Hai Cinta Kembalilah

Hai Cinta Kembalilah
bab. 42. Be A Better Man


__ADS_3

"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Dean saat aku turun dari motornya.


"Saya baik-baik saja Dean." jawabku tersenyum.


"Terima kasih sudah mengantar saya. Hati-hati di jalan." pesanku kepadanya.


"Ya sayang, kamu juga jangan tidur malam-malam. Aku pulang dulu." pamit Dean kepadaku.


Motor Dean berlalu, akupun masuk ke dalam Apartment.


***


Aku sepertinya malas melangkahkan kaki masuk ke kantor hari ini. Aku enggan bertemu dengan Chris lagi setelah kejadian semalam.


Sehabis merapihkan berkas untuk meeting. Aku berat melangkah menuju kamar Chris.


Di jalan aku bertemu Neth.


"Mau kemana kamu Sall?" tanya Neth.


"Ke kamar Bapak VIP kita?" jawabku.


"Kamu sudah bebas Sally, semalam beliau sudah check out. Dan beliau tidak akan mempermasalahkan lagi." jelas Neth dengan wajah berseri-seri.


"Betulan Neth!" kataku tak percaya.


"Iya Sally!" jawabnya meyakinkanku.


"Syukurlah!" kataku sambil bernapas lega.


Pesan text masuk di telepon genggamku.


"Aku pergi, seharusnya sekarang kamu sudah tahu. Aku takut tidak bisa mengendalikan diriku saat di dekatmu. Tetapi, aku akan selalu menunggumu, dan tidak akan berhenti mencintaimu." ternyata pesan text dari Chris.


Aku tidak membalas pesannya sama sekali. Kutaruh telepon genggamku di atas meja dan melanjutkan perkerjaanku yang sempat tertunda karena harus merawat Chris.


***


Bulan demi bulan berlalu. Aku dan Dean semakin dekat.


Andrew, aku sudah tidak tahu lagi kabarnya. Mungkin sibuk, mungkin hilang lagi, atau mungkin sudah menikah dengan Vivian. Aku tidak perduli.

__ADS_1


"Lilac, ini bunga dari siapa?" tanyaku saat kulihat ada rangkaian bunga di meja kerjaku.


"Tadi staff kita yang menaruh di sana Bu. Saya tanya dia juga tidak tahu dari siapa." jawab Lilac.


Ku buka kartu yang terselip di antara bunga.


"Semoga harimu menyenangkan"


Cuma itu yang tertulis di sana.


Pastinya ini bukan dari Dean. Dia sangat tahu kalau aku bukan type wanita yang suka akan bunga atau boneka. Pernah satu kali kakak kelasku memberikan setangkai besar bunga soka. Bukannya terharu ataupun suka, yang ada malah membuatku kabur darinya.


"Lilac, kamu suka bunga?" tanyaku kepada Lilac.


"Suka Bu, apalagi kalau yang memberikan pria tampan." jawabnya.


"Kalau bukan pria tampan, tetapi dari wanita manis seperti saya tetap mau dong? Ini buat kamu." kataku sambil memberikan bunga itu kepadanya.


"Waah! Ini kan sangat cantik Bu, betul untuk saya?" tanyanya.


"Iya, silahkan Nona!" jawabku.


Salah sendiri orang itu tidak memberitahu siapa namanya. Jadi aku tidak bisa mengatakan terima kasih kepadanya. Atau paling tidak, kalau aku tahu siapa pengirimnya. Akukan bisa request dikirimkan coklat yang enak saja. Yaaah.. ga tahu dirinya keluar. Tuktuk kepala sendiri.


***


Jauh di tempat bersemayamnya si pengirim bunga.


"Pak, bunganya sudah diterima Bu Sally." kata sang Sekretaris.


"Terima kasih Vany!" jawabnya tersenyum senang karena bunga kirimannya sampai di tanganku.


