
Aku mulai terbiasa dengan kesendirianku. Tepatnya kesendirianku lagi...
Ring..ring..
"Hai Ann!!" jawabku pada panggilan di telepon genggamku.
"Sally! aku sudah sampai kota Harapan. Besok pagi aku akan sampai di kotamu. Duh.. senangnya!" kata Ann dari seberang sana.
"Saya juga sama Ann sudah tidak sabar bertemu denganmu. Oh iya, nanti kalau kamu sampai apartment, dan saya sudah di kantor. Kartu akses kamarnya saya titip di receiptionist bawah ya." pesanku.
"Ok, Sally! Aku mau check in dulu. Selamat istirahat ya Sally!" katanya.
"Ya Ann, sampai jumpa besok ya!" jawabku mengakhiri panggilan telepon Ann.
***
"Sally aku sudah sampai kamar apartment mu. Wow! ternyata bagus sekali! Ini jauh lebih mewah dari kamar kita di Mess. Aku mau juga dong bekerja di sini. Please !!" pesan text masuk dari Ann.
"Ann, kamu ada-ada saja. Iya, nanti kalau ada informasi mengenai lowongan di group kami, akan saya beri tahu. Tapi maaf saya baru bisa pulang jam 5 sore dari sini. Jadi belum bisa menemuimu." jawabku melalui pesan text.
"Asiik! Iya tidak apa-apa. Kamu bekerjalah dengan tenang. Aku akan memanjakan diriku menikmati fasilitas yang ada di tempat tinggalmu." jawabnya.
"Ok, bersenang-senanglah!" jawabku di akhir percakapan kami.
***
Kali ini aku makan malam bersama Ann. Akhirnya ada teman makan malam lagi setelah Dean pergi.
Bukan karena tidak ada teman wanita lain di apartment. Tetapi sebagian besar dari mereka biasanya masak sendiri atau sudah makan di luar langsung sepulang kerja.
Di lantai 5 pintu lift berhenti. Ternyata Ricard yang masuk.
"Hai Sally!" sapanya.
"Hai Ricard!" jawabku.
"Ricard, perkenalkan ini Ann teman saya." kataku memperkenalkan Ricard dan Ann.
Mereka pun saling berjabatan tangan. 2 detik 3 detik 4 detik. Mengapa belum ada tanda-tanda jabatan tangan mereka akan dilepas.
"Ehemm!" sengaja volumenya kukencangkan.
Mereka berduapun tertunduk malu.
"Mau beli makan Card? Mau gabung?" tanyaku kepada Ricard, sambil tersenyum menggoda Ann.
"Boleh!" jawab Ricard sambil tersenyum.
***
Sepertinya ide ku mengajak Ricard bergabung makan malam, bukan rencana yang baik. Saat ini mereka berdua malah asik mengobrol.
Sedangkan aku, seolah menjadi obat nyamuk. Padahal aku sudah senang, aku dan Ann akan berbagi cerita, berjalan-jalan, dan lainnya.
"Hallo!! Masih ada saya loh di sini." protesku.
"Oh.. maaf Sally!" kata Ann memelas.
"Maaf Sally, ternyata Ann asik diajak ngobrol. Sampai kelupaan ada kamu." jawab Ricard seenaknya.
__ADS_1
"Ya sudah, makananku sudah habis. Daripada saya mengganggu kalian. Saya pulang duluan!" kataku bergegas bangkit dari kursiku.
"Tunggu sebentar Sally!!" tahan Ricard.
Ricard melakukan panggilan pada telepon genggamnya.
"Sudah di mana? Ya.. ya.. cepetan dong! Ya udah ok." kemudian ditutup telepon genggamnya.
"Sebentar ya Sally. Betulan ga lama kok." kata Ricard lagi menahanku pergi.
Tampak Ricard melambaikan tangan ke arah luar. Itu kan..
"Lama sekali sih Dean. Itu mau pesan apa?" kata Ricard sambil memberikan daftar menu kepada Dean.
"Hai Sally!" sapa Dean tersenyum kikuk, lalu duduk di sebelahku.
Karena baru saja Ann berpindah tempat di samping Ricard.
"Hai Dean, apakabar?" kataku.
"Baik!" jawabnya.
Kemudian kami berdua terdiam, sambil memperhatikan sepasang manusia di depan kami yang asik mengobrol. Tidak lama makanan yang dipesan Dean datang.
"Kami pamit dulu ya. Ann minta di antar beli camilan yang cuma ada di Contento. Kalau tunggu nanti, takut terburu tutup." kata Ricard disambut anggukan Ann.
Aku juga ikut bangkit berdiri. Tetapi ditahan Ricard.
