HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH
PERNIKAHAN


__ADS_3

Hari ini Kanaya dan Alex berangkat bersama, Kavin dan Adara berangkat bersama Tuan Handoko dan Nyonya Handoko. Kanaya begitu cantik mengenakan gaun pesta berwarna gold di padukan dengan hiasan kepala dengan warna senada, Alex tak henti-hentinya menatap Kanaya yang duduk di sampingnya.


"Apa di wajahku ada sesuatu?" Kanaya mencari cermin di tas miliknya.


"Kamu cantik Kanaya." Alex mencium tangan Kanaya.


Wajah Kanaya bersemu merah mendengar ucapan Alex, jantungnya berdetak tak beraturan mata mereka bertemu satu sama lain. Tanpa mereka sadari mobil sudah berhenti di depan gedung. "Tuan muda sudah sampai." Ucap sopir.


"Ah, iya pak kita sudah sampai." Kanaya salah tingkah sedangkan Alex hanya tersenyum melihat Kanaya salah tingkah.


Acara ijab kabulnya berjalan lancar bibi Fia memeluk keponakannya dia bahagia akhirnya Kanaya bisa menikah dan di cintai oleh pria yang baik.


"Bibi jangan menangis." Kanaya mengusap-usap punggung bibinya.


"Bibi sangat bahagia nak, kamu sudah mendapatkan laki-laki yang mencintaimu." Ucap bibi Fia di sela isakan tangisnya.


Acara resepsi pernikahan Alex dan Kinara di gelar meriah banyak rekan bisnis dari luar negeri turut hadir di acara tersebut, penjagaan di perketat tapi tidak membuat orang-orang curiga.


"Kanaya apa malam ini kita bisa-." Ucapan Alex terpotong karena Jenni menghampiri Kanaya di pelaminan. "Kanaya, kamu sangat cantik malam ini." Kanaya tersenyum mendengar pujian sahabatnya.


Acara pun selesai Alex dan Kanaya akan bermalam di salah satu hotel milik Keluarga Handoko, Kavin dan Adara ikut kembali bersama opa dan omanya di kediaman Keluarga Handoko.


Mobil Alex berhenti di depan hotel miliknya, dia pun keluar dan memberikan kunci mobilnya kepada security. Alex pun menggandeng tangan Kanaya semua pegawai memberi hormat kepada Alex dan Kanaya.


Bell boy pun membawa koper Alex dan Kanaya ke salah satu kamar yang lumayan besar, setelah memasukkan koper bell boy pun meninggalkan mereka berdua.


Alex mengunci pintu kamar lalu mengangkat Kanaya ala bridal dan membawanya ke tempat tidur.


"Alex a-aku be-belum membersihkan badan." Kanaya mencoba menahan Alex yang sudah mulai mencium wajah Kanaya.


"Nanti saja." masih mencium tubuh Kanaya.


"I-ini seperti 6 tahun lalu." Ucap Kanaya membuat Alex berhenti menjamah tubuh Kanaya.

__ADS_1


"Tidak akan, aku akan membuatmu melupakan kenangan 6 tahun lalu dan menggantikannya dengan malam pertama kita." Alex membelai wajah Kanaya.


Mereka saling memandang "Alex."


"Kanaya apakah kamu mengizinkanku malam ini." Kanaya pun mengangguk.


Alex meembuka gaun yang di kenakan Kanaya, diapun mulai meraba tubuh mulus Kanaya dan sangat menikmatinya begitupun Kanaya menikmati sentuhan lembut Alex pada tubuhnya.


Alex dengan lembut mencium wajah dan leher Kanaya hingga berhenti di daerah dua gundukan kembar milik Kanaya, Alex mengis*pnya secara bergantian lalu turun dan sampai di titik inti tubuh Kanaya. Alex membuka pakaian yang melekat di tubuhnya, Alex sudah berada di antara paha mulus Kanaya dan bersiap bertempur malam ini.


"Kanaya aku akan memulainya." Kanaya kembali mengangguk.


Alex mencoba pertama tapi masih belum lolos tapi yang kedua dengan hentakan sedikit keras akhirnya lolos juga, "Akkhh." Teriak Kanaya.


