Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 9


__ADS_3

Semalaman aku bergadang hanya untuk menyelidiki kak Diki seorang, aku memeriksa dengan detail Pasbuenya, jika aku melihat foto-foto kak Diki perasaanku akan damai sekali, rasanya indah banget, apalagi saat memandanginya. Aku juga mengunduh beberapa fotonya untuk ku simpan di gawaiku sebagai obat penawar rindu saat liburan panjang nanti.


Apapun yang ku temukan di Pasbuenya semuanya terlihat indah, bagiku apapun yang ia lakukan pasti hebat. Apakah aku sudah terlalu menggilainya? Ataukah hal itu wajar? Begini ya rasanya jatuh cinta apalagi jatuhnya sama kakak kelas, berharap bisa bersama kakak itu lagi, bersama di rumah yang sama.


"Kira-kira kak Diki punya pacar tidak ya? Semoga tidak punya. Kalau dilihat dari akunnya, dia tidak pernah pacaran. Bagus deh kalau gitu, jangan sampai punya pacar ya kak, nanti aku sakit, kalau sakit aku takut rumahku jadi laut." Ucapku penuh harap dalam hati.


Entah pakai sihir apa sampai aku tergila-gila kepada kak Diki. Nanti kita harus ketemu ya kak, pasti kita akan ketemu.


Setelah pikiranku normal kembali, aku langsung bersiap-siap bergegas ke sekolah. Teman-temanku sudah menunggu di basecamp, aku harus cepat-cepat ke basecamp, kalau lambat bisa ditinggal. Hikss.


Kau tahu tidak, orang jatuh cinta itu seperti perokok aktif yang selalu candu dengan rokoknya. Kau akan merasa tidak hidup jika tidak merokok. Kau akan tidak berdaya tanpa bertemu dengan rokok, seperti itu juga jatuh cinta. Jika kau belum siap menerima resiko, jangan jatuh cinta. Sebenarnya cinta itu murni tetapi cinta murni itu yang seperti apa si? Kalau cintanya anak muda sekarang banyak mudharatnya. Efek dari jatuh cinta itu kau akan melayang tinggi walau hanya melihatnya saja, kau jadi tidak sadarkan diri dan dikelabukan oleh cinta. Betapa menyakitkannya hal itu.


Setelah aku menemui teman ku di basecamp aku dan para temanku memutuskan untuk nanti saja ke sekolahnya. Masih pagi, belum pada datang siswa yang lainnya. Berjam-jam di basecamp tidak akan terasa, ketawa-ketiwi yang tidak akan bosan di dengar oleh basecamp kami. Terlalu banyak tertawa sampai lupa janji setelah UKK berakhir.


Naren yang selalu siap sedia sudah sedari dulu membawa speaker bluetoothnya. Ia mengeluarkan barang itu dari penyimpanan kantung doraimonnya betapa lengkap isi kantung tersebut. Semua orang jika melihat isinya pasti membelalak takjub, tak ada yang menyangka jika kantung sekecil itu berisi banyak sekali barang.


Setelah Naren mengeluarkan peralatan karaokenya, eh kayaknya janji waktu itu menonton film deh bukan karaoke, yaudahlah kita karaoke saja. Mau nonton film ataupun karaoke sama aja, yang penting ada kalian di sini untuk menciptakan kenangan yang nantinya akan kita bukukan di dalam album pikiran terindah kita. Hari ini dan seterusnya akan dijalani dengan kebersamaan yang semakin melekat.

__ADS_1


Bersenang-senang setiap hari yang ku dapatkan jika bersama dengan teman-temanku. Jangan salah, aku dan teman-teman ku juga pernah menangis berbarengan di sini. Menumpahkan kesedihan bersama, mengemban kepedulian, kasih sayang, kebahagian, dan lain-lain. Semuanya sudah dilakukan, lalu apa yang kurang?


Indah sekali bukan kehidupanku di massa SMP ini, aku mempunyai para sahabat yang sangat sangat sangat langka di kehidupan ini, kalau bisa harus dilestarikan orang-orang yang seperti ini. Aku bangga berteman dengan kalian. I love SSTB.


Hayoo, pasti kalian belum tau ya SSTB itu apa? Jadi SSTB itu nama perkumpulan orang-orang langka ini, hmm kalau aku boleh bilang si SSTB kurang tepat jika dijadikan nama perkumpulan kami, justru SSTB itu seperti visi misinya perkumpulan ini. Susah Senang Tanggung Bersama itulah kepanjangannya. Kepanjangan itu sudah cocok belum dengan kami?


