Hai Cinta Kembalilah

Hai Cinta Kembalilah
bab 56. Project baru.


__ADS_3

Entah kenapa aku tidak pernah bisa memposisikan Tom sebagai seorang pria. Aku selalu menganggapnya sebagai sahabat ataupun saudara. Tidak bisa selain itu.


Apa aku harus menerimanya saat ini?


Apakah ini adil bagi Tom jika hatiku tidak padanya?


Kebaikan Tom sedari dulu kepadaku sudah begitu banyak. Harus kah aku menerimanya sebagai balas budi? Jika ini yang terjadi apa Tom tetap rela?


Dean.. apa yang harus aku lakukan, sayang?


Lea membutuhkan sosok Ayah juga. Seandainya kamu masih ada di sini Dean.


Apakah boleh jika aku saja yang berperan sebagai Ibu sekaligus Ayah untuk Lea?


Ku tutup laptopku. Ku rapihkan meja kerja dan beranjak pergi dari sana.


Aku harus segera pulang menemui anakku.


***


"Hai sayaaang..." sapaku pada Lea saat baru saja sampai di rumah.


Lea langsung berlari ke arahku.


Saat aku di kantor Lea dirawat baby sitter. Inginku selalu bersama Lea, tetapi aku harus mencari uang untuk biaya hidup kami. Jika Lea aku titipkan di rumah Ma juga tidak mungkin, aku tidak rela berjauhan darinya.


Jam 8 malam Lea sudah tertidur. Ku pandangi wajahnya yang tenang.


"Apapun akan Mami lakukan untukmu sayang." kataku sambil membelai rambutnya.


***


Pagi ini sepertinya dewi Fortuna sedang pergi menjauh dariku. Masih dua pertiga perjalanan ke kantor mobilku mogok.


Aku telepon teknisi dan mereka bilang nanti mobil ini akan mereka jemput. Setelahnya aku akan naik taksi ke kantor.


Saat menunggu teknisi datang, ada sebuah mobil mendekat. Seorang pria turun dari sana.


"Sally, mobilmu mogok?" tanyanya.


"Iya" jawabku.


"Saya coba lihat ya?" tanyanya.


"Tidak usah, terima kasih. Saya sudah telepon teknisi." kataku.


"Ya sudah kalau gitu aku temani kamu sampai teknisi datang." katanya.


"Tidak usah, saya bisa sendiri." jawabku.


"Kalau begitu, saya yang mau menemani." katanya santai.


Tidak lama hujan turun. Aku masuk ke dalam mobil, dia ikut mau ke sisi penumpang. Di tempat kami saat ini jauh dari tempat berteduh.


"Hujannya deras, baju kamu agak basah. Pakai ini, agar kamu tidak masuk angin." katanya sambil memberikan jasnya kepadaku.


"Terima kasih, tetapi tidak usah." tolak ku.


"Baju kamu putih, basah seperti itu sebaiknya kamu pakai ini. Nanti kalau teknisi datang apa kamu mau dia melihatnya?" katanya sambil melihat ke arahku.


Langsung aku ambil jasnya, dan kututupi tubuhku. Benar juga, ternyata apa yang di dalam bajuku terekspos karena basah.


"Kamu..." kataku melotot kepadanya.


"Tenang, aku cuma lihat sedikit kok." jawab dia seenaknya.

__ADS_1


Aku langsung melengos kesal.


30 menit kemudian teknisi datang, dan membawa mobilku. Karena masih hujan dan susah mencari taksi.


Aku terima tawarannya untuk mengantarku pulang. Karena tidak mungkin juga memakai baju basah ke kantor.


***


"Silahkan masuk! Mau minum apa?" kataku.


"Teh hangat boleh." jawabnya.


"Ok" Aku segera beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian.


Setelahnya aku membuat teh hangat untuk dia.


Saat aku sampai di dekat ruang tamu. Aku disuguhkan pemandangan lain.


Lea sedang menaiki punggung lelaki itu, dan dia merangkak di lantai. Mereka berdua tertawa gembira.


"Ehem.. Ini tehnya silahkan minum. Lea kamu tidak boleh seperti itu sayang. Kasihan omnya." kataku sambil menggendong Lea.


"Bukan salah Lea, aku yang menawarkanya. Ya kan Lea?" kata lelaki itu sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Lea.


Lea hanya mengangguk.


"Lea sama kakak lagi ya. Mami mau pergi kerja. Bye sayang.." kataku sambil kucium kedua pipi Lea.


"Terima kasih untuk bantuannya tadi. Tetapi maaf saya harus pergi kerja." kataku pada Lelaki itu.


"Ayok aku antar." katanya.


"Tidak perlu, saya bisa memesan taksi dari sini." kataku.


"Itu butuh waktu lama. Lagi pula aku memang ada urusan di resort. Jadi tujuan kita sama. Ga ada salahnya kan kita pergi bersama?" katanya.


Kami menuju resort bersama. Kami turun bersama di Lobby resort. Mobilnya dititipkan pada jasa valey resort.


