Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 28


__ADS_3

Pencarian barang bawaan dengan nama-nama aneh itu sangat berkesan di hidupku. Nama samaran aneh membantuku untuk mendapatkan bahan obrolan dengannya. Aku menjadi terus menerus mengobrol dengannya di chat. Aku menceritakan semua kejadian-kejadian saat MBS berlangsung, semua keluh kesah ku ceritakan padanya. Aku pun sangat antusias sekali.


Saat awal SMA aku masih ngobrol dengannya, aku juga menceritakan tentang demo ekskul sekolah ku, dan aku sangat takjub dengan demo ekskul dari paskibra. Keren banget. Akhirnya aku bilang ke dia, kalau aku memilih ekskul itu, dan nanti aku akan tampil saat demo ekskul adik kelasku. Kata dia itu pilihan bagus, agar aku jadi terkenal diantara adik kelas. Pokoknya dia suka sekali menyemangatiku. Kemudian setelah bahan obrolan habis, senyap lagi diantara kita. Tidak ada notif lagi darinya. Mungkin aku terlalu membosankan kali ya.


Aku ingin sekali bisa melepaskannya dengan lapang dada, tapi tidak tahu kenapa, aku masih saja berharap padanya, seperti ada ikatan yang membuatku yakin akan hal itu, aku yakin kalau dia akan kembali. Dengan kebodohanku, aku dengan setia menunggu dia.


Hari-hariku sepi tanpanya, tanpa dia dan tanpa teman-temanku. Di sekolah baruku ini, aku harus menyesuaikan diri dan mencari kawan baru, untungnya ada orang yang sudah ku kenal.


*****


Hari Ahad adalah jatah liburku, yang tadinya aku mempunyai dua hari libur sekarang jadi sehari saja, hari ahad saja yang libur. Pada hari itu aku mengajak adik sepupuku yang balita main di taman. Taman itu juga terdapat perpustakaan, aku masuk ke perpustakaan dan mengenalkan gambar hewan yang di tempel di dinding, adik sepupuku sedang digendong oleh adikku karena aku ingin menyalakan lampu, ruangan ini cukup gelap. Tombol on lampu itu berada di samping pintu. Saat aku tekan tombol itu.


"Duh, kaget." aku dan orang yang baru datang sama-sama kaget.


Aku kenal laki-laki itu, dia cucu penjaga perpustakaan ini, dia sering sekali mampir ke taman, cuma aku belum pernah bertemu dengannya. Hanya sekali melihatnya, itupun cuma sekilas.


Aku mulai bosan berada di perpustakaan, akhirnya aku pulang ke rumah. Hari itu juga sudah sore, adik sepupuku belum mandi. Jadinya aku memutuskan untuk balik ke rumah.


Sesampainya di rumah, ada penunggu adik sepupuku, beliau sudah lama menunggu. Bundanya sampai membawa alat mandi si dede bayi. Sampai semua beres, akhirnya dede bayi dan bundanya pulang ke rumahnya, hari sudah sore sekali.


Aku pun beres-beres kamar, lalu makan, dan segala macamnya, saat aku sedang istirahat. Tiba-tiba ada notif pesan yang masuk ke Pasbue ku.

__ADS_1


"Heh, ketemu aku kok diem aja."


"Hehe, maaf, abisnya bingung mau ngomong apa."


"Kamu udah SMA ya? sekolah di mana?"


"Iya, aku sekolah di SMAN yang ada di pojok perumahan."


"Asik dong udah SMA."


"Enggak ka, aku sebenarnya enggak mau sekolah di situ."


"Kenapa enggak mau?"


"Dia? maksudnya?"


"Haha, enggak ka."


Akhirnya malam itu aku chatan dengan lelaki itu, dia sudah kuliah. Chatan sampai malam tapi tidak larut malam, karena dia menyuruhku agar tidak tidur larut malam dan tidak begadang.


Hari-hariku yang sepi akan kehadiran Kaki, kini terganti dengan orang lain. Walaupun demikian, harapanku hanya untuk Kaki seorang, aku masih setia menunggunya.