Setalah asik bernyanyi, aku dan para temanku memutuskan ke sekolah jam 9 saja. Tepat sekali keputusan kami untuk berangkat jam 9 ke sekolah. Sampai ke sekolah ternyata sudah ramai dan dapat dilihat dari kejauhan ada segerombolan siswa yang tidak sabar untuk melihat pengumuman remedial di hari ini. Wahh, itu bukan seperti segerombolan melainkan selautan orang. Ramainya banget banget.


"Nanti aja lihatnya ya, ramai banget. Toh dilihat nanti juga sama saja pengumumannya, tidak mungkinkan nama yang tertera di pengumuman akan terganti sendiri." ucap Zena.


Akhirnya kami semua duduk dan memantau perkembangan siswa yang haus akan informasi. Sedikit demi sedikit lautan itu berubah menjadi kali. Aku dan temanku pun akan menunggu sampai kali itu berubah menjadi got. Beberapa menit kemudian, benar saja kali itu sudah seperti got dan para temanku pun males untuk bangkit dari tempat duduknya, dan takut jika nantinya akan ditempati dengan yang lain. Akhirnya aku saja yang melihat papan informasi itu, aku juga tidak betah jika duduk terus-menerus.


Aku bangkit dari tempat duduk dan menuruni tangga demi tangga agar sampai ke ujung. Aku pun sudah mendekat ke papan itu, papan itu sudah tidak membuat penasaran orang-orang lagi. Kosong melompong seperti dalamnya astor. Aku pun langsung mendekat dan melihat informasi dengan teliti. Sampai telitinya melihat informasi itu, ada aroma yang familiar di hidungku tetapi tetap tidak ku gubris sampai benar-benar aku mendapatkan informasi yang kuperlukan.


"Ehmm." Begitulah simbol bunyi jika seseorang ingin dirasakan kehadirannya.


Aku langsung menghadap belakang dan melihat siapa yang berdehem itu.

__ADS_1


Orang itu melambaikan malu kepadaku


"Hmm, dek boleh enggak kalau lihat informasinya di satu sisi saja, kakak juga mau lihat tapi adek malah tutupin papan informasi pakai tangan seperti itu, sambil menunjuk ku yang sedang menutupi kertas dengan kedua tanganku.


"Eh, maaf ya ka, kirain udah enggak ada yang membutuhkan informasi ini lagi."


"Iya, enggak apa-apa kok, dek."


Akhirnya aku kembali melihat papan informasi ditemani oleh kak Diki itu. Berkah banget hari ini, sampai jantungku tak karuan lagi.


Selesainya mencari-cari namaku dan teman-temanku, aku langsung menuju ke tangga. Tetapi pas aku ingin membalikkan badan, kak Diki mengajaku mengobrol. Ia menanyakan apakah aku ada yang diremed atau tidak. Setelah selesai berbicara, aku dan kakak itu sama-sama kembali ke tempat masing-masing.


Hatiku gembira sekali bertemu dengan kakak Diki. Wajah masih memerah dan tentunya salah tingkah masih melekat padaku. Sesampainya di tempat, aku langsung memberitahu ke teman-teman ku bahwa tidak ada yang kena remedial pada hari ini. Betapa senangnya hari ini.


Aku dan temanku kembali ke basecamp untuk melanjutkan konser. Menyanyi sampai lelah baru pulang ke rumah masing-masing. Walaupun suara kami pas-pasan kecuali Naren tak membuat kami minder atau tidak percaya diri yang terpenting kami bisa bersenang-senang bersama.


Tidak ada kebosanan dihariku jika aku selalu bersama dengan mereka, justru seperti keajaiban dalam hidupku jika ku lukis kenangan ini bersama mereka. Jika kami diibaratkan oleh mawar yang indah meski berduri, pada hakikatnya duri itu untuk melindungi dari musuh dan tidak ada duri yang menusuk temannya sendiri. Semua bisa berjaga diri dari musuh dan tahu bahwa temannya tidak seperti yang lainnya, yang datang hanya untuk menusuknya dari belakang. Sudah marak sekali teman seperti itu yang pernah ku lihat di sepanjang hidupku.

__ADS_1


__ADS_2