Mendengar teriakan Kanaya, Alex menatap Kanaya dengan tatapan kasihan tapi dengan cepat Kanaya menganggukkan kepalanya dan memeluk leher Alex, Kanaya memberikan isyarat tidak apa-apa agar suaminya dapat melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan.


Alex yang mengerti pun akhirnya melanjutkan aktivitas malamnya desah*n demi desah*n yang keluar dari mulut mereka terdengar di dalam kamar yang kedap suara. Alex mempercepat gerakannya hingga membuatnya sampai di puncak ken*kmat*n dunia.


Malam ini sangat panjang bagi Alex dan Kanaya yang telah menyatukan kembali tubuh mereka menjadi satu. Setelah selesai melakukan aktivitas malam Alex berbaring di samping Kanaya. Alex memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala Kanaya, "Terima kasih Kanaya, sekarang tidur lah." Kanaya hanya mengngguk lemas.


Dia pun bangun dan masuk kedalam kamar mandi, Kanaya sedikit merintih karena rasa perih di selangkangannya. "Kenapa Alex terlalu semangat sekali semalam membuat badanku merasakan sakit."


Kanaya menatap dirinya di pantulan cermin begitu banyak tanda merah di tubuhnya, dia pun tersenyum membayangkan kejadian semalam bersama Alex.


"Apa yang aku pikirkan." Kanaya memukul kepalanya sambil tersenyum.


Tok..tok.. suara ketukan pintu kamar mandi membuat Kanaya kaget yang masih berdiri di depan cermin wastafel.


"Kanaya kenapa di kunci, aku udah kebelet." Teriak Alex.


Tanpa pikir panjang dan tanpa ia sadari bahwa dirinya tidak memakai apapun membuka pintu kamar mandi. Alex menelan kasar ludahnya melihat istrinya dengan berani bertelanj*ng di depannya.


"Kamu menggodaku Kanaya."

__ADS_1


"Apa?" Kanaya menunduk melihat tubuhnya lalu menjerit. "aaaahhhh mesum."


"Hey untuk apa berteriak, aku sudah hafal semua dengan rinci bagian tubuhmu, dan kamu bilang suamimu ini mesum?" Alex mendekati Kanaya.


"A-aku yang ha-harus mandi duluan." Kanaya pun ingin menutup kembali pintu kamar mandi tapi di tahan oleh Alex.


"Kita mandi bersama." Senyum licik Alex penuh makna.


"Ka-kalau begitu biar kamu saja dulu yang-." tanpa mendengar ucapan Kanaya alex mengangkat Kanaya sambil mencium bibirnya dan membawanya ke bathtub.


"Aktivitas pagiku belum terlaksana." Bisik Alex di telinga Kanaya.


"I-ini sudah si-siang Al." Tolak Kanaya.


"Berarti ini aktivitas siang." Tanpa pikir panjang Alex pun kembali membuka baju kaos dan boxernya lalu masuk dalam bathtub bersama Kanaya dan terjadi lagi aktivitas olahraga siang di kamar mandi. (Author menulis part ini sambil ngebayangin adegan ituπŸ™ˆπŸ™ˆ).


Setelah selesai mandi Kanaya dan Alex turun ke restauran hotel untuk makan siang, begitu banyak menu yang tersedia di atas meja. "Kenapa banyak sekali." Kanaya menatap Alex yang hanya santai mendengar ucapan istrinya.


"Kita butuh tenaga, aku akan memakanmu terus sebelum aku ke London." Ucap Alex.


Kanaya hanya melototkan matanya mendengar ucapan Alex, "Dia kira aku mesin." Gumam Kanaya yang masih bisa di dengar oleh Alex.


"Tapi aku harus membawamu juga, jadi aku harus meminta izin dari anak-anakku dulu." Ucap Alex.


Mereka pun menyelesaikan makanannya dan berencana pulang sore hari, di dalam kamar Kanaya VC bersama Kavin dan Adara.


"Bunda, kapan kembali. Adara kangen." Seperti biasa putrinya akan memberikan wajah cemberutnya.


"Bunda dan ayah akan kembali sore nanti."


"Lalu ayah mana?" Putrinya kembali bertanya.


Kanaya mengarahkan kamera ponselnya kearah Alex yang sedang fokus dengan laptopnya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like dan Votenya...


__ADS_2