Hai Cinta Kembalilah

Hai Cinta Kembalilah
bab. 25. Kejutan Luar dari Biasanya.


__ADS_3

Aku tiba di dusun Lembah Asri hari sudah menjelang malam. Ma, Pa, dan Mey sudah menunggu ku di depan rumah.


"Ma! Pa! Mey!" kataku setengah berteriak kemudian memeluk mereka satu persatu.


Pak Paul langsung pamit untuk pulang.


"Bu Sally saya pamit pulang!" kata Pak Paul.


"Apa tidak istirahat dahulu barang sejenak Pak?" tanyaku.


"Tidak Bu terima kasih. Nanti takut semakin malam saya sampai di kota Harapan." jawab Pak Paul.


"Oh ok Pak, hati-hati di jalan!" pesanku.


"Iya Bu, terima kasih." jawabnya.


Kemudian dia pamit kepada orang tuaku dan pergi.


***


Pagi.. siang.. dan sore.. masih tidak ada kabar dari Chris. Bahkan telepon genggamnya masih belum aktif. Itu tentu saja membuatku menjadi bertambah cemas. Kalau kemarin aku masih bisa berpikir positif, tetapi hari ini.. Sepertinya tidak masuk akal selama 24 jam dia tidak menambah daya pada telepon gengamnya.


"Masih belum ada kabar dari Chris?" tanya Ma sambil mengelus rambutku.


Aku hanya menggeleng lemah. Ma melihat kecemasan di wajahku.


"Mungkin, dia masih terlalu sibuk sehingga belum sempat menghubungi mu sayang. Itu di depan ada temanmu datang. Kamu temui dulu ya, kasihan menunggu lama" kata Ma berusaha menenangkanku.


"Siapa Ma?" tanyaku.


"Hmm.. baiknya kamu lihat sendiri saja." kata Ma belum mau mengatakan siapa yang datang.


Aku langsung bangkit dari tempat tidur menuju luar kamar. Aku kira Chris yang datang bersama kejutannya yang dijanjikan seminggu lalu.


Tetapi..


"Hai Sally, apakabar?" sapa sosok pria muda di depanku saat ini.


Aku agak terkejut sekaligus menjadi kurang bersemangat. Ternyata yang datang adalah..


"Hai Dean, aku.. seperti yang kamu lihat sekarang." aku mejawab Dean dengan senyum yang dipaksakan karena hatiku masih belum tenang.


"Hmm.. aku sedang libur tinggal menunggu wisuda. Jadi aku pulang ke dusun. Kebetulan tadi aku dengar dari teman sekolah kita, kalau melihatmu ada di rumah. Jadi aku ke sini berniat menemuimu." kata Dean pajang dan lebar.


"Oh!" jawabku singkat.


"Ada yang mau dibicarakan denganku Dean?" tanyaku.


"Tidak ada hal yang terlalu penting amat sih sebetulnya. Cuma aku rindu saja sudah bertahun-tahun tidak bertemu kamu." jawabnya.


"Oh.. sekarangkan sudah bertemu denganku. Aku sedang sakit kepala, boleh aku istirahat?" kataku berusaha menghindar dari Dean, karena suasana hati pun sedang tidak enak.


"Ok Sally, aku senang melihat mu lagi. Maaf kalau aku mengganggumu. Aku pamit pulang." kata Dean dengan raut wajah kecewa.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan Dean!" pesanku saat melihat Dean berlalu.


Selepas Dean pergi aku masuk ke dalam rumah.


"Sally, bagaimanapun keadaan kamu. Seharusnya kamu tidak boleh bersikap tidak sopan kepada tamu. Dean datang baik-baik untuk bertamu. Kamu malah memberikan reaksi seperti itu. Ma kecewa!" kata Ma saat aku melewatinya yang sedang duduk sambil menjahit.


"Maaf Ma, tetapi saya betul-betul sedang tidak bersemangat. Baiklah saya tidak akan melakukan itu lagi. Saya pamit ke kamar Ma." kataku.


"Ya" jawab Ma.


***


2 hari, 3 hari, 4 hari masih juga tidak ada kabar sama sekali dari Chris. Aku putuskan hari ini akan kembali ke kota Harapan. Setidaknya aku bisa menanyakan keadaan Chris kepada kak Claudia.


"Ma.. Pa.. Mey.. saya pamit dulu." kataku saat mobil sewaanku tiba.


"Hati-hati di jalan! Kalau terjadi sesuatu segera hubungi kami. Jangan terlambat makan dan jaga dirimu jangan sampai sakit." pesan Ma yang juga cemas dengan keadaan putri sulungnya.


"Iya Ma" jawabku.


***


Mobil sudah tiba di depan rumah Bibi Gina. Aku sudah mengabari sebelumnya kalau akan menginap di sana beberapa hari.


"Pak James, terima kasih sudah menggantarkan saya." kataku kepada Pak James yang mobilnya aku sewa.


"Sama-sama Sally" jawab Pak James kemudian pamit pulang.


Setelah sampai di rumah keluarga Andrew. Pelayan membukakan pintu untukku.


"Hai Sally!" sambut Kak Claudia saat melihatku.


"Halo kak Claudia!" jawabku.


"Aku dengar sebentar lagi kamu wisuda ya? Oh iya bagaimana kabar keluarga mu di dusun Lembah Asri? Saya sudah lama sekali tidak berkunjung ke dusun Lembah Asri sejak kami pindah dari sana." tanya kak Claudia mendahului aku bertanya, saat aku mulai membuka mulut.


"Iya kak 9 hari lagi saya wisuda. Keluarga saya dalam keadaan baik." jawabku.


