HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH
BAB 30


__ADS_3

Alex menghampiri Tuan Sanjaya dan Evelyn yang sedang berdiri tidak jauh dari Alex, "Sudah lama kita tidak bertemu Tuan Sanjaya." Alex menyeringai dan menatap tajam ke arah Evelyn.


"Apa yang kau lakukan disini." Tanya Tuan Sanjaya.


"Hanya ingin mengunjungi teman lama, tapi ternyata dia sudah melupakanku." Alex melirik Evelyn.


"Kami tidak punya urusan dengan kak Alex." Ucap Evelyn.


"Tapi aku punya urusan dengan kalian." Nada suara Alex mulai meninggi.


"Eve masuk dan hubungi suamimu atau Devano, katakan ada orang asing masuk kedalam rumah." Bisik Tuan Sanjaya.


Evelyn ingin pergi tapi Alex lebih dulu mencengkram lengannya "Aw." Pekik Evelyn.


"Kau ingin kabur?" Alex mendekatkan wajahnya yang sudah berubah merah padam karena amarah.


"Alex lepaskan putriku." Tuan Sanjaya ingin menghampiri Alex tapi di halangi oleh Gio.


"Aku akan melepaskan putrimu asalkan kau kembalikan putraku." Ucap Alex dengan suara dinginnya.


"Hahahaha, putramu sudah mati 20 tahun lalu." Tawa Tuan Sanjaya.


Alex menggertakkan giginya dan mencengkram keras lengan Evelyn. "Apa ini belum cukup?"


"Kak Alex sakit." Evelyn mencoba melepaskan cengkraman Alex dari lengannya tapi tidak bisa.


"Tuan sanjaya kau ingin melihat putrimu mati di depanmu?" Alex mencekik leher Evelyn.


"Kalau kau lukai putriku aku pastikan kau tidak akan pernah melihat putramu, kau ingin tau kan dimana putramu sekarang." Ucap Tuan Sanjaya.


"Lalu katakan dimana putraku sekarang." Alex menoleh ke arah Tuan Sanjaya dan masih mencekik leher Evelyn.


Evelyn menggelengkan kepalanya berharap papanya tidak memberitahukan dimana putra Alex berada "Pa-papa jangan ka-katakan."


Tuan Sanjaya menatap putrinya yang masih d cekik oleh Alex, "Apa kau benar ingin melihat putrimu mati di depanmu." Alex menyeringai licik.


"Putramu sudah menjadi putra Keluarga Hanendra."

__ADS_1


"Kau sangat lucu Tuan Sanjaya, kau dan putrimu menculik putra orang lain dan menjadikannya putra Keluarga Hanendra." Alex menatap tajam ke arah Tuan Sanjaya.


"Katakan dimana putraku dan aku akan melepaskan putrimu, ini kesempatan terakhirmu yang kuberikan Tuan Sanjaya." Ucap Alex.


"Baiklah, putramu adalah putra kedua Keluarga Hanendra Riko Hanendra." Jawab Tuan Sanjaya.


Alex yang terkejut langsung melepaskan tangannya dari leher putih Evelyn, "Sekarang dia dimana." Tanya Alex dengan wajah dinginnya.


"Dia ada di rumah sakit Mutiara Tuan Alex Handoko." Devano tiba-tiba muncul dan menghampiri ke empat orang yang berada di ruang tamu rumahnya.


"Apa yang terjadi pada putraku." Tanya Alex dengan raut wajah yang khawatir.


"Kecanduan obat penghilang ingatan." Devano menatap Evelyn, sedangkan Evelyn masih mengatur nafasnya.


Alex berbalik dan menghampiri Tuan Sanjaya "Jika terjadi sesuatu pada putraku, aku tidak akan melepaskan kalian walaupun Keluarga Handoko harus melawan Keluarga Hanendra." Ujar Alex dengan wajah dinginnya.


Alex dan Gio meninggalkan kediaman Keluarga Hanendra dan pergi ke rumah sakit Mutiara untuk menemui putranya yang telah lama ia cari selama 20 tahun silam. Sedangkan di kediaman Keluarga Hanendra Devano menatap mommynya dan kakeknya secara bergantian, "Apa benar Riko bukan anak mommy?" Devano memulai percakapan di antara mereka bertiga.


"Mommy bisa jelasin ini semua sayang." Evelyn menggenggam tangan Devano tapi langsung di tepis oleh Devano.


"Papimu tau kalau Riko adalah putra dari Alex." Jawab Tuan Sanjaya.


Devano terkejut mendengar ucapan pria tua yang sudah dia anggap sebagai kakeknya, ternyata orang tuanya tau dan mencoba memisahkan Riko dari keluarganya.


"Karena Riko anak putra dari rival bisnisnya, demi membalas dendam kami membuat perjanjian dengan papimu." Ucap Tuan Sanjaya.


