Hai Cinta Kembalilah

Hai Cinta Kembalilah
bab. 47. Itu Kamu


__ADS_3

Saat ini Tom sudah berada di pesawat yang akan membawanya pulang. Dia duduk di sisi dekat lorong.


"Permisi... itu sepertinya kursi saya deh. Kamu kalau mau duduk, baca dulu dong di boarding pass. Baru pertama naik pesawat ya?" kata seorang gadis sinis kepada Tom.


Tom melihat kembali boardingpassnya dan melihat nomor kursi. Tom yakin itu kursinya.


"Ini kursi saya kok, sudah sesuai dengan yang tertera di boarding pass." jawab Tom ramah sambil menunjukan boarding passnya.


"Ya ga mungkinlah, masa di boarding pass ada nomor kursi yang sama. Jelas-jelas itu kursi saya." kata gadis itu sengit.


"Tetapi kursi ini, memang sesuai yang tertera di boarding pass saya Nona. Kalau kamu mau duduk di sini, saya bisa tukar dengan kursimu." jawab Tom tetap berusaha ramah.


"Ga usah belagak baik. Itu memang kursi saya kok." kata gadis itu sambil melotot.


"Maaf, jika anda mau duduk di sini silahkan! Tetapi, saya sedang malas untuk berdebat." jawab Tom mulai kesal.


Penumpang yang antri di belakang gadis itu sudah mulai protes, karena gadis itu masih berdiri di lorong bersama kopernya. Tidak lama seorang pramugari menghampiri Tom dan gadis itu.


"Permisi Mas dan Mba. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pramugari dengan ramah.


"Ini Mba, jelas-jelas itu kursi saya. Malah dia tempati. Sekarang belagak sok baik." kata gadis itu dengan nada ketus.


"Boleh saya lihat boarding passnya mba?" pinta pramugari pada gadis itu.


Gadis itu kemudian memberikan boarding passnya.


"Mba, kursi Mba di situ." kata pramugari sambil menunjuk kursi di belakang Tom.


Gadis itu melihat kembali boarding pass dan nomor kursi. Tanpa meminta maaf kepada Tom, dia langsung duduk di kursi yang seharusnya.


"Iiggh.. kenapa salah baca sih?" merutuk gadis itu pada dirinya sendiri.


***


Sampai apartmentnya Tom baru menyalakan telepon genggamnya. Tampak banyak pesan text dan telepon tak terjawab dari Sally.


"Tom, kami sudah sampai. Kamu sudah di mana?" pesan text pertama dari Sally.


"Tom, kamu di mana? Ini sudah lewat 30 menit dari yang kita janjikan. Kamu di mana?" pesan text kedua dari Sally.


"Tom, kamu betul di Contento?" pesan text ketiga dari Sally.


"Tom, tolonglah jawab pesanku. Kenapa teleponmu mati?" pesan text keempat dari Sally.


"Tom.. kamu kenapa? Aku kuatir." pesan text kelima dari Sally.


Selang 2 jam dari pesan kelima.


"Tom, saya salah apa? Jika saya salah, mohon maafkan saya. Tapi tolong jangan seperti ini. Apakah kamu sudah tidak mau memperdulikan saya lagi? Apakah kenangan dan persahabatan kita selama ini sudah tidak ada dalam ingatanmu? Atau saya tidak berarti apa-apa untukmu?" pesan ke enam dan terakhir dari Sally.


Tidak ada niat Tom untuk menjawab semua pesan dan telepon dari Sally. Dia tidak punya alasan untuk menjawab.

__ADS_1


Sally, seandainya kamu mau tahu..


Jika kamu bertanya siapa yang ada di hatiku, itu kamu..


Jika kamu bertanya siapa yang ada di pikiranku, itu kamu..


Penghuni di seluruh rongga hati dan pikiranku, itu kamu..


Kamu selalu ada di sana


Bahkan, sudah sejak lama


Dan itu kamu..


Dihempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dipejamkan kedua matanya. Dia lelah, sangat lelah hati, pikiran, dan tubuh.


***


Aku duduk di atas tempat tidurku. Kuperhatikan telepon genggamku. Tidak ada satupun jawaban di sana.


Tanda telepon tersebut sudah aktif dan menerima pesan sudah terlihat. Tetapi telepon genggamku masih terdiam.


Kuletakan telepon genggamku di meja sebelah. Aku duduk memeluk kedua lututku sambil melihat ke luar jendela.


"Tom, kamu kenapa? Apa saya salah?" bisikku.


Malam sunyi tanpa ada jawaban, sampai pagi menjelang.


***


Kulihat telepon genggamku masih sunyi tanpa ada pesan satupun.


Drrt.. drtt.. tanda pesan text masuk ke telepon genggamku.


"Hai sayang! Selamat pagi! Aku selalu mencintaimu." ternyata pesan text dari Dean masuk.


"Selamat pagi juga Dean! Saya juga mencintaimu." jawabku.


Aku segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


***


"Tom! Kamu tidak jadi liburan?" tanya Kak Tiza keheranan. Saat melihat pagi ini Tom datang ke kantor.


Tom hanya menjawab dengan senyuman sekilas. Lalu menuju meja kerjanya. Seisi kantor dan semua temannya sudah mengerti sikap Tom. Dingin, hampir tanpa suara, seperti gunung es.


"Tom, nanti kita meeting dengan Personal Assistant client kita. Kamu nanti ikut ya, toh kamu sudah ada di sini." kata Kak Tiza.


"Ok Kak!" jawab Tom, lalu asik kembali dengan pekerjaannya.


"Kak Tiza, tamunya sudah datang. Sekarang sedang menunggu di ruang meeting bawah." kata salah satu staff kantor Tom.

__ADS_1


"Ok, terima kasih Rev!" jawab Kak Tiza kepada Rev.


"Tom, ayo kita temui tamu kita." kata Kak Tiza.


Tom dan Kak Tiza turun ke lantai dasar.


"Itu kamu?" kata gadis yang saat ini berdiri di hadapan Tom dan Kak Tiza.


"Kamu?" kata Tom kepada gadis itu.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Kak Tiza kepada Tom dan Gadis itu.


"Tentu saja tidak. Perkenalkan, saya Celline! Saya mewakili atasan saya." kata Celline sambil mengulurkan tangan kepada Kak Tiza.


"Hai Celline, senang berjumpa denganmu. Dan ini perkenalkan Tom. Dia yang menggambar semua." kata Kak Tiza.


"Oh!" cuma itu terdengar dari mulit gadis itu.


"Bagaimana kalau kita mulai meetingnya?" tanya kak Tiza.


"Oh silahkan!" jawab Celline.


Mereka bertiga video call dengan atasan dari gadis itu. Seorang pria di atas 50 tahun. Wajahnya terlihat lebih muda dari usianya.


Bentuk tubuh yang gagah menjadi penambah daya tariknya.


Meeting berakhir, hanya ada beberapa revisi, dan itu hanya revisi minor.


Gadis itu pamit kepada Kak Tiza dan Tom.


***


"Haduh! Kenapa ketemu pria itu lagi sih?" bisik gadis itu pelan saat menaiki mobilnya.


"Ya Bu Celline?" tanya Pak sopir.


"Oh, tidak Pak. Tidak apa-apa. Ayo kita jalan." jawabnya.


Celline sebetulnya gadis yang baik, namun jika merasa haknya diambil pihak lain. Dia akan galak seperti singa. Sayangnya saat di pesawat waktu itu dia yang salah.


Sehingga membuat dia malu dan canggung berhadapan dengan Tom.


---


Update weekend


Terima kasih untuk semua yang sudah datang untuk sekedar mampir, ataupun membaca cerita saya.


salam


vatty

__ADS_1


__ADS_2