HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH
RUMAH BARU


__ADS_3

Alex melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kanaya, di dalam mobil Kanaya tampak gelisah dia takut Arman meninggal dan Alex akan di penjara. Alex melirik Kanaya yang terlihat gelisah dia pun makin melajukan mobilnya, suara klakson mobil terdengar dari arah berlawanan.


"Al, pelan-pelan saja." Ucap Kanaya tapi Alex tidak memperdulikannya.


Hanya beberapa menit mobil Alex kembali normal, Kanaya lega karena Alex menurunkan kecepatannya mobilnya.


Mobil mewah Alex memasuki perumahan Kanaya tampak bingung dia akan di bawa kemana? Ini bukan jalan kerumah utama Keluarga Handoko.


Mobil berhenti di depan pagar tinggi tidak lama security membuka pagar dan mobil Alex pun masuk, halamannya tidak terlalu luas seperti rumah utama.


"Ini rumah siapa Al?" Tanya Kanaya.


"Ini rumah kita, kita berempat akan tinggal disini, besok anak-anak akan datang dan kita malam ini bermalam disini."


Alex keluar dari mobil dan menurunkan semua koper dan tas dari dalam mobilnya, sudah ada pak Tedi dan mbo Asih yang siap membantu membawakan barang-barang majikannya.


Alex dan Kanaya masuk kedalam rumah, Kanaya sangat takjub melihat rumah yang akan menjadi rumahnya dan keluarga kecilnya interiornya sangat elegan. Kanaya mengikuti Alex pergi ke kamarnya di lantai satu sedangkan di lantai dua kamar Kavin dan Adara.


"Terima Kasih mbo." Ucap Kanaya.


"Sama-sama Nyonya."


Kanaya menarik kopernya yang di tinggalkan mbo Asih di depan pintu, Kanaya membuka pintu dan masuk keruang ganti, Kanaya mulai membuka kopernya dan menyusun pakaiannya.


Alex masuk ke ruamg ganti dan memeluk Kanaya dari belakang, Kanaya kaget dan berusaha melepaskan pelukan Alex.


"Biarkan seperti ini sebentar saja Kanaya." Ucap Alex, Kanaya hanya diam membiarkan Alex memeluknya.


"Apa kamu masih memcintainya Kanaya?" Ucap Alex yang masih memeluk Kanaya.


"Aku tidak mencintainya setelah pernikahan kami di batalkan, setelah keluargaku di permalukan oleh keluarganya. Aku sudah tidak mencintai dia."


"Lalu kenapa kamu masih gelisah dan menghentikanku menghajar pria brengsek itu?" Alex membalikkan tubuh Kanaya.


Kanaya menatap wajah suaminya yang sedang menunggu jawabannya "Aku tidak ingin suamiku menjadi pembunuh dan masuk penjara, aku tidak ingin baru satu hari setelah menikah aku sudah jadi janda." Ucap Kanaya dengan wajah cemberut.


"pfftt. Hahahahaha." Alex tertawa melihat wajah istrinya yang sedang cemberut.


"Aku akan melepaskannya hari ini, tapi aku tidak akan melepaskannya lain kali." Ucap Alex dengan wajah serius, Kanaya langsung memeluk Alex dan tersenyum.


Kanaya dan Alex sudah berada di meja makan, Kanaya mengambilkan makanan untuk Alex.


"Apa segini cukup?"


"Iya."


"Kalau aku ikut denganmu ke London Kavin dan Adara bersama siapa?" Tanya Kanaya.


"Mereka akan tinggal di rumah utama, ada mama dan papa yang menjaga mereka." Jawab Alex lalu memasukkan makanan di mulutnya, Kanaya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


Setelah selesai makan Alex pergi keruang kerjanya sedangkan Kanaya membantu mbo Asih di dapur, Kanaya membuka lemari makanan mencari bahan-bahan untuk membuat cake.

__ADS_1


"Nyonya mencari apa?" Tanya mbo Asih yang sedang mencuci piring.


"Aku ingin membuat cake mbo, lagi nyari bahannya."


"Duh Nyonya, mana ada bahan kue disini. Mbo jarang buat kue sedangkan Tuan jarang sekali kesini."


"Ya sudah mbo, Kanaya ke ruang kerja Tuan dulu." Ucap Kanaya.


"Silahkan Nyonya biar mbo yang bersihkan semuanya."


Kanaya pun pergi ke ruang kerja Alex, dia pun mengetuk pintu "Masuk." Jawab Alex dari dalam.


Kanaya pun membuka pintu dan saat masuk Kanaya sangat kagum melihat ruang kerja suaminya terdapat banyak buku.


"Ada apa?" Tanya Alex tapi masih fokus pada laptopnya.


"Aku ingin ke supermarket, apa mas mau mengantarku?"


Alex menatap Kanaya, dia kanget mendengar Kanaya memanggilnya mas dia sangat senang dengan panggilan itu. "Kamu memanggilku apa?"


"Mas." Jawab Kanaya polos.


