HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH
SARAPAN BERSAMA


__ADS_3

Alex pun sampai di depan rumah Kanaya, Kanaya yang sedang menunggu kedatangan anak-anaknya pun berdiri dan keluar. Kanaya melihat Alex turun dari mobil dan menggendong Kavin yang tengah tertidur, Kanaya pun membantu Alex membuka pintu kamar Kavin.


"Apa Adara juga tidur?" Tanya Kanaya dan Alex pun mengangguk.


Alex pun kembali ke mobilnya untuk menggendong putrinya yang juga tengah tertidur lelap.


Setelah alex meletakkan Adara di tempat tidurnya Alex pun ke ruang tamu, disana sudah ada Kanaya sedang duduk menunggu Alex keluar dari kamar putrinya.


"Kanaya aku ingin berbicara." Ucap Alex.


"Tunggu sebentar, aku akan membuatkanmu minuman." Kanaya pun pergi kedapur untuk membuatkan Alex minuman.


Tak butuh lama Kanaya pun keluar dengan secangkir kopi panas dan sepiring cemilan. "Kamu ingin bicara apa." Kanaya pun duduk di depan Alex.


"Kanaya aku ingin kita menikah dan memberikan keluarga utuh untuk Kavin dan Adara."


"Kita tidak saling mengenal."


"Kita bisa memulai dari awal Kanaya, seperti kencan berdua dan pergi bersama dengan anak-anak."


Kanaya menatap Alex, sebenarnya dia masih ragu tapi hatinya menuntunnya untuk menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Alex. Alex yang melihat Kanaya mengangguk, sangat senang langkah awal mendekati Kanaya berhasil.


"Besok aku akan menjemputmu."


"Besok?"


"Iya, besok aku tidak ada jadwal."


"Tapi."


"Tidak ada penolakan. Aku akan menjemputmu jam 8 pagi." Alex pun meneguk kopinya.


"Kenapa pagi sekali, kita pergi malam saja." Ucap Kanaya.


"Apa? Aku sudah berusaha mengosongkan besok jadwalku tapi dia maunya malam. Pokoknya harus pagi." Batin Alex.


"Ya sudah aku pulang dulu." Alex pun berdiri.


Kanaya pun ikut berdiri dan mengikuti Alex keluar, "Aku pergi dulu." Ucap Alex, Kanaya pun mengangguk.


Hanya berapa langkah Alex pun berhenti dan berbalik melihat Kanaya "Kanaya aku pergi dulu." Kanaya pun kembali mengangguk.


"Kanaya apa tidak bisa pagi saja."


"Tidak."


Alex pun kembali melangkah beberapa langkah dia pun berhenti lagi. "Kanaya benar tidak bisa pagi." Kanaya pun menggelengkan kepalanya.


"Kenapa dia keras kepala sekali." Batin Alex.


"Kanaya ap-."


"Baiklah kita akan pergi besok pagi, jadi pulanglah." Kanaya tersenyum melihat tingkah Alex. Alex pun senang dan pergi ke mobilnya. "Akhirnya."

__ADS_1


Kanaya pun masuk kedalam rumahnya setelah mobil Alex meninggalkan halaman rumahnya. Dia pun masuk kedalam kamarnya dan duduk di pinggir tempat tidurnya, "Aku masih ragu padanya tapi kenapa hatiku mengiyakan ajakannya." Ucap Kanaya.


****


Kavin dan Adara sudah siap di meja makan untuk sarapan sebelum pergi ke sekolah, Adara yang melihat piring kosong di samping bundanya pun bertanya "Bunda piring kosong itu untuk siapa?"


"Itu piring untuk ayah kalian."


"Apa ayah akan sarapan bersama kita bunda." Tanya Adara dengan semangat.


"Bunda juga tidak tau, katanya akan datang jam 8."


Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Kanaya, Adara pun berlari keluar.


"Ayah." Teriak Adara.


Alex pun tersenyum melihat putrinya berdiri di teras rumah, Alex pun menghampirinya dan menggendong Adara masuk.


"Kanaya apa kamu sudah siap?" Tanya Alex saat dia dan Adara sudah ada di depan meja makan.


"Bunda dan ayah akan pergi?" Tanya Adara.


"Iya bunda dan ayah mau keluar, pulang sekolah tunggu sopir untuk menjemput kalian." Ucap Alex.


"Adara mau ikut." Rengek Adara.


"Jangan mengganggu bunda Adara, kita harus kesekolah." Kavin menatap adiknya.


"Nanti kita berempat akan pergi saat kalian libur ayah janji." Adara pun mengangguk.


