan kalau ada yang datang melamarku sebelum dia. Pokoknya dia sangat keren.


Di balik perjuanganku untuk mendapatkan kaki, ternyata ada perjuangan seseorang yang berusaha untuk mendapatkanku, bahkan perjuangannya lebih berarti. Aku yang sangat menutup mata untuk melihat semuanya, perlahan mataku terbuka dan aku bisa melihat sebuah pelangi. Ia selalu mengajarkanku mengenai hakikat cinta yang sesungguhnya. Kuncinya adalah sabar.


Saat aku mengkhayalkan hidup dengan Kaki, ternyata ada seseorang yang sudah merealisasikan keinginannya untuk membangun tempat tinggal bersama denganku. Dia itu sangat teliti untuk memikirkan kebahagiaanku.


Saat senyuman Kaki yang mempesona itu, ternyata ada yang menangis sambil berdoa untuk memintaku menjadi istrinya. Setiap malam selalu menangis, menangis, dan menangis. Sekarang, tangisan itu menjadi tangisan bahagia disertai senyuman yang sangat tulus.


Saatku lihat Kaki jadian dengan teman satu sekolah SMAnya, ada seseorang yang diam-diam bertahan, bersabar, menunggu waktu yang tepat untuk membawa rombongannya ke rumahku.


Semua yang ku ceritakan itu adalah suamiku, dia adalah kak Pio. Kakak yang jatuh cinta padaku saat pandangan pertama. Kakak yang selalu memperhatikanku dari jauh, bahkan sampai benar-benar terbungkus rapi saat mendekatiku. Kakak yang sangat menyayangi kedua orangtuaku. Kakak yang sangat mengerti agama dan selalu mengajariku, kakak yang tampan wajahnya serta hatinya itu. Sebenarnya aku masih ingin menceritakan semua tentangnya, tapi jangan ya, bisa panjang sekali episode ini jika ku detail kan semua.


Jika seorang perempuan menyukai seorang lelaki yang ia idamkan, boleh saja ia mengejarnya, tapi jangan sampai lupa daratan, memang laut itu lebih indah, tapi lihat juga seberapa kemampuanmu untuk melihat keindahan laut, mampu atau tidak? Makanya jangan lupa daratan ya.


Saat seorang perempuan menyukai lelaki, jangan berlebihan, karena jika lelaki yang kamu sukai nyatanya tidak menyukaimu, pasti kamu akan terpuruk.


Jangan hanya terfokus dengan satu orang, boleh jadi ada yang diam-diam memikirkanmu, menyebutkan namamu di dalam doanya, menjadikan kamu sebagai mimpinya. Lihat kenyataan yang ada, jangan terpengaruh dengan khayalan yang kamu buat sendiri. Buka hatimu, aku yakin pasti kamu akan mendapatkan lelaki yang terbaik untukmu.


Kini yang ku tahu, senjaku terlalu cerah, tak ku sangka tidak hanya aku yang menikmati pandang cahayamu, membius orang-orang dengan hangatmu, lalu kau hilang meninggalkanku, ternyata aku terbius hangatmu, hangat dari senjamu yang bukan untukku, tetapi untuk dia yang selalu tersipu.


Senja itu sudah terbenam di hatiku. Ku nikmati tenggelamnya dirimu, dan ku gapai seseorang yang sudah sedari tadi memperhatikanku. Kak Pio. Dia adalah Kak Pio yang nyata untukku.

__ADS_1


Aku dan kak Pio sudah hidup bahagia, kami saling berbagi cerita satu sama lain, dan membuat aturan rumah yang telah disepakati bersama. Kalau ada masalah, diatasi dengan mufakat. Pokoknya debest banget, mungkin kalau aku dengan Kaki, tidak sedebest ini.


Aku sangat takjub saat kak Pio memberitahu semua yang ia rasakan selama ini, ia sangat teliti untuk mencari pasangan hidupnya, tadinya ia sama seperti ku, ia sangat pesimis sekali tentang jodoh. Untungnya, saat itu ia bertemu denganku. Walaupun kejadian pertama kali bertemu sangat tidak sangka.


