Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 14


__ADS_3

Berhari-hari liburan tanpa kehadiran sahabat secara komplit sama saja seperti melatih diri agar menghadapi dunia belajar tanpa kekomplitan. Tanpa kehadiran mereka. Aku sangat kangen sekali.


Hari libur sangat cepat berlalu, esok sudah mulai masuk sekolah. Aku menyiapkan buku-buku tak lupa ku sampul agar rapi, aku juga sudah menyiapkan sepatu dan tas agar esok tidak grasak-grusuk mencari-cari lagi. Sepertinya aku melupakan suatu hal, aku lupa mencari topi, dasi, serta gesper.


Penyakit "U" ku kumat, sudah mutar-mutar mencari dasi, topi, dan gesper tapi belum ketemu juga. Andai bisa ku telepon dan mereka bisa dengan sendirinya keluar dari tempat persembunyiannya. Sampai larut malam pun aku belum juga menemukannya.


***


Keesokan harinya, aku menanyakan dasi, topi, dan gesperku ke Ibu, aku meminta tolong untuk membantuku mencari dasi, topi, dan gesper. Aku tahu pasti bakal diomelin, tapi tak apalah, semoga aja bisa ketemu.


"Pril, ini apa? Makanya kalau cari barang itu pakai mata bukan pakai mulut!" ucap Ibu


Entah mengapa kalau Ibu yang mencari pasti langsung ketemu, padahal sudah berkali-kali aku pastikan di tempat itu tidak ada barang yang ku cari. Sebenarnya Ibu punya kekuatan yang tersembunyi ya, paling d'best lah.


Aku langsung bersiap dan langsung ke basecamp menunggu Naren datang. Aku dan Naren sekelas lohh. Alhamdulillah. Sesampainya Naren di basecamp, aku langsung berangkat ke sekolah. Aku duduk di samping Naren, karena bangku dan meja di kelas 8 beda dengan di kelas 7, bangku dan mejanya bukan lagi untuk duduk berdua melainkan duduk sendiri, bangku dan mejanya dibuat khusus seperti anak kuliah yang membedakan hanya meja dan bangku itu terbuat dari kayu. Aku tidak suka dengan meja itu, kecil banget, enggak luas seperti kemarin.


Guru wali kelas pun masuk memperkenalkan diri serta membuat organisasi kelas. Naren dipilih menjadi sekretaris, wah keren banget yaa. Awal sekolah tidak belajar sama sekali, hanya perkenalan guru kelas saja, karena tiga hari pertama bentrok dengan mos kelas 7. Jadi siswa kelas 8 dan 9 lebih bebas, bisa keliling kelas untuk melihat anak kelas 7 di mos.

__ADS_1


Lucu-lucu sekali memakai topi kerucut dan name tag segede jidat. Pasti mereka disusahkan membuat hal-hal yang bahkan tidak berfaedah sekali, apalagi saat mencari barang-barang dengan nama aneh itu. Sabar ya adik-adik kelasku.


Tiga hari ke depan, kelas 8 dan 9 pulang jam 12 karena mengikuti jadwal mos. Waktu pulang dipotong 3 jam. Asik sekali. Bisa nyantai-nyantai. Tapi sayangnya hari ini aku belum melihat kaki. Kaki sangat menyebalkan sekali. Ia tidak tahu seberapa besar aku menanggung rindu ini. Jahat sekali. Membiarkanku merindu sendiri.


Ketika jam pulang berbunyi, aku dan Naren langsung menuju ke basecamp. Di basecamp suasananya berbeda sekali. Tidak berisik, tidak ada tawa ceria, tidak ada tangis haru, tidak ada amarah yang membludak. Tidak ada permainan, dan banyak ketidakadaan yang lainnya.


