Hai!! Kaki

Hai!! Kaki
Episode 15


__ADS_3

Saat aku melihat sosok orang yang sangat mirip dengan Kaki, aku sengaja menempatkan diriku di depan dia, aku ingin memastikannya. Jika benar itu dia, aku jadi mati kutu di kelas delapan ini.


Aku berusaha untuk melihat mukanya, ternyata itu bukan Kaki, melainkan orang yang sekelas dengan ku, aku lihat name tag nya. Ohh itu toh namanya.


Kamu tahu tidak? Apa yang terjadi setelah aku memastikannya? Ternyata ada seorang perempuan yang satu kelas juga denganku. Dia pun mengajak teman kelas tujuhnya untuk masuk ke kelas. Setelah itu ia menunjuk orang yang tadi membuatku penasaran dan menunjuk namanya diabsen karena orang yang ditunjuk itu hampir mirip sekali dengan Kaki jika dilihat dari belakang. Aku mempunyai firasat buruk mengenai hal itu. Firasat buruk ku ini terjadi karena orang itu memiliki tingkat penasaran yang sama sepertiku. Apakah ada kaitannya dengan Kaki?


****


Pengenalan guru sudah berlalu, maksudnya awal perkenalan di kelas 8 sudah dilakukan. Artinya seahad sudah berjalan. Sekarang, tepat di hari Senin, akan dimulai proses belajar mengajar di kelas. Bosan sekali jika sudah belajar.


Hari Senin semua siswa sudah baris di lapangan, upacara pertama di kelas 8 segera dimulai. Waktu aku kelas 7, aku pernah ke ruang guru di saat pertengahan upacara, hampir saja mau pingsan. Sudah muncul bintik putih yang banyak di pandanganku, telinga pun sudah semakin sedikit pendengarannya, dan diriku semakin tidak bisa berdiri kokoh. Jika sudah seperti itu, aku harus meminta tolong diantarkan ke ruang guru.


Aku tidak tahu kenapa sering sekali kejadian seperti itu, beberapa kali aku selalu mau pingsan saat upacara. Dahulu saat aku masih SD. Aku tidak pernah seperti itu. Mungkin karena umurku yang semakin tua.


Pada pagi hari ini, aku mengumpulkan energi ku agar tidak kejadian seperti itu lagi. Upacara dimulai, semua peserta upacara sudah hening sekali. Situasi ini sangat hikmat. Upacara berjalan lancar seperti jalan Tol. Sampai pegal berdiri saat mendengarkan amanat dari Kepala Sekolah. Pagi-pagi sudah dengar amanat saja. Hehe.


Selesainya upacara diberi waktu 15 menit untuk istirahat, boleh di kelas boleh jajan, terserah. Istirahat selesai, aku dan Naren sudah berada di kelas. Pada saat aku menyiapkan beberapa buku dan alat tulis. Guru wali kelas pun datang untuk mengajar mata pelajaran IPS di hari ini. Selesai upacara aku masih harus mendengarkan dongeng. Kalian pasti tau, pelajaran IPS itu pasti ada saja mendongengnya seperti waktu kelas 7 dahulu.

__ADS_1


Guru wali kelas datang tidak sendirian. Aku dan Naren dibuat kaget ketika melihat sosok samping Ibu itu.


"Zena. Wahh, Naren, Zena kembali."


Pagi hari itu jadi riang sekaliii. Zena kembali, sekian lama tidak ada kabar darinya. Tiba-tiba muncul persis dihadapanku dan Naren.


"Pril, ini bukan ilusi kan?" tanya Naren untuk meyakinkan


"Ho'oh, bukan ilusi kok. Aku juga tidak percaya, Ren."


"Hai, boleh kenalan? Sepertinya kamu cocok bergabung dengan kami, kenalkan Aku Aprilia dan sampingku Naren. Kamu sudah cocok sebagai anggota kami, selamat bergabung sobat."


"Ahahaha ada-ada aja kamu Pril, Aku Zena, senang bertemu dengan kalian lagi, setelah lama tak berjumpa, aku kangen bangettt sama kalian, makanya aku balik lagi ke sini."