"Terima kasih buat semuanya. Saya duluan ke ruangan." pamitku.


"Sama-sama. Ok!" jawabnya.


***


Meeting sebentar lagi dimulai. Kami tinggal menunggu tamu yang akan datang bergabung dalam meeting ini.


Ternyata...


"Sepertinya kalian semua sudah tahu beliau siapa. Pak Chris yang akan ikut serta dalam project kali ini." kata Pak Lucas membuka meeting pagi ini.


Chris tersenyum penuh arti ke arahku. Ditatap seperti itu membuat aku tertunduk.


Meeting berjalan dengan lancar. Untuk survey lapangan minggu depan dari pihak kami, diminta aku yang mewakili.


Rencananya akan dibuat resort baru di selatan kota Contento. Grande Corp. sebagai pemilik lahan akan bekerja sama dengan Ferie Group.


***


Mobil kantor sudah menjemputku pagi ini. Aku akan pergi ke lokasi untuk pembangunan resort baru nanti.


"Emma.. Saya titip Lea ya. Nanti kalau ada apa-apa tolong segera hubungi saya. Paling lusa saya sudah pulang." pesanku pada pengasuh Lea.


"Iya Bu." jawab Emma.


"Lea sayang, mami pergi dulu ya. Baik-baik di rumah. Mami pasti akan sangat merindukanmu." kupeluk erat dan kucium anakku.

__ADS_1


"Iyaah.. Mami.." Lea membalas mencium pipiku.


Aku dan sopir kantor menuju tempat tujuan. Dari pihak Grande Corp akan diwakili Manager Operasional mereka. Kami akan bertemu di sana.


Butuh hampir 5 jam perjalanan. Kami sampai di tujuan.


"Hallo Bu Gerda, saya sudah sampai di lokasi. Ibu di mana ya?" tanyaku pada wakil dari Grande Corp.


"Bu Sally, maaf.. Saya tidak jadi bertemu Ibu. Dari pihak kami diwakili Pak Chris, beliau bilang akan menghandle langsung project ini." jawab Gerda.


Jawaban dari Gerda barusan membuatku terkejut.


"Hallo Bu Sally, tidak apa-apa kan ya? Karena Pak Chris mau project ini tidak ada kesalahan sedikitpun." lanjut Gerda.


"Ah.. iya Bu, tidak apa-apa." jawabku.


Hubungan teleponku dengan Gerda berakhir.


"Bu Sally, Pak Chris sudah menunggu. Bisa ikut saya?" kata staff Grande Corp.


"Ok!" jawabku.


Kemudian aku ikuti kemana staff itu mengantarku. Kami menuju sebuah lahan luas di atas tebing. Pemandangannya langsung ke lautan.


Chris sudah ada di sana berdiri gagah menghadap lautan.


"Pak Chris!" panggil PAnya Chris.


Chris berbalik ke arah kami. Sambil membuka kacamata hitamnya.


"Jadi seperti ini Pak site plan dari kami." kataku sambil memberikan gambar pada Chris.


Chris meneliti gambar itu.


"Ini nanti kita butuh beberapa perluasan. Ada sedikit tambahan. Paling kita tinggal urus ijin perluasannya." jelasku.


"Ok juga." kata Chris sambil mengembalikan gambar itu kepadaku.


Kami berjalan menyusuri tempat-tempat yang akan dibangun nanti. Sampai sore menjelang, kami putuskan akan menuju hotel terdekat. Karena tidak cukup kami selesaikan pada hari ini.


Ini sudah diantisipasi Ferie Group. Hotel kami di Contento sudah menyiapkan kamar untukku dan pihak Grande Corp. Sepertinya harus upgrade room untuk Chris. Karena sebelumnya aku hanya pesan Deluxe room untuk Gerda. Ternyata malah digantikan dengan Chris.


***


Kami sudah sampai di Smurk hotel yang di Contento Selatan.


"Sebentar Pak, saya mintakan kunci kamarnya." kataku pada Chris.


Tidak lama aku sudah mendapatkan kunci untuk tiap kamar. Aku meminta tolong roomboy untuk membawakan koper dan mengantar Chris ke kamarnya. Dan aku menuju kamarku sendiri.


"Emma, Lea mana?" Aku melakukan video call dengan Emma.


"Ini Lea Bu, Lea itu Mami." kata Emma sambil mengarahkan telepon genggamnya pada Lea.


"Mamiiii..." kata Lea sambil tersenyum lebar yang memperlihatkan gigi kecilnya yang berbaris rapih.


"Hai sayang.. Mami kangen kamu. Mamnya banyak hari ini? Tadi main apa aja dengan Kak Emma?" tanyaku pada Lea.


Percakapan antara aku, Lea, dan Emma berlangsung 20 menitan. Setelahnya aku menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


Setelah mandi aku harus menemani pihak Grande Corp makan malam. Percakapan yang kami lakukan tentang project yang sedang berlangsung.


---


Terima kasih teman-teman yang sudah mampir dan membaca cerita saya.

__ADS_1


salam


vatty


__ADS_2