"Kak ada yang ingin saya tanyakan." kataku kemudian.


"Saya tahu apa yang mau kamu tanyakan Sally. Tetapi sebelumnya saya minta tolong kamu jangan membenci keluarga kami." katanya membuatku semakin cemas.


"Saya dan Daniel sebetulnya sangat kecewa dengan sikap Chris. Tetapi Chris tetaplah Chris. Dia selalu saja keras kepala. Kami tahu ini akan menyakitimu. Kamipun sangat marah kepadanya." kata Kak Claudia, ucapannya terhenti sejenak saat pelayan menyajikan minuman.


"Kami atas nama keluarga sangat meminta maaf kepada kamu. Tolong kamu lihat ini!" katanya sambil memberikan majalah dan album photo.


Di majalah itu terlihat gambar seorang gadis cantik bertubuh sempurna. Sungguh cantik bak dewi Yunani.


Di judul artikelnya tertulis. "Model cantik Jovanka Alecia bercerai dari suaminya dikarenakan kekerasan dalam rumah tangga. Saat ini kondisinya sudah pulih, namun masih terbaring di rumah sakit di kota Milan".


"Ini?" tanyaku bingung kepada Kak Claudia.


"Kamu buka album itu Sally" katanya.

__ADS_1


Di lembar awal tampak photo-photo lama ada 3 orang memakai seragam sekolah, 2 laki-laki dan 1 wanita.


"Itu Chris, itu Hector, dan gadis itu Jovanka." terang Kak Claudia.


Kubuka lembar berikutnya. Gadis bernama Jovanka itu mengenakan gaun biru langit bermotif bunga kecil berwarna putih, dia berphoto sambil memegang sepeda.


Di photo-photo lainnya lagi tampak kebersamaan Chris, Hector, dan Jovanka. Di akhir album ada tulisan tangan.


"Jo.. aku akan selalu mencintaimu, sampai kapanpun.. with all of my heart Chris ❤️"


Tidak terasa bulir bening meluncur dari mataku. Aku ingin menahannya tetapi tidak bisa. Kak Claudia memelukku dan mengelus lembut punggungku mencoba menenangkan.


"Jovanka adalah cinta pertama Chris. Aku kira Jo juga merasakan yang sama. Chris tidak berani mengutarakan isi hatinya, dan Jo sudah pergi ke Milan untuk melanjutkan modelingnya. Saat hati Chris sudah mantap untuk mengutarakan maksud hatinya dan menyusul Jo ke Milan. Malah Chris dapat kabar, kalau beberapa saat lagi Jo akan menikah." jelas Kak Claudia.


Lidahku terasa kaku tidak dapat berkata-kata. Hatiku terasa perih, jadi Chris menyukaiku karena pertama kali dia melihatku dengan gaun yang sama dan menggunakan sepeda seperti Jo pada photo itu. Jadi selama ini aku hanya sebagai pengganti dari obsesi Chris terhadap Jo.


"Jadi.. hiks..hikss" aku tidak mampu melanjutkan kata-kataku.


"Iya, di hari Chris akan pulang. Dia melihat berita itu. Saat telah sampai di bandara dia berbalik pergi ke rumah sakit di mana Jo di rawat. Saya pikir, saya dan Daniel dapat membujuk Chris. Sehingga mencoba mengulur waktu untuk menyelesaikannya lebih dulu. Saat ini baru bisa aku mengatakannya kepadamu. Ternyata cinta Chris kepada Jo demikian besar." kata Kak Claudia.


Aku mengendurkan pelukanku kepada Kak Claudia. Napasku mulai teratur dan tangiskupun mulai reda. Perlahan Kak Claudia melepaskan pelukannya.


"Maaf Sally, maafkan saya.. maafkan kami." kata Kak Claudia menunduk.


"Ini bukan salah Kakak. Saya malah harus berterima kasih untuk semua kebaikan kakak, Kak Daniel, dan Andrew kepada saya selama ini." jawabku.


"Tidak apa-apa Kak, setidaknya hal ini terjadi sekarang sebelum kami memiliki ikatan yang lebih. Saya akan baik-baik saja." kataku lagi.


"Terima kasih Sally. Kami sudah menyayangimu. Mungkin ini agak tidak tahu malu, tetapi mohon jangan lupakan begitu saja kedekatan kita yang sudah tercipta. Terlepas dari sikap Chris." mohon Kak Claudia kepadaku.


"Tentu saja Kak" jawabku kemudian pamit pulang.


***


Aku putuskan mulai malam ini tidak akan menangisi nasibku yang dicampakan oleh Chris. Hidupku adalah tanggung jawabku, siapapun itu tidak berhak mengambilnya dariku.


Cukup tangisan di rumah Andrew tadi. Itupun sebagai akumulasi kecemasanku selama 5 hari ini ditambah kekecewaan ku.


Pagi hari aku sudah siap-siap kembali ke kota Agria. Tetapi sebelumnya aku menelpon seseorang.


"Halo, selamat pagi Bu Anastasia. Saya Sally, saya bersedia menerima tawaran dari perusahaan Ibu." kataku dengan mantap kepada Bu Anastasia dari seberang sana.


"Dengan senang hati Sally. Selamat bergabung di perusahaan kami. Kami tunggu kehadiranmu. Nanti akan segera kami siapkan keperluanmu di kota Contento." jawab Bu Anastasia.


Aku siap memulai semua dengan lembaran yang baru. Senyum mengembang tipis di bibirku.


-----


Terima kasih untuk yang sudah mampir dan membaca cerita saya.


salam


vatty

__ADS_1


__ADS_2