Aku dan Naren hanya bisa menatapi bayang-bayang hadirnya Iren dan Zena. Pasti seru sekali kalau mereka berdua hadir di sini. Si tawa telat, si jail kebangetan. Mana nih, masa absen mulu dari kemarin. Basecamp seperti tidak ada kehidupan.


Setelah berisitirahat, Naren pulang ke rumah. Ku lihat mukanya yang sedang menahan tangis karena rindu dengan Iren dan Zena. Pasti sampai kamar ia langsung kejer membuat lautan. Ya Allah, aku mohon, kembalikan sahabatku, pasti ia tersiksa juga di sana sendiri, tanpa bersama sahabatnya.


puiing.... puing.. puing...


Iren sudah masuk sekolah di sana, Iren juga cerita di sana ia tidak mengerti bahasanya. Makanya ia tidak betah di sana. Teman-temannya banyak yang mendekat, tapi percuma jika Iren tak mengerti bahasanya.


"Semoga kamu cepat balik ke sini ya, sekolah di sini lagi. Ingat kalau mau sekolah di sini kamu harus minta masuk ke kelas 84. Aku dan Naren sekelas. Kamu juga harus sekelas dengan kami."


"Sipp deh, doain aku ya, semoga Ayah ku mau balik lagi ke sana. Aku juga pengen cepet-cepet balik ke sana. Enggak betah banget kalau tinggal di tempat baru. Pril, udah dulu ya, aku mau ngerjain tugas nih."

__ADS_1


Ternyata Iren masih ada peluang untuk kembali ke sini, aku harap Iren dan Zena balik lagi. Iren sudah memberi kabar, tapi Zena belum ada kabar juga. Mungkin di pesantren tidak boleh menggunakan gawai, kalaupun boleh pasti di waktu senggang. Aku tahu kok kehidupan pesantren itu ketat banget.


Aku tidak ingin tidur malam, makanya aku harus memaksa mataku agar bisa meram dan terlelap dalam malam. Aku bermimpi bersama para sahabat ku, di mimpi ku juga ada Kaki sedang berjalan ke arah ku. Aku bisa dekat lagi dengannya. Mimpinya indah sekali.


***


Kukuruyuuuk..... kukuruyuuuk...


Alarm ku tidak rela saat aku bertemu dengan kaki. Kenapa tidak membiarkanku bahagia dalam mimpi, karena di kenyataan aku tidak bisa sebahagia itu dengannya. Aku ingin sedikit lebih lama dengan kaki. Argh rese sekali alarm ini.


Perang batin sudah surut ketika aku menyadari bahwa aku kesiangan. Aku langsung buru-buru bersiap, setelah itu terdengar suara Naren yang sudah tiba. ****** aku, malah belum rapi lagi. Kalau telat bagaimana ini ya.


Aku langsung memasukan apapun yang ada di dekat ku, dan aku langsung berangkat ke sekolah dengan Naren.


Pas banget tiba di sekolah saat pintu ingin ditutup. Kurang dari sedetik pasti aku tidak bisa masuk. Alhamdulillah masih beruntung. Aku dan Naren langsung buru-buru masuk kelas. Di kelas pun ramai, tidak ada guru. Syukurlah. Memang tiga hari ini kelas tanpa guru.


Setelah menaruh tas, aku dan Naren segera keluar. Kalian tau tidak? Aku dapat kelas 84 dan kelas itu dulunya adalah kelas Kaki. Wah keren kan bisa sama gitu. Memang jodoh sepertinya. Ruangan kelasnya juga sama dengan ruangan Kaki dulu. Andai aku tahu kursi yang ia duduki, pasti kursi itu ku khususkan hanya untuk aku seorang.

__ADS_1


Saat aku kembali lagi ke kelas, aku melihat sosok lelaki di kelasku, sosok itu sama persis dengan Kaki. Kalau dari belakang beneran persis banget, dari potongan rambutnya pas banget kayak Kaki. Aku langsung terheran di situ, apa mungkin Kaki tidak naik kelas?


__ADS_2