"Apa kamu akan memanggilku saat ada yang kamu mau?"


"Tidak, aku akan memanggil mas selamanya."


"Untuk apa ke supermarket? Bahan makanan sudah habis?" Kembali fokus depan laptopnya.


Alex langsung berdiri dan berjalan menghampiri Kanaya "Aku akan memakan cake buatan istriku setelah itu aku akan memakanmu terakhir sebagai penutup." Bisik Alex dengan senyum liciknya lalu meninggalkan Kanaya yang masih diam berdiri.


Wajah Kanaya memerah "Di-dia akan memakanku?" Batin Kanaya.


"Apa kamu ingin aku menggendongmu ke mobil?" Ucap Alex membuat Kanaya tersadar dari lamunannya. "Ah, tunggu." Teriak Kanaya yang menyadari kalau Alex sudah meninggalkannya.


****


Di supermarket Kanaya berjalan mencari bahan-bahan cake, setelah memdapatkan bahan utama yang di cari dia pun beralih ke rak cemilan, Kanaya mengambil begitu banyak cemilan mebuat Alex geleng-geleng kepala.


"Aku teringat pertemuan pertamaku dengan seorang wanita." Ucap Alex.


Kanaya menoleh kearah Alex yang sedang mendorong troli belanjaan "Apa wanita itu pacar mas?" Kanaya melotot tajam kearah Alex.


"Awalnya bukan, aku pertama bertemu dengannya di supermarket juga. Dia begitu rakus mengambil cemilan."


"Apa mas menyamakannya denganku?" Kanaya mulai kesal.


"Apa kamu juga sedang hamil anakku lagi?" Bisik Alex.


"Apa dia juga mengandung anakmu mas?" Kanaya meremas cemilan yang ada di tangannya.


Alex menahan tawanya melihat Kanaya mulai kesal mendengar cerita tentangnya dan Kanaya.

__ADS_1


"Awalnya aku tidak mengetahuinya, tapi akhirnya aku tahu kalau dia mengandung anakku." Alex tersenyum mengingat awal pertemuannya dengan Kanaya.


Kanaya yang sudah sangat kesal kembali mengambil cemilan walaupun dia tidak suka memakannya, Alex terkejut melihat troli yang dia dorong sudah penuh dengan cemilan.


"Tunggu disini." Ucap Kanaya lalu pergi meninggalkan Alex.


Tak lama Kanaya datang dengan troli empat di bantu oleh penjaga supermarket. "Kenapa kamu membawa banyak sekali troli Kanaya?" Alex bingung ada apa dengan istrinya, tapi Kanaya hanya diam dan langsung memasukkan banyak cemilan di troli hingga penuh semua.


"Ini terlalu banyak Kanaya."


"Ini tidak banyak." Kanaya mendorong trolinya ke meja kasir.


"Ya ampun lihat, lima troli penuh cemilan." Ucap salah satu pengunjung.


Semua mata memandang kearah Kanaya dan Alex, setelah Alex membayar belanjaan Kanaya mereka pun pulang dalam perjalanan Kanaya hanya diam.


"Wajahmu terlihat kesal."


"Apa mas punya anak selain Kavin dan Adara?" Kanaya mulai terisak.


Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia mengangkat kepala Kanaya air mata Kanaya sudah menetes.


"Kanaya jangan menangis, aku tidak punya anak dari wanita lain, tadi aku membicarakan pertemuan kita." Ucap Alex sambil menghapus air mata Kanaya.


"Pertemuan kita yang mana." Masih terisak.


"Di supermarket, kamu juga sangat rakus saat itu tapi sekarang kamu lebih rakus lagi."


Kanaya menatap Alex "Aku tidak rakus saat itu, itu semua keinganan anakmu." Kanaya membela dirinya sendiri.


"Ok, lalu sekarang apa kamu juga sedang memgandung anakku lagi? Kamu lihat mobil ini penuh dengan cemilan." Goda Alex.


"Tidak." Ucap Kanaya dengan cepat.


"Bagaimana bisa secepat itu hamil, kita baru saja menikah." Gumam Kanaya tapi masih bisa di dengar jelas oleh Alex.


"Kalau kamu belum hamil aku akan berusaha lebih giat lagi. Kavin dan Adara pasti akan senang memiliki adik lagi." Ucap Alex membuat wajah Kanaya memerah.


Alex pun melajukan mobilnya kembali, hanya sepuluh menit mereka pun sampai. mbo Asih dan pak Tedi terkejut melihat banyak sekali kantong plastik yang isinya cemilan semua.


"Nyonya kenapa banyak sekali cemilannya?" Tanya mbo Asih setelah masukkan semua kantongan plastik kedalam rumah.


"Karena terlalu rakus mbo." Jawab Kanaya.


Kanaya pun memilih cemilan yang ia sukai dan anak-anaknya sukai, selebihnya dia membagikan ke mbo Asih, pak Tedi dan juga securitynya pak Tutu.


**Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen dan Vote


Terima kasih...💕**

__ADS_1


__ADS_2