"Sally, kamu tidak kasihan tamu kita makan sendiri?" kata Ricard.
"Saya yang temani Ann beli camilan. Kamu temani Dean." jawabku.
"Please Sally! Kamu di sini aja ya?" pinta Ann sambil mengedipkan mata.
"Kalau kamu mau ikut mereka, aku tidak apa-apa Sally." kata Dean mulai menyantap makanannya.
"Sepertinya Ann tidak membutuhkan saya, Dean. Ya sudah saya temani kamu makan. Nanti setelahnya saya pulang saja." jawabku.
"Ok" jawabnya sambil melanjutkan makannya.
Sementara aku menyibukan diri memainkan telepon genggamku.
***
Sampai selesai Dean makan, 2 manusia itu belum menampakan batang hidungnya.
"Saya tinggal pulang ya Dean?" pamitku kepada Dean.
"Aku antar kamu pulang Sall! Jangan pulang sendiri berjalan kaki di malam seperti ini." kata Dean setelah membayar makanan kami semua.
Iya betul makanan kami semua. 2 manusia tidak tahu malu itu, seenaknya pergi tanpa membayar makanannya terlebih dahulu. Terutama Ricard, sedangkan Ann adalah tamuku.
Tadinya akan aku bayar semua makanan kami. Tetapi Dean menolaknya, walaupun sudah aku paksa.
"Kemana sih mereka? Harusnya kalau beli camilan tidak selama ini!" kataku sambil menggerutu.
"Tenang Sall, Ricard bukan pria nakal kok. Dia pasti akan menjaga wanita dengan baik." kata Dean berusaha menenangkanku.
Sepanjang jalan hanya percakapan itu yang keluar dari mulut kami. Sisanya kami hanya saling terdiam. Aku tidak berani menanyakan tentang Ayahnya ataupun perjodohannya. Nanti takut disangka mau ikut campur.
__ADS_1
"Sally.." kata Dean.
"Ya" jawabku.
"Kamu ga mau tanya sesuatu kepadaku?" tanya Dean.
Aku menggeleng.
"Oh.." katanya kemudian terdiam lagi.
"Itu sudah dekat Dean. Terima kasih sudah diantar." kataku pamit kepadanya.
"Ya" jawabnya sambil tertunduk. Kedua tangannya menyatu di belakang punggung.
"Bye" kataku saat akan melangkah.
"Sally!!" panggilnya.
"Hmm.." kataku.
Ditariknya tanganku sedetik kemudian, dan dibawanya aku pergi ke taman yang jaraknya beberapa ratus meter dari apartment.
"Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku Sally!" katanya saat kami tiba di taman.
"Ada apa Dean?" tanyaku.
"Aku.. tidak kuasa menahan rinduku lagi kepadamu Sally. Maaf kalau aku ingkar akan janjiku untuk tidak mengganggumu lagi." lanjutnya.
Tanpa meminta persetujuan dariku kemudian dipeluknya tubuhku. Diciumnya puncak kelapaku.
"Dean!" protesku mencoba lepas dari pelukannya.
"Maaf.. maafkan aku Sally." dilepasnya pelukannya padaku.
"Aku pulang Dean!" kataku sambil berlari meninggalkan Dean seorang diri.
***
Saat aku tiba di apartment. 2 manusia menyebalkan itu datang sambil asik tertawa berdua.
"Kalian dari mana saja!!!" kataku kesal kepada mereka berdua.
"Kami cuma beli camilan, kemudian menghabiskan camilannya di taman. Terakhir main ayunan bersama di taman." jawab Ann lengkap. Dia ketakutan, karena dia tahu aku sedang marah.
"Kupikir, kamu ada Dean yang menemani. Jadi kami punya waktu berdua. Maaf kan aku Sally. Bukan Ann yang salah." bela Ricard.
"Aku lelah, aku mau istirahat!" jawabku ketus sambil berjalan menuju lift.
Seharusnya aku tidak boleh semarah ini. Kenapa aku bisa semarah ini kepada Ann dan Ricard? hatiku berbicara pada diriku sendiri.
"Sally maaf.." kaya Ann mengiba saat kami sedang bersiap tidur.
"Iya, nanti jangan seperti itu lagi. Kamu kan ke sini untuk menemuiku. Katanya rindu aku. Sekarang malah pergi berduaan bersama Ricard. Aku tidak melarangmu jatuh cinta dengan siapa saja. Tetapi tidak secepat itu juga Ann." jawabku.
"Iya, tidak akan aku lakukan lagi." kaya Ann sambil menyilangkan jarinya.
---
Terima kasih teman-teman yang sudah mampir dan baca cerita saya.
__ADS_1
salam
vatty