Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 29


__ADS_3

Saat Pasbue sudah mulai sepi peminatnya, dan aku pun sudah jarang membuka Pasbue, semenjak sebulan Kak Pio tidak mengirim kabar. Buat apa aku buka aplikasi Pasbue kalau tidak ada yang memberi kabar. Kabar Kaki pun tidak kunjung datang. Akhirnya aku mencoba membuka Pasbue untuk menghilangkan kerinduanku, dengan niat untuk mencari kabar Kaki, mungkin lewat beranda Pesbuenya atau yang lainnya aku bisa tahu tentangnya.


Puinggg....


Ada notif masuk, pesan dari kak Pio. Semenjak sebulan ia menghilang, lalu ia kembali lagi.


"Assalamu'alaikum, dek. Bagaimana kabar kamu beserta keluargamu?"


Pesan itu sudah dua hari yang lalu, tapi kok bisa pas ya. Aku tidak ingin membuat orang menungguku. Hehehe. Aku baik kann.Makanya, aku langsung membalas pesannya.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah semuanya baik ka, kakak sendiri, bagaimana kabarnya?"


Setelah membalas pesan itu, aku langsung cek akun Pasbuenya Kaki, di sana hanya ada kabar tentang lagu yang sedang ia dengarkan, lagu itu judulnya harus terpisah. Setelah aku tahu lagu itu, yang awalnya aku tidak terlalu suka dengan lagu itu, tapi karena Kaki menyukai lagu itu, akhirnya lagu itu pun menjadi lagu favorit ku. Kalau melihat orang yang disuka menyukai suatu hal, pasti seperti petir ya, langsung menyambar dan membuat kesukaannya menjadi kesukaanku juga.


Aku keluar dari aplikasi tersebut setelah mengetahui lagu yang sedang diminati oleh Kaki, tanpa memikirkan maksud dan tujuan Kaki mempublishnya. Aku senang sekali mendengarkan lagu ini, sangat gembira, sampai aku memutarkan lagu ini secara terus menerus berulang kali, padahal lagu ini bukan lagu keceriaan, melainkan lagu kesedihan tentang seseorang yang memperjuangkan orang lain, sama seperti ku yang sedang memperjuangkan dirinya agar ia bisa menjadi milikku seutuhnya. Kalau dipikir lagi, itu pasti mustahil, tidak mungkin aku memiliki dia seutuhnya, cukup dengan melihatnya saja sudah bisa membuat ku bahagia.

__ADS_1


Hari berikutnya, aku masuk lagi ke akun Pesbue, aku pantau pesan ku dahulu. Aku lihat pesan kak Pio, tidak ada balasan darinya, pesanku yang kemarin tidak dibalas, dia hanya membacanya saja. Kenapa ya? Apa karena aku telat menjawab pesannya?


Aku bingung sekali dengan sikap lelaki, seenaknya datang dan pergi tanpa pamit. Pasti tidak semua lelaki yang seperti itu, aku yakin sekali. Lagi pula pribadi kak Pio itu sangat menawan sekali tidak mungkin ia sama seperti lelaki lain, pasti ada maksud dan tujuan ia melakukan hal itu, ia juga mempunyai cita-cita sederhana yang menurut aku itu sangat menakjubkan. Haha keren banget, aku baru tahu ada seseorang yang mempunyai cita-cita seperti itu. Cita-cita ia itu, ia ingin menjadi imam di masjid, bukankah itu cita-cita yang sangat hebat? Kalau bekerja itu bukan cita-citanya, itu cuma alat untuk berusaha dalam mencari rezeki. Wanita yang mendapatkan dia, pasti sangat beruntung sekali.


Aku takjub dengannya, aku tidak tahu mengapa tapi aku masih saja memikirkan Kaki, walaupun ada orang hebat yang mengobrol denganku, tetapi hanya Kaki seorang yang bisa membuat jantungku berdebar sangat cepat, dan itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Jantungku tidak pernah seperti itu lagi. Jantungku sudah normal kembali.


***


Saat memasuki kelas 11, itu membuatku semakin berdenyut, saat menghilangnya kabar dari Kaki dapat memperburuk keadaanku, walaupun aku terlihat kuat, tetapi hatiku rapuh. Sudah berapa lama aku tidak mengisi dayaku, sudah berapa lama vitamin C ku pupus. Lebih sakitnya lagi saat aku tersadar ada hal yang janggal diprofilnya Kaki.


