
Tadi sore aku sudah berpamitan kepada semua teman di kantor. Malam ini aku kembali mengemasi barangku. Besok aku akan meninggalkan Mess ini.
1 bulan sejak aku putuskan menerima tawaran dari Ferie Group. Besok aku akan pergi ke kota Contento dengan kehidupan yang baru.
"Sall, hiks..hikss.. nanti aku kalau curhat sama siapa dong?" kata Ann sambil membantuku mengemas barang.
"Ann, kamu bisa kok meneleponku setelah jam kerja. Ataupun mengirimkan pesan Text." jawabku.
"Tetapi kan beda Sall. Saat kamu di sini ada yang memelukku untuk menenangkanku. Kalau kamu jauh kan tidak bisa lagi." kata Ann dengan raut sedih.
"Maafkan saya Ann.. nanti kalau hari libur kita bisa atur waktu untuk bertemu kan?" kataku.
"Baiklah, untuk kebaikan sahabatku. Seharusnya aku tidak memberatkanmu dengan hal remeh yang didasari keegoisanku." sambung Ann.
"Terima kasih Ann, ayook tidur sudah malam." kataku.
Malam ini Ann ikut tidur di kamarku. Karena besok dan malam-malam berikutnya aku sudah tidak ada di Mess ini lagi.
***
Kota Contento adalah kota tujuan liburan. Banyak resort dan hotel resort di sini. Sebagian besar penduduknya bekerja dalam bidang pariwisata.
Hari yang menyenangkan melihat matahari cerah dan udara yang bersih.
"Ibu Sally?" kata seorang pria saat melihatku menengok kanan kiri di bandara.
"Iya betul, Pak Dino?" tanyaku kepada pria itu.
"Iya betul Bu. Saya bantu bawa kopernya! Dan mari ikut saya ke parkir mobil!" jawab Pak Dino.
Pak Dino adalah sopir kantor baruku. Dia akan mengantarku ke Glaede Resort. Glaede Resort adalah kantor baruku.
***
Setelah berkenalan dengan staff Glaede Resort aku pun di antar ke ruangan baruku. Sebuah ruangan di lantai 3 bangunan. Sebuah ruangan yang lumayan besar, berkaca besar dengan pemandangan laut.
"Ini ruangan Bu Sally, kalau butuh bantuan atau apa pun bisa menghubungi saya." kata staff kantor bernama Aaron.
"Terima kasih Aaron." jawabku.
Awal yang indah dengan keramahan para Staff dan juga ruang kantor yang menyenangkan. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik.
***
Selesai jam kerja Pak Dino mengantarku ke tempat tinggal baruku. Sebuah apartment yang khusus disediakan bagi karyawan Ferie Group yang berasal dari luar pulau sepertiku.
Tempat tinggalku tidak terlalu besar. Letaknya di lantai 6 gedung. Berbentuk studio 24 meter persegi lengkap dengan isinya. Pemandangan dari sini juga tidak kalah bagus dari pemandangan di ruang kerjaku.
"Ibu ini kuncinya. Kalau ada perlu bantuan atau mau menanyakan sesuatu bisa hubungi kami di line khusus." kata pekerja yang mengantarku.
"Terima kasih" jawabku.
__ADS_1
Sehabis ku tata isi koperku ke tempatnya. Kemudian aku membersihkan diri. Setelahnya aku turun untuk membeli makan malam.
Tidak lama bel lift berbunyi, aku langsung masuk ke dalamnya. Lift berhenti di lantai 5, ada 2 orang pria masuk ke dalamnya. Aku asik memainkan telepon genggamku. Saat tiba di lantai dasar, kami semua turun dari lift. Tiba-tiba seseorang memanggilku.
"Sally, kamu betul Sally kan?" tanya salah satu pria yang tadi bersama denganku di dalam lift.
"Dean.. kamu di sini juga?" aku balik bertanya saat kulihat siapa pria itu.
"Iya Sally, aku bekerja di Hotel Smurk Contento sejak beberapa tahun lalu." jawabnya.
"Oh" kataku kemudian.
Duh.. aku kira akan memulai semuanya dengan hal yang benar-benar baru. Tetapi di sini di tempat tinggalku malah satu gedung dengan Dean.
"Kamu sepertinya baru ya di sini? Aku baru melihatmu." tanya Dean.
"Iya, saya baru tiba hari ini." jawabku.
"Kamu mau pergi makan malam? Mau bergabung dengan kami? Tidak baik juga seorang gadis jalan keluar seorang diri malam seperti ini. Oh iya ini temanku Ricard." kata Dean sambil mengenalkan temannya yang sedari tadi memperhatikan kami mengobrol.
"Sally!" kataku sambil mengulurkan tangan.
"Ricard!" jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
"Bagaiman tawaranku Sally?" tanya Dean memastikan.
