
Menurut orang first love itu sangat berkesan. Entah itu hal yang menyenangkan, ataupun hal yang menyedihkan.
Banyak dari mereka juga berpikir kalau first love akan selalu dikenang. Tidak jarang ada yang kembali kepada cinta pertamanya setelah berkelana mencari cinta.
Mungkin..
Aku salah satu dari bagian itu..
Bukan berarti aku melupakan begitu saja cinta dan sayangku kepada Dean.
Aku sangat mencintai dan menyayangi Dean. Walaupun awalnya kami pernah menjadi musuh di masa sekolah dulu. Takdir mempersatukan kami, memberikan kami masa indah. Termasuk kehadiran Lea. Dan takdir juga membuat kami berpisah.
Tetapi.. saat ini. Cintaku kembali berlabuh pada Chris. Setelah melewati beberapa tahap kehidupan. Kami dipersatukan lagi.
Chris sangat menyayangi Lea. Lea juga terlihat senang bersama Chris. Walaupun begitu, aku sudah memberitahu Lea siapa ayah kandungnya. Dan seberapa sayang Dean kepadanya. Lea sudah mengerti itu.
***
Satu tahun setelah pertemuanku dan Chris kembali. Kami sekarang berada di sini..
"Saya Chris Jo, menerima Sally Andrea sebagai istri yang sah. Akan selalu bersamanya dalam suka dan duka. Dalam sehat ataupun sakit. Sampai maut memisahkan kami." ucap Chris di depan Altar sambil tersenyum haru memandang wajahku dibalik kain veil.
"Saya Sally Andrea, menerima Chris Jo sebagai suami saya yang sah. Dalam suka maupun duka. Dalam sehat maupun sakit. Sampai maut memisahkan kami." ucapku di depan Altar juga sambil memandang Chris.
Hari ini Chris terlihat sangat tampan dan gagah dengan stelan tuxedo hitam. Aku mengenakan gaun putih dengan bagian atas bermodel sabrina.
"Di hadapan Tuhan dan di hadapan jamaat kalian sudah resmi sebagai suami istri. Chris kamu diperbolehkan mencium mempelai wanita." kata pemuka agama kepada kami.
Chris membuka kain veil yang menutupi wajahku. Kami saling tersenyum haru. Tidak butuh lama. Bibir Chris sudah menyentuh bibirku. Terasa dalam dan penuh kasih.
Selain Ma, Pa, dan Mey. Ayah dan Ibu Dean juga hadir di sini. Mereka juga merestui pernikahanku dengan Chris. Ma, Ibu Dean, dan Kak Claudia menangis haru.
Lea bertugas sebagai flower girl didampingi Timmy.
Andrew dan Vivian bersama putri mereka. Tom.. dia sudah bersama seorang gadis cantik bernama Celine.
Ann duduk bersama Ricard. Lazo dan Rina bersama dua jagoan kembar mereka. Mena dan Kela masing-masing bersama keluarga dan anak mereka.
***
Kami merayakan pesta intim bersama keluarga dan sahabat kami di malam hari. Tentu saja di Glaede Resort. Dan.. yang mengatur semuanya dari pemberkatan sampai pesta malam ini adalah Glen.
Glen.. dia malam ini berpasangan bersama Lilac. Awalnya mereka berdua malu-malu tapi sekarang nempel seperti prangko susah dipisahkan.
"Aku sudah sangat yakin kalau akan terjadi saat seperti ini. Aku dan Laura sangat bahagia akhirnya kalian bisa bersama." kata Hector di dampingi Laura.
"Terima kasih sahabatku." kata Chris sambil memeluk Hector.
Sedangkan Laura memelukku. Laura juga membisikan sesuatu padaku.
"Aku sangat senang kalian bersama seperti ini." kata Laura.
__ADS_1
Semalam penuh kami semua berpesta. Anak-anak kecil sudah beristirahat lebih awal.
Chris menuntunku ke lantai dansa. Dia membimbingku dalam setiap langkah kami menari. Tangannya yang kokoh dan dadanya yang bidang merengkuh dan menempatkanku di sana.
"I love you so much baby..." bisik Chris kepadaku.
"I love you too." jawabku.
"Aku punya sesuatu untukmu." katanya.
"Apa?" tanyaku.
Tidak lama Chris menarik tanganku. Dia mengajakku menuju lift.
