HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH
MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Kanaya menangis melihat 2 pria yang sedang berkelahi di depannya, Alex dan Arman sama-sama mengeluarkan darah segar dari sudut bibir mereka.


Tiba-tiba Kanaya pingsan membuat Alex dengan sigap menopang tubuh Kanaya. "Kanaya."


Alex membuka pintu mobilnya dan membaringkan Kanaya di kursi belakang, sebelum masuk kedalam mobil Alex menatap Arman dengan amarah.


"Jauhi Kanaya." Ucap Alex.


"Kanaya akan menjadi milikku." Arman membalas tatapan Alex.


Alex pun pergi meninggalkan Arman yang masih berada di parkiran, dia pun membawa Kanaya kerumah sakit.


Alex melajukan mobilnya di tengah keramaian kendaraan di jalan,


PIPPPP....PIPPPPPP....PIPPPPPP


"Apa mereka tidak mengerti aku sedang terburu-buru." Alex beberapa kali membunyikan klakson mobilnya agar kendaraan lain memberinya jalan.


Alex melihat Kanaya lewat cermin tengah mobil, Kanaya masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Mobil mewah Alex berhenti di depan rumah sakit, Alex keluar dari mobil dan membuka pintu belakang mobilnya lalu menggendong Kanaya masuk kedalam rumah sakit.


"Suster, tolong istri saya." Teriak Alex.


Dokter dan suster pun membawa Kanaya ke ruang UGD, "Maaf tuan, anda harus menunggu diluar, selagi dokter memeriksa istri anda." Alex pun mengangguk mendengar ucapan suster.


Alex menatap pintu kamar yang belum terbuka, sudah 20 menit dokter maupun suster belum keluar membuat Alex khawatir dengan keadaan Kanaya.


Klekk. Pintu kamar terbuka, Alex menghampiri dokter yang memeriksa Kanaya. "Dokter apa istriku baik-baik saja?"


"Istri anda baik-baik saja, hanya sedikit stres saja. Anda juga harus mengobati luka di wajah anda, suster tolong obati tuan ini." Ucap Dokter lalu pergi meninggalkan Alex.


"Mari ikuti saya tuan." Suster pun pergi di ikuti oleh Alex di belakang.


Setelah mendapatkan pengobatan, Alex menelpon orang tuanya untuk menjaga Kavin dan Adara malam ini karena Kanaya ada di rumah sakit, Alex juga berpesan agar anak-anaknya tidak mengetahui kalau Kanaya ada di rumah sakit.


Alex pun masuk ke ruang VIP di rumah sakit untuk menjaga Kanaya, ya kini Kanaya sudah di pindahkan ke ruang VIP di rumah sakit. Alex duduk di samping tempat tidur Kanaya dan menggenggam tangan wanita yang telah memberinya anak kembar.


***


Kanaya membuka matanya, melihat sekelilingnya dia pun melihat Alex yang ada di sampingnya tengah tertidur. Tangan Kanaya mengusap rambut Alex dan tersenyum, Alex yang merasakan tangan Kanaya mengusap rambutnya hanya tersenyum tipis dan melanjutkan tidur panjangnya.


Pagi ini Kanaya membangunkan Alex yang masih lelap tidur berbantalkan tangan Kanaya, "Alex." Tak ada jawaban. "Alex." Kanaya pun memanggil yang kedua kalinya. Alex pun bangun dan menatap Kanaya, dia pun tersenyum melihat wanita yang dia sukai ada di depannya saat ini.


"Selamat pagi tuan dan nyonya." Ucap Dokter yang sudah berdiri di samping Kanaya.


"Pagi juga dokter, apa hari ini saya bisa pulang?" Tanya Kanaya.

__ADS_1


"Saya akan memeriksa keadaan nyonya dulu, jika kondisinya sudah membaik hari ini bisa pulang tapi jangan stres lagi kasihan sama suaminya." Ucap dokter lalu memeriksa Kanaya.


Kanaya sedikit malu mendengar dokter mengatakan bahwa dirinya adalah istri Alex, diapun menatap Alex yang berdiri di sampingnya.


Setelah Dokter dan suster keluar, Alex kembali duduk di samping tempat tidur Kanaya. "Apa Kavin dan Adara tau aku ada di rumah sakit?" Tanya Kanaya.


"Aku sudah memberi tahu mama untuk menjaga kavin dan adara dan untuk merahasiakan keadaanmu dari mereka." Kanaya pun lega mendenfar ucapan Alex.


*****


Kini Kanaya sudah ada di rumahnya bersama anak-anaknya, Adara menceritakan semua apa yang dia lakukan selama di rumah opa dan omanya.