Btw Iren kok enggak ada? Kemana dia? Beda kelas? Itulah pertanyaan yang dilontarkan Zena. Ternyata Zena belum tahu kabar Iren, Zena belum sempat membuka gawainya. Justru Zena sengaja tidak membuka gawainya agar bisa memberikan surprise ke sahabatnya.


Aku dan Naren pun menceritakan kalau Iren pindah ke Sulawesi karena Ayahnya ada urusan di sana, dan Iren akan menetap di sana. Setelah Zena pergi ke pesantren, tidak lama dari kepergian Zena, Iren pun ikut pergi dari sini. Aku dan Naren sedih sekali, kalian satu persatu menghilang. Zena pun shock ketika aku dan Naren menceritakan hal tersebut.

__ADS_1


Jangan sedih ya karena Zena tidak bisa jauh dari SSTB. Katanya ia dihantui oleh sosok-sosok anggota SSTB yang lainnya. Makanya ia selalu gelisah setiap saat. Apalagi terlalu ketat peraturan pesantren sehingga ia tidak betah di sana. Ia butuh penyemangat hidup untuk dirinya. Tapi ia sendiri yang meninggalkan penyemangat hidupnya. Ya Allah terima kasih doaku telah kau kabulkan.


"Gimana nih enggak ada aku?" Sepi ya." ledeknya


"Hahaha udah mulai rese ya, dasar Zena. Kalau jauh kangen kalau dekat bikin onar mulu. Udah ah, fokus dulu sama pelajaran, hari pertama belajar nih."


Di balik sikap Zena yang seperti itu, ternyata dia tidak bisa hidup tanpa sahabatnya. Haha lucu banget kan. Hidupku akan bertambah semangat karena satu sahabatku telah kembali. Walaupun Iren tetap di Sulawesi.


Guru IPS di kelas 8 sangat asik sekali, menjelaskan pelajarannya juga tidak membuat siswanya tertidur. Tidak seperti kelas sebelumnya yang hanya mendongeng saja. Sepertinya aku akan menyukai pelajaran ini. Pelajaran kesukaan tergantung pada gurunya. Jika gurunya enak dalam menjelaskan, otomatis pelajarannya akan diminati. Pengalaman aku sebagai peserta didik si seperti itu.


Bel berbunyi sekali, tanda pergantian mata pelajaran. Sekarang mata pelajaran bahasa Arab. Aku kira mata pelajaran bahasa Arab gurunya sama dengan kelas 7, aku sudah gembira sekali jika gurunya sama. Ternyata pas guru bahasa Arab tiba di kelas, berbeda. Berbeda gurunya, bukan Ibu guru yang namanya 11 meter lagi. Padahal sudah enak kalau yang ngajar beliau.


Pada pertemuan kemarin, guru bahasa Arab tidak datang ke kelas. Mungkin beliau sibuk mengurus MOS. Setelah ia memperkenalkan diri dan memperkenalkan bahasa Arab di kelas 8, guru ini suka sekali melawak walaupun terkadang tidak lucu. Guru ini sangat nyantai tapi aku tidak suka dalam pembelajarannya. Kenapa tidak Bu 11 meter saja yang ngajar. Ibu itu kan jelas sekali kalau memberikan materi, sedangkan bapak itu kurang jelas banget saat memberikan materi. Sudah tidak jelas, melawak juga. Huftt. Kelas 8 harus sabar-sabar.


Di sekolah ku ada dua kali istirahat, setelah pelajaran bahasa Arab, bel berbunyi dua kali pertanda istirahat. Aku dan para temanku pun keluar kelas. Sebelum istirahat, ada sholat Dhuha, semua siswa yang sedang sholat diwajibkan untuk melaksanakan sholat Dhuha.


Saat aku keluar kelas. Aku melihat kakak itu melewati kelasku, tampaknya ia ingin ke kamar mandi yang berada di dekat kelasku. Aku pun seperti terhipnotis olehnya. Aku bengong melihatinya sampai-sampai temanku berusaha menyadarkanku. Untungnya Kaki tidak peka jika aku lihati. Coba kalau peka, malu lah aku. Aku ini bukan tipe orang yang muka tembok, tetapi muka kain. Tipis sekali ketidakberaniannya. Aku sangat malu, benar-benar malu.

__ADS_1


__ADS_2