Ada kejadian dimana aku melihat profilnya, di dalam bio Kaki, tertulis nama seorang yang terpampang nyata, ku pastikan nama itu adalah nama perempuan. Aku langsung terhunus, aku jatuh, salahnya aku kenapa aku bisa membuat diriku jatuh cinta yang akhirnya aku beneran terjatuh karena cinta. Foto profilnya pun tidak animasi-animasi atau gambar pemandangan seperti biasanya, yang aku lihat, dia foto so sweet sekali dengan perempuan di sampingnya.


"Cieee kakak, siapa tuh di bio kakak."


"Hahaha, emangnya siapa si dek."

__ADS_1


"Asik baru jadian nih, PJ (Pajak Jadian) dong ka."


"Apa sih dekk."


"Semoga langgeng ya kaa."


Salah satu kebodohan yang ku lakukan adalah mendoakannya agar hubungannya awet dengan orang yang dipilihnya itu. Padahal setelah aku mengirim doa itu, hariku gelap. Tidak ada harapan lagi dengannya, aku tahu pasti akan terjadi hal seperti ini. Aku tidak heran ia jadian dengannya, karena cewek itu cantik, aku dan dia tidak bisa bertanding, bagaikan langit dan bumi. Dua hal yang bertolak belakang.


Iren pun memberitahukan ku mengenai hal itu, bahkan ia juga menceritakan betapa romantisnya Kaki dengan cewek itu. Kata Iren, Kaki membawa bekal dan makan berdua dengan ceweknya. Kaki sering sekali datang ke kelas ceweknya hanya untuk memberikan bekal. Hmm. Mungkin, Kaki itu sedang hemat kali yaaa. Kisah yang diceritakan Iren juga mengiris-ngiris hatiku. Untung saja aku beda sekolah dengannya. Andaikan aku satu sekolah, pasti aku selalu melihat Kaki berpacaran. Hatiku pasti tambah sakit. Patah hati semakin nyelekit.


Aku berhari-hari, berahad-ahad, dan berbulan-bulan menangisinya, walaupun air mata tak jatuh tapi sebenarnya diriku sedang berduka. Aku harus menerima semua keadaan ini. Aku sangat malu sekali, karena aku pernah secara tidak langsung menyatakan perasaanku dengannya. Aku menyuruhnya untuk membaca blogku, disitu aku menceritakan diriku serta aku menuliskan inisial namanya, dan aku bilang kalau aku sangat menyukainya.


Setelah dia membaca blogku, tak ada kata yang membalas mengenai perkataanku, ataupun tak ada kata yang membahas mengenai itu. Tapi disitu aku happy banget, karena aku sudah mengungkapkan perasaanku dengannya. Di sisi lain, saat ini aku malu, malu semalu-malunya karena memaksakan Kaki untuk membaca blogku.


Cinta tak terbalas ini, aku merasakannya, saat ia bersama dengan perempuan lain, dan dia tidak pernah melihatku sebagai perempuan. Seberapapun aku berusaha untuknya, usahaku tak mungkin ia lihat. Padahal aku berlari sekencang mungkin agar bisa sejajar dengannya, namun karena aku sudah letih setelah sekian lama berlari, akhirnya ada daun baru yang jatuh dengan pasnya sejajar di tempat Kaki berdiri. Aku pun yang tertinggal di belakang menatapi punggung-punggung mereka yang tampak turun naik dengan suara ketawa begitu kencang, seakan dunia ini hanya milik mereka saja.

__ADS_1


Bodohnya aku, bukannya aku menyerah untuk lari mengejarnya, tapi aku tetap stay memperhatikan mereka berdua, dan tetap setia menunggu Kaki datang kepadaku. Entah mengapa ada keyakinan di dalam pikiranku mengenai Kaki yang nantinya akan jatuh bersama denganku. Keyakinan itu tidak tahu tumbuh dari mana, dan itu pun yang menguatkanku untuk selalu menunggunya. Semakin lama ia berjalan jauh dariku, semakin tegar aku duduk sendiri menanti kehadirannya.


Aku percaya kalau dia akan balik dan berlari kencang untuk kembali dan bersama denganku.


__ADS_2