Hai Cinta Kembalilah

Hai Cinta Kembalilah
bab 50. I will be here


__ADS_3

Hari ini, pupus sudah impian Tom. Gadis yang selama ini dia cintai dan kagumi, sudah menjadi milik orang lain.


Tom merasa semua kerja kerasnya sia-sia. Dia seperti sudah kelihangan harapan.


Tom si gunung es itu, sekarang sedang terduduk di lantai bersandar pada tempat tidur. Dia menangis seperti anak kecil. Dadanya sangat sesak, hatinya sangat sakit.


Hal yang selama ini dia takutkan terjadi.


Telepon genggamnya masih tergeletak di atas tempat tidur. Ada pesan text dari Lazo..


"Tom... Betul Sally hari ini bertunangan. Aku harap kamu kuat. Maaf aku tidak ada di dekatmu saat ini."


Di atas pesan text dari Lazo ada pesan text lain.


"Tom, kamu masih marah? Minggu depan kamu bisa pulang ke dusun kah?" pesan itu dari Sally.


Tidak ada satupun pesan balasan yang dikirim untuk Sally.


***


Saat ini aku berada di kamarku. Aku tatap photoku bersama sahabat-sahabatku saat kami berkemah waktu sekolah. Di sana ada aku, Mena, Kela, dan Tom.


Semua tertawa ceria. Tidak pernah terpikir akan jadi seperti ini.


"Tom.. apa kabar?" kataku sambil menatap Tom pada photo kami berempat.


Terbayang semua kebaikan Tom kepadaku. Dia selalu ada di sana, saat aku membutuhkan bantuan. Bahkan, Mena ataupun Kela kadang absen, tetapi tidak dengan Tom.


Dia.. sudah seperti Guardian Angel buatku. Tom selalu memastikan keadaanku aman dan baik-baik saja.

__ADS_1


Jujur saja di hatiku, aku kuatir dengan Tom. Semenjak percakapan melalui telepon itu, sampai detik ini. Tidak pernah ada kabar lagi darinya.


Dia selalu saja misterius. Aku hanya bisa berharap dia baik-baik saja.


Air mata mengalir membasahi pipiku. Aku seperti kehilangan bagian dari diriku. Ini terasa lebih sakit dibanding saat aku kehilangan Chris.


***


"Tom, apa kamu akan selalu seperti ini? Kamu akan selalu ada bersama saya?" tanyaku pada Tom saat aku merasa sangat sedih.


"Ya Sally, aku akan selalu ada bersamamu. Kapanpun kamu mau, kamu bisa hubungi aku." jawabnya.


"Terima kasih Tom.. hiks hiks hikss.." aku menangis di balik punggungnya.


Kami duduk berdampingan. Tom ada di sebelah kiriku. Hanya ada aku dan Tom.


Aku sangat bersedih, karena merasa semua perjuanganku sia-sia. Aku sudah belajar berminggu-minggu untuk mengikuti lomba pelajar sekolah tingkat atas di kota.


Tom yang saat itu harusnya ikut lomba juga. Tetapi, dia ada di sini. Dia membatalkan kepersertaannya, dan memilih untuk menemaniku yang sedang sangat kecewa.


Dia meraih kepalaku, kemudian diletakan di dadanya. Aku menangis tersedu di sana. Tom terus berusaha meyakinkanku, kalau itu bukan akhir dari segalanya.


Kata-kata dan kehadirannya berhasil membuatku bersemangat kembali. Aku akan terus berusaha mengejar mimpiku. Tidak perduli berapa kali harus jatuh bangun untuk mencapainya.


Selama itu tidak berlaku curang dan disertai kerja keras juga doa. Aku yakin kalau aku bisa


***


Entah mengapa saat ini berbeda seperti sebelumnya.

__ADS_1


Saat Tom pertama kali menghilang, aku yakin pasti persahabatan kami akan pulih lagi. Itu terbukti pada hari raya yang lalu.


Tetapi saat ini, keyakinanku luruh. Aku tidak mau kehilangan persahabatanku dengannya. Keberadaannya seperti sudah kebiasaan untukku.


"Tom.." hanya itu pesan yang terkirim dariku untuk Tom.


Tidak.. tidak pernah ada jawaban darinya.


***


Hari ini aku dan Dean akan kembali ke kota Harapan. Kemudian setelahnya akan menuju kota Contento.


Rencana kami, nanti akan melangsungkan pernikahan di kota Contento dalam 2 bulan lagi.


Aku dan Dean berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan sahabat kami.


"Dean, tolong jaga Sally untuk kami. Jangan sekali-kali kamu sakiti dia. Atau kamu akan berhadapan dengan kami!" ancam Mena kepada Dean.


"Aku sangat menyayangi gadis ini Mena." jawab Dean sambil mengelus kepalaku.


"Jangankan untuk menyakitinya, untuk sekejap berpisah dengannya saja aku tidak mau. Aku mau selalu ada bersamanya." sambung Dean sambil memandangku dengan tatapan indahnya.


Aku sampai tertunduk dibuatnya. Tatapan lembut namun terasa tajam menembus jantungku. Tatapan tulus dan hangat ciri khas Dean.


Mobil yang membawaku dan Dean berlalu meninggalkan dusun kami. Dusun dengan sejuta kisah kami.


---


Hai.. terima kasih sudah mampir dan membaca cerita saya.

__ADS_1


salam


vatty


__ADS_2