Pria itu bangkit berdiri merapihkan jasnya dan berjalan ke ruang meeting. Di pandanginya sekilas bekas luka pada tangannya.


"Ok, kita mulai meeting hari ini. Saya minta report penjualan kita di quarter pertama." katanya membuka meeting.


Hari-harinya sudah lebih bergairah lagi sejak terakhir bertemu Sally. Dia tahu tidak mudah untuk menaklukan hati gadis itu lagi. Tetapi dia tetap yakin, suatu saat Sally akan kembali.


***


Di bagian bumi lainnya..

__ADS_1


"Ma.. aku tidak mencintai Vivian. Tolong jangan paksa aku lagi." kata Andrew.


"Drew, tetapi keadaannya seperti ini. Kamu lihat sebegitu nekatnya Vivian melukai pergelanganan tangannya? Jika terjadi apa-apa dengannya, bukan hanya kamu. Tetapi keluarga kita yang akan di salahkan." jawab Claudia.


"Ma.. Aku sungguh tidak bisa. Aku hanya mencintai seorang gadis seumur hidupku." kata Andrew.


"Lalu menurut kamu, kita harus bagaimana? Seharusnya dari awal kamu jangan pernah memberikan harapan kepada Vivian. Kamu pikir Vivian dermaga yang kapanpun bisa kamu singgahi?" kata Claudia tegas.


"Ma.. Itu.. Itu semua karena Om Chris!" jawab Andrew kesal.


"Kenapa kamu bawa-bawa Chris?" tanya Claudia.


"Karena dia sudah mengambil gadis yang aku cintai Ma. Itu yang membuat aku pergi menjauh. Sehingga, saat gadis itu membutuhkanku. Aku tidak ada di dekatnya. Ketika aku mencarinya dia sudah menghilang. Sayangnya di saat pencarianku Vivian hadir." jawab Andrew tertunduk.


"Maksud kamu? Gadis yang kamu cintai itu Sally?" tanya Claudia terkejut.


"Iya, gadis itu Sally!" jawab Andrew pelan.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal Drew? Kalau kamu bilang sebelumnya, Mama tidak akan mengenalkan kamu dengan Vivian. Kita akan cari Sally bersama-sama." kata Claudia.


"Sekarang sudah terlambat. Bahkan saat kamu mencoba menjauh dari Vivian saja, Vivian sudah berbuat sejauh ini. Bagaimana jika kamu benar-benar melepaskannya?" sambung Claudia.


"Ma, aku betul-betul tidak bisa." Andrew menarik napas dalam-dalam.


"Vivian tidak seperti Sally, Drew. Saat Sally dicampakan Chris, dia dengan tegarnya bangkit merelakan semua. Vivian tidak sekuat itu. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab Drew." kata Claudia.


"Lagi pula apa kamu yakin Sally pasti akan menerimamu kembali? Mama lihat dia sudah bahagia. Bahkan.. Dia sudah memiliki kekasih, Drew. Jadi lepaskan Sally, mulailah semua dari awal dengan Vivian." kata Claudia sambil menepuk lembut pundak anaknya.


Mendengar Sally sudah bahagia dan memiliki kekasih, Andrew merasa terpukul. Seharusnya dia yang ada di sana. Bukan pria manapun yang membuat Sally bahagia.


"Sebetulnya Mama tidak tega mengatakan itu kepadamu. Tetapi kamu harus hidup sesuai dengan kenyataan, bukan memaksa seperti apa yang kamu inginkan. Saat kamu sudah melangkah pada titik ini dan tidak bisa balik lagi. Selesaikan langkahmu sampai akhir. Jadilah orang yang bertangung jawab." kata Claudia mencoba menenangkan Andrew.


Seandainya waktu bisa diulang. Tidak akan pernah ditinggalkannya Sally sejengkalpun. Dan, tidak akan pernah dia mulai hubungan dengan wanita lain.


---


Terima kasih ya sudah mampir dan membaca cerita saya.


salam


vatty

__ADS_1


__ADS_2