"Kenapa kita tidak tinggal di rumah ayah?" Tanya Adara.


"Ayah dan bunda belum menikah, jadi kami tidak boleh tinggal bersama." Kanaya mencubit pipi mungil Adara.


"Apa bunda dan ayah akan menikah?"


"Bunda juga tidak tahu." Kanaya tersenyum melihat putrinya cemberut.


"Kemarin bunda kemana, kami harus menginap di rumah ayah?" Kavin pun bertanya membuat Kanaya menoleh kearahnya.


"Bunda kemarin pulangnya kemalaman, karena oma ingin kalian menginap jadi ayah kalian tidak mengantar kalian pulang."


Di kantor Alex disibukkan dengan begitu banyak berkas-berkas dan dokumen diatas meja kerjanya, "Kenapa terlalu banyak pekerjaan." Gumam Alex.


"Baik tuan muda."


Gio menghubungi Andra dan memintanya datang ke ruang kerja Alex. "Pasti pekerjaanku tambah banyak." Andra pun pergi ke ruangan Alex.


"Kakak." Andra pun masuk.


Andra pun duduk di depan meja kerja Alex, "Aku akan ke London untuk besok, dan kamu akan ke Singapura."


"Apa? Akhir-akhir ini kakak memberikanku banyak pekerjaan aku juga ingin bersantai dengan keluargaku."


"Apa kau mengeluh?" Andra menggelengkan kepalanya.


"Jika kamu bisa menangani masalah cabang di singapura dalam 1 minggu aku akan memberikanmu waktu cuti san liburan bersama keluarga." Ucap Alex.


"Benarkah? Kalu begitu aku akan pergi."


"Sekarang keluarlah, selesai semua pekerjaanmu sebelum kau pergi ke Singapura." Andra pun berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Alex.


"Tuan muda apa aku juga bisa cuti?" Tanya Gip.

__ADS_1


Alex menatap Gio yang sedang berdiri di sampingnya. "Aku akan memberikanmu cuti setelah pernikahanku dan Kanaya." Alex pun tersenyum licik.


"Hah!"


"Persiapkan dirimu untuk perjalanan bisnis ke London." Alex pun kembali fokus pada komputernya.


*****


Kanaya menyiapkan makan malam, Alex sudah menelpon Kanaya kalu dia akan makan malam bersama anak-anaknya. Tak lama mobil Alex sudah terparkir di depan rumah Kanaya dan di sambut oleh Adara dan Kavin.


"Ayah."


"Putri ayah."


Alex memggendong Adara, mereka bertiga pun masuk untuk makan malam, Alex maunya makan diluar tapi Kanaya menolak dan akan memasak sendiri.


"Ayah Tiga hari lagi ulang tahunku bersama kakak, Ayah ingin memberiku apa?"


"Uhukk..uhukkk." Alex kaget mendengar ucapan putrinya, padahal dia ingin mdnyampaikan kalau dia akan pergi ke London satu minggu.


"Apa kamu tidak bisa diam saat makan Adara." Alex menatap tajam kearah adiknya.


"Kamu sudah seperti Kira tidak bisa diam." Gerutu Kavin. Adara cemberut mendengar teguran kakaknya.


Mereka berempat makan malam bersama dal keheningan tak ada suara kecuali dentingan sendok dan garpu di piring.


Setelah selesai makan malam Alex dan Adara bermain bersama, Kavin hanya duduk membaca buku sedangkan Kanaya masih sibuk di dapur, "Kapan ayah akan menikah dengan bunda." Adara menatap Alex.


"Secepatnya."


"Benarkah? Apa kita akan tinggal bersama opa dan oma?" Alex pun mengangguk membenarkan pertanyaan putrinya.


Tanpa terasa sudah pukul 10 malam, Adara tertidur di pangguan Alex sedangkan Kavin tertidur di sofa, Alex menggendong anak-anaknya ke kamar masing-masing.


"Apa mereka sudah tidur?" Tanya Kanaya saat melihat Alex keluar dari kamar Kavin.


"Iya, Kanaya aku ingin berbicara." Mereka pun duduk di kursi meja makan.


"Kamu ingin bicara soal apa?"


"Besok aku akan ke London dan diperkirakan akan seminggu, tapi aku akan mengusahakan untuk pulang cepat dan menghadiri ulang tahun anak kita." Alex menggenggam tangan Kanaya.


"Baiklah, ini juga sudah larut malam aku akan memberi tahu Adara dia akan memahaminya."


Alex pun berdiri dan Kanaya pun ikut berdiri "Kalau begitu aku pulang dulu." Kanaya mengangguk. Kanaya mengantar Alex sampai teras rumahnya, Alex pun masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan halaman rumah Kanaya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2