Kak Pio selalu bisa menenangkan hatiku, dia juga selalu mengajakku berlibur ketika melihat aku berada di rumah terus. Ia sangat memikirkan kenyamananku, aku seperti kaca yang selalu dijaganya agar tidak pecah. Sekalinya kaca jatuh, ia tidak bisa lagi seperti bentuk aslinya. Maka dari itu, dia tidak ingin mengecewakanku.


Selain itu, Kak Pio tidak akan membiarkanku pergi ke pasar sendiri, ia selalu menemaniku dan ikut memikirkan bahan-bahan yang nantinya mau dimasak. Jadi, kami juga sering masak bareng.


Aku juga masih mengajar, bersama dengan Iren, bahkan sahabat-sahabat ku juga sering sekali main ke rumah. Tempat kumpul kami jadi pindah. Semua sahabatku tetap seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali. Mungkin berubahnya lebih ke arah positif, yang tidak berubah itu, kedekatan kami.


Kak Pio juga sangat menghargai itu, kak Pio juga senang kalau aku menemukan sahabat yang seperti itu. Kata kak Pio, sahabat itu termasuk rezeki, dan menemukan sahabat yang benar-benar sahabat itu susah sekali. Makanya aku tidak boleh melupakan sahabat-sahabatku.


Apa sih yang kurang dari kak Pio? Sekali lagi aku ingin bilang, kalau aku sangat-sangat bersyukur bisa bertemu dengan kak Pio yang sangat dewasa dan mampu menerima semua kekuranganku. Ia hadir membawa kasih sayang yang tiada tara.


Aku dan Kak Pio sama-sama mencintai, walaupun cinta kami lebih besar kepada Allah, tapi karena kecintaan kami kepada Allah, kami selalu meminta agar diberikan kesehatan serta kerukunan pada hubungan kami, semoga kami dapat berkumpul di surga nanti atas seizin-Nya.


Selain memperhatikanku, kak Pio juga sering berkunjung ke rumah orang tuaku, karena aku sedang mengajar. Sebenarnya kak Pio memintaku untuk berhenti mengajar, tapi aku tetap ngotot ingin mengajar, akhirnya ia membolehkanku, makanya ia sering mampir ke rumah orang tuaku untuk menjemputku juga. Jam kerja dia dan aku, lebih banyakan jam kerja aku, tapi gajinya lebih banyakan dia hehehe.


"Abi...Abii.."


"Iya istriku, ada apa?"


"Bi.. lihat ini, kamu jadi Abi beneran, Bi"


"Wahh, Abi seneng banget. Sekarang kamu istirahat saja ya, jangan kelelahan, biar Abi yang mengerjakan semua pekerjaan rumah."


"Serius nih, Bi?"


"Iya serius, istriku. Kamu mau makan apa? Sini Abi beliin kalau enggak Abi masakin aja ya."

__ADS_1


"Hmm, aku mau yang manis-manis, Bi. Daritadi perutku tidak enak, mulutku juga pahit banget, Bi."


"Oke, tunggu dulu ya, Abi buatin aja, kalau beli takut dicampur bahan-bahan lainnya jadi mending Abi yang buat sendiri."


"Buatin yang enak ya, Bi."


"Pasti dongg. Abi mau nyenengin Umi dan anak yang di kandungan, nanti malem kita kedokteran yuk, buat periksa kandungan Umi."


"Iya, Bi."


"Yaudah, kamu duduk aja ya di sini. Lihatin Abi masak."


"Iya, harus enak ya, Bi."


Β 


πŸ‘πŸ˜†


Β 


\-\-\-\-Tamattt\-\-\-\-


Β 


Β 


Terima kasih untuk kalian semua yang telah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir.


Jangan lupa makan, minum, dan istirahat

__ADS_1


πŸ’ͺ😜 jangan lupa jaga kesehatan juga yakk!!


__ADS_2