*****


《Flashback 20 Tahun Silam》


Tuan Sanjaya menghadiri pesta khusus pengusaha ternama di Jakarta, tanpa sengaja dia bertemu dengan Raka Hanendra. Setelah berbincang-bincang dia dan Tuan Hanendra bekerja sama untuk melawan Alex, "Apa kamu tau kelemahan Alex Handoko?" Tanya Tuan Raka.


"Kelemahanya ada pada keluarganya, aku akan menculik putranya tapi anda harus melindungi saya dan putri saya tuan Raka." Jawab Tuan Sanjaya.


"Baik, asal rencananya berjalan sesuai keinginanku." Ujar Tuan Raka.


Setelah mencari tahu Tuan Sanjaya mendapat informasi dari anak buah Tuan Raka kalau pagi ini Alex akan ke London bersama istri dan putrinya, "Keberuntungan ada di pihak kita." Tuan Sanjaya tersenyum licik.

__ADS_1


Tuan Sanjaya memata-matai Kavin untuk menjalankan rencananya dan Tuan Raka, dia menculik Kavin saat tinggal di asrama dan keamanannya lengah. "Bawa dia ke Villa di daerah ini, karena Alex dan orang-orangnya tidak mengetahui Villa ini." Tuan Sanjaya memberikan secarik kertas bertuliskan alamat Villa yang dia maksud.


Tuan Sanjaya kembali kediamannya dan memberi tahu Evelyn untuk mengemasi semua barang-barangnya dan pergi meninggalkan rumah utamanya. "Putriku kita harus pergi dari sini secepatnya, Alex dan orang-orang Keluarga Handoko akan mencari kita." Ucap Tuan Sanjaya.


Dua hari setelah penculikan Kavin, anak buah Tuan Raka memberi tahunya kalau saat ini di kota sedang kacau karena Alex sudah kembali dan sedang mencari putranya. Tuan Sanjaya menatap putrinya "papa apa yang harus kita lakukan kedepannya, aku tau sekarang keluarga Handoko pasti sedang mencari keberadaan kita di seluruh kota." Ucap Evelyn.


"Papa sudah memikirkannya, kita hanya perlu membuat pewaris Keluarga Handoko melupakan keluarganya." Senyum jahat terlukis di wajah mereka berdua.


Anak buah Keluarga Hanendra tetap mengawasi pergerakan Alex dan anak buahnya yang sedang mencari Tuan Sanjaya dan putrinya, tapi tetap dia tidak mendapatkan pentujuk apapun kerena perlindungan dari keluarga Hanendra.


Orang kepercayaan Tuan Raka mendatangi Villa yang ditempati Tuan Sanjaya menyekap Kavin. "Selamat pagi Tuan Sanjaya."


"Selamat pagi, apa ada perintah dari Tuan Raka?" Tanya Tuan Sanjaya.


"Tuan ingin anak itu di bawa keluar negeri, dan Tuan akan menunggu kalian malam ini di bandara." Ucap orang kepercayaan Tuan Raka.


*****


Malam pun tiba Kavin di bawa masuk kedalam mobil, Kavin meronta untuk lepas dari genggaman Tuan Sanjaya dan Evelyn. "Tante tolong lepaskan aku." Pinta Kavin, mata anak kecil itu sudah sembab karena menangis.


"Kita harus ke bandara secepatnya." Perintah Tuan Sanjaya pada sopir yang di kirim Tuan Raka yang menjemput mereka.


Kurang dari satu jam mobil yang membawa Tuan Sanjaya berhenti di depan bandara, Kavin mencoba tenang dan menunggu Tuan Sanjaya dan lainnya lengah dia berencana kabur dan berharap anak buah ayahnya ada di sekitar bandara dan menemukannya saat dirinya kabur dari Tuan Sanjaya.


Kavin menyelinap dan menjauh dari Tuan Sanjaya dan Evelyn tapi dengan cepat Evelyn menyadari kalau Kavin telah kabur sehingga mereka mencari Kavin di seluruh bandara.


"Papa aku akan mencarinya di luar." Ucap Evelyn.


"Baiklah, bagaimana pun kita harus menangkap anak itu kalau tidak Tuan Raka akan membunuh kita." Evelyn mengangguk dan berlari keluar bandara.


Saat Evelyn berlari ke luar bandara dan dia melihat Kavin sudah berada di pinggir jalan dengan cepat dia berteriak, "Berhenti, kau tidak akan bisa lari dariku." Evelyn berlari menghampiri Kavin.


Kavin menoleh ke belakang dan melihat Evelyn tengah berlari menghampirinya tanpa melihat kanan kiri, Kavin langsung berlari tapi sayang sebuah mobil melaju dengan cepat dan menabrak Kavin "Ahhhh!" Teriak Kavin, tubuhnya terlempar dan menyentuh tanah darah segar keluar dari kepala dan hidungnya.


Bersambung....


Jangan lupa Likenya Kakak..

__ADS_1


__ADS_2