
Blug!
Pintu ruangan di tutup kemudian. Indah berdiri dengan tubuh yang gemetar. Berada hanya berdua saja dengan Tuan Alamsyah benar-benar sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Suasana ruangan benar-benar terasa mencekam, lebih menakutkan dari menonton film horor. Bulu kuduk gadis bernama lengkap Indah Permata itu benar-benar berdiri tegang.
"Nama kamu Indah Permata, betul?" tanya Tuan Alamsyah, duduk di tepi meja menatap wajah Indah dengan tatapan tajam, bibirnya pun tersenyum, tapi senyuman yang sulit di artikan.
"Be-betul, Pak," jawab Indah menundukkan kepalanya.
"Kamu lulusan dari Sekolah Menengah Atas Swasta dengan nilai yang standard bahkan sama sekali tidak pernah menduduki rangking kelas, betul?"
Indah menganggukkan kepalanya samar.
"Setelah lulus Sekolah kamu sama sekali tidak berkuliah, bahkan tidak bekerja dimanapun. Kedua orang tua kamu hanya pegawai biasa di salah satu perusahaan kecil, mereka hampir setiap hari bertengkar. Kamu sering menghabiskan waktu di Klub malam untuk bersenang-senang dan di sana juga kamu bertemu dengan putra saya Kelvin Alamsyah.''
Indah mengangkat kepalanya merasa terkejut. Dari mana Tuan Alamsyah tahu semua itu, bahkan mengetahui secara rinci tentang kehidupan pribadinya? Sungguh, dia sama sekali tidak menyangka jika ayah dari kekasihnya itu akan menyelidiki latar belakangnya.
"Dari mana anda tahu semua itu? Apa diam-diam anda menyelidiki kehidupan pribadi saya?" tanya Indah menatap tajam wajah Tuan Alamsyah.
"Apa kamu tahu Kelvin lulusan dari Universitas mana?"
Indah diam tidak menjawab, lalu kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dia adalah salah satu mahasiswa terbaik dari Universitas terbaik di London. Gelarnya saja S3, dari semenjak dia Sekolah Menengah Atas dia selalu mendapatkan rangking kelas.''
"Apa maksud anda menceritakan hal ini sama saya? Kenapa anda membandingkan pendidikan putra anda dengan saya?''
"Apa lagi, untuk menyadarkan kamu bahwa kamu bukanlah wanita yang cocok buat putra saya yang istimewa itu. Di lihat dari sudut pandang mana pun, kalian itu bukan pasangan yang serasi. Baik itu di lihat dari status sosial, pendidikan, bahkan kehidupan sehari-hari kalian berdua sama sekali tidak bisa di satukan."
"Apa anda sungguh seorang Mentri negara ini yang mengabdikan hidupnya untuk rakyat? Apa anda tidak malu mengadakan hal seperti itu sama saya? Memandang rendah status rakyat yang seharusnya anda ayomi. Apa anda pernah merasakan yang namanya mencintai dan dicintai?" Indah dengan penuh percaya diri.
"Lancang sekali kamu bertanya seperti itu sama saya?"
"Apa anda tahu, meskipun latar belakang kami berbeda tapi kami memiliki perasaan yang sama? Apa anda tahu meskipun saya hanya lulusan dari Sekolah Menengah Atas dan putra anda lulusan dari Unversitas ternama seperti yang anda sebutkan tadi, tapi Kelvin begitu mencintai gadis biasa saja ini?''
"Kamu--" Tuan Alamsyah melayangkan telapak tangannya ke udara. Namun, dia segera menahannya dan mencoba mengendalikan emosi di dalam jiwanya kini.
"Lebih baik, kita ambil jalan yang mudah saja, Indah. Kamu tinggalkan putra saya sekarang juga, kalau tidak--"
"Kalau tidak apa? Anda mau menyakiti saya?"
"Hahahaha! Mana mungkin saya mengotori tangan saya sendiri dengan menyakiti manusia rendahan seperti kamu?"
Indah mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Saya gak akan menyakiti kamu, Indah, tapi apa kamu tidak ingin melihat Kelvin bahagia? Kamu bukanlah jodoh yang tepat untuk dia. Saya juga tidak yakin kalau kamu sungguh-sungguh mencintai Kelvin? Kamu mendekati dia karena uang 'kan?'' Tuan Alamsyah tersenyum menyeringai.
"Apa?"
"Sudah, jujur saja. Wanita rendahan seperti kamu pasti hanya menginginkan uang, uang, dan uang. Asalkan kamu meninggalkan Kelvin, saya bisa memberikan berapapun uang yang kamu minta. 10 juta? 20 juta? 1 miliar? Katakan saja, saya akan memberikan berapapun yang kamu minta.''
"Anda benar-benar keterlaluan, Pak Mentri.'' Indah membulatkan bola matanya yang mulai memerah.
"Kenapa? Jangan munafik Indah. Saya tahu manusia rendahan seperti kalian sangat membutuhkan uang,'' ucap Tuan Alamsyah lalu membuka laci meja dan meraih amplop tebal lalu melemparkannya tepat di wajah Indah.
Plak!
Amplop tersebut di lemparkan tepat di wajah Indah lalu mendarat di lantai kemudian.
"Ambil uang ini, anggap saja ini sebagai harga dari kesucian yang telah di renggut oleh Kelvin, jangan pernah merengek-rengek lagi untuk meminta pertanggung jawaban darinya.''
BERSAMBUNG
...****************...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1