__ADS_1


Gawaiku dipenuhi dengan notif dari lelaki perpus itu, namanya sebelas dua belas denganku, Aprilio, ia sering dipanggil Pio. Kalau aku mengirim pesan dengannya, pasti dia sering mengingatkan ku, seperti aku main gawai saat makan, dia menyuruhku untuk habiskan dulu makanannya baru main gawai lagi. Memang karena aku penurut, jadinya aku ikuti, lagi pula itu baik kok buat aku.


Sering sekali mengirim pesan dengannya, ternyata di belakang ku, ia pernah mengobrol dengan mamaku. Aku sangat kaget sebenarnya, karena ia ngobrol banyak dengan mamaku. Awalnya aku tidak tahu itu, sampai dia bilang kalau aku jarang main ke luar rumah, lalu aku balas, kok tahu? Dia pun langsung memberitahu kalau mamaku yang memberitahukannya.


Aku kepo dengan obrolan mereka, dan aku tanya ke dia mengenai apa yang mereka obrolin. Namun dia tidak menjawab, dan terkadang sesekali dia terkena jebakan batman ku, alhasil dia memberitahukan obrolan yang lainnya. Aku yakin banget, kalau mereka ngobrol lebih banyak lagi yang lainnya, yang aku sendiri pun tidak tahu.


Aku masih chatan lagi dengannya, pokoknya saat ini gawaiku masih dipenuhi dengannya, walaupun aku masih terus memikirkan Kaki yang tidak ada kabarnya sama sekali.


Berbeda dengan Kaki, biasanya aku selalu membuat bahan obrolan agar bisa chatan dengannya, sekarang terbalik, aku tidak memikirkan bahan obrolan. Real semuanya dari dia. Aku hanya mengikuti alurnya saja.


Entah karena apa, Kak Pio tidak mengirim pesan lagi, dan aku juga sudah jarang membuka Pesbue. Itu tidak masalah buatku, yang ku permasalahkan, kenapa Kaki tidak pernah mengirim kabar? Oiya aku lupa, aku kan bukan siapa-siapanya dia, tapi kenapa aku ingin dia selalu ada untukku? Huuuftt, manusia itu serakah ya. Tahan diri, tahan diri, jangan serakah, itu tidak baikk.


*****


"Aprilll! Aprilll!"


"Iya, tunggu sebentar ya."


Di sekolah ini, aku juga sudah mempunyai teman dekat, mudah sekali mendapatkan teman dekat, karena teman dekatku ini rumahnya tidak berjauhan denganku, masih satu lingkungan. Aku pun sudah kenal dengan dua teman baruku itu.


Teman baruku itu yang menemaniku saat di SMA, ada Oni dan juga Puma. Aku perkenalkan dulu teman baruku ini, Puma ini orang yang nurut banget sama bapak aku, jadi bapak aku suruh dia untuk berangkat bareng denganku, dengan nurutnya ia langsung berangkat bareng denganku. Dia ini anaknya rajin banget, selalu berangkat pagi-pagi buta, tapi aku kasihan dengannya, karena aku, dia jadi sering kesiangan datang ke sekolah, namun anehnya, dengan kesabaran tingkat tingginya, ia selalu menungguku bersiap ke sekolah. Itulah Puma, yang baru saja memanggilku.

__ADS_1


Oni, temanku ini lebih parah dariku, bahkan setelah Puma menungguku, ia harus menunggu Oni yang lebih lelet dariku. Alhasil kami bertiga pernah telat ke sekolah. Kami dihukum, disuruh jalan jongkok 3 kali mengitari lapangan, setelah jalan jongkok kami dipakaikan kalung yang berisi "Saya anak yang malas, sering telat ke sekolah." Padahal kami baru sekali telat ke sekolah, dan kami juga tidak malas tuh. Kami masuk ke kelas satu persatu, mental kami dirusak, aku takut dan malu sekali, harus berbicara seperti itu pada tiap-tiap kelas yang aku masuki. Dari situ aku tidak mau telat lagi. Kapok.


Aku menjalani dunia SMA dengan topeng halus yang ku perbuat. Topeng ku tidak merugikan orang lain kok, tapi merugikan diriku sendiri.


__ADS_2