Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 24


__ADS_3

Begitulah kejadian di hari terakhir ulangan kenaikan kelas. Kaki bertingkah laku aneh, ia selalu duduk di sampingku tanpa sepatah kata.


Selesai ulangan, sekolah mengadakan remedial, tiga hari berturut dari Senin sampai Rabu. Aku tahu itu ulangan terakhir ku bersamanya, karena dia sebentar lagi akan menjadi anak SMA tapi setidaknya, aku bisa melihat dia saat remedial nanti. Sebentar lagi kakak akan keluar dari sekolah ini, aku tidak bisa melihat kakak setiap hari lagi.


Seharusnya kemarin aku lebih menghargai waktu ku dengan kakak, saat aku dan kakak secara tidak sengaja datang awal ke sekolah, seharusnya kita bisa mencetak pengalaman-pengalaman yang indah, seharusnya kita lebih banyak ngobrol, mumpung kamu masih di sini ka. Nanti, pasti kamu jarang sekali datang ke sekolah, aku tahu itu. Jadwal di SMA pasti padat sekali, makanya kamu tidak akan sempat mengunjungi ku, eh maksudku mengunjungi sekolah ini.


Hari Senin itu, aku dan temanku berangkat jam 8, sudah lumayan ramai keadaan sekolah ku. Siswa juga sudah pada datang. Remedial-remedial ternyata hanya untuk kelas 7 saja. Jadi kelas 8 dan 9 belum ada remedial, atau mungkin semua siswa kelas 8 dan 9 tidak ada yang mengulang.


Aku mencari-cari muka Kaki disetiap kerumunan, aku memperhatikan satu persatuan muka orang-orang yang ada di dalam kerumunan itu. Teman-temanku bilang, katanya kalau Kaki tidak ada malah dicariin, kalau ada didiemin. Itulah aku. Saat itu aku masih juga tidak ketemu dengan muka pencarianku.


Seharian suntuk aku mencari mukanya, sampai aku dan teman-teman ku memutuskan untuk kembali ke basecamp. Lesu sekali muka ku, tidak ada semangat hidup. Vitaminku tidak ada, aku tidak bisa melihat vitaminku padahal ini kesempatan terakhir untuk melihat Kaki.


Pada hari berikutnya pun juga sama, aku tidak melihat Kaki, teman-temannya juga tidak terlihat. Sepertinya mereka tidak datang ke sekolah. Kenapa ya? Apa dia tidak mau melihatku? Apa dia marah karena aku memilih belajar dengan Ahmad daripada dengan dia? Aku bingung sekali. Aku butuh vitaminku. Sekarang aku hanya bisa melihat dia dari foto saja. Tidak bisa bertemu lagi dengannya. Hikss.


Hari-hari ku menjadi redup, kehidupanku menjadi suram, hidup seperti tanpa jiwa. Mencari-cari vitamin tak kunjung bertemu. Nasib ku berakhir seperti ini. Sampai tiba hari Rabu, hari terakhir masuk ke sekolah. Kaki benar-benar tidak hadir pada ketiga hari itu. Hari dimana aku berharap untuk bisa memandangnya dari kejauhan. Hari yang ingin aku gunakan untuk terus menatapnya di balik tembok. Sudahlah, bukan rezeki ku bertemu dengannya. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi ka.


Saat keadaan seperti ini, aku baru ingat kalau aku mempunyai nomor gawainya, aku langsung mencari-cari nomor itu, setelah ketemu tanpa pikir panjang aku langsung mengirimnya pesan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ka, ini aku Aprilia."


"Wa'alaikumsalam, iya dek, ada apa?"


"Enggak ada apa-apa ka, lagi apa ka? Kemarin enggak masuk ya ka?"


"Hoho, kakak lagi makan nih, iya kemarin enggak masuk, soalnya enggak ada remedial buat anak kelas 9."


Beberapa jam waktu yang ku habiskan untuk chating-an dengannya. Semangatku tumbuh lagi, aku seperti bunga yang baru diberi pupuk, lalu mekar kembali.