Iya.. Chris mengajaku ke president suite yang disewanya untuk kami.
"Chris.. apa sopan kita meninggalkan para tamu?" tanyaku.
"Apapun itu, mereka bisa berpesta sampai pagi. Apa kamu tega padaku?" tanya Chris balik.
Chris mengajakku masuk ke dalam kamar. Dia tidak menyalakan lampu kamar. Dia meraih sebuah remote. Tidak lama cahaya warna warni memenuhi kamar kami.
Sebuah lagu mengalun merdu. Suara indah dari Utada Hikaru bergema di kamar kami. Lagu First Love pun menguntai indah.
"Chris terima kasih!" kataku tercengang.
Chris mengulurkan tangan kanannya kepadaku. Mengajakku mendekat ke jendela.
"Bukan cuma itu sayang." kata Chris sambil menyibak jendela kamar kami.
Aku sangat terharu. Kami berdua saling berpelukan. Chris menyentuh bibirku dengan bibirnya dengan ritme lembut, berangsur lebih cepat dan kuat.
Dia mengangkat tubuhku dan membawaku ke tempat tidur kami. Dengan posisi bibir kami tetap di sana.
Gaun malamku disingkirkannya. Demikian juga dengan kemeja yang dipakainya dan pakaian kami lainnya.
Kami bersatu menjadi satu tubuh.
"Aku sangat mencintaimu sayang. Kamu tahu, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Semua mimpi terbesarku menjadi nyata. Kamu ada di sini di sisiku di pelukanku." kata Chris sambil membelai rambutku sehabis kami melakukan itu.
"Aku sudah memimpikan ini sejak lama. Terima kasih sayang." lanjut Chris sambil memeluk tubuhku.
"Iya sayang. Aku juga sangat mencintaimu." jawabku.
Beberapa saat kemudian kami terlelap.
***
Pagi hari saat aku terbangun. Chris sudah terduduk di sampingku dengan sarapan di meja kecil di atas tempat tidur.
"Kamu pasti sangat lelah dan lapar. Sini aku suapi." kata Chris sambil menyodorkan sepotong roti ke mulutku.
__ADS_1
"Enak?" tanya Chris.
"Hem!" kataku sambil mengangguk karena mulutku penuh dengan roti.
Sisa gigitan rotiku dimasukan ke dalam mulutnya. Dia memanjaiku di pagi ini.
"Kita mandi ya?" tanya Chris.
Aku mengangguk.
Chris membopongku ke kamar mandi dan menurunkanku di dalam bathtub. Dia memandikanku seperti anak kecil.
"Chris, jangan terlalu memanjakanku seperti ini." protesku.
"Tenang sayang, apa yang aku lakukan tidak cuma-cuma." kata Chris sambil tersenyum nakal.
Beberapa detik kemudian dia sudah bergabung di dalam bathtub. Ya.. melakukan seperti itu lagi.
***
Gadis kecilku Lea sudah duduk di bangku sekolah dasar. Mata indah Dean semakin terlihat jelas di dirinya.
"Kakak.. bubye.." Sean melambaikan tangan kepada Lea yang akan pergi sekolah.
Chris mencium Sean, lalu mengecup keningku.
"Ayo Lea nanti kamu telat sayang!" kata Chris kepada Lea.
"Ya Daddy!" jawab Lea.
Lea mencium dan memeluk adiknya. Kemudian mencium pipiku.
Chris mengantar Lea ke sekolah. Setelahnya baru dia ke kantor.
***
Ini keluarga kami. Dua manusia yang saling mencinta yang akhirnya dipertemukan kembali.
Kehidupan kami dilengkapi dengan putri secantik Lea dan putra setampan Sean.
Sean mewarisi ketampanan Daddynya. Sedangkan aku hanya mewarisi bentuk mulut kepada mereka berdua.
Kadang hidup menuntun kita pada suatu keadaan tertentu yang membuat kita hampir menyerah. Tetapi percayalah akan ada pelangi setelah hujan. Akan ada rencana baik di dalam segala pencobaan.
Asal kita mau menjalaninya dengan tabah. Disertai kerja keras.
Yeaaaaay... berakhir juga novel ini.
Terima kasih buat teman-teman yang setia mampir dan membaca cerita saya.
__ADS_1
salam
vatty