"Ok, saya bergabung dengan kalian." jawabku.
Di kota yang sangat jauh dari rumah bertemu dengan teman sedusun lumayan juga sebetulnya. Itupun seandainya Tom, atau Mena atau Kela, atau teman yang lainlah asal bukan Dean.
***
Selesai makan malam kami kembali ke apartment.
"Sally, aku bisa pinjam telepon genggammu?" tanya Dean saat kami tiba di lobby.
"Untuk apa Dean?" tanyaku.
"Kita satu gedung, kita satu perusahaan di Ferie Group, dan kita teman lama. Jika ada butuh sesuatu kamu bisa menghubungi aku." jawabnya.
"Baiklah, ini." kataku sambil memberikan telepon genggamku.
Ku pikir setidaknya ada orang yang aku kenal di tempat baru ini.
Sambil memasuki lift Dean mengetik sesuatu di telepon genggamku. Kemudian menelpon nomornya dari telepon genggamku.
"Ini sudah, terima kasih." katanya sambil mengembalikan telepon genggamku.
"Terima kasih kembali." jawabku.
Bersamaan dengan itu bell lift berbunyi tepat di lantai 5 di mana kamar Dean berada.
"Sally, jangan ragu untuk menghubungiku ya jika butuh apapun aku siap." pesannya sebelum pintu lift tertutup membawaku ke lantai 6.
__ADS_1
Sehabis bersih-bersih aku berbaring di tempat tidur baruku dan terlelap kemudian.
***
Pagi hari saat aku sedang bersiap ke kantor bell kamarku berbunyi. Aku berjalan menuju pintu dan membukanya. Tidak ada siapapun di sana, tetapi ada kantung berisi box makanan. Ada sepucuk kertas di atasnya.
"Selamat sarapan Sally, semoga cocok dengan lidahmu.
Dean"
Ternyata sarapan ini dari Dean. Kuambil telepon genggamku.
"Dean, terima kasih sarapannya. Tetapi tidak perlu repot seperti ini. Saya akan membelinya nanti di perjalanan menuju kantor." pesan text dariku terkirim untuk Dean.
"Tidak apa-apa Sally. Aku tidak repot kok. Tadi aku sekalian membeli sarapan untukku, jadi aku belikan satu untukmu. Selamat makan dan semoga kamu suka." pesan text jawaban dari Dean.
***
Pekerjaan sedang lumayan banyak. Tetapi aku sangat bersemangat mengerjakannya karena berada di tempat tujuan wisata seperti ini dengan segala fasilitasnya.
Minggu ini adalah musim liburan. Resort kami sedang kedatangan banyak tamu bahkan sampai semua kamar terisi penuh.
"Selamat sore bu!" kata salah satu staff hotel yang berpapasan denganku.
"Selamat sore juga hmm.. Grit!" jawabku sambil membaca name tag di dadanya.
Menurutku jika memanggil mereka sambil menghapal nama mereka, akan membuat aku lebih akrab dengan seluruh staff resort.
Jam kerja sudah berakhir. Tetapi aku ingin sekedar melepas lelah dengan menghirup udara pantai. Akupun berjalan ke arah pantai.
Kulepas sepatuku, dan kususuri pantai dengan telanjang kaki. Sangat menyenangkan bermain dengan air laut. Suara deru angin dan deburan ombak seolah symphony indah yang melengkapinya.
"Permisi, kamu Sally kan?" tanya seorang wanita kepadaku.
Kutengok ke asal suara. Ternyata wanita itu adalah Laura istri Hector. Oh Tuhan apalagi ini. Di saat aku akan memulai baru semuanya, kali ini ada Laura dan Hector hadir di sini.
"Eh.. Hai Laura! apakabar?" sapaku.
"Ternyata benar kamu Sally. Kamu juga sedang liburan di sini?" tanya Laura, sedang Hector memperhatikan kami dari kejauhan.
"Iya.. iya aku juga liburan di sini." jawabku berbohong. Pertanyaan Laura memunculkan ide di kepalaku.
"Oh iya Laura, aku sedang ditunggu seseorang. Aku pamit dulu ya. Tolong sampaikan salamku kepada Hector, senang bertemu lagi denganmu." kataku kepada Laura yang tampak sedikit kecewa karena aku secepat itu harus pergi.
"Ok, senang bertemu denganmu juga Sally." jawabnya.
Aku cepat-cepat pergi dari sana menuju ruanganku. Kemudian bergegas pulang.
Bukannya aku belum move on dari Chris, tetapi aku merasa tidak punya alasan untuk berbicara lebih banyak dengan Laura. Aku kira sapaan sudah cukup sebagai orang yang saling mengenal.
----
Terima kasih buat yang sudah mampir dan membaca.
__ADS_1
salam
vatty