
"Dek, kakak mau kasih tau sesuatu sama kamu."
"Apa tuh ka?"
"Kakak itu saat ngobrol dengan Ibu kamu, sebenarnya kakak memang sengaja ingin kenal lebih jauh tentang kamu melalui ibumu, setelah ibumu menceritakan anaknya sesuai kenyataannya, sampai busuk-busuknya juga beliau ceritakan. Nah saat itu, kakak yakin banget sama kamu dek. Kemudian, cita-cita kakak menjadi imam sudah tercapai, setelah itu kakak berusaha membeli rumah untuk tinggal sama kamu nanti. Kakak selalu berdoa agar dimudahkan segala urusan jika kamu wanita yang tepat untuk kakak, setelah itu enggak tau kenapa, pas kakak bangun rumah, cepet banget dek terwujudnya. Makanya kakak meminta paman kakak, karena paman kakak yang sering melihatmu, paman kakak yang jaga perpustakaan itu loh dek, nah, beliau itu kan keluargaku dan dia kenal kamu saat kamu masih kecil, makanya kakak meminta beliau untuk bilang ke ibumu agar ibumu tidak memberikan kamu kepada lelaki lain selain kakak. Jadi, kakak sudah pesan kamu duluan dek hehehe. Setelah itu, kakak juga bilang, agar tidak memberitahukan ke kamu, tapi kalau ada lelaki yang serius dan ingin mempersuntingmu sebelum kakak datang, kakak persilakan dek. Makanya kakak selalu berdoa agar kamu jodohku. Alhamdulillah doa itu terkabul. Sekarang kamu udah halal buatku.
"Wahh kakak, diam-diam so sweet juga hahaha. Terima kasih loh kak, udah perjuangin aku."
"Apa sih dek yang enggak buat kamu."
****
Berduaan di pantai dengan pasir putih yang murni dan air yang masih bening sekali. Berbulan madu di villa dekat pantai, menambahkan kesan romantis.
"Dek, kita main air yuk ke pantai, pacaran dulu. Kamu belum pernah kan pacaran? Pernahnya ngejar-ngejar orangkan? Sekarang orang yang kamu kejar kemana dek? hahahaha kakak sangat khawatir sekali saat kamu hanya bisa melihat orang itu saja. Apalagi saat kamu bertepuk sebelah tangan. Ingin sekali kakak datang ke rumah untuk menghiburmu, tapi kakak tahan itu, biar nanti saja saat kakak sudah sah di samping baru deh kakak buat kamu bahagia."
"Kok kakak tahu aja? Tahu dari mana ka aku pernah ngejar-ngejar orang sampai bertepuk? Diam-diam kakak jadi stalker terhandal ya kak?"
"Enggak handal juga si dek, kakak kan sudah dekat dengan kedua orang tuamu, jadi kakak sebenarnya memang suka ke rumah kamu, kamunya aja yang gak nyadar."
"Kapan kak?"
"Kakak lupa kapannya, yang pasti sering banget kakak ke rumah kamu."
"Wow menakjubkan kak, kok bisa ya aku enggak tahu ka? ."
"Makasih loh sudah takjub dengan kakak, kamu kebanyakan di kamar dek, jadi enggak tau ada tamu hehe."
"Eh, kak, lihat itu deh kak, airnya biru banget kak, bening banget lagi, sampai terlihat jelas isi pantai itu, aku belum pernah lihat pantai semurni ini kak."
"Sekarang sudah pernah lihat kan?"
"Iya kak."
Pacaran setelah nikah itu ternyata asik, tidak ada lagi hal-hal negatif yang akan datang. Hari-hari jadi bahagia banget. Aku dan Kak Pio menikmati keindahan matahari tenggelam, indah sekali warna yang terpancar. Sampai akhirnya aku dan kak Pio kembali ke villa dan mempersiapkan makan malam.
Esoknya aku dan kak Pio pergi ke tempat perbelanjaan, aku membeli hiasan-hiasan dinding yang nantinya akan ku pajang di rumah nanti. Aku dan kak Pio mendesain rumah bersama. Menciptakan suasana yang hangat dan nyaman di dalam rumah adalah kewajiban bagi kami. Sebenarnya aku masih tidak percaya kalau aku sudah menikah, karena keindahan ini seperti tidak nyata.
__ADS_1
Andai saja saat itu aku tidak sengaja bertemu dengannya, pasti ia tidak akan kenal aku, atau mungkin ia akan mengenalku dengan cara yang lain, cara yang sudah direncanakan oleh Allah.