Alex dan Kavin melihat Kanaya lalu tersenyum sedangkan Kanaya saat ini wajahnya sudah memerah karena malu. Alex pun duduk di samping Kanaya, Kanaya kembali mengambilkan nasi goreng kepiring Alex "Cukup Kanaya." Ucap Alex.


Mereka berempat sarapan bersama, tiba-tiba ponsel Alex berdering tapi dia tidak menghiraukannya. "


Drrrttt....drrrtttt.....drrrrttt.....


"Ponselmu berdering, siapa tau penting." Kanaya melihat Alex.


Alex mengambil ponselnya dan melihat nama orang yang sedang mengganggu kebersamaannya dengan Kanaya dan anak-anaknya, ANDRA nama itu yang tertera di layar ponsel Alex.


"Aku akan mengangkatnya dulu." Alex pun keluar.


"Kalau tidak ada yang penting aku akan mengirimmu ke cabang Singapura." Ucap Alex tanpa basa basi.


"Ya ampun kakak. Kakak sekarang dimana, kata Gio jam 10 akan ada pertemuan dengan rekan bisnis dari America."


"Kamu yang akan memimpin rapat, aku sibuk hari ini."


"Apa? Aku belum memelajari dokumen-dokumennya kak bagaimana bisa aku yang-."


"Minggu depan tiket ke Singapura akan sampai di rumahmu."


"Kakak." Panggilan telepon Andra pun terputus.

__ADS_1


Andra menatap Gio yang ada di ruang kerjanya dengan ekspresi memohon tapi Gio hanya mengangkat kedua bahunya.


"Hah, hanya kakak ipar yang bisa membuatnya menjadi Alex berbeda." Ucap Andra lalu pergi bersama Gio.


Kanaya menatap Alex yang sudah kembali dari mengangkat telepon di luar "Ini Andra yang menelpon katanya dia minta cuti." Bohong Alex, Kanaya hanya mengangguk.


Setelah sarapan Alex mengantar Kavin dan Adara kesekolah "Ingat kalian tidak boleh pulang sebelum sopir datang." Kavin dan Adara mengangguk.


Alex menatap kedua anaknya masuk ke sekolah lalu dia kembali untuk menjemput Kanaya, mobil Alex berhenti di depan rumah Kanaya dan dia pun keluar dari mobil.


"Kanaya." Panggil Alex tapi tak ada jawaban.


Alex pun masuk dan mencari Kanaya di kamar tapi tidak ada, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan Alex pun berbalik.


"Aaaaahhhh." Teriak Kanaya saat menyadari Alex menatapnya.


"Berbalik." Perintah Kanaya.


"Apa?"


"Aku bilang berbalik." Kanaya menggenggam erat handuk yang melilit di tubuhnya.


Alex pun berbalik dan sambil menahan tawa, Kanaya berjalan menuju kamarnya melewati Alex "Dasar Mesum."


BAM... Suara keras pintu kamar Kanaya membuat sedikit Alex kaget.


Di dalam kamar wajah Kanaya merona merah karena malu "Kenapa dia masuk tanpa suara, ayah dan anak sama saja." Gumam Kanaya.


Tak lama Kanaya keluar dari kamar dia melihat jam sudah pukul 9, Alex menoleh ke arah Kanaya dirinya terpesona melihat ibu dari anaknya terlihat cantik setelah berdandan.


Kanaya hanya memakai dress selutut dan sedikit polesan make up sehingga dia terlihat natural dan cantik rambutnya dia urai.


"Kanaya." Alex berdiri dan menghampiri Kanaya.


Kanaya merasa gugup dan detak jantungnya terasa cepat "Ada apa dengan jantungku." Batin Kanaya.


Alex berdiri tepat di depan Kanaya detak jantung keduanya sangat cepat, Alex memajukan wajahnya dan Kanaya langsung menutup mata.


"Apa kamu sudah siap untuk pergi Kanaya?" Bisik Alex di telinga Kanaya.


Kanaya langsung membuka matanya dan menatap Alex yang kini sudah menahan tawanya.


"Apa? Oh, i-iya a-aku sudah siap." Jawab Kanaya dengan terbata bata.


"Hei kenapa wajahmu seperti terlihat kecewa?"


"Ti-tidak."


"Apa kamu kecewa karena aku tidak menciummu." Ucap Alex dengan tersenyum.


"Apa yang kau katakan."


"Aku akan menciummu saat kita sudah menikah Kanaya. Jadi sekarang kita berangkat aku tidak suka membuang waktu di saat hari penting ini." Alex menggenggam tangan Kanaya, Kanaya pun tersenyum.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2