Setiap Kakak itu membalas chat ku, aku langsung histeris, teriak-teriak di kamar sambil tertawa atau senyam senyum enggak jelas. Hahaha namanya juga anak remaja yang sedang jatuh cinta, lagi hanyut-hanyutnya rasa cinta ituuu.


Tiduran sambil memerhatikan gawai, menunggu notif pesan masuk dari orang kesayangan, sangat sabar sekali menanti pesan itu, mungkin ia sedang tidur atau beraktivitas lainnya. Aku membawa gawaiku kemana saja, ke warung, ke kamar tidur, ke ruang makan, ke kamar mandi, maupun ke dunia mimpi. Pokoknya kemana saja aku pergi, aku selalu membawa gawaiku.


Sekian lama menunggu jawaban, sekitar jam 10 malam, pesan itu baru dia balas. Saat aku melihat ada notif darinya, aku langsung balas pesan itu, mumpung dia lagi pegang gawai, pasti jawabnya langsung cepat.


Namun sayangnya, dia hanya menjawab beberapa pesan dariku, lalu tidak ada lagi notif darinya. Mungkin dia lelah kali ya, sudah malam juga.

__ADS_1


puing....puingg..


Gawaiku berbunyi, benar saja, dia menjawab pesanku.


"Iya dek, tidur dek, udah malem jangan bergadang mulu."


"Siappp ka."


Aku ini tipe yang penurut, makanya aku langsung bersiap-siap tidur. Kaki itu perhatian sekali kan. Pada malam itu, aku memimpikan dia, aku bertemu dengannya. Aku dan dia pergi ke suatu tempat, indah sekali pemandangan di tempat itu. Suasana alami yang didukung oleh suara alam, dentuman ombak menari-nari di dasar pantai, suara burung yang terbang berlari-lari mengindahkan suasana itu, dan orennya langit senja membuat suasana semakin romantis. Aku dan Kaki sedang menikmati waktu berdua, tetapi ada keanehan dalam mimpiku itu. Perlahan-lahan Kaki menjauh dariku, lalu di pantai itu muncul seseorang yang tidak aku kenali. Mukanya tidak familiar tetapi saat aku melihatnya, aku merasa lebih dekat dengannya. Namun, aku melihat semakin lama, semakin jauh jarak antara aku dan Kaki.


Jantungku seakan tertusuk melihat Kaki yang tiba-tiba lenyap dimakan jarak. Aku menangis meraung-raung memanggil namanya. Kakkkk...Kak Dikiii...Jangan pergii..Tunggu aku kaaa, jangan pergii.... Terus menerus memanggil namanya.


"Jaaangaannnn.....pergii....kaaa....."


"Kak, kak, sadar ka, kak"


Aku kaget dan terbangun dari tidurku, aku melihat di depanku ada adikku yang membangunkan tidurku. Ia terlihat panik sekali. Katanya aku tidur sambil teriak-teriak. Aku bilang kepadanya bahwa aku hanya mimpi buruk saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin mimpiku benar-benar buruk jadinya aku teriak-teriakan seperti itu.

__ADS_1


Aku langsung mengambil minum di kulkas, menenangkan diriku akan mimpi yang baru saja datang kepadaku. Aku tidak menyangka kenapa aku memimpikan hal itu dan siapa orang yang ada di dalam mimpiku itu? Aneh sekali. Kak Diki juga tega banget sama aku, dia ninggalin aku begitu saja tanpa pamit. Semoga saja mimpi itu tidak menjadi kenyataan.


Saat aku sudah tenang, aku menceritakan mimpiku yang tadi kepada Naren, Naren hanya mengingatkanku, sebelum tidur aku harus membaca doa terlebih dahulu, pastinya mimpiku akan indah katanya, tidak ada lagi mimpi buruk seperti mimpi yang tadi, lalu dia juga bilang kepadaku, atau mungkin Kaki memang bukan jodohmu kali, dan lelaki yang ada di sebelahmu, mungkin saja dia jodoh kamu. Aku jengkel sekali saat temanku berkata seperti itu. Namanya sedang dirundung cinta, seakan hati menjadi batu.


__ADS_2