Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Mengakhiri Hubungan


__ADS_3

Kelvin lagi-lagi mengepalkan kedua tangannya merasa geram. Tatapan matanya nampak menatap wajah sang ayah dengan tatapan tajam penuh kebencian. Bukan hanya sang ibu yang menjadi tawanan ayahnya kini, tapi kehidupan wanita yang dicintanya pun dalam genggaman Tuan Alamsyah sekarang.


"Kenapa kamu diam saja? Kamu mengerti 'kan apa yang Daddy katakan?" tanya Tuan Alamsyah seketika membuyarkan lamunan Kelvin.


"Jangan sakiti Mommy dan gadis itu, saya tidak akan pernah memaafkan Daddy jika hal itu sampai terjadi," jawab Kelvin dengan nada suara yang sedikit di tahan, tapi penuh penekanan.


"Hahahaha! Kalau kamu tidak mau hal itu sampai terjadi, kamu harus ikuti semua yang Daddy inginkan. Menikahlah dengan Evelyn secepatnya."


"Tapi saya tidak mencintai dia sama sekali."


"Cinta bisa datang belakangan, Kelvin. Yang penting sekarang, kamu amankan dulu posisi kamu menuju kursi Presiden. Daddy gak yakin kamu tidak tertarik sama sekali dengan posisi itu.''


Kelvin diam membisu. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa berada di posisi itu, dia pun menginginkannya. Bukan karena ambisi, tapi karena dia ingin terlepas dari jeratan sang ayah juga melindungi orang-orang yang dia cintai. Kelvin pun menarik napas berat sebelum akhirnya dia mulai menjawab.


"Baik, saya akan mengikuti apa yang Daddy inginkan, tapi ingat jangan sekali-kali Daddy berani menyentuh Mommy dan juga Indah. Saya gak akan segan membunuh Daddy dengan kedua tangan saya sendiri jika Daddy sampai berani melakukan hal itu," tegas Kelvin balas mengancam.


''Hahahaha ... Kamu sudah berani mengancam Daddy ternyata.'' Sang ayah tertawa ringan.


"Saya terpaksa melakukannya karena saya sudah jengah dengan semua ancaman Daddy. Saya sudah menghabiskan separuh hidup saya dengan menjadi boneka Daddy dengan alasan keselamatan Mommy, dan sekarang saya tidak akan tinggal diam apabila Daddy berani mengingkari janji Daddy.''


"Baik, Daddy gak akan menyentuh wanita yang kamu cintai itu, tapi kamu harus berjanji kalau kamu akan segera mengakhiri hubungan kamu dengan wanita itu. Kalau sampai Daddy mengetahui bahwa kamu masih memiliki hubungan dengan dia, Daddy gak akan segan untuk menghancurkan dia, bahkan Daddy bisa saja mengahabisi nyawanya.''


''Saya akan segera memutuskan hubungan saya dengan dia, tapi izinkan saya menemui dia untuk terakhir kalinya. Karena tidak mungkin kalau saya tiba-tiba menghilang begitu saja.''

__ADS_1


"Bukankah lebih baik seperti itu? Kamu menghilang begitu saja dari kehidupan dia seperti buih di lautan?"


"DAD!" teriak Kelvin merasa geram.


"Baiklah, Daddy akan mengizinkan kamu untuk bertemu dengan wanita itu, tapi ingat ini adalah pertemuan terakhir kalian, Kelvin."


"Saya janji."


Tuan Alamsyah tersenyum menyeringai merasa senang. Ternyata ancamannya berhasil dan Kelvin sang putra tunduk dan patuh kepadanya. Ambisinya untuk menjadikan putra sulungnya itu sebagai orang nomor satu di negaranya akhirnya akan segera terwujud tidak lama lagi.


Tanpa mengatakan sepatah katapun lagi, akhirnya Kelvin pergi begitu saja dari hadapan sang ayah. Dia akan menemui Indah untuk terakhir kalinya. Meskipun terasa berat, dia terpaksa melakukan hal itu demi keselamatan orang-orang yang dia cingai tentu saja.


"Mau ke mana kamu, Kelvin?"


"Ketemu dengan Indah untuk yang terakhir kalinya," jawab Kelvin singkat lalu meneruskan langkah kakinya.


***


Ckiiit!


Kelvin menghentikan laju mobilnya tepat di depan kediaman Indah. Dia membawa sekuntum mawar merah yang akan dia persembahkan untuk wanita yang dia cintai itu. Sulit menggambarkan seperti apa perasaan pemuda itu saat ini. Antara sedih, terluka dan juga merasa hancur. Semua itu seolah melebur menjadi satu di dalam jiwanya kini.


Ceklek!

__ADS_1


Kelvin membuka pintu mobil, lalu kembali menutupnya kemudian setelah dia keluar dari dalam mobil. Dia pun menatap rumah sederhana tersebut. Hatinya terasa berat, perasaannya pun merasa enggan untuk mengakhiri hubungannya dengan Indah yang sebenarnya baru seumur jagung.


"Kelvin?"


Tiba-tiba terdengar suara Indah membuyarkan lamunanya kini. Dia pun seketika merubah ekspresi wajah sedihnya menjadi ceria lengkap dengan senyuman yang begitu lebarnya. Kelvin berjalan menghipiri dengan sekuntum mawar merah di dalam genggamannya.


"Saya ingin mengajak kamu kencan malam ini. Kencan sungguhan, bukan datang ke Klub malam dan mabuk-mabukan seperti yang pernah kita lakukan," ucap Kelvin.


"Kencan? Hmm ... Ya udah aku ganti baju dulu ya," jawab Indah tersenyum senang.


"O iya, ini bunga untuk kamu." Kelvin menyerahkan mawar yang dia bawa.


"Wah! Bunganya cantik sekali, hmm ... Wangi lagi."


"Seindah dan secantik nama kamu, Indah."


Indah tentu saja merasa tersanjung. Dia pun memutar badan lalu berjalan menuju kediamannya untuk berganti pakaian. Malam ini dia akan berdandan secantik mungkin. Tanpa dia sadari bahwa ini adalah pertemuan terakhirnya dengan laki-laki yang dia cintai itu.


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2