Dia sangat sempurna untukku sampai aku sering kali tidak percaya diri sebagai orang yang cocok untuknya. Tapi dia selalu meyakinkanku bahwa aku orang yang pantas dimilikinya.
Kak Pio itu orang yang pikirannya dewasa sekali, beruntung banget aku mendapatkan pria seperti dia. Berapa kali aku mengatakan hal ini? Bentuk syukur aku karena mendapatkan dia.
***
Menata rumah bersama itu seru banget, aku juga minta agar ada aquarium yang menghiasi ruang tamu, lalu diisi ikan-ikan yang lucu dan gelembung-gelembung air serta hiasan aquarium.
"Ayo dek, besok kita beli ikan."
"Serius kak?"
"Iya serius banget dek. Besok pagi setelah joging kita langsung beli yak, di depan ada tokoh yang menjual ikan beserta alat-alatnya. Ayo tidur sudah malam, agar besok kita bisa bangun pagi."
"Iya kak."
Keesokan harinya, Kak Pio menepati janjinya, kak Pio itu selalu menepati janji, tidak ada satupun perkataan yang berkhianat, dan juga tidak ada perkataan yang menyakiti hati. Ia orang yang benar-benar menyaring perkataannya sebelum ia katakan.
"Kamu pilih-pilih dulu ikannya, dek."
"Boleh dek, nih, yang ini lucu banget dek, ekor ikan ini kayak kipas ya dek."
"Eh iya ka, lucu banget, mau yang ini ka ikannya. Kak, kak, sama yang ini ya kak, tuh lihat ka lucu banget perut ikannya kayak joget gelombang gitu, kayaknya ikan ini namanya ikan akrobatik deh ka."
"Iya dek, hahaha bener banget, perutnya lentur gitu. Bang, beli yang ini juga ya."
"Kamu mau ikan yang mana lagi dek?"
"Ikan mas koki juga lucu kak, biar ada koki di rumah kita."
"Hahaha kamu bisa aja dek, oiya jangan lupa beli ikan sapu-sapu biar aquariumnya ada yang bersihin."
"Hahahaha kakak, yaudah kak beli itu juga."
Sekian lama berada di toko ikan, akhirnya aku dan kak Pio pulang membawa ikan-ikan ini. Aku pulang ke rumah naik mobil pick up, karena aquariumnya gede banget. Jadi gak mungkin dibawa pake tangan.
__ADS_1
"Sini bang masuk, ditaro di sini ya bang aquariumnya."
"Siap mas."
"Oiya bang, ini langsung bisa dipasangin aquariumnya? Langsung diisiin juga airnya bang, soalnya saya belum mengerti tentang aquarium yang seperti ini."
"Tenang aja mas, setiap pelanggan yang beli di toko ku, pasti aku pasangkan aquariumnya sampai semuanya beres."
"Ini diminum dulu bang, pasti haus abis ngangkat aquarium."
"Makasih ya, ini adikmu."
"Bukan, dia ini istriku."
"Oalah, aku kira ini adikmu, mirip ya sama kamu, cocok banget, pasangan serasi."
"Alhamdulillah kalau cocok banget, makasih atas pujiannya."
Setelah aquarium selesai, dan ikan sudah boleh dimasukan ke dalam aquarium, ruang tamu jadi indah banget. Aquarium sebagai penghibur tamu agar tidak bosen, dan ruang tamu sangat cocok sekali disuguhi oleh pemandangan aquarium.
Aku dan kak Pio betah berlama-lama di ruang tamu menikmati aquarium yang telah terpasang sempurna sambil melihat ikan yang senang sekali tinggal di rumah barunya, mereka berlari-larian. Apalagi ketika lampu dimatikan, aquarium itu nyala, menambahkan keindahan lagi kalau dilihatnya.
"Semoga ikannya sehat-sehat ya kak."
"Iya istriku, kita belajar panggil sebutan itu yuk."
"Iya kak."
"Eh, bukan kak dong."
"Maklum belum terbiasa ka, eh maksudnya suamiku, jangan itu ka, kepanjangan kalau manggil itu, aku panggil mas aja yak?"
"Jangan, kamu panggil Abi aja, kalau kamu panggil mas, nanti aku panggil mba, kamu mau? hehehe."
"Yaudah Abi aja kalau begitu ka."
"Ehh, panggil apa? ."
__ADS_1
"Oiya, Abi maksudku."