Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 3


__ADS_3

Zena itu sangat menjengkelkan, jail banget orangnya, walaupun begitu dia sahabatku. Aku ini tipe orang yang susah sekali dekat dengan orang lain, sekalinya dekat dengan orang, aku seperti urat nadinya. Makanya gak heran jika aku bisa bergerak bebas jika bersama sahabat-sahabatku yang lainnya.


 


Setelah Zena menjengkelkanku dengan setan pikiran kosong, kemudian bel berbunyi tiga kali yang artinya siswa diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Seperti biasanya, aku akan berkumpul di basecamp dahulu sekedar mencurahkan emosi saat mengerjakan ulangan.


 


"Eh, eh tadi kok nomor 11 soalnya susah banget ya." ucap Iren


"Iya, susahnya kebangetan, tadi aja aku asal jawab." ucap Naren


"Itu gampang tau, saking gampangnya aku bisa langsung isi tanpa harus mikir lagi." ucap Zena


"Wihhh, serius?" ucap Iren


"Iyaa serius, coba lihat mukaku emang sedang bercanda?" jawab Zena dengan serius.


"Emang jawabannya apa si? Itu caranya gimana? Coba ajari aku." ucap Naren dengan nada memohon.


"Jadi begini, aku ceritain dulu ya asal muasalnya." ucap Zena


"Iyaa." jawaban serentak dari Naren dan Iran dengan sangat penasaran.


"Jadi, tadi kan aku lagi ngerjain soal nomor 5 dulu, lalu ketika aku ingin menghitung tiba-tiba aku mendengar seseorang yang sedang meminta jawaban nomor 11 ke si rangking 1 itu, dan kebetulan aja aku lagi kebingungan buat jawab soal itu karena aku sudah lihat soalnya, pasti susah. Pas si rangking 1 kasih tau jawabannya, aku langsung jawab deh. Nah gitu caranya." jawab Zena dengan bahagia.


"Ihhh, dikira beneran mau jelasin caranya." ucap Iren dengan kesal


"Sttt... Sttt..." Naren mengisyaratkan suatu hal


"Kenapa?" tanya Iren dengan suara pelan


"Ituu, si April dari tadi diem aja."ucap Naren


"Biarin aja, dia lagi kesambet si setan pikiran kosong tadi di kelas."


"Huss.... Jangan bercanda, Zen." ucap Naren


"Seriusan ini, soalnya tadi di kelas dia lebih parah bengongnya, aku panggil berulang kali aja dia gak nengok. Serem banget kan tuh, nanti aku digentayangin si setan pikirkan kosong lagi gara-gara gangguin dia, Ihhh atutt." dengan nada meledak khas Zena


"Mungkin ada sesuatu yang mengganggu pikiran dia saat ini." ucap Iren


"April gak cerita apa-apa ke kamu?" tanya Naren kepada Zena


"Enggak, dia gak cerita apa-apa. Iya sih tadi aku sama dia di kelas cuma aku di cuekin doang sama dia." ucap Zena


"Kebiasaan banget si April, kalau ada apa-apa enggak bilang." ucap Iren


"Yaudah nanti kita wawancarai sampai dia cerita ke kita." Usul Zena

__ADS_1


"Iya, dia diam aja kalau ada masalah, mau diumpetin rapat-rapat juga enggak bakal bisa. Sikapnya ituloh yang enggak pandai berbohong." ucap Naren


"Mungkin dia belum siap buat cerita, kita tunggu saja dulu, sampai dia cerita sendiri." ucap Iren


"Kalau dia belum juga cerita gimana?" ucap Naren


"Enggak bakal, dia pasti cerita kok, kayak enggak tau dia aja."ucap Zena


April masih saja bengong sendirian dikeramaian. Tidak ada satupun teman yang tahu permasalahan dipikirkannya itu, semua khawatir terhadap April. Ujian kenaikan kelas belum usai tetapi April sudah menjadi gila. April gilaa.


"Eh, eh, eh." ucap Iren dengan nada takut dan menunjuk ke arah April.


"Kenapa, kenapa?" tanya cemas Naren dan Zena dengan kompak.


"Itu si April senyam-senyum sendiri, ihh jadi takut." ucap Iren.


"Kayaknya aku tahu nih penyebab April jadi begini." nada sok tahunya Naren


"Kenapa emang?" tanya Iren.


"Biasalah, orang lagi jatuh cinta." ungkap Naren.


"Dia jatuh cinta ke siapa?tanya Zena


"Kalau itu aku juga tidak tahu." jawab Naren.


***


April memegang muka seperti bingung, Aprilia anggap ada yang salah pada mukanya sehingga ketiga temannya itu melihatnya dengan tatapan tajam.


"Kenapa si? Ada yang salah ya?" tanya Aprilia dengan heran


"Ada, ada banget yang salah." ucap Zena dengan serius membuat Aprilia takut.


"Apanya yang salah? Kayaknya enggak ada yang salah deh." ucap Aprilia


"Ada, tuh dari sini aja udah kelihatan yang salahnya." ucap Zena


"Dimana si yang salahnya? Kasih tau dong!" pintar Aprilia


"Udah, udah, udah. Zena suka banget ganggu orang nih ya, kasihan kan Aprilia." ucap Iren


"Kamu lagi kenapa sih, Pril? Coba cerita ke kita, seharian ini kamu aneh banget, pasti ada apa-apa kan? Cerita Pril!" tanya Naren


"Tau nih, kalau ada apa-apa cerita aja, curhat aja ke kita jangan dipendam, enggak baik. Jadinya kayak gini, bengong sendiri seharian." ucap Iren


"Iya, iya maaf ya. Nanti aku akan cerita kok, tapi bukan sekarang. Tunggu aku siap dulu yaa." jawab April


"Oke kalau kamu maunya seperti itu, awas ya kalau lupa cerita. Ingat utang ceritamu pada kita!" ancam Zena

__ADS_1


"Iya, tenang aja aku pasti cerita kok ke kalian. Kalian sangat perhatian sekali, terima kasih ya sudah peduli kepadaku." ucap Aprilia dengan nada terharu.


"Untuk menghilangkan keharuan ini, lebih baik kita...." ucap Zena


"Kitaaaaa karaokeannn." ucap Iren


"Monggo biduan diharapkan bernyanyi dengan suara bagus." ucap Zena


"Prok.. Prok....... Prokkkk." tepukan tangan untuk memeriahi karaoke kw ini.


"Kita mau nyanyi apa?" tanya biduan Naren


"Lagu sahabat sejati aja, siapa ya penyanyinya aku lupa nih." ucap Aprilia


"Hmmm, sheeeila onn sevennn." ucap Iren


"Setellll lagunya." perintah Zena


 


Aprilia dan temannya pun bernyanyi riang melupakan permasalahannya, semua bersuka ria menyanyikan lagu sahabat sejati. Aprilia sangat bahagia sekali dipertemukan dengan mereka dan bisa menjalin persahabatan. Mungkin, kelasanku beranggapan aneh melihat orang-orang seperti kita, bukankah keanehan itu akan menjadi point penting bagi persahabatan ini? Apakah seseorang yang pendiam tidak bisa bergila ria dengan teman-temannya? Tentu saja bisa, banyak orang lain di sana yang justru mempermasalahkan pendiamnya orang lain, memang si awalnya pasti canggung banget tapi sekalinya akrab, pendiamnya itu hilang dipandangan karena digantikan akan dengan sebutan gila.


 


*****


"Tarikkkk mankkk." ucap Zena


Kita slalu berpendapat


Kita ini yang terhebat


Kesombongan di masa muda yang Indah


Aku raja kaupun raja


Aku hitam kaupun hitam


Arti teman lebih dari sekedar materi


"Angkat tangannya ke bawah." ucap Iren


"Aku sangat beruntung sekali karena aku punya kalian. Kalian sangat berharga, paling peka dengan perubahan sikapku, paling mengerti diriku, paling paling deh pokoknya. Semoga kita selalu seperti ini ya, persahabatan kita jangan sampai putus. Mimpi apa aku bisa bertemu dengan orang-orang ini." ucapku dalam hati.


***


"Sudah jam 3 nih, udah sore." ucap Iren


"April, aku pulang dulu ya. Jangan lupa belajar buat besok. Jangan bengong lagi ya, Pril." ucap Naren

__ADS_1


"Oke, hati-hati di jalan ya, kalau jatuh bangun sendiri." ucapku


Satu persatu temanku sudah pulang. Aku pun langsung merebahkan tubuhku di kasur. Memang benar ya, tempat paling nyaman itu di kasur. Istirahat sebentar setelah itu mandi, makan, dan belajar